>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

Gorontalo Utara, Humas – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sudah siap melaksanakan Pemilu 2019 dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 400 TPS di 11 kecamatan. Jumlah TPS tersebut akan melayani 82.209 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“KPU untuk saat ini, alhamdulillah semua kecamatan sudah siap mensortir alat kelengkapan TPS termasuk surat suara,” jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gorut Moh. Gandhi A. Tapu saat peninjauan kesiapan Pemilu 2019 oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di kantor KPU Kabupaten Gorontalo Utara di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (15/4/2019).

Gandi menuturkan, hari ini (Senin-red) sudah mulai menyalurkan logistik Pemilu ke berbagai kecamatan.

” Untuk distribusi logistik ke PPS dan TPS untuk daerah terjauh dan terpencil yang menyeberang laut dilakukan hari ini,” urai Gandi.

Untuk pembangunan TPS sendiri, Gandi menargetkan sudah selesai hari ini agar besok KPPS bisa menggunakan waktunya untuk menghabiskan penyebaran surat pemberitahuan memilih atau c6.

Terkait dukungan listrik, Gandi berterima kasih adanya dukungan PLN yang siap membantu menyisir lokasi yang diperkirakan bisa menyebabkan lampu padam karena pohon tumbang karena cuaca hujan dan angin kencang.

Dari data yang diperoleh, selain DPT sebanyak 82.209, ada juga pemilih tambahan sebanyak 941 pemilih dan pemilih khusus sebanyak 985 yang tersebar di 112 desa.

Untuk pemilih disabilitas, di Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 200 pemilih dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sebanyak 4 orang yang saat ini berada di RS TOTO Kabupaten Bone Bolango. (Hmsprov : Asriani)

KAB. GORONTALO UTARA, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim didampingi Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem, serta sejumlah unsur pimpinan Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo, memantau persiapan penyelenggaraan Pemilu Serentak di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Dari hasil pantauan kami seluruh persiapan penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan lancar. Logistik Pemilu sudah didistribusikan ke seluruh kecamatan dan selanjutnya ke Panitia Pemungutan Suara,di seluruh desa se Kabupaten Gorontalo Utara,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat diwawancarai di Kantor Camat Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (15/4/2019).

Idris mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara Pemilu, KPU dan Panitia Pengawas, yang telah bekerja keras untuk suksesnya Pemilu Serentak tahun 2019. Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim kembali mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Gorontalo, dan DPRD Kabupaten Gorontalo Utara.

“Jangan golput dan datang cepat untuk menggunakan hak pilih di TPS,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua KPU Gorontalo Utara, Moh. Gandhi A. Tapu menjelaskan, hingga H-2 penyelenggaraan Pemilu Serentak, seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Goronta Utara telah selesai menyortir seluruh alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) termasuk surat suara.

“Hari ini juga serentak dilakukan penyegelan surat suara dalam sampul sekaligus mengisi dalam kotak suara untuk didistibusikan ke PPS. Untuk distribusi ke PPS kita prioritaskan desa yang terjauh dan menyeberangi laut, seperti Dudepo dan Mutiara Laut,” jelas Gandhi.

Untuk pembangunan TPS, KPU Gorontalo Utara menargetkan akan selesai pada hari Senin (15/4/2019).

“Sebenarnya ada kesempatan sampai besok, hanya kita instruksikan hari ini selesai agar KPPS besok bisa beristrahat untuk persiapan bertugas di hari pemungutan dan penghitungan suara,” tandasnya.

Total pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 82.209 jiwa, dengan jumlah TPS sebanyak 400 TPS. (Hmsprov - Haris)

Kota Gorontalo, Humas – Memasuki masa tenang jelang Pemilu serentak 2019, forum rembug yang digagas oleh penggiat demokrasi, media massa bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, menggelar diskusi terbuka yang dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Sabtu, (13/4/2019),di Warung Up Normal, Kota Gorontalo.

Dalam diskusi yang turut dihadiri oleh Wakapolda, Kasrem, ketua KPU, Bawaslu, Sekdaprov Gorontalo serta pimpinan OPD dilingkup Pemprov ini, Rusli mengungkapkan forum rembug adalah salah satu upaya penting dalam hal menghadapi pemilu serentak. Terlebih jika dihitung sejak malam ini, pemilu serentak tinggal menghitung hari (H-3).

“Karena besok juga sudah memasuki masa tenang, tidak ada lagi kampanye dan lain sebagainya. Jadi hari ini kita berdiskusi saja, tidak ada arahan, tidak ada petunjuk, semua berdiskusi lepas. Kita bahas apa saja, kita bahas hal hal yang paling penting,” kata Rusli mengawali diskusi

Lebih lanjut Rusli menambahkan dalam diskusi ini diharapkan semua pihak menyampaikan kesiapan pemilu terlebih KPU dan Bawaslu. Ia juga mengharapkan diskusi ini harus bisa menghasilkan pedoman sikap untuk bagaimana menghadapi pemilu serentak yang baru pertama kali digelar di Indonesia, dimana memilih Presiden dan Wakil Presiden serta memilih anggota legislatif diselenggarakan secara bersamaan.

“Kalau saya nilai alhamdulillah sejauh ini pihak KPU dan Bawaslu kinerjanya sudah sangat profesional dan proporsional. Buktinya ada beberapa caleg yang melanggar aturan langsung dicoret, itu mendandakan mereka tegas dan tidak pandang bulu. Jadi semoga kesuksesan ini akan berlanjut sampai pada partisipasi masyarakat nanti pada 17 april saya targetkan 80 persen,” tambahnya.

Sementara itu ketua Forum Rembug Femy Udoki menyampaikan diskusi ini sudah dilaksanakan sebanyak dua kali dalam rangka menghadapi pemilu serentak, yang pertama dihadiri oleh Wakil Gubernur yang membahas kesiapan awal dan sekarang di hadiri oleh Gubernur untuk membahas kesiapan akhir jelang pemilu serentak

“Forum ini sudah terbentuk sejak lima tahun yang lalu. Kami juga membentuk grup whatsapp di dalamnya ada penggiat demokrasi, media massa, ada ASN, ada orang partai politik. Tetapi forum ini tidak boleh berkampanye, kami hanya membahas kesiapan kesiapan jelang pemilu. Isu isu yang ada diluar kemudian kita bawah kesini kita diskusikan bersama dan alhamdulillah dihadiri oleh Pak Gubernur,” paparnya.

Berdasarkan data dari KPU Daftar Pemilih Tetap (DPT) Provinsi Gorontalo 813.488 jiwa dengan jumlah TPS sebanyak 3364 se Kabupaten / Kota. Terkait kesiapan logistik surat suara, akan dilaksanakan mulai besok, yang dikhususkan untuk wilayah wilayah yang jauh, seperti Pinogu. (Hmsprov - Echin)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Guna mendorong kemandirian pangan di tingkat masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memberi bantuan kepada Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) di daerah. Kelompok tersebut yang selama ini fokus memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.

Ibu-ibu secara sukarela berkelompok dan menanam pekarangan rumahnya dengan rempah-rempah, sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain untuk dikonsumsi sendiri, produk pangan tersebut dijual untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Salah satunya KRPL di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo yang menjadi KRPL terbaik tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2018. Eksistensi kelompok ini ditinjau langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah serta sejumlah pimpinan OPD, Sabtu (13/4/2019).

“Saya senang dan bergembira melihat perkembangan (usaha) KRPL ini. Saya sampaikan ke Pak Kadis Pertanian untuk ikut membantu (Dinas Pangan) untuk mengembangkan kelompok seperti ini,” buka Rusli saat memberi sambutan.

Gubernur Rusli menginginkan agar dinas teknis melakukan pemetaan di semua kabupaten/kota terkait eksistensi KRPL. Kelompok ibu-ibu ini diharapkan bisa memasok kebutuhan pangan lokal masyarakat agar tidak bergantung dari daerah lain.

Budaya menanam kebutuhan pangan di pekarangan rumah perlu ditingkatkan untuk mendukung diversifikasi pangan. Warga diminta tidak bergantung dari produk pangan luar daerah yang dijual di pasaran. Menurut Rusli hal itu sangat riskan karena berpotensi kekurangan stok dan berdampak pada harga yang mahal.

“Salah satu penyumbang inflasi kita yaitu bawang, rica dan tomat. Masih banyak yang dipasok dari daerah tetangga. Penduduk kita sekitar 1,1 juta jiwa atau sekitar 400-500 ribu KK, katakanlah. 100 ribu KK saja tiap hari tanam rica harganya Rp10.000 per kilo, berarti ada uang Rp1 miliar berputar di masyarakat,” imbuhnya.

Untuk mendukung eksistensi KRPL, Gubernur Rusli menyerahkan dua jenis bantuan yakni KRPL dan Kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Untuk KRPL dibagi berdasarkan dua kategori. Kategori kelompok tahap pengembangan sebanyak 10 kelompok mendapat bantuan Rp15 juta per kelompoknya, sementara KRPL tahap penumbuhan sebanyak 5 kelompok memperoleh bantuan Rp50 Juta per kelompok.

Sementara untuk PUPM juga dibagi berdasarkan dua kategori yakni kelompok pengembangan dan kelompok pertumbuhan. Kelompok pengembangan memperoleh Rp60 juta per kelompok sementara kelompok penumbuhan mendapat bantuan Rp160 juta per kelompok. (Hmsprov - Isam)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Petani di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mulai menikmati program bajak lahan gratis yang digulirkan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo. Sebagai program baru, bajak gratis masih dikhususkan untuk petani di Kecamatan Batudaa, Tabongo, Bongomeme, Dungaliyo Telaga dan Limboto.

Program tersebut membebaskan petani yang ingin meminjam alat mesin pertanian (alsistan) yang dikelola oleh Brigade Alsintan Dinas Pertanian. Seharusnya, setiap hektar lahan yang dibajak membutuhkan ongkos operator dan BBM senilai Rp800.000. Harga itu lebih rendah 50 persen jika dibandingkan petani meminjam dari petani lain.

“Alhamdulillah untuk warga di sini saya berikan hadiah. Semua lahan kita bajak gratis tidak perlu bayar-bayar,” terang Rusli saat menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/4/2019).

Program tersebut diharapkan dapat menekan ongkos produksi petani sawah dan jagung. Pada gilirannya petani bisa meningkatkan produksi pertaniannya. Bagi petani yang ingin mengakses program ini bisa langsung melayangkan proposal ke Dinas Pertanian dengan cara berkelompok.

“Apalagi sekarang sudah musim tanam jagung, sebagian juga untuk padi sawah. Jadi silahkan dimanfaatkan bantuan itu. Petani yang ingin tanahnya dibajak gratis bisa memasukkan proposal ke Dinas Pertanian,” imbuh mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Eksistensi brigade alsitan sendiri sejauh ini dipandang cukup efektif untuk mengelola bantuan alat mesin pertanian bantuan pemerintah. Jika dulu mesin bajak diberikan kepada petani, maka cenderung cepat rusak dan sulit diakses oleh petani lain.

Saat ini, ketersediaan mesin di brigade alsintan Provinsi Gorontalo terawat dengan baik dan siap digunakan Keseluruhan alat berjumlah 6.307 unit terdiri dari traktor roda empat 45 unit, traktor roda dua 156 unit, rice transplanter 22 unit, pompa air 250 unit, handsprayer 40 unit serta alat tanam jagung 60 unit dan beberapa alat lainnya. (Hmsprov - Isam)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan pekerjaan jalan yang menghubungkan Kecamatan Dungaliyo dan Kecamatan Biluhu Tengah di Kabupaten Gorontalo akan dikerjakan tahun ini. Jalan tersebut menjadi jalur alternatif dari Kecamatan Batudaa, Tabongo, Bongomeme, dan Kecamatan Dungaliyo menuju ke Pantai Selatan (Kecamatan Batudaa Pantai Cs).

“Jalan ini akan dikerjakan tahun ini, tembus hingga ke Biluhu Tengah. Jadi warga Batudaa Cs yang ingin ke Batudaa Pantai Cs aksesnya bisa lebih pendek dan lebih cepat,” terang Gubernur Rusli saat menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/4/2019).

Pekerjaan jalan dengan anggaran Rp8,1 miliar tersebut saat ini sedang memasuki tahap lelang. Jalan pegunungan itu menjadi akses penting bagi warga Dungaliyo karena memiliki potensi alam seperti kelapa, cengkih, jagung dan kakao.

Terlebih saat ini jalan di pantai selatan kondisinya sudah lebar dan mulus. Jalan alternatif yang menghubungkan Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo itu selama empat tahun terakhir terus dikerjakan. Hal itu tidak lepas dari upaya Gubernur Rusli untuk meyakinkan pemerintah pusat untuk dialihkan statusnya menjadi jalan nasional.

“Dulu jalur pantai selatan (Batudaa Pantai Cs) sangat terisolir. Kurang lebih 60 tahun warga Batudaa Pantai memperjuangkan jalan. Nanti Rusli Habibie jadi Gubernur jalannya sudah mulus,” tegasnya.

Selain menggelar Baksos di Kecamatan Dungaliyo, Gubernur Rusli didampingi istri Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD menggelar acara serupa di Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo.

Di Dungaliyo, Guberur Rusli menyerahkan bantuan benih jagung bagi petani setempat. Kecamatan tersebut mendapatkan jatah benih jagung gratis untuk 1.793 hektar senilai Rp1.183.380.000.

Ada juga pelaksanaan pasar murah serba Rp5.000. Beras, minyak goreng, gula pasir dijual Rp5.000 per kilogram. Sementara untuk bawang merah, rica, bawang putih dan ikan tuna dijual seharga Rp5.000 per setengah kilogramnya. Telur dihargai Rp5.000 per 10 butirnya. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo memprediksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada tahun 2019 berkisar antara 6,7 persen hingga 7,1 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Tim Advisor dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Provinsi Gorontalo, Gunawan Purbowo, pada diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) dan Surat Utang Negara (SUN) Retail di ruang pertemuan KPw BI Provinsi Gorontalo, Jumat (12/4/2019).

“Sumber utama pertumbuhan ekonomi diperkirakan dari permintaan domestik seiring dengan peningkatan konsumsi karena pelaksanaan Pemilu, meningkatnya daya beli, pembangunan infrastruktur, inflasi yang terkendali, serta perbaikan ekonomi nasional,” jelas Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan memaparkan, pada tahun 2019 inflasi Gorontalo diperkirakan tetap stabil dalam sasaran target 3,5 plus minus 1 persen. Namun demikian, tekanan inflasi tahun 2019 diperkirakan akan meningkat dibanding tahun 2018. Tekanan inflasi tersebut dipengaruhi oleh volatile food yaitu inflasi yang dominan dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan seperti pola musiman atau lebaran, serta core inflation yaitu penurunan harga komoditas global.

“Walaupun tekanan inflasi meningkat, tetapi kita memperkirakan inflasi Gorontalo akan tetap terjaga pada sasarannya yaitu 3,5 plus minus 1 persen,” ujar Gunawan.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menitikberatkan pada usaha pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Tantangannya ke depan adalah pemerataan pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja. Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi kita tinggi, namun tidak mampu menyerap tenaga kerja,” tutur Wagub.

Tantangan berikutnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas menurut Wagub Gorontalo dua periode tersebut adalah menarik investasi ke daerah. Menurutnya, sektor keuangan di Gorontalo 60 persen masih mengandalkan dana pemerintah.

“Menteri PPN/Kepala Bappenas menyarankan agar Provinsi Gorontalo fokus pada pengembangan empat komoditi yaitu jagung, ikan, kelapa, serta ternak sapi. Kita harus berupaya menarik investor untuk mengembangkan keempat komoditi tersebut, termasuk investasi di sektor-sektor lainnya,” imbuhnya.

Berdasarkan data KPw BI Provinsi Gorontalo, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada tahun 2018 sebesar 6,51 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,17 persen (yoy). Sedangkan realisasi inflasi Goorntalo tahun 2018 sebesar 2,15 persen (yoy), jauh lebih rendah dari inflasi tahun 2017 yang tercatat 4,34 persen (yoy) dan inflasi nasional sebesar 3,13 persen (yoy). (Hmsprov - Haris)

 

Kabupaten Gorontalo, Humas – Dinas Arsip dan Perpustakaan daerah Provinsi Gorontalo, melaksanakan penilaian lomba perpustakaan Sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat pada Jumat, (12/4/2019). Penilaian lomba perpustakaan ini dimulai dari perpustakaan SMK 1 Limboto,Kabupaten Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Perpustakaan Erna Harmain, yang juga selaku ketua tim penilaian lomba mengungkapkan, tujuan pelaksanaan lomba perpustakaan tingkat sekolah menengah ini, untuk meningkatkan peran perpustakaan sekolah dalam proses pembelajaran serta mewujudkan budaya baca bagi masyarakat sekolah.

“Salah satu yang amat penting bahkan dapat diibaratkan sebagai jantung dalam proses pembelajaran disekolah adalah perpustakaan.
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat sumber belajar bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan dan mengembangkan minat baca, literasi informasi, bakat dan kecerdasan intelektual,” kata Erma

Untuknya dengan kegiatan ini, Erma dan tim penilai lainnya berharap, bisa memilih perpustakaan sekolah SMA/SMK/MA terbaik di tingkat Provinsi dan dapat mewakili ke tingkat nasional.

“Peserta lomba adalah utusan sekolah se Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo. Semoga nanti yang jadi juara adalah yang terbaik karena akan kita utus ke tingkat nasional, dan disana nanti juga bisa juara,” tandasnya.

Adapaun kriteria dari penilaian lomba perpustakaan ini diantaranya dilihat dari struktur, gedung, sarana prasarana, koleksi buku, alokasi anggaran, serta SDM pengelola perpustakaan.

Lomba perpustakaan tingkat SMA sederajat ini sudah dilaksanakan sejak tanggal Selasa, 9 April 2019. Adapun sekolah sekolah yang telah selesai dinilai di antaranya SMA 1 Tilamuta, SMA 1 Marisa, SMK 2 Gorontalo Utara, SMK 1 Kota Gorontalo, dan SMA terpadu Wirabakti Suwawa. Penilaian ini akan digilir sampai tanggal 15 april mendatang.

Pewarta : Dinas Arpus

Editor : Echin (Humasprov)

Bone Bolango, Humas -Setelah berkeliling di empat kabupaten dan satu kota selama kurang lebih 3 bulan sejak Februari lalu, Penyuluhan Hukum Terpadu Pemilu yang dilaksanakan oleh Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo berakhir di gedung BUMDES desa Bulontalangi Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango, Kamis (11/4/19).

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto menjelaskan, kegiatan penyuluhan hukum terpadu merupakan program Pemprov Gorontalo untuk menyebarluaskan informasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dan stakeholder tentang penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2019.

Menurut Ridwan, Pemilu Tahun 2019 ini berbeda dengan penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Tahun ini pemilu dilakukan sekaligus untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif DPR RI, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota.

“Gubernur menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu serentak 2019 dengan tolak dan lawan politisasi suku, agama, ras, hoax, fitnah dan kampanye negatif,” ujar Ridwan.

Melalui penyuluhan tersebut pula, Ridwan berharap seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo dapat menyalurkan hak pilihnya pada 17 April nanti secara langsung, umum, bebas rahasia karena suara kita menentukan masa depan bangsa.

“ Mari kita jaga keamanan dan ketertiban umum menuju Pilpres dan Pileg 2019 yang aman, damai dan sejuk di Provinsi Gorontalo. Pilihan boleh beda, namun persatuan dan kesatuan harus kita jaga,” imbau Ridwan.

Pelaksanaan penyuluhan hukum terpadu Pemilu ini diselenggarakan di 15 titik kecamatan se-Provinsi Gorontalo, sejak bulan Februari sampai April 2019.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Kepala Desa, Babinsa, Koramil, Panwascam, PPK, Ketua Partai Politk, serta tokoh-tokoh masyarakat di tingkat kecamatan mendapat respon yang baik.

Penyuluhan hukum yang dilaksanakan secara terpadu ini melibatkan Tim Penegakkan Hukum Terpadu (GAKUMDU) Provinsi Gorontalo yang terdiri dari KPU, BAWASLU, KEJATI dan POLDA sebagai Narasumber. (Hmsprov - Pewarta : Burhan/Editor : Asriani)

KOTA GORONTALO, Humas –Melihat kedudukan bahasa Indonesia yang sangat penting, diperlukan komitmen bersama dalam penggunaannya di dunia pendidikan, forum resmi/formal, rapat-rapat, seminar media massa baik cetak maupun elektronik.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat membuka pelaksanaan Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara Di Ruang Publik, Kamis (11/4/2019) di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo.

“Setiap melakukan komunikasi di depan publik, utamakan menggunakan bahasa negara yakni Bahasa Indonesia,” imbau Darda.

Darda mengungkapkan, selama ini masyarakat mengatakan kalau tidak berbahasa inggris tidak keren. Kata-kata seperti Itu merupakan tantangan buat kita, paling tidak merubah pola pikir masyarakat untuk menjadikan Bahasa Indonesia itu lebih keren daripada bahasa asing.

“Segala perbedaan tidak dirasakan masyarakat karena disatukan dengan satu bahasa. Untuk itu dengan bangga kita harus menggunakan dan memasyarakatkan Bahasa Indonesia. Kalau bukan kita yang melestarikan bahasa negara, siapa lagi?,” kata Darda.

Mantan Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR ini juga mencontohkan, Indonesia harus belajar dari masyarakat Perancis yang memiliki kebanggaan tinggi terhadap bahasa negaranya. Bahkan pernah ada perusahaan yang dibawa ke pengadilan karena menulis informasi produknya lebih mendahulukan bahasa Inggris daripada Perancis.

“Sikap seperti itulah yang diharapkan di masa akan datang dapat dicontoh oleh masyarakat, karena Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa. Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi kepada NKRI,” pungkas Darda.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo dihadiri 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Kepala Sekolah SMP/MTs di Provinsi Gorontalo, Perwaiklan Ombudsman, Dinas Dikbudpora Kabupaten Bone Bolango, Dinas Dikbudpora Kota Gorontalo, Dinas Dikbudpora Kabupaten Gorontalo serta pihak swasta. (Hmsprov - Pewarta : Nova Editor : Asriani)

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama