>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Pariwisata melaksanakan Gelar Komunikasi Industri Pariwisata (KIP) tahun 2019 yang dihadiri oleh seluruh pelaku industri pariwisata se-Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Senin (01/04/2019).

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya mengatakan, Gelar KIP selain sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pariwisata, juga menjadi wajib mengingat pentingnya peran pariwisata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Gorontalo.

“Kegiatan Gelar KIP tahun 2019 ini adalah salah satu wujud perhatian pemerintah Provinsi dalam meningkatkan keberpihakan kepada pelaku industri pariwisata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Gorontalo”, ujar Darda.

Masih menurut Darda, Gelar KIP tahun 2019 ini merupakan salah satu wahana dalam rangka membuka wawasan terhadap pelaku industri pariwisata, serta diharapkan mampu mendirikan dan menciptakan kesempatan kerja yang mendukung objek kepariwisataan menjadi lebih baik dan menarik.

Sementara itu, Nancy Lahay selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dalam laporannya menyampaikan industri pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar dan tercepat pertumbuhannya, maka hal ini harus didukung oleh seluruh pelaku industri pariwisata. (Hmsprov : Gina / Editor: Ecin)

GORONTALO, Humas -Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba memberi perhatian pada Sumber Daya Manusia (SDM) pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK khususnya oper ator yang menjalankan dan menguasai software ujian.

“Jangan bertumpu pada satu orang, karena sekali salah, itu pasti diset kembali. Nah, itu memerlukan waktu. Misalnya, pada hari kedua ujian, SDM berhalangan atau apa, ini yg perlu kita perhatikan,” jelas Darda saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di beberapa sekolah SMA di Gorontalo, Senin (1/4/2019).

Selain masalah SDM yang menjalankan software ujian, Darda juga memberikan perhatian pada fasilitas pendukung utama ujian seperti kesiapan internet dan listrik.

“Kita memastikan semua berjalan lancar dari beberapa sekolah yang sudah kami kunjungi. Alhamdulillah persiapan semua panitia sangat luar biasa, tidak ada masalah dengan internet maupun listrik,” ujar sekda yang saat peninjauan didampingi Plt. kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo.

Darda berharap, semoga se­mua para peserta ujian dapat lulus dengan nilai yang bagus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.

Pelaksanaan UNBK tingkat SMA, MA, SLB se Provinsi Gorontalo ini diikuti sebanyak 10.465 siswa akan berlangsung dari tanggal 1 sampai 8 april 2019. Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan

Sebelumnya juga di SMA Negeri 1 Telaga Sekdaprov Gorontalo mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie setelah membuka pelaksanaan UNBK tingkat SMA, MA, SLB se Provinsi Gorontalo, juga turut menyerahkan bantuan komputer bagi SMA se Gorontalo sejumlah 421 unit dan 41 unit server. Total anggaran untuk pengadaan tahun 2019 itu sebesar Rp5,8 miliar. (Hmsprov - Nova/ Asriani)

 

Gorontalo Utara, Humas – Keresahan warga Desa Katialada, Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara tentang air bersih langsung disahuti Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dengan memberikan bantuan berupa tong penampungan air bersih (profil tank).

Sebanyak 132 profil tank untuk 132 KK dengan nilai RP145.200.00 diserahkan Rusli Habibie saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Katialada, Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Senin(1/4/2019).

Gubernur bercerita, beberapa waktu lalu, ada yang membuat surat yang ditujukan kepadanya untuk meminta mobil tanki air untuk warga Desa Katialada. Siang diminta, sorenya langsung disahuti gubernur dengan memberikan kebutuhan tersebut. Begitupula ketika diminta lagi untuk menambahkan dengan tanki penampungan air, Rusli langsung menyahutinya.

“Ketika kebutuhan untuk rakyat, saya tidak pernah main-main, dan saya harus sanggupi, tidak bisa ditunda,” kata Rusli tegas.

Mantan Bupati Gorontalo Utara inipun mengingatkan agar dalam menjalankan program harus fokus, dilihat urgensinya. Rusli mencontohkan tentang kebutuhan warga Desa Katialada yang kesulitan dengan air bersih, seharusnya fokus dulu untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

“Tolong anggaran diarahkan kepada kepentingan yang sangat urgent, jangan kemana-mana dulu, fokus saja,” ujar Rusli mengingatkan.

Sementara itu salah seorang penerima bantuan profil tank, Cintia Umuri, merasa sangat bergembira dengan adanya bantuan ini. Menurutnya, kesulitan akan air bersih dan tempat penampungan bisa teratasi dengan bantuan yang diberikan oleh Gubernur Gorontalo.

“Syukur Alhamdulillah so dapat ini. Setengah mati sekali ba tampung air. Saya senang sekali dengan pembagian ini, sangat membantu keluarga,” kata Cintia mengungkapkan rasa terima kasihnya. (Hmsprov - Asriani)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Sebanyak 10.465 siswa SMA/MA se Provinsi Gorontalo mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak, Senin (1/4/2019). Jumlah tersebut tersebar di 112 sekolah.

Pelaksanaan UNBK ditinjau oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama sejumlah pimpinan OPD bertempat di SMA 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo. Pelaksanaan ujian ditandai dengan pemberian arahan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sekaligus penyematan tanda peserta ujian.

“Adik adiku sekalian selamat mengikuti ujian. Kalian harus lulus, ingat di Gorontalo sudah banyak sekolah atau perguruan tinggi yang menunggu kalian. Contohnya kita sudah ada SPN, ayo berlomba lomba lulus dan masuk polisi atau TNI dan lain sebagainya. Masa depan bangsa ada di tangan kalian,” ujar Gubernur Gorontalo dua periode itu memotivasi.

Lebih lanjut Rusli mengungkapkan, sejak pengelolaan SMA/SMK/SLB diserahkan ke pemerintah provinsi, pihaknya terus berupaya untuk menjamin pelaksanaan UN berbasis komputer. Meski belum semua fasilitas diberikan, namun pelaksanaan UNBK 100 persen sudah bisa terwujud.

“Spek komputer itu juga kan setiap kali bisa berubah, kita tau bersama seperti apa kecanggihan teknologi itu. Makannya kita mengadakan perlahan. Tapi sudah memadai, di SMA 1 Telaga saja ini, siswa yang ikut UNBK ada 300, untuk komputer hanya 104 buah. Tetapi jadwal ujiannya di bagi persesi jadi bisa maksimal. Saya rasa tak ada masalah,” tambahnya.

Pelaksanaan UNBK tingak SMA, MA, SLB ini akan berlangsung dari tanggal 1 sampai 8 april 2019. Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Rusli didampingi Kadis Dikbudpora Ramlah Habibie menyerahkan bantuan komputer bagi SMA se Gorontalo sejumlah 421 unit dan 41 unit server. Total anggaran untuk pengadaan tahun 2019 itu sebesar Rp5,8 miliar. (Hmsprov - Echin/Editor : Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengapresiasi kehadiran Grab Bentor di daerah. Transportasi berbasis online itu diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pengendara bentor konvensional untuk bergabung menjadi Mitra Grab.

“Tentu pemerintah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jauh-jauh hari pemprov mendorong teman-teman dari aplikator ini untuk bersinergi dengan angkutan khusus kearifan lokal yaitu bentor,” terang Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang diwakili oleh Kadis Perhubungan Jamal Nganro saat merilis layanan Grab Bentor bertempat di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Minggu (31/3/2019).

Kehadiran Grab Bentor akan melengkapi layanan serupa yang sudah berjalan di Gorontalo yakni Gojek Bentor. Jamal berharap sinergi tersebut tidak saja memberi keuntungan bagi pengemudi bentor, tapi juga memudahkan konsumen dalam hal transportasi dan jasa pengiriman barang.

“Selama ini kan dia keliling untuk mencari penumpang. Dengan menggunakan aplikasi maka tidak perlu keliling tanpa tujuan. Kelebihan lainnya, tidak saja untuk angkutan orang tapi juga pengiriman makanan dan barang,” imbuh Jamal.

Sementara itu perwakilan Pubic Affair Grab Indonesia Aryo Harman menjelaskan, usai dirilis hari ini aplikasi Grab Bentor di Gorontalo masih akan diuji coba. Butuh waktu dua bulan bagi konsumen untuk bisa menikmati layanan tersebut.

“Saat ini kita masih meta testing ya, kira-kira butuh dua bulan untuk bisa running. Prosesnya jalan paralel dengan perekrutan Mitra Grab dari pengemudi bentor. Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam mendorong transportasi lokal di daerah,” ungkapnya.

Meski tidak menyebutkan angka secara detail, Aryo mengaku pemanfaatan layanan transportasi online di Gorontalo sangat baik. Hal itu berdampak ekonomis bagi pengemudi Grab dan layanan jual beli khususnya makanan. (Hmsprov - Isam)

Kota Gorontalo, Humas – Dwisetyo Awards atau malam penganugerahan perfilman di Provinsi Gorontalo mulai dilirik sebagai bentuk promosi pariwisata Gorontalo. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, pada Malam Penganugerahan Dwisetyo Awards di Gedung Gorontalo Convention Center (GCC) Kota Gorontalo, Sabtu (30/03/2019).

“Saya melihat pelaksanaan malam penganugerahan ini sebagai bentuk pengoptimalan seluruh aspek untuk bisa mempromosikan budaya dan pariwisata Gorontalo. Sehingga dunia luar bisa melihat seperti apa itu Gorontalo”, ujar Darda.

Dari dua film yang telah di produksi oleh Dwisetyo Production (DSP), keduanya mengambil latar di Provinsi Gorontalo. Sehingga menurut Darda, hal ini menjadi peluang bagus untuk mengenalkan Gorontalo ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu Direktur DSP Atje Antu membenarkan bahwa dua film yang telah dan akan rilis di bioskop se-Indonesia tersebut mengeksplor seluruh tempat di Gorontalo dan para pemainnya sebagian besar adalah anak muda Gorontalo.

“Ini merupakan nilai tambah untuk pengenalan dan pengembangan pariwisata Gorontalo. Para pemerannya juga 70% anak-anak berprestasi Gorontalo. Sehingganya kami mengharapkan respon yang positif dari masyarakat dan pemerintah Provinsi Gorontalo”, tambahnya.

Malam Penganugerahan Dwisetyo Awards 2019 merupakan rangkaian kegiatan Festival Film Gorontalo dalam memperingati Hari Film Nasional. Perhelatan ini juga sebagai bentuk penghargaan bakat muda dalam bidang seni peran di Provinsi Gorontalo.

Terdapat beberapa nominasi yang akan diperebutkan diantaranya, Nominasi Editor Terbaik, Naskah Terbaik, Kameraman Terbaik, Sutradara Terbaik dan Aktor serta Aktris Terbaik. (Hmsprov - Gina)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Ide Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, untuk membantu menekan pengeluaran para petani melalui peminjaman alat mesin pertanian (alsintan) lewat program brigade alsintan telah dilaksanakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo sejak tahun 2015.

“Peran brigade alsintan adalah meringankan biaya penggunaan alsintan oleh petani karena hanya menanggung biaya bbm, operator dan mobilisasi alsintan, serta menyediakan biaya pemeliharaan dan perawatan alsintan melalui intervensi APBD,” jelas Muljady saat pertemuan dan silaturahim bersama petani peminjam alsintan di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/3/2019).

Selain itu kata Muljady, brigade alsintan juga mempersingkat waktu pengolahan tanah dan waktu panen dan mempercepat penanaman sehingga ada keserempakan waktu tanam maupun keserempakan waktu panen.

Ketersediaan alsintan di brigade alsintan Provinsi Gorontalo yang diadakan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, semuanya terawat dengan baik dan dalam keadaan atau kondisi siap dioperasionalkan.

Pada tahun ini, pemprov Gorontalo juga mengalokasikan program bajak gratis untuk petani miskin di Provinsi Gorontalo seluas 300 ha.

“Total luas lahan yang telah diolah melalui operasional brigade alsintan sampai dengan saat ini seluas 68.900 ha selama 5 musim tanam,’ urai Muljady.

Satu hal yang menjadi kebanggan program brigade alsintan ini adalah telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI dan menjadi pilot project pengelolaan dan pelayanan jasa alsintan bagi provinsi lainnya. Selain itu, menjadi nominasi dalam dalam penilaian penghargaan PPD Bappenas RI tahun 2019 kategori inovasi pelayanan publik pemerintah daerah. (Hmsprov - Nova/Asriani)

 

Kabupaten Gorontalo, Humas – Ide Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, untuk melakukan peminjaman alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani melalui brigade alsintan telah menjadi percontohan nasional.

Ini diungkapkan Rusli Habibie saat pertemuan dan silaturahim bersama petani peminjam alsintan di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/3/2019).

“Program ini sudah diakui oleh Menteri Pertanian dan bahkan menjadi contoh nasional,” kata Rusli.

Rusli mengungkapkan, program brigade alsintan ini awal-awalnya banyak yang tidak suka, dengan alasan bahwa seharusnya alsintan itu diserahkan ke petani, bukan dipinjamkan. Namun, lanjutnya lagi, dibuat kebijakan seperti ini. Setelah mereka lihat, mereka rasakan manfaatnya, bahkan menjadi contoh nasional.

“Cuma sayangnya, orang lain saja, provinsi lain mengambil contoh disini, teman-teman pemerintah disini tidak mengambil contoh, bo gengsi. Kenapa gengsi? Ini sangat menguntungkan rakyat,” terang Rusli.

Gubernurpun mencontohkan, ketika kami serahkan langsung kepada kelompok tani, kami tidak bisa menganggarkan perbaikan alsintan jika rusak, karena itu aset kelompok.

“Dari masalah tersebut menjadi inspirasi untuk tidak diberikan kepada masyarakat dan hanya dipinjamkan. Yang dibayarkan itu hanya BBM, transport dan operator tersebut, dan Alhamdulillah masyarakat sudah mengerti kenapa saya bikin seperti ini,” urai gubernur dua periode ini.

Melalui brigade alsintan inipula, para petani yang melakukan peminjaman alat dan butuh solar, akan mudah untuk membelinya di SPBU manapun karena diketahui oleh petugas.

Dalam pertemuan itupula, Rusli Habibie, meluruskan informasi yang beredar tentang penarikan alsintan (alat mesin pertanian).

“Yang benar, saya tarik dulu untuk di service. Setelah diservice, ready, silahkan dipinjam kembali”, kata Gubernur.

Menurut Rusli Habibie, penarikan alat mesin pertanian yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, untuk diservice, diperbaiki berbagai onderdilnya dan nanti akan dipinjamkan kembali.

Mantan Bupati Gorut inipun telah menjanjikan, jika sudah ada ketambahan bantuan alsintan dari Menteri Pertanian, maka akan ada workshop alsintan di Pohuwato, Boalemo dan lainnya, agar peminjaman bisa dilakukan di lokasi yang lebih dekat.

Brigade alsintan merupakan satu terobosan program inovatif Provinsi Gorontalo, yang telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI dan menjadi pilot project pengelolaan dan pelayanan jasa alsintan bagi provinsi lainnya dan juga menjadi nominasi dalam dalam penilaian penghargaan PPD Bappenas RI tahun 2019 kategori inovasi pelayanan publik pemerintah daerah.

Saat ini, ketersediaan alsintan di brigade alsintan Provinsi Gorontalo yang diadakan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, semuanya terawat dengan baik dan dalam keadaan atau kondisi siap dioperasionalkan. Keseluruhan alat berjumlah 6.307 unit, antara lain tr 4 (45 unit), tr2 (156 unit), rice transplanter (22 unit), pompa air (250 unit), handsprayer (40 unit) , alat tanam jagung (60 unit) dan beberapa alat lainnya. (Hmsprov - Nova/ Asriani)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, tak main-main dengan bawahannya jika ada yang mencoba untuk mempersulit para petani yang melakukan peminjaman alsintan (alat mesin pertanian).

“Kalau ada yang minta minta dan dipersulit, laporkan ke saya,” kata Rusli saat melakukan pertemuan dan silaturahim bersama petani peminjam alsintan di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/3/2019).

Gubernur bahkan membacakan nomor teleponya di depan para petani peminjam alsintan yang hadir untuk dicatat dan disimpan.

“Tolong SMS, WA atau telepon ke saya kalau ada permintaan diluar operator, diluar BBM dan diluar operator, jamowali (bahasa gorontalo – tidak boleh),” kata Rusli tegas.

Rusli menguraikan, sejak ia menjadi Bupati Gorontalo Utara hingga menjabat gubernur untuk periode kedua ini, ia selalu memperhatikan semua rakyatnya, mulai dari petani, nelayan, pedagang dan lainnya.

Ruslipun mencontohkan, mengapa ia sangat memperhatikan petani baik sawah maupun jagung. Ini dikarenakan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Gorontalo disumbang oleh para petani kurang lebih 60 persen.

“ PDRB kita itu disumbang oleh bapak ibu sekalian para petani, karena kurang lebih 65 persen masyarakat Grontalo itu petani, nelayan dan dagang,” jelas Rusli

Menurutnya, jika petani tidak diperhatikan, baik itu kebutuhan air, irigasi , benih, pupuk, obat obatan, maka sulitlah kehidupan pemerintah untuk sehari-hari. Pemerintah Gorontalo akan kesulitan karena akan mengambil beras ke Vietnam, ke Jakarta.

Bentuk perhatian gubernur dua periode ini dilakukan dengan selalu melakukan kerja-kerja kongkrit seperti yang dilakukannya saat baru tiba di Gorontalo hari ini dari tugas luar daerah, dan langsung melakukan kunjungan-kunjungan ke beberapa kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

“Ini kerja-kerja kongkrit, dan ini kebiasaan saya sejak dulu, kerja kongkrit, jabo janji-janjiya, wanu de nanti-nanti (Bahasa Gorontalo-jangan cuma berjanji, dan hanya nanti-nanti),” pungkas Rusli. (Hmsprov - Nova/Asriani)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian mulai menyalurkan benih jagung dan padi gratis kepada masyarakat. Penyerahaan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bagi petani di Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/3/2019).

“Kami sudah siapkan benih jagung dan padi, sudah ada. Tadinya mau diserahkan bulan April, tapi masyarakat minta sekarang karena sudah masuk musim tanam,” jelas Rusli.

Pemprov Gorontalo mengalokasikan benih jagung untuk Kabupaten Gorontalo sebanyak 684.630 kg atau senilai Rp28.811.222.000. Khusus untuk Kecamatan Mootilango yakni 37.200 kg atau senilai Rp1.636.800.000.

Sementara untuk benih padi untuk Kabupaten Gorontalo sebesar 348.923 kg setara dengan Rp3.489.230.000. Khusus untuk Kecamatan Mootilango sebanyak 53.895,25 kg atau Rp538.962.500.

Hal lain yang mengemuka dalam pertemuan tersebut tentang keluhan tidak berfungsinya Bendung Hunggalua untuk mengairi sawah warga. Para petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) meminta Pemprov Gorontalo agar mengambil alih penanganan bendung tersebut.

“Jadi perlu saya sampaikan, jika bendung atau irigasi dia bisa mengairi 0 sampai 1.000 hektar sawah itu kewenangan kabupaten, 1.000 sampai 3.000 itu kewenangan provinsi, serta 3.000 ke atas menjadi kewenangan pusat,” terang Rusli.

Untuk menyelamatkan fungsi bendung, Gubernur Rusli mengaku siap merevitalisasi bendung yang dibangun tahun 1980 itu. Terpenting saat ini perlu adanya pengalihan status kepemilikan dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi.

“Tadinya bendung ini mengairi kurang dari 1.000 hektar, sekarang sudah 1.009 hektar sehingga sudah menjadi kewenangan provinsi. Tadi sebelum ke sini, saya sudah telpon Pak Bupati agar mengirimkan surat ke kita untuk pengalihan status,” tutupnya. (Hmsprov - Isam)

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama