>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

JAKARTA, BPPG – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengkaji lebih jauh terkait Hasil Evaluasi PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) Persero terkait usulan penjaminan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba usai mengikuti Rapat Tindak Lanjut Hasil Evaluasi PT PII di Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (18/4/2019).

“Saya sampaikan bahwa KPBU dengan Skim AP (Availability Payment) dalam konteks solicit dan unsolicit itu beda. Karena solicit itu prakarsa pemerintah sementara unsolicit itu prakarsa investor, jadi untuk skim AP ini perlu kita sikapi bersama,” ungkapnya.

Darda, juga mengatakan, jadi tidaknya kerjasama pembangunan RSUD Ainun dengan skema KPBU bergantung pada banyak hal. Tender bagi investor yang tertarik bisa dilanjutkan apabila dokumen FBC (Final Business Case) dan RFP (Request For Proposal) sudah dikeluarkan oleh Bappenas.

“Jadi ada banyak yang harus kita siapkan, termasuk beberapa hari lalu kita sudah mendapatkan surat dukungan dari BI untuk kelanjutan proyek,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Darda mengaku masih akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk meminta tanggapan bidders (calon investor penawar proyek).

“Walaupun nantinya ada hal-hal yang perlu diperbaiki jadi kita lihat saja nanti. Apakah bidders menginginkan (setuju) atau tidak. Kalau bidders menginginkan maka kita akan lanjutkan, tapi kalau tidak maka kita akan kaji ulang,” pungkasnya. (Hmsprov - Pewarta: Jusni/Editor: Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo memprediksi angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mencapai 90,88 persen. Dari jumlah DPT sebanyak 812.801 orang, diperkirakan ada 738.000 yang menyalurkan hak suaranya.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat melaporkan pelaksanaan Pemilu 2019 melalui sambungan video jarak jauh dengan Kementrian Dalam Negeri, Kamis (18/4/2019). Video jarak jauh yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo itu diterima oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri, Eko Subowo.

“Dilihat dari animo masyarakat yang mendatangi TPS, diprediksi tingkat partisipasi pemilih di Provinsi Gorontalo cukup tinggi. Bahkan, bisa diperkirakan melebihi tingkat partisipasi tahun 2014 sebesar 81 persen,” terang Wagub Idris Rahim.

Terkait dengan kondisi keamanan selama proses pencoblosan hingga penghitungan suara, Wagub Idris menilai berjalan aman, lancar dan sukses. Sedikit masalah yang dianggap menghambat yakni tingginya curah hujan yang secara merata mengguyur 5 kabupaten dan 1 kota.

“Dalam perhitungan sementara sempat terhenti sementara waktu, beberapa TPS tergenang air dan beberapa wilayah yang terkena banjir. (Penghitungan suara) sudah kembali dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pemilu 2019 di Provinsi Gorontalo digelar di 3364 TPS yang tersebar di 77 kecamatan, 5 kabupaten dan 1 kota. Jumlah DPT sebanyak 812.801 orang. (Hmsprov - Isam/haris)

KOTA GORONTALO, Humas – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 disambut antusias oleh seluruh warga tidak terkecuali oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Rusli ikut memberikan hak suaranya di TPS 4 Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rabu (17/4/2019).

Rusli datang bersama istri Idah Syahidah serta dua anaknya Alham Prasogo Habibie dan Siti Maharani Habibie sekitar pukul 09.20 Wita. Mereka datang dari kediaman pribadi yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi TPS.

Proses pencoblosan sendiri berjalan cukup lama, Rusli menjadi orang yang terakhir menyelesaikan pencoblosan dan pelipatan kembali surat suara di bilik suara. Butuh sekitar 3-4 menit untuk mencoblos.

“Sulit, agak lama. Saya hitung-hitung tadi sekitar 3 menit hampir 4 menit. Apalagi opa oma yang matanya sudah rabun, ini yang perlu diperhatikan. Ada petugas yang menuntun. Terutama untuk membuka dan melipat, karena mencoblos sudah ada pilihan masing-masing,” ujar Gubernur Rusli saat diwawancarai wartawan.

Rusli memastikan kondisi Provinsi Gorontalo aman dan kondusif saat pencoblosan. Ia juga menilai tidak ada masalah berarti selama persiapan dan hari pelaksanaan pemungutan suara.

“Tadi subuh, tadi malam juga kami memantau semua aman. Pagi ini saya gembira masyarakat antusias untuk memilih. Dari jam 7 mereka sudah mulai datang ke TPS,” imbuhnya.

Gubernur Gorontalo dua periode itu berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan dan menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Ia juga mengingatkan agar peserta, tim sukses dan masyarakat untuk mengendepankan keamanan dan ketertiban daerah.

Gubernur Rusli melarang pelaksanaan konvoi oleh tim sukses, partai politik atau peserta pemilu yang merayakan kemenangan usai penncoblosan. Hal itu menurutnya sudah menjadi kesepakatan unsur Forkopimda dan akan ditindak tegas bagi yang melanggarnya. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama unsur Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan pemantauan terhadap kesiapan sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Gorontalo, Selasa malam, (16/4/2019).

Ada tiga titik TPS yang dikunjungi yakni TPS 05 Kelurahan Biawu Kota Selatan, TPS 06 kel Heledulaa Utara Kota Timur, TPS 02 Wongkaditi Barat Kota Utara serta pemantauan Pos Pam TNI-POLRI di bundaran Patung Saronde.

Saat pemantauan tersebut, Rusli menginstruksikan pada hari pencoblosan nanti, anggota KPPS harus mendahulukan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah lanjut usia.

“Kepada anggota KPPS perhatikan jika ada pemilih yang sudah lansia harus didahulukan, kasihan jika para lansia ini harus duduk dan menunggu lama belum lagi kalau TPS-nya panas,” ujar Rusli.

Ia juga mengatakan, kunjungannya langsung ke TPS tersebut terkait dengan isu money politik yang beredar.

“Malam ini memang banyak isu atau berita-berita, tapi insyaAllah itu hanya berita hoax karena saya yakin teman-teman dari unsur TNI Polri sudah bekerja melibatkan seluruh pasukannya. Jadi isu tentang money politik insyaAllah tidak ada. Secara keseluruhan kesiapan TPS, KPU dan Bawaslu sudah 99 persen, mudah-mudahan besok cuacanya bagus dan tidak hujan,” tandas Rusli.

Sesuai DPT, jumlah pemilih di Kota Gorontalo sebanyak 133.061 jiwa yang tersebar di 50 kelurahan di 9 kecamatan. (Hmsprov - Nova/ Editor: Asriani)

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim bersama istri, Nurinda Rahim, menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak tahun 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Rabu (17/4/2019).

Wagub bersama istri tiba di TPS 1 Wongkaditi Barat pada pukul 08.30 Wita. Setelah menyerahkan Formulir Model C6-KPU yakni surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih dan menandatangani daftar hadir pada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 4 dan 5, Wagub Idris Rahim bersama istri kemudian dipanggil oleh Ketua KPPS untuk menerima surat suara. Keduanya masing-masing menerima lima surat suara untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Gorontalo, dan surat suara DPRD Kota Gorontalo.

Selanjutnya Wagub bersama istri melakukan pencoblosan di bilik suara yang berbeda, dilanjutkan dengan memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke masing-masing kotak suara, dan diakhiri dengan mencelupkan jari kelingking pada tinta.

“Pagi hari ini saya sebagai warga negara bersama istri menggunakan hak pilih pada Pemilu Serentak 2019,” kata Idris saat diwawancarai sejumlah wartawan usai melakukan pencoblosan.

Idris berharap melalui proses demokrasi lima tahunan tersebut akan terpilih Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota legislatif yang bisa membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia dan Provinsi Gorontalo.

“Insya Allah akan terpilih Presiden dan wakil-wakil rakyat yang bisa membawa amanah untuk kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia termasuk yang ada di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Kepada petugas KPPS Wagub Idris Rahim berharap untuk bekerja secara profesional, menjaga integritas, teliti dan tekun dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya.

“Mudah-mudahan Pemilu Serentak di Provinsi Gorontalo bisa berjalan lancar dan sukses dalam suasana yang aman, damai, dan sejuk,” tandasnya.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 1 Wongkaditi Barat sebanyak 265 jiwa, terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 131 jiwa dan perempuan 134 pemilih. Untuk pemilih disabilitas terdapat satu pemilih dengan disabilitas tuna netra. Total DPT di Kelurahan Wongkaditi Barat sebanyak 1.727 jiwa yang menggunakan hak pilihnya di 7 TPS. (HMsprov - Haris)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berharap penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 aman tanpa gangguan. Harapan tersebut disampaikannya ketika melakukan kunjungan untuk mengecek kesiapan Pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/4/2019).

“ Segala hal untuk menghadapi Pemilu besok harus kita antisipasi sejak awal, baik mengenai listrik, jumlah pemilih, maupun keamanan pelaksanaan pemilu,” kata Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga menyebutkan, ketersediaan gas elpiji juga harus menjadi perhatian pemerintah setempat, sebab jangan sampai terjadi ketika pemilu nanti, ibu-ibu rumah tangga yang akan memberikan suaranya ke TPS hanya disibukkan mencari gas elpiji pada saat hari H nanti.

“ Pasokan gas elpiji jangan sampai tidak tersedia, kasihan ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyalurkan aspirasi suaranya di TPS malah terhambat karena mencari-cari gas elpiji, jadi hal ini harus jadi perhatian kita bersama,” tutur Rusli.

Pada kesempatan tersebut juga, Rusli berharap pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 ini selalu transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi, sehingga hasil pemilu dapat diketahui secara langsung oleh seluruh masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo bersama pimpinan Forkopimda Provinsi Gorontalo juga melakukan peninjauan pengecekan kesiapan Pemilu di kantor KPU Kabupaten Boalemo. Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Gorontalo yakni 284.392 pemilih yang tersebar di 19 kecamatan, 14 kelurahan dan 191 desa termasuk 698 pemilih disabilitas yang akan memilih di 1149 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (Hmsprov - Pewarta : Boerhand/Editor : Asriani)

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim didampingi Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Sophian Rahmola, bersama sejumlah pimpinan Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo meninjau persiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Selasa (16/4/2019).

Lokasi pertama yang dikunjungi Wagub Idris Rahim bersama rombongan yaitu TPS 5 Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Meski sebagian bangunan TPS 5 dibangun dengan menggunakan batang bambu, namun terlihat kondisi TPS sangat menarik, tertata rapi dan indah dengan sejumlah hiasan dan dekorasi. TPS 5 akan digunakan oleh 273 pemilih.

“Saat ini sudah sulit memperoleh tenda dari besi karena banyak juga yang meminjam untuk membangun TPS. Dengan dibantu masyarakat sebagian TPS ini dibangun dengan menggunakan batang bambu,” jelas Ketua KPPS TPS 5 Molosipat W, Ruwaidah Adolo.

Selanjutnya rombongan bergeser ke Kantor KPU Kabupaten Bone Bolango, kemudian dilanjutkan peninjauan ke TPS 4 Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di TPS 4 sebanyak 282 jiwa, satu di antaranya telah meninggal duni.

“Secara umum TPS sudah siap menggelar pemungutan dan penghitungan suara. Saya berharap besok pada hari pencoblosan, masyarakat berbondong-bondong mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim usai meninjau TPS 4 Desa Toto, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Sebelumnya Wagub Idris Rahim melepas distribusi logistik Pemilu di Kantor KPU Kota Gorontalo. Logistik Pemilu dari KPU Kota Gorontalo langsung didistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara di seluruh kelurahan se Kota Gorontalo. Sesuai DPT, jumlah pemilih di Kota Gorontalo sebanyak 133.061 jiwa yang tersebar di 50 kelurahan di 9 kecamatan.

Sementara di Kabupaten Bone Bolang, jumlah DPT sebanyak 112.047 jiwa termasuk pemilih disabilitas 575 orang dan ODGJ sebanyak 85 orang. Sedangkan untuk pemilih tambahan sebanyak 1.431 jiwa. Jumlah TPS di Kabupaten Bone Bolango sebanyak 466 di 165 desa di 18 kecamatan. (Hmsprov - Haris)

KAB. BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi unsur forkopimda dan para pimpinan organisasi perangkat daerah serta Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boalemo, Selasa (16/04/2019).

Dalam kunjungan tersebut Gubernur kembali menyoroti kesiapan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 di Kabupaten Boalemo. Khususnya penyaluran logistik pemilu dan kesiapan masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Boalemo.

“Hari ini saya datang kesini didampingi pimpinan forkopimda untuk memastikan sudah sejauh mana kesiapan mengahadapi pemilu rabu besok. Apakah semua surat suara sudah terdistribusi. Lalu apakah TPS-TPS sudah siap di masing-masing daerah?”, ungkap Rusli

Menjawab pertanyaan Gubernur, Ketua KPU Kabupaten Boalemo Asri Djibu menekankan bahwa pihaknya telah bekerja dengan maksimal dalam pendistribusian surat suara dan penyiapan masing-masing TPS.

“Saya sampaikan distribusi logistik hari ini sudah kami kerahkan ke TPS berjumlah 1985 kotak suara dan masih ada 15 kotak disini untuk TPS terdekat yang juga akan di distribusikan hari ini. Dalam kurun waktu 18 bulan ini kami menjalankan tahapan pemilu ini dengan lancar dan aman”, ujar Asri.

Diakhir sambutannya Gubernur Rusli menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan persiapan pemilu. Rusli juga mengajak seluruh penyelenggara pemilu untuk menjaga stabilitas daerah hingga pemilu berakhir.

Usai menyambangi Kantor KPU Kabupaten Boalemo, Gubernur Rusli berserta rombongan mengecek kesiapan salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa Modelomo Kecamatan Tilamuta.

Total pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Boalemo sebanyak 101.253 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 400 TPS yang tersebar di 82 Desa dan 7 Kecamatan. (Hmsprov - Gina)

KOTA GORONTALO, Humas – Sehari jelang penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Serentak yang akan dihelat pada hari Rabu, 17 April 2019, Provinsi Gorontalo dalam kondisi aman dan terkendali. Hal itu disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Gorontalo, Kombes Pol. Jaya Subriyanto, pada dialog Pemilu 2019 Sukses dengan tema “Bersama Kita Sukseskan Pemilu 2019 Aman, Damai, dan Sejuk” yang berlangsung di Restoran Angelato, Kota Gorontalo, Selasa (16/4/2019).

“Alhamdulillah kita syukuri kondisi Gorontalo aman dan terkendali,” kata Wakapolda Jaya Subriyanto.

Terkait pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tergolong rawan dan jauh, Jaya menjelaskan bahwa pihaknya telah menggeser personil Polda Gorontalo untuk mendukung Polres dalam membackup pelaksanaan pencoblosan.

“Tiga hari lalu anggota kami sudah bergeser ke Pinogu, termasuk ke beberapa Polres. Kami dari pihak keamanan menjamin terselenggaranya pesta demokrasi tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wakapolda Gorontalo menghimbau seluruh masyarakat Gorontalo untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta menciptakan situasi kantibmas yang kondusif di Provinsi Gorontalo.

“Jangan terpengaruh isu-isu yang tidak benar. Perbedaan pendapat dan pilihan jangan sampai menimbulkan permusuhan dan perpecahan dalam masyarakat Gorontalo, kita semua bersaudara,” ujar Jaya Subriyanto.

Pada dialog tersebut Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengutarakan, terciptanya Pemilu yang aman, damai, dan sejuk, tidak hanya menjadi tugas pihak keamanan semata. Menurutnya, perlu sinergitas antara aparat keamanan, penyelenggara Pemilu, dan partisipasi seluruh masyarakat.

“Petugas KPPS harus profesional, masyarakat juga jangan melakukan konvoi, serta tolak politik uang. Tiga hal itu yang harus kita ke depankan untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai, dan sejuk,” tandas Wagub Idris Rahim.

Untuk pengamanan TPS, Polda Gorontalo menurunkan 2.673 personil, ditambah pasukan cadangan 9 SSK yang terdiri dari Brimob, Sabhara, dan personol lainnya untuk mengantisipasi gangguan kantibmas dan bencana alam. Sedangkan dukungan TNI sebanyak 1.850 personil yang disebar ke seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. (Hmsprov - Haris)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menggelar nonton bareng film Suara April di Studio XXI Citimall.Gorontalo, Senin (15/4/2019).

“Pemprov Gorontalo sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mensosialisasikan Pemilu Serentak 2019,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim usai menonton film Suara April bersama sejumlah Relawan Demokrasi (Relasi) Gorontalo.

Idris menuturkan, film Suara April yang disutradarai oleh Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo ini memiliki makna bahwa Pemilu merupakan perwujudan demokrasi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara. Oleh karena itu Idris berharap pemutaran film Suara April menjadi media pembelajaran demokrasi bagi masyarakat yang berdampak pada meningkatnya partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019.

“Kedaulatan berada di tangan rakyat, rakyatlah yang menentukan pemimpinnya. Untuk itu mari gunakan hak pilih kita,” ujarnya.

Sebelumnya Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Selvi Katili menjelaskan, film Suara April menceritakan perjuangan relawan demokrasi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat wajib pilih untuk mensukseskan Pemilu Serentak yang akan digelar pada 17 April 2019.

“Upaya maksimal yang telah dilakukan oleh KPU untuk mensosialisasikan Pemilu Serentak 2019 mudah-mudahan membuahkan hasil yang memuaskan dengan tingginya partisipasi pemilih,” kata Selvi.

Secara nasional KPU telah menetapkan target partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019 sebesar 77,5 persen. Sedangkan di Provinsi Gorontalo, partisipasi pemilih ditargetkan bisa mencapai angka 80 persen dari total Daftar Pemilih Tetap sebanyak 812.801 jiwa. (Hmsprov - Haris)

 

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo