>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

Kota Gorontalo, Humas – Provinsi Gorontalo beruntung menjadi salah satu provinsi yang masuk di antara delapan provinsi yang terpilih untuk project penelitian program lima tahun USAID MADANI.

Menurut Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki dalam rapat koordinasi teknis bersama tim USAID
MADANI, Senin (8/7/2019) di ruang rapat Bapppeda, penentuan Gorontalo sebagai salah satu dari 8 lokasi penelitian ini merupakan hasil kesepakatan pada pertemuan awal dengan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

“Disepakati bahwa Pemprov Gorontalo bersedia untuk melakukan kerjasama menjadi mitra program USAID MADANI, dengan persyaratan utamanya membuat komitmen dalam bentuk penyataan minat yang akan disepakati oleh pemerintah daerah yang ada di kabupaten/kota,” jelas Budiyanto.

Ia melanjutkan, dari koordinasi yang dilakukan oleh bidang Litbang Bapppeda Provinsi Gorontalo dengan pemerintah daerah yang ada di kabupaten/kota, semua berkomitmen untuk melakukan kerjasama dan surat pernyataan MINAT ditandatangani langsung oleh bupati dan walikota.

Ada 6 point yang menjadi area tematik yaitu Anti Korupsi, Pelayanan Publik, Tata Kelola Sumber Daya Alam, Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Transparansi Dana Desa dan Keberagaman Sosial.

” Jika hanya memilih satu tematik, Pemprov Gorontalo lebih cenderung memilih ke Tata Kelola Sumber Daya Alam karena ini akan terkait dengan keterlibatan masyarakat untuk menjaga kelestarian Danau Limboto baik dari segi pertanian, perikanan kehutanan dan lingkungan hidup,” imbuh Budiyanto.

Di tempat yang sama, Sunardi sebagai Tecnical Director dari program ini menyatakan bahwa United States Agency For Internasional Development (USAID) atau Badan Bantuan Pembagunan Internasional Amerika Serikat di bidang Ekonomi, Pembagunan dan Kemanusian bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), yang berfungsi sebagai Executing Agency program ini bertujuan memperkuat Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal, untuk lebih aktif mendorong akuntabilitas pemda dan menjaga keberagaman sosial daerah dan akan berkontribusi positif untuk kemajuan Pembagunan Daerah.

Sementara itu Kabid Litbang Sosbud Bapppeda Titi Iriani Datau menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari program USAID MADANI, Bapppeda Provinsi yang diwakili oleh Bidang Litbang, Sosbud dan Bidang Evaluasi akan mendampingi tim USAID MADANI untuk melakukan konsolidasi di kabupaten Kota.

” Tim I di wilayah Kota Gorontalo, Kabupaten Bonebolango dan Kabupaten Gorontalo Utara, sedangkan tim II di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini akan dilakukan selama 4 hari dari tanggal 9 hingga 12 juli 2019,” jelas Rini.

Rini menyebutkan, 7 wilayah lainnya yang jadi lokasi penelitian adalah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tumur, NTB, Sulawesi Selatan dan Kalimatan Tengah.

Pertemuan Bapppeda Provinsi Gorontalo dengan tim USAID MADANI dihadiri semua eselon III dan Eselon IV serta perwakilan dari Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo.

Pewarta : Asriani - Humas

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Malam Pengantar Tugas bagi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (8/7/2019). Kajati Gorontalo yang lama yang kini menjabat Kajati Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar hadir didampingi Kajati Gorontalo baru yang sebelumnya Menjabat Wakajati Jawa Tengah, Jaja Subagja.

“Tadinya judul acara pisah sambut, tapi saya minta diganti jadi pengantar tugas. Ada kata-kata pisah itu nggak bagus karena kami jajaran pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta rakyat Gorontalo tidak ingin berpisah dengan pejabat manapun yang bertugas di Gorontalo. Tali Silaturahim harus terjalin terus,” tutur Gubernur Rusli.

Rusli menilai kinerja Firdaus selama tiga tahun satu bulan di Gorontalo sangat baik. Entah itu sebagai Wakajati maupun Kajati. Koordinasi dan sinergitas antara pemerintah berjalan baik khususnya dalam hal penegakan hukum di daerah.

“Saya juga tidak pernah menghalangi apabila ada penegakan hukum. Silahkan diproses, saya hanya minta tegakkan hukum sebenar-benarnya. Komunikasi kami dan sinergitas kami saling menjaga tupoksi, tidak saling intervensi dan lain-lain,” imbuhnya.

Tak lupa Rusli menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung di jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bagi Jaja Subagja. Ia berharap apa yang sudah dilakukan oleh Kajati lama bisa dilanjutkan oleh Kajati baru.

“Kepada Kang Jaja, Wilujeng Sumping (selamat datang, Bahasa Sunda) di tataran pemerintah Provinsi Gorontalo. Masyarakat Gorontalo menerima dengan terbuka demi penegakan hukum di Bumi Serambi Madinah ini,” sambutnya.

Malam pengantar tugas berlangsung sederhana namun meriah. Selain dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Idris Rahim, unsur Forkopimda Seperti Kapolda Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone, Kabinda dan Kepala Pengadilan Tinggi ikut hadir.

Begitu pula dengan 4 bupati dan 1 Walikota se Provinsi Gorontalo. Bupati Bone Bolango Hamim Pou berhalangan hadir dan hanya mengutus wakilnya Kilat Wartabone. Acara semakin meriah dengan sumbangan lagu dari tamu VIP yang hadir.

Pewarta: Isam

KOTA GORONTALO, Humas – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo Firdaus Dewilmar diusulkan untuk menerima pulanga atau Gelar Adat Gorontalo. Selain karena prestasinya dalam hal penegakan hukum, Firdaus yang mempersunting Putri Gorontalo dinilai layak menerima gelar adat tersebut.

“Kemarin beberapa pimpinan OPD dan Pemangku Adat mengusulkan memberikan gelar adat kepada beliau seperti yang kita berikan kepada Bapak Kapolda yang mampu menjaga keamanan dan penegakan hukum. Apalagi beliau mempersunting putri Gorontalo masih keturunan kerajaan Gorontalo dulu, marga Biya sehingga wajar untuk diberikan pulanga,” ungkap Rusli saat memberikan sambutan pada Malam Pengantar Tugas Kajati Gorontalo bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (8/7/2019).

Rencana tersebut sedang dimatangkan oleh pemangku adat dari lima negeri adat atau u duluwo limo lo pohalaa. Jika tidak ada aral melintang, pemangku adat akan bertandang ke kantor Firdaus yang kini menjabat sebagai Kajati Sulawesi Selatan.

Gubernur Rusli juga berharap Firdaus bisa meraih promosi jabatan yang lebih tinggi di masa depan. Selain memiliki latar belakang keluarga Adhiyaksa, Firdaus dinilai punya kapasitas yang mumpuni untuk meraih jabatan Jaksa Agung Muda di Kejaksaan Agung.

“Dulu ada Pak Bambang Waluyo dan Pak Nur Rohmat pernah jadi Kajati di sini, dua-duanya jadi JAM. Apalagi beliau mempersunting putri Gorontalo. Insyaallah kita doakan karier beliau naik-naik terus,” harap Rusli.

Firdaus Dewilmar menghabiskan masa tugas tiga tahun satu bulan di Gorontalo sebagai Wakajati dan Kajati. Posisinya digantikan oleh Jaja Subagja yang sebelumnya menjabat Wakajati Jawa Tengah.

Pewarta: Isam

Sabtu, 06 Juli 2019 20:25

APHTN-HAN Gelar Rakernas di Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Provinsi Gorontalo. Rakernas APHTN-HAN ke-4 yang dirangkaikan dengan seminar nasional dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Sabtu (6/7/2019).

“Terima kasih sudah memilih Gorontalo menjadi lokasi pelaksanaan Rakernas APHTN-HAN. Disela-sela kegiatan ini kami berharap para peserta dapat menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner khas Gorontalo,” kata Wagub Idris Rahim mengawali sambutannya pada kegiatan itu.

Idris mengutarakan, pelaksanaan Rakernas dan seminar nasiolan APHTN-HAN memiliki manfaat yang sangat besar khususnya bagi para pengajar dan mahasiswa di Provinsi Gorontalo. Menurutnya dengan mempelajari Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN), peserta seminar akan lebih memahami tugas dan fungsi setiap lembaga negara, serta hubungan antara warga negara dan pemerintah.

“Pastinya dengan kegiatan ini pengetahuan kita akan bertambah, apalagi pematerinya adalah pakar-pakar hukum nasional yang sarat dengan pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum APHTN-HAN Indonesia, Mahfud MD dalam sambutannya menjelaskan bahwa dari sudut kuantitas, organisasi yang dipimpinnya itu memang kecil. APHTN-HAN tidak berada di setiap provinsi, saat ini baru terbentuk di 15 provinsi.

“Pengajar HTN itu agak langka. Di Gorontalo ada beberapa dosen HTN, tetapi di setiap perguruan tinggi tidak banyak. Walaupun kecil, tapi dari sini pernah lahir orang-orang besar dalam penegakkan HTN di Indonesia. Dulu ada Prof. Ismail Suny, beliau adalah profesor dan doktor HTN yang pertama di Indonesia,” tutur Mahfud.

Rakernas dan seminar nasional APHTN-HAN yang mengangkat tema ‘Pengisian Jabatan Kabinet Dalam Penguatan Sistem Presidensiil’ akan berlangsung selama tiga hari, 6-8 Juli 2019. Pada kegiatan pembukaan Rakernas dan seminar nasional tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang HTN dan HAN antara APHTN-HAN dengan empat perguruan tinggi di Gorontalo, yaitu Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, serta Universitas Gorontalo.

Pewarta : Haris

BOALEMO, Humas – Setelah Danau Perintis di Bone Bolango, kali ini Danau Teratai di Boalemo yang mendapat perhatian serius dari Gubernur Gorontalo. Danau yang telah dipenuhi oleh tumbuhan teratai tersebut ditinjau oleh Gubernur Gorontalo bersama para pimpinan OPD, Sabtu (06/07/2019).

“Saya dapat laporan karena sudah terlalu banyak ditumbuhi teratai jadi disini sering sekali terjadi banjir, tingkat ketinggian air juga memprihatinkan”, buka Rusli dalam kunjungannya di Danau Teratai, Desa Pontolo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Menurut Rusli, pembersihan awal danau tersebut direncanakan akan dianggarkan pada tahun ini. Sehingga danau bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata, pengembangan ikan air tawar sekaligus mencegah banjir.

Sementara itu, menurut Kadis PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo, langkah yang akan diambil oleh pemerintah Provinsi Gorontalo adalah memastikan status danau dan juga studi kelayakan.

“Langkah awal kita tindak lanjuti dengan mencari status danau ini. Juga akan dilakukan pembersihan danau sehingga airnya akan kelihatan lagi dan terakhir studi kelayakan, supaya kita nanti tahu tindakan strategis apa yang akan kita lakukan di danau ini”, ungkap Handoyo.

Danau Teratai memiliki luas 34,4 Ha, dengan panjang garis lingkar 2.677 meter persegi.

 

Pewarta : Gina - Humas

Editor : Isam - Humas

KOTA GORONTALO, Humas – Istri Gubernur Gorontalo Idah Syahidah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Sweet Media sukses melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu rumah tangga di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah daun jagung yang disulap menjadi aneka kerajinan tangan.

Daun jagung yang sudah kering dirangkai menjadi produk kerajinan seperti bros, gantungan kunci serta vas bunga. Beberapa di antaranya dipadukan dengan limbah sampah seperti botol air mineral bekas.

Prakarsa kerajinan dari limbah jagung ini berawal dari keprihatinannya terhadap produk jagung yang melimpah di Gorontalo. Selama ini, daun jagung hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dengan harga yang tidak terlalu bersaing.

“Berangkat dari keprihatinan itu, ibu-ibu di sana diberdayakan untuk membuat kerajinan seperti bros, bunga, gantungan kunci dan lainnya dari daun jagung,” jelas Direktur LPP Sweet Media, Van Sweet Pulubuhu usai menemui Idah Syahidah di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/7/2019).

Upaya pemberdayaan itu disambut antusias oleh ibu-ibu binaan. Selain modalnya disediakan oleh Idah Syahidah, ibu-ibu yang sebagaian besar hanya berprofesi sebagai IRT ini merasa lebih produktif dan bisa bersosialsiasi dengan warga lainnya.

“Modalnya ibu Idah yang sediakan, termasuk memotivasi warga binaan di sana. Program ini sejak awal tahun kita laksanakan dan sekarang sudah ada hasilnya. Keuntungannya pun sudah dirasakan oleh pengrajin,” Imbuh Van.

Selain bentuknya yang unik, daun jagung bisa menjadi nilai tambah sebagai ciri khas Gorontalo yang identik dengan jagung. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan oleh wisatawan sebagai oleh-oleh.

“Selama ini kan oleh-oleh Gorontalo dikenal Pia, Upia Karanji dan kain Karawo. Dari produk jagung itu tidak ada, padahal kita lumbung jagung kan? Ini yang membuat ibu Idah termotivasi. Bahkan kami sekarang sudah membangun kantor cabang di sana,” imbuh Van.

Keseriusan Idah Syahidah yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo menurutnya mulai membuahkan hasil. Ragam kerajinan IRT sudah dilirik pasar lokal. Salah satunya sebagai souvenir pernikahan. Cara lainnya dengan menggandeng Pemkab Boalemo melalui Dinas Pariwisata setempat. Terlebih saat ini Pemkab Boalemo ketambahan satu destinasi wisata baru yakni Pulau Ratu.

Harga produk-produk ini pun terbilang cukup bersaing. Misalnya untuk satu buah bros dan gantungan kunci dihargai Rp5.000, vas bunga dihargai Rp30.000. Harga itu bisa lebih murah tergantung jumlah pesanan.

Pewarta: Isam - Humas

BONE BOLANGO, Humas – Guna membahas usulan program yang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Gubernur Gorontalo menggelar rapat dengan pimpinan OPD bertempat di Rumah Makan Meranti, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (5/7/2019).

Rapat yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Idris Rahim serta Sekretaris Daerah Darda Daraba itu diawali dengan makan siang dan paparan dari setiap OPD. Gubernur mengecek setiap program khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program-program seperti pasar murah, bantuan benih pertanian, perikanan peternakan akan terus dilanjutkan tahun 2020 nanti. Begitu juga bantuan sosial seperti BPNT-D, bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol Masran Rauf usai rapat.

Gubernur Rusli berharap agar ada kesinambungan program yang dilakukan sejak tahun 2012, di awal kepemimpinannya hingga berakhir tahun 2022 nanti. Program program tersebut diminta tetap sejalan dan sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang nantinya akan ditetapkan pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

“RPJMN 2019-2024 nanti kan fokusnya ke pengembangan sumber daya manusia. Nah pimpinan OPD juga diminta bersinergi dengan itu. Mana yang dibiayai oleh APBN, APBD provinsi dan Kabupaten/Kota ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” imbuh Masran yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol.

Hal lain yang mengemuka menyangkut tentang pemanfaatan aset daerah untuk kepentingan rakyat. Masran mencontohkan tentang pemanfaatan cool storage atau gudang pendingin yang dihibahkan oleh pemerintah pusat ke pemprov.

Gudang pending berkapasaitas 2×100 ton itu diharapkan bisa dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Harapannya produk-produk perikanan dan pertanian yang ada di masyarakat bisa ditampung dalam gudang sebelum dijual dalam daerah, antar pulau maupun untuk kepentingan ekspor.

“Beliau minta ini dikaji, bagaimana agar aset-aset daerah ini bisa dikelola dan dijaga dengan baik. Lebih daripada itu untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Isam - Humas

BONE BOLANGO, Humas – Proses pembersihan Danau Perintis di Desa Huloduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango sudah berlangsung tiga pekan. Hasilnya sebanyak lebih kurang 7.500 kubik eceng gondok dan gulma lainnya yang tumbuh di danau berhasil dibersihkan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Sekretaris Daerah Darda Daraba serta para pimpinan OPD berkesempatan meninjau proyek pembersihan tersebut, Jumat (5/7/2019). Pembersihan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur baik dari Pemkab Bone Bolango, Pemprov Gorontalo serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II.

“Hasil perhitungan kami sudah 7.500 kubik yang berhasil diangkat dari danau. 5.000 di antaranya sudah dibuang ke tempat pembuangan,” jelas Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo.

Proses pembersihan ini merupakan tindaklanjuti dari kesepakatan bersama antara tiga pihak Pemprov, Pemkab dan BWS II untuk menjaga kelestarian danau buatan tersebut.

Ke depannya, pengelolaan danau akan diserahkan ke BWS. Harapannya bisa dikembangkan lebih baik melalui pembiayaan APBN Kementrian PUPR.

“Setelah pembersihan ini selesai maka akan ada penyesuaian aset. Pelaksanaan (revitalisasi) selanjutnya untuk memaksimalkan potensi danau kita usulkan ke BWS,” imbuhnya.

Danau yang sudah ada sekitar tahun 1950an ini direncanakan bisa ditingkatkan fungsinya sebagai destinasi wisata, kolam retensi penanggulangan banjir serta untuk perikanan.

 

Pewarta: Isam - Humas

Makasar, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H.Idris Rahim, MM membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Kerangka Ekonomi Makro Daerah dan Workshop Tracking Monitoring dan Report Data SDGs Provinsi Gorontalo, yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo, di Hotel Melia, Makassar, Selasa, (25/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Idris menyampaikan bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi ASN di bidang perencana sekaligus menyamakan persepsi untuk mengetahui arah yang akan menjadi kebijakan, sasaran serta prioritas pembangunan dan juga penguatan sinergi kerangka ekonomi makro antara pusat dgn Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Tujuan utama pelaksanaan bimtek ini agar sinegritas Aparatur Sipil negara (ASN) bisa lebih baik lagi terhadap pembangunan Provinsi gorontalo. Karena memang sinegritas seluruh ASN baik dipusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa mewujudkan percepatan pembangunan Provinsi Gorontalo,” kata Wagub

Idrispun menjelaskan tahun 2020 menjadi tahun ketiga RPMJ periode 2017-2022 dalam mendorong pembangunan sosial ekonomi. Dimana fokus utamanya adalah menurunkan angka kemiskinan. Disamping itu pula untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 sebesar 6,15 persen tetap akan ditunjang oleh infrastruktur yang strategis yang telah, sedang dan akan dilaksanakan. Termasuk pula didalamnya mendorong sektor pariwisata, Industri dan Pertanian utamanya produksi jagung.

“Kedepan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga sangat dibutuhkan komitmen kita semua untuk tetap fokus pada penganggaran melalui money follow program prioritas,” jelasnya.

Terkait percepatan pencapaian SDGs, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah membuat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 thn 2018 tentang Rencana Aksi Daerah untuk pembangunan berkelanjutan, dimana ada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang dikelompokkan menjadi 5 tujuan utama

“Yang menjadi Kewenangan kita di provinsi sebanyak 152 kewenangan atau 64,68% yang langsung didukung pemerintah Provinsi Gorontalo melalui 8 program unggulan. Tak lupa pula Apresiasi kami sampaikan untuk Bapppeda yang telah berinisiasi melalui dukungan tim ahli yang telah merancang aplikasi E-SDGs bebasis online yang dapat digunakan sebagai penginputan indikator SDGs,” tandasnya.

Pelaksanaan Bimtek dan Workshop ini diikuti oleh kepala Sub Bagian (Subag) Program dan perencanaan baik dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Gorontalo dan dihadiri pula oleh Kepala Bapppeda, Proviinsi Gorontalo Budianto Sidiki, Direktur Jasa Keuangan BUMN, M. Cholifihani, Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan dari pihak Bank Indonesia, Laode M. Akbar, Manager Fungsi Pengembangan UMKM, sebagai pemateri Bimtek dan Workshop.

Pewarta : Badan Penghubung / Echin

KOTA GORONTALO, Humas – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Kementarian Pariwisata dalam pengembangan sekotor pariwisata di daerah. Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dasar kepada para guru SMA/SMK se Provinsi Gorontalo terkait dunia pariwisata.

Kegiatan yang dilaksnakan di gedung Grand Palace Convention Center, Selasa (25/6/2019) tersebut di buka oleh Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba dengan menghadirkan narsumber dari Kementerian Pariwisata RI.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Nancy Lahay mengatakan, guru dan sekolah itu tidak bisa dipisahkan. Semua bidang tentu membutuhkan guru sebagai dasar pengembangan, termasuk pariwisata. Melalui perannya sebagai tenaga pendidik, guru diharapkan mampu mencetak SDM yang profesional, yang mampu mengembangkan potensi pariwisata di Gorontalo.

“Multiplier effect dari pariwisata itu sangat luas sekali. jadi semua stakeholder harus terlibat didalamnya termasuk guru-guru,” kata Nancy.

Nancy mengungkapkan, potensi pariwisata Gorontalo tidak kalah dari daerah lain, hanya memang yang harus disadari potensi pariwisata kurang terekspos dan SDM yang ada untuk mengekspos semua potensi yang ada di Gorontalo masih sangat minim, begitu juga belum adanya kesadaran masyarakat akan pariwisata itu sendiri.

“Kami berharap melalui tangan-tangan bapak ibu guru bisa melanjutkan apa yang menjadi program Dinas Pariwisata maupun program Kementerian pariwisata. Sehingga generasi muda kita lebih sadar wisata. Sadar wisata bukan hanya memanfaatkan potensi yang ada tetapi sadar wisata juga untuk menjaga lingkungan ada di tempat wisata, karena prinsip pariwisata itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” harap Nancy.

Sementara itu, Sekda Darda Daraba memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata karena kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sangat konsisten.

“Sebelumnya saya buka kegiatan pelatihan dasar goes to school untuk siswa SMA/SMK sekarang gurunya yang dapat pelatihan. Kalau guru dengan siswanya kita bekali dengan pelatihan kepariwisataan ini sangat luar biasa untuk memajukan sektor pariwisata daerah kita,” ungkap Darda

Kita tahu bersama, sampai saat ini sektor pariwisata yang menjadi garda terdepan dalam meningkatkan perekonomian secara nasional maupun daerah. di Gorontalo sendiri sektor pariwisata merupakan salah satu dari delapan program unggulan bapak gubernur dan wakil gubernur . Oleh sebab itulah menurutnya tepat sekali kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan kali ini digelar.

“Jika semuanya ini didukung dengan SDM yang memadai tentunya promosi untuk peningkatan kunjungan wisata di Gorontalo akan semakin baik,” tandasnya.

Pewarta: Nova

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo