>

Makassar, Humas – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba berkunjung ke kantor Penghubung Gorontalo subbid Makassar dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) lingkup Kantor Penghubung Gorontalo, Minggu (10/02/2019).

Dalam sambutannya Darda mendorong ASN dan PTT untuk mengembangkan kompetensi diri dan kualitas sumber daya manusia antara lain melalui jalur pendidikan dengan memanfaatkan waktu luang yang ada, meskipun dengan biaya sendiri.

Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Darda Daraba ke Penghubung Makassar yang dilakukannya untuk menjalin tali silaturrahim.
“Silaturahmi dan hubungan baik perlu dijalin dalam lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo, selain sebagai panutan, juga untuk memberi motivasi dalam bekerja”, ujar Darda.

Masih menurut Darda, Badan Penghubung merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Gorontalo sehingga hubungan baik dan koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder setempat diharapkan bisa dijaga dengan baik, sehingganya komunikasi dan kekompakan tim penghubung Makassar menjadi syarat mutlak.

Pada kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, sekda didampingi oleh Kepala Badan Penghubung Arfan Sery Jusuf dan Kasubid M. Agung Sugiarto. (Hmsprov - Gina)

Senin, 11 Februari 2019 10:11

SIM-PD, Aplikasi Penangkal Fitnah

Oleh

Makassar, Humas – Pembuatan telaah melalui sim-PD dianggap seperti penangkal fitnah bagi mereka yang melakukan perjalanan dinas.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat memberikan arahan dalam pelatihan teknis aplikasi sistem informasi manajemen perjalanan dinas (sim-PD), di Hotel Condotel Makassar, Sabtu (9/2/2019).

Darda memberikan perumpamaan seorang staf yang keluar melaksanakan perjalanan dinas, namun tak diketahui orang lain yang berada seruangan atau satu kantornya dan akhirnya disangkakan negatif karena tidak mengetahui keberadaan staf tersebut.

” Jangan orang sudah kerja, tinggalkan anak istri, masih diomongin lagi disebelah, itu yang saya tidak mau. Kalau kita kerja, hargailah orang itu,” kata Darda.

Mantan Kadis PU Pohuwato ini juga menjelaskan perlunya pembuatan telaah dalam melaksanakan perjalanan dinas.

” Kenapa perlu telaah? Karena menghindari fitnah. Kalau kalian pergi berarti telaah sudah disetujui,” ungkap Darda yang juga menyebutkan jika persetujuan telaah harus berjenjang dari kepala dinas, asisten, hingga kedirinya.

Sekda dalam kesempatan tersebut menghimbau agar dalam pembuatan telaah lebih mengedepankan isi telaah yang menyebutkan manfaat jika perjalanan dinas tersebut dilakukan.

” Cuma tanggalnya yang ditaruh di dalam situ, pergi disini, tempatnya disini,” jelas sekda mencontohkan kebanyakan isi telaah yang selama ini ada.

Darda mencontohkan mengapa merasa penting untuk datang di kegiatan pelatihan teknis sim-PD tersebut. Ia menyebutkan karena terdapat milyaran rupiah anggaran perjadis yang perlu ditata melalui penerapan aplikasi sim-PD ini.

Diakhir arahannya Darda Daraba berharap seluruh peserta betul betul mengikuti pelatihan ini dan menerapkannya dengan sungguh sungguh.

“Pelajari baik baik yang ada disini, tanya apa kira kira sangsinya kalau kita tidak memasukkan (telaah) di sistim, terlambat memasukkan dan tepat memasukkan, tanyalah disini,” pungkas sekda.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti 121 orang yang terdiri dari petugas administrator, operator dan bendahara pengeluaran pada setiap OPD lingkup Pemerintahan Provinsi Gorontalo. Narasumber berasal dari Tim Pengembang Aplikasi SIM-PD. (Hmsprov - Asriani)

Makassar, Humas– Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menilai kegiatan perjalanan dinas (perjadis) yang dilakukan dalam pemerintahan merupakan pelaksanaan dari manajemen pemerintahan.

Hal ini dikatakannya saat membuka pelatihan teknis aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perjalanan Dinas (sim-PD), di Hotel Condotel Makassar, Sabtu (9/2/2019).

“Perjalanan dinas itu bukan karena maunya kita jalan atau apa, bukan. Saya ingin melihat bahwa perjalanan dinas itu untuk melaksanakan manajemen pemerintahan,” jelas Darda.

Menurut Darda ada tiga hal yang terkait dengan dukungan perjalanan dinas. Ketiga hal tersebut yaitu ada program yang harus jalan dan perlu diurus sehingga muncul pergerakan yang namanya perjalanan dinas. Ada program yang hanya bisa dilaksanakan dengan harus melalui koordinasi dan konsultasi terlebih dahulu sehingga harus melakukan perjadis, dan ada program disuatu wilayah yang tidak serta merta menjadi milik satu pihak seperti provinsi saja, namun ada juga milik kabupaten/kota bahkan pemerintahan pusat.

“Ada program yang bisa langsung dilaksanakan, namun ada yang tidak serta merta bisa langsung dilakukan melainkan harus melalui koordinasi dan konsultasi, sehingga diperlukan untuk mengunjungi sebuah tempat atau perjalanan,” urai mantan Kadis PU Kabupaten Pohuwato ini.

Menyangkut sitem perjalanan dinas, Darda menyebutkan bahwa ini berarti ada yang perlu ditata.

“Kenapa perlu ditata? Semua perlu ditata karena keterbatasan sumber daya baik dari sumber daya anggaran, orang, peralatan dan bahan,” kata Darda.

Darda yang pernah berkarir di Kementerian PU RI ini juga menyebutkan jika kegiatan ini penting karena mengatur amanah yang diperintahkan oleh gubernur menyangkut amanah Peraturan Gubernur nomor 2 Tahun 2019 terkait bagaimana menata perjalanan dinas karena terbatasnya anggaran.

Sementara itu ketua panitia Daniel Ibrahim yang menjabat sebagai Kepala Bidang Anggaran dan Bina Keuangan Daerah menjelaskan, pelatihan teknis ini dilakukan dengan tujuan terlatihnya petugas administrator, operator dan bendahara pengeluaran dalam mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perjalanan Dinas (SIM-PD). Selain itu, juga diharapkan terjadinya peningkatan penatausahaan anggaran belanja perjalanan dinas, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Daniel menyebutkan, sebagaimana Pasal 31 Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perjalanan Dinas Di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Gorontalo, diperlukan aplikasi sim-PD untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan perjalanan dinas.

“Setiap tahun terjadi peningkatan anggaran belanja perjalanan dinas baik perjalanan dinas dalam daerah maupun perjalanan dinas luar daerah, hal ini perlu dibarengi dengan pengelolaan yang baik, tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Daniel.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti 121 orang yang terdiri dari petugas administrator, operator dan bendahara pengeluaran pada setiap OPD lingkup Pemerintahan Provinsi Gorontalo. Narasumber berasal Tim Pengembang Aplikasi SIM-PD.

Selain Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, turut hadir Kasubid Perwakilan Makassar. (Hmsprov - Asriani)

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo