DPRD Provinsi Gorontalo Hearing KPU dan Bawaslu

Ditulis oleh  Kamis, 14 Maret 2013 09:45
Suasana hearing KPU dan Banwas. pic: gorontalotoday.com Suasana hearing KPU dan Banwas. pic: gorontalotoday.com

Gorontalo - Dewan Perwakilan Raykat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo Rabu sore, menggelar hearing dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi yang juga diikuti oleh beberapa LSM diantaranya LSM Lembaga Pengawas Pemerintahan Provinsi Gorontalo (LP3G) terkait beberapa masalah mengenai Pimilihan Umum Kepala Daerah Kota Gorontalo.

Diantaranya adalah persoalan status Erman Rahim yang saat ini telah menjabat sebagai Ketua KPU Kota Gorontalo sementara disisi lain masih memegang jabatan struktural sebagai Kepala Program Studi di Lembaga Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

"Kami sudah mengecek langsung ke pihak Lembaga kampus, dan bertemu dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bahwa, dalam penjelasan Dekan Fakultas, yang Ketua KPU Kota Gorontalo Erman Rahim, statusnya masih memegang jabatan struktural, dan funsional di UNG ", Jelas Faris Djafar perwakilan LSM LP3G, dihadapan peserta hearing, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo. Rabu (13/3).

Faris menambahkan, bahkan pihak lembaga kampus mengetahui status Erman I Rahim telah dilantik menjadi anggota KPU Kota Gorontalo, lewat media, dam hingga hari ini yang bersangkutan belum memasukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatanya sebagai kepala program studi.

" seharusnya pihak KPU Provinsi dapat mengecek langsung status Erman I Rahim sebab jelas ketika yang bersangkutan menjadi anggota KPU dan masih memegang jabatan fungsional harus ada izin dari atasanya dan harus menyertakan surat pemberhentian dari Jabatanya ", Ungkap Farid Djafar.

Menanggapi persoalan ini Ketua KPU Provinsi Gorontalo Salahudin Pakaya menjelaskan bahwa, terkait Erman Rahim KPU sudah menanyakan kepada yang bersangkutan apakah bisa peroleh surat pemberhentian, waktu itu yang itu yang bersangkutan mengatakan bisa.

Kami KPU Provinsi Gorontalo, lanjut Salahudin bahwa, disisi lain sudah didesak baik oleh LSM dan Panwaslu untuk segera mengisi dan melantik kekosongan keanggotaan KPU Kota Gorontalo, sementara yang tersisa untuk dijadikan PAW hanya tinggal Dua orang, kemudian pihaknya mengambil keanggotaan dari yang lolos seleksi wawancara, yang saat mendaftar menjadi anggota KPU.

"Namun kami KPU Provinsi sudah mendatangi pihak lembaga kampus, dan kami akan memberikan waktu dalam dua hari ini, jika yang bersangkutan tidak ada SK pemberhentianya maka kami akan tinjau lagi keanggotaanya ", Ungkap Salahudin Pakaya. (G/Today/1).

 

GorontaloToday.com

Baca 1781 kali
Beri nilai item ini
(0 penilaian)

Tinggalkan komentar

Pastikan informasi yang bertanda (*) telah diisi. Kode HTML tidak diizinkan.