×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 47

Pengembangan Desa Mandiri Pangan Terus Diseriusi

Ditulis oleh  Kamis, 05 April 2012 18:56

panganGorontalo, Penanggulangan masalah pangan dan gizi harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu dengan pendekatan spesifik. Karena itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Provinsi Gorontalo terus memberikan perhatian terhadap pengembangan Desa Mandiri Pangan serta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).

Pengembangan Desa Mandiri Pangan itu dilaksanakan di wilayah yang mempunyai proporsi penduduk miskin tinggi dan berisiko terhadap terjadinya kerawanan pangan dan gizi. "Melalui kegiatan pengembangan Desa Mandiri Pangan diharapkan masyarakat desa dapat menjalani hidup sehat dan produktif dari hari ke hari secara berkelanjutan. Sementara SKPG merupakan serangkaian proses untuk mengantisipasi kejadian kerawanan pangan dan gizi melalui pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analasis serta penyebaran informasi situasi pangan dan gizi," tutur Kepala Subdin Ketahanan Pangan Distan-KP Provinsi Gorontalo Ir.Silvana Bowta, MSc.

Sementara itu sejak 2006 hingga 2012 ini pengembangan Desa Mandiri Pangan di Provinsi Gorontalo sudah tersebar di seluruh kabupaten dengan 39 lokasi. Untuk memaksimalkan serta mengintesifkan kegiatan tersebut maka Distan KP Provinsi Gorontalo kembali melakukan sosialisasi program Pengembangan Desa Mandiri Pangan yang dirangkai dengan apresiasi SKPG, Rabu (4/4). Sosialisasi yang bertempat di gedung Musdalifah, Kota Gorontalo itu diikuti instansi terkait di 5 kabupaten se Provinsi Gorontalo.

Wakil Gubernur Gorontalo yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Dr.Fachrudin Zain Olilingo pada kesempatan tersebut menekankan, untuk mengatasi kerawanan pangan dan gizi maka yang dibutuhkan tidak hanya sekadar berapa banyak pangan yang dihasilkan. Tetapi lebih dari itu penting pula untuk meningkatkan mutu dari pangan yang dihasilkan. "Di samping jumlah aspek mutu dari pangan juga harus turut diperhatikan," ujar Fachrudin Olilingo.

Ia menambahkan, masalah pangan dan gizi dipengaruhi berbagai faktor sosial, ekonomi, perilaku dan status kesehatan yang saling berinteraksi secara kompleks. "Karena itu penanggulangan masalah pangan dan gizi harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu dengan pendekatan spesifik," imbuh Fachrudin Olilingo.

Sebelumnya Panitia Pelaksana Iwan Nadjamuddin menyampaikan, pelaksanaan sosialisasi dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan kegiatan Desa Mandiri Pangan dan SKPG. Sehingga terwujud ketahanan pangan dan gizi di tingkat desa yang ditandai dengan berkurangnya kerawanan pangan dan gizi serta kemiskinan.

Baca 2061 kali
Beri nilai item ini
(0 penilaian)

Tinggalkan komentar

Pastikan informasi yang bertanda (*) telah diisi. Kode HTML tidak diizinkan.