>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

KOTA GORONTALO, Humas – Istri Gubernur Gorontalo Idah Syahidah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Sweet Media sukses melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu rumah tangga di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah daun jagung yang disulap menjadi aneka kerajinan tangan.

Daun jagung yang sudah kering dirangkai menjadi produk kerajinan seperti bros, gantungan kunci serta vas bunga. Beberapa di antaranya dipadukan dengan limbah sampah seperti botol air mineral bekas.

Prakarsa kerajinan dari limbah jagung ini berawal dari keprihatinannya terhadap produk jagung yang melimpah di Gorontalo. Selama ini, daun jagung hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dengan harga yang tidak terlalu bersaing.

“Berangkat dari keprihatinan itu, ibu-ibu di sana diberdayakan untuk membuat kerajinan seperti bros, bunga, gantungan kunci dan lainnya dari daun jagung,” jelas Direktur LPP Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu usai menemui Idah Syahidah di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/7/2019).

Upaya pemberdayaan itu disambut antusias oleh ibu-ibu binaan. Selain modalnya disediakan oleh Idah Syahidah, ibu-ibu yang sebagaian besar hanya berprofesi sebagai IRT ini merasa lebih produktif dan bisa bersosialsiasi dengan warga lainnya.

“Modalnya ibu Idah yang sediakan, termasuk memotivasi warga binaan di sana. Program ini sejak awal tahun kita laksanakan dan sekarang sudah ada hasilnya. Keuntungannya pun sudah dirasakan oleh pengrajin,” Imbuh Van.

Selain bentuknya yang unik, daun jagung bisa menjadi nilai tambah sebagai ciri khas Gorontalo yang identik dengan jagung. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan oleh wisatawan sebagai oleh-oleh.

“Selama ini kan oleh-oleh Gorontalo dikenal Pia, Upia Karanji dan kain Karawo. Dari produk jagung itu tidak ada, padahal kita lumbung jagung kan? Ini yang membuat ibu Idah termotivasi. Bahkan kami sekarang sudah membangun kantor cabang di sana,” imbuh Van.

Keseriusan Idah Syahidah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo menurutnya mulai membuahkan hasil. Ragam kerajinan IRT sudah dilirik pasar lokal. Salah satunya sebagai souvenir pernikahan. Cara lainnya dengan menggandeng Pemkab Boalemo melalui Dinas Pariwisata setempat. Terlebih saat ini Pemkab Boalemo ketambahan satu destinasi wisata baru yakni Pulau Ratu.

Harga produk-produk ini pun terbilang cukup bersaing. Misalnya untuk satu buah bros dan gantungan kunci dihargai Rp5.000, vas bunga dihargai Rp30.000. Harga itu bisa lebih murah tergantung jumlah pesanan.

Pewarta: Isam - Humas

BONE BOLANGO, Humas – Guna membahas usulan program yang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Gubernur Gorontalo menggelar rapat dengan pimpinan OPD bertempat di Rumah Makan Meranti, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (5/7/2019).

Rapat yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Idris Rahim serta Sekretaris Daerah Darda Daraba itu diawali dengan makan siang dan paparan dari setiap OPD. Gubernur mengecek setiap program khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program-program seperti pasar murah, bantuan benih pertanian, perikanan peternakan akan terus dilanjutkan tahun 2020 nanti. Begitu juga bantuan sosial seperti BPNT-D, bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf usai rapat.

Gubernur Rusli berharap agar ada kesinambungan program yang dilakukan sejak tahun 2012, di awal kepemimpinannya hingga berakhir tahun 2022 nanti. Program program tersebut diminta tetap sejalan dan sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang nantinya akan ditetapkan pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

“RPJMN 2019-2024 nanti kan fokusnya ke pengembangan sumber daya manusia. Nah pimpinan OPD juga diminta bersinergi dengan itu. Mana yang dibiayai oleh APBN, APBD provinsi dan Kabupaten/Kota ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” imbuh Masran yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol.

Hal lain yang mengemuka menyangkut tentang pemanfaatan aset daerah untuk kepentingan rakyat. Masran mencontohkan tentang pemanfaatan cool storage atau gudang pendingin yang dihibahkan oleh pemerintah pusat ke pemprov.

Gudang pending berkapasaitas 2×100 ton itu diharapkan bisa dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Harapannya produk-produk perikanan dan pertanian yang ada di masyarakat bisa ditampung dalam gudang sebelum dijual dalam daerah, antar pulau maupun untuk kepentingan ekspor.

“Beliau minta ini dikaji, bagaimana agar aset-aset daerah ini bisa dikelola dan dijaga dengan baik. Lebih daripada itu untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

BONE BOLANGO, Humas – Proses pembersihan Danau Perintis di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango sudah berlangsung tiga pekan. Hasilnya sebanyak lebih kurang 7.500 kubik eceng gondok dan gulma lainnya yang tumbuh di danau berhasil dibersihkan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Sekretaris Daerah Darda Daraba serta para pimpinan OPD berkesempatan meninjau proyek pembersihan tersebut, Jumat (5/7/2019). Pembersihan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur baik dari Pemkab Bone Bolango, Pemprov Gorontalo serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II.

“Hasil perhitungan kami sudah 7.500 kubik yang berhasil diangkat dari danau. 5.000 di antaranya sudah dibuang ke tempat pembuangan,” jelas Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo.

Proses pembersihan ini merupakan tindaklanjuti dari kesepakatan bersama antara tiga pihak Pemprov, Pemkab dan BWS II untuk menjaga kelestarian danau buatan tersebut.

Ke depannya, pengelolaan danau akan diserahkan ke BWS. Harapannya bisa dikembangkan lebih baik melalui pembiayaan APBN Kementrian PUPR.

“Setelah pembersihan ini selesai maka akan ada penyesuaian aset. Pelaksanaan (revitalisasi) selanjutnya untuk memaksimalkan potensi danau kita usulkan ke BWS,” imbuhnya.

Danau yang sudah ada sekitar tahun 1950an ini direncanakan bisa ditingkatkan fungsinya sebagai destinasi wisata, kolam retensi penanggulangan banjir serta untuk perikanan.

 

Pewarta: Isam - Humas

Makasar, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H.Idris Rahim, MM membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Kerangka Ekonomi Makro Daerah dan Workshop Tracking Monitoring dan Report Data SDGs Provinsi Gorontalo, yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo, di Hotel Melia, Makassar, Selasa, (25/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Idris menyampaikan bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi ASN di bidang perencana sekaligus menyamakan persepsi untuk mengetahui arah yang akan menjadi kebijakan, sasaran serta prioritas pembangunan dan juga penguatan sinergi kerangka ekonomi makro antara pusat dgn Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Tujuan utama pelaksanaan bimtek ini agar sinegritas Aparatur Sipil negara (ASN) bisa lebih baik lagi terhadap pembangunan Provinsi gorontalo. Karena memang sinegritas seluruh ASN baik dipusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa mewujudkan percepatan pembangunan Provinsi Gorontalo,” kata Wagub

Idrispun menjelaskan tahun 2020 menjadi tahun ketiga RPMJ periode 2017-2022 dalam mendorong pembangunan sosial ekonomi. Dimana fokus utamanya adalah menurunkan angka kemiskinan. Disamping itu pula untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 sebesar 6,15 persen tetap akan ditunjang oleh infrastruktur yang strategis yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Termasuk pula didalamnya mendorong sektor pariwisata, Industri dan Pertanian utamanya produksi jagung.

“Kedepan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga sangat dibutuhkan komitmen kita semua untuk tetap fokus pada penganggaran melalui money follow program prioritas,” jelasnya.

Terkait percepatan pencapaian SDGs, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah membuat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 thn 2018 tentang Rencana Aksi Daerah untuk pembangunan berkelanjutan, dimana ada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang dikelompokkan menjadi 5 tujuan utama

“Yang menjadi Kewenangan kita di provinsi sebanyak 152 kewenangan atau 64,68% yang langsung didukung pemerintah Provinsi Gorontalo melalui 8 program unggulan. Tak lupa pula Apresiasi kami sampaikan untuk Bapppeda yang telah berinisiasi melalui dukungan tim ahli yang telah merancang aplikasi E-SDGs bebasis online yang dapat digunakan sebagai penginputan indikator SDGs,” tandasnya.

Pelaksanaan Bimtek dan Workshop ini diikuti oleh kepala Sub Bagian (Subag) Program dan perencanaan baik dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Gorontalo dan dihadiri pula oleh Kepala Bapppeda, Proviinsi Gorontalo Budianto Sidiki, Direktur Jasa Keuangan BUMN, M. Cholifihani, Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan dari pihak Bank Indonesia, Laode M. Akbar, Manager Fungsi Pengembangan UMKM, sebagai pemateri Bimtek dan Workshop.

Pewarta : Badan Penghubung / Echin

KOTA GORONTALO, Humas – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Kementarian Pariwisata dalam pengembangan sekotor pariwisata di daerah. Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dasar kepada para guru SMA/SMK se Provinsi Gorontalo terkait dunia pariwisata.

Kegiatan yang dilaksnakan di gedung Grand Palace Convention Center, Selasa (25/6/2019) tersebut di buka oleh Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba dengan menghadirkan narsumber dari Kementerian Pariwisata RI.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Nancy Lahay mengatakan, guru dan sekolah itu tidak bisa dipisahkan. Semua bidang tentu membutuhkan guru sebagai dasar pengembangan, termasuk pariwisata. Melalui perannya sebagai tenaga pendidik, guru diharapkan mampu mencetak SDM yang profesional, yang mampu mengembangkan potensi pariwisata di Gorontalo.

“Multiplier effect dari pariwisata itu sangat luas sekali. jadi semua stakeholder harus terlibat didalamnya termasuk guru-guru,” kata Nancy.

Nancy mengungkapkan, potensi pariwisata Gorontalo tidak kalah dari daerah lain, hanya memang yang harus disadari potensi pariwisata kurang terekspos dan SDM yang ada untuk mengekspos semua potensi yang ada di Gorontalo masih sangat minim, begitu juga belum adanya kesadaran masyarakat akan pariwisata itu sendiri.

“Kami berharap melalui tangan-tangan bapak ibu guru bisa melanjutkan apa yang menjadi program Dinas Pariwisata maupun program Kementerian pariwisata. Sehingga generasi muda kita lebih sadar wisata. Sadar wisata bukan hanya memanfaatkan potensi yang ada tetapi sadar wisata juga untuk menjaga lingkungan ada di tempat wisata, karena prinsip pariwisata itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” harap Nancy.

Sementara itu, Sekda Darda Daraba memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata karena kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sangat konsisten.

“Sebelumnya saya buka kegiatan pelatihan dasar goes to school untuk siswa SMA/SMK sekarang gurunya yang dapat pelatihan. Kalau guru dengan siswanya kita bekali dengan pelatihan kepariwisataan ini sangat luar biasa untuk memajukan sektor pariwisata daerah kita,” ungkap Darda

Kita tahu bersama, sampai saat ini sektor pariwisata yang menjadi garda terdepan dalam meningkatkan perekonomian secara nasional maupun daerah. di Gorontalo sendiri sektor pariwisata merupakan salah satu dari delapan program unggulan bapak gubernur dan wakil gubernur . Oleh sebab itulah menurutnya tepat sekali kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan kali ini digelar.

“Jika semuanya ini didukung dengan SDM yang memadai tentunya promosi untuk peningkatan kunjungan wisata di Gorontalo akan semakin baik,” tandasnya.

Pewarta: Nova

KOTA GORONTALO, Humas – Demi memantapkan profesionalitas pengelolaan kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus tata cara pemberian cuti PNS dillingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa, (25/6/2019) yang berlangsung di Balroom Maqna Hotel, Kota Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut, Syukri Botutihe selaku Asisten I yang juga menjabat sebagai PLT Kepala BKD menyampaikan sosialisasi ini sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) nomor 30 Tahun 2019. Dimana diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pengelola kepegawaian disetiap OPD untuk menghadapi berbagai persoalan yang ada.

“Utamanya memang diperlukan usaha terus menerus guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan sikap dan perilaku pegawai yang memang harus selalu ditingkatkan, diantaranya melalui kegiatan seperti ini,” kata Syukri

Sementara itu kepala Bidang Pembinaan dan Sekertariat Korpri Gahtan Dokliwan dalam laporan kegiatannya menyampaikan sosialisasi ini dinilai amat penting utamanya terkait pemberian cuti kepada PNS yang sesuai dengan peraturan kepala BKN nomor 24 tahun 2017. Dimana cuti tersebut terdiri dari cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti diluar tanggungan negara

“Untuknya kenapa sosialisasi ini sangat penting. Agar nantinya bisa menjamin keseragaman dan tertib administrasi dalam tata cara pemberian cuti kepada kita sebagai Pegawai Negeri Sipil,” tuturnya

Hal senada juga diutarakan oleh Wulandari Hasiru Kasubid Kesejahteraan Pegawai, terkait sosilisasi ini pihak BKD sengaja mengundang perwakilan guru-guru yang menurutnya paling penting untuk mengetahui sosialisasi ini, agar terlaksannya pengelolaan kepegawaian yang baik secara optimal khususnya dalam hal pemberian cuti PNS dan penyusunana SKP PNS

“Beberapa hari yang lalu juga kami dari BKD sudah melakukan sosialisasi di sekolah – sekolah guna memberikan arahan terkait PP nomor 30 Tahun 2019 ini dan hari ini sosilisasi kembali digelar dengan menghadirkan langsung Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian Kantor BKN regional XI Manado bapak Kahrudin sebagai narasumber,” tutupnya.

Sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 140 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Pengelola Kepegawaian diseluruh OPD/Instansi terkait dan juga perwakilan Kepala Tata Usaha atau Pengelola Kepegawaian se SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Pewarta : Echin

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam di Provinsi Gorontalo untuk lebih aktif menggelar dakwah dalam rangka memberantas peredaran dan konsumsi minuman keras.

Berdasarkan data Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, selama Operasi Ketupat tahun 2019 yang digelar selama Ramadan, Idulfitri, dan Ketupat, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 5,3 ton miras. Tingginya peredaran dan konsumsi miras tersebut berdampak pada tingginya angka kriminalitas serta gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, mencapai 51 kasus atau naik 13 kasus dibandingkan pada Operasi Ketupat tahun 2018.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Ormas Islam harus lebih aktif menggelar dakwah mengajak umat untuk tidak mengkonsumsi miras,” pinta Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat membuka dakwah islamiyah Kuliah Subuh yang digelar Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Gorontalo di rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (16/6/2019).

Idris berharap, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia untuk secara konsisten menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang larangan dan bahaya mengkonsumsi miras melalui seluruh jaringan organisasinya hingga ke pelosok desa.

“Melalui pengurus rantingnya yang ada di kelurahan dan desa, saya berharap Muhammdiyah menjadi pelopor dan garda terdepan dalam membangun kesadaran umat untuk tidak mengkonsumsi miras,” tandas Wagub Idris Rahim.

Pewarta : Haris - Humas

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Komisaris Wilayah (Komwil) Alkhairaat Provinsi Gorontalo untuk masa khidmat tahun 2019-2024. Pada periode sebelumnya tahun 2013-2018, Wagub Gorontalo dua periode tersebut juga menduduki posisi sebagai Ketua Komwil Alkhairaat Gorontalo.

Pengurus Komwil Alkhairaat Provinsi Gorontalo masa khidmat 2019-2024 dilantik dan dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Ridwan Yalidjama, di aula rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Kamis (30/5/2019).

Dalam sambutannya Sekjen PB Alkhairaat mengatakan ada tiga hal yang sudah hampir hilang dalam perhimpunan Alkhairaat, yaitu hilangnya kaderisasi, hilangnya konsolidasi, dan rapuhnya kelembagaan. Ridwan menegaskan, organisasi apa saja jika ketiga hal itu sudah mulai hilang, maka pasti tidak akan berkembang.

“Alkhairaat itu punya militansi, tapi itu dulu. Sekarang zaman berubah dari orientasi keilmuan, akhlak dan kemandirian, menjadi orientasi materialistis. Ini tantangan yang dihadapi oleh pengurus Komwil Alkhairaat Gorontalo yang baru untuk memperkuat kelembagaan Alkhairaat,” ujar Sekjen Alkhairaat.

Ridwan menilai dari seluruh kepengurusan Alkhairaat di daerah, Komwil dan Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat di Provinsi Gorontalo termasuk dalam kelembagaan organisasi yang baik.

“Ini bukan mengada-ada, karena Islam mengajarkan kepada kita untuk mengatakan yang sebenarnya walaupun itu pahit,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komwil Akhairaat Provinsi Gorontalo, Idris Rahim, bertekad untuk mengembangkan Alkhairaat sesuai dengan misinya sebagai organisasi yang fokus pada bidang pendidikan, keagamaan, sosial dan dakwah.

“Langkah pertama tentunya kita akan mengevaluasi permasalahan yang dihadapi Komwil Alkhairaat, kemudian mencari solusi atas permasalahan itu yang ditetapkan melalui program kerja Komwil,” tutur Idris.

Secara defacto, Alkhairaat yang didirikan pada tahun 1930 oleh Habib Idrus bin Salim Aljufrie atau akrab disapa dengan panggilan Guru Tua, saat ini sudah ada di 18 provinsi di Indonesia. Sedangkan secara dejure, Alkhairaat ada di 23 provinsi di seluruh Indonesia.

Pewarta : Haris - Humasprov

Kota Gorontalo, Humas – Festival Bedug yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 25-27 Mei 2019 berakhir dan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, Senin malam (27/5/2019), di Taruna Remaja Kota Gorontalo.

Darda menjelaskan, kegiatan positif keagamaan yang dilaksanakan untuk menyemarakkan bulan Ramadan ini harus terus dijaga dan dilestarikan.

” Tradisi ini harus tetap dijaga dan dilestarikan. Jangan hanya sekedar acara hiburan semata, tetapi festival bedug menjadi tempat untuk menyalurkan kreativitas positif anak muda di bulan suci Ramadan,” jelas Darda.

Sekda juga menilai festival ini berjalan sukses dan pesertanya juga lebih banyak dari tahun sebelumnya. Ia berharap kedepan bisa lebih meriah dengan peserta yang lebih banyak.

“Kalau bisa pesertanya juga dari luar Provinsi Gorontalo dan kategorinya juga harus lebih banyak. Mungkin ditambah kategori pemukul bedug terfavorit, peserta terbaik dan pelafalan takbir terbaik. Supaya memotivasi anak-anak muda ini lebih kreatif lagi,” harap Sekdaprov.

Darda berpesan agar para pemenang dan peserta lainnya terus melatih kemampuan dan bakat, serta terus menjunjung tinggi nilai persahabatan dan persaudaraan.

“Utamakan ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniyah,” tandas panglima ASN Provinsi Gorontalo ini.

Dalam kesempatan itu Darda menyerahkan tropi berserta bonus kepada masing-masing juara dari tiga kategori yakni kategori SKPD, pelajar dan umum.

Untuk kategori SKPD, Dinas PUPR Provinsi Gorontalo terbaik satu, Satpol PP Provinsi Gorontalo terbaik kedua, dan perwakilan Kabupaten Boalemo terbaik ketiga.

Kategori pelajar, SMA N 2 Kota Gorontalo terbaik satu, terbaik kedua diraih oleh SMA 3 Kota Gorontalo, dan terbaik ketiga SMA 2 Limboto.

Kategori umum, sanggar Buheli terbaik satu , Gorontalo Musik Perkusi terbaik kedua, dan Retnotasi Gorontalo terbaik ketiga. Masing-masing juara mendapatkan tropi dan hadiah uang serta mendapatkan voucher nginap di hotel Damhil UNG.

Pewarta : Nova - Humasprov
Editor : Asriani - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Gorontalo, H. Sudiyatno, mengintruksikan segenap Pengadilan Negeri (PN) se Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini ditegaskannya pada Sidang Luar Biasa pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Ketua Pengadilan (PN) Marisa, Jifly Z. Adam, di aula Kantor PT Gorontalo, Senin (27/5/2019).

“Seluruh Ketua PN harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan,” tegas Sudiyatno.

Pelayanan tersebut lanjut Sudiyatno, dilakukan dengan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya secara transparan sesuai dengan tata cara berpekara di pengadilan negeri. Ketua PT Gorontalo juga berpesan kepada Ketua PN untuk mengontrol dan melakukan pengawasan yang optimal atas suatu perkara, serta memastikan apakah suatu perkara telah berjalan sesuai prosedur hukum acara yang benar atau sudah sesuai dengan manajemen perkara yang benar.

“Dalam melakukan pengawasan hendaknya dilakukan dengan prinsip-prinsip tidak boleh mencampuri. Pengawasan dari Ketua PN amatlah penting manfaatnya,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang turut menghadiri pelantikan tersebut berharap agar pejabat baru Ketua PN Marisa dapat mengemban amanah yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Untuk dapat melaksanakan tugas berat yang diembannya tersebut, Idris menyarakankan Ketua PN Marisa untuk dapat meningkatkan koordinasi dan silaturrahim dengan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Pohuwato dan pihak terkait lainnya.

“Tugas yang diemban Ketua PN sangatlah berat. Kunci sukses untuk menjalankan tugas itu yakni dengan koordinasi dan silaturrahim yang baik,” tandas Wagub Idris Rahim.

Pewarta : Haris - HUmasprov

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo