>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

GORONTALO UTARA , DKP – Aksi bersih pantai mengawali kegiatan Kemah Bakti Pesisir (KBP) yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Sabtu (2/3/2019). KBP yang rencananya akan digelar di 12 pesisir pantai itu diawali di Desa Dunu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara.

Aksi bersih pantai dilakukan di pesisir pantai yang menjadi daerah konservasi penyu itu. Puluhan warga setempat terlibat dalam aksi bersih-bersih pantai dari sampah.

“Jika laut sehat maka nelayan sejahtera. Jika kita senantiasa menjaga lingkungan sekitar laut khususnya pesisir, maka kita tidak sadari bahwa ekositem laut sudah terjaga. Ekosistem yang terjaga mampu membawa berkah kepada nelayan dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan,” urai Kadis DKP, Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan, dalam kegiatan aksi bersih pantai ini, sampah organik dan non organik dipisahkan untuk meminimalisir jumlah sampah yang terkumpul. Sampah organik ditimbun di dalam tanah dan yang non organik dikumpulkan untuk selanjutnya di bakar.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Dunu, Sirus A. Manggabai mengungkapkan rasa gembiranya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi media edukasi dan spirit bagi masyarakat agar tetap menjaga dan memelihara lingkungan pesisir.

“Oleh karenanya, kami dari pihak desa antusias untuk mensukseskan kegiatan ini. Kemarin sudah meminta kepada seluruh kepala dusun untuk mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama ikut bekerja membersihkan pantai,” ujar Sirus.

Desa Dunu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu daerah konservasi penyu yang ditetapkan oleh pemerintah. Kelompok konservasi “Sinar Penyu” bertugas untuk menangkar telur jenis penyu sisik, menetaskan dan melepaskannya ke laut.

Selain bersih pantai, KBP juga berisi kegiatan penguatan dan pembinaan kelompok konservasi. Salah satunya melalui diseminasi produk olahan yang didemokan oleh tim UPTD BPMDPP. Warga setempat sudah terbiasa dengan produk olahan perikanan dan sempat menjadi juara II lomba memasak tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2018 lalu. (Summber : DKP - Yanto / Editor : Isam)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Mahkamah Konstitusi (MK) menggandeng Pemerintah Provinsi Gorontalo serta Universitas Gorontalo (UG) untuk menanamkan kesadaran akan konstitusi bagi masyarakat. Hal ini tertuang dalam bentuk kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani ketiga lembaga tersebut, Jumat (1/3/2019) di Ballroom Hotel Maqna, Kota Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MK RI Anwar Usman menyampaikan, MK memiliki tugas mensosialisasikan konstitusi kepada masyarakat. Kerjasama dengan pemprov dan perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang hak-hak konstitusional, salah satunya melalui penelitian.

“MoU dengan pemda dan UG itu yah seperti tadi, kita mempunyai kewajiban moral untuk menyampaikan hak-hak masyarakat. Semua warga negara harus paham dengan konstitusi karena bagaimanapun hak konstitusi mereka itu ada. Misalnya ada yang merasa dirugikan itu bisa mengajukannya kepada kami,” kata Anwar Usman.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba yang mewakili Gubernur Gorontalo menyambut baik kerjasama tersebut. Terima kasih diucapkan karena MK memilih Provinsi Gorontalo sebagai provinsi pertama di tahun 2019 yang bisa MoU dengan Mahkamah Konstitusi.

“MK sekarang sudah one ahead, terdepan dalam memberikan inovasi baru. MK menempatkan konstitusi itu bukan untuk mengadili atau memeriksa perkara tetapi ini lebih mengedepankan pemahaman,” kata Sekdaprov.

Mantan Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol, Kementrian PUPR itu juga menambahkan, saat ini semakin marak bermunculan ideologi-ideologi yang kontra dengan pancasila. Fenomena tersebut tentunya sangat meresahkan dalam kehidupan bernegara serta dikhawatirkan secara perlahan akan melemahkan ideologi pancasila yang selama ini menjadi pemersatu bangsa.

Selain dihadiri oleh Ketua MK Anwar Usman, hadir juga Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Kepala Pusat Penelitian Pengkajian Perkara, Kepala Biro Hukum dan Administrasi Kepaniteraan, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Ketua Yayasan Duluwo Limo Pohalaa, Rektor Universitas Gorontalo serta jajaran pimpinan OPD di Lingkup Pemprov Gorontalo. (Hmsprov - Nova)

KOTA GORONTALO, DKP – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo bakal menggelar Kemah Bakti Pesisir (KBP) di 12 titik di Gorontalo. KBP yang melibatkan berbagai unsur nelayan dan warga pesisir laut itu akan digelar mulai hari ini, 2 Maret 2019.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/3/2019), kemah bakti pesisir ini dilakukan untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang ada di daerah pesisir. Sosialisasi program dan undang-undang yang terkait dengan Kelautan dan Perikanan juga akan disertakan.

“Kegiatan Kemah Bakti Pesisir ini rencananya akan dimulai pada hari Sabtu 2 Maret 2019 yang diawali dari pesisir laut Desa Dunu Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. Desa Dunu ini dipilih karena merupakan salah satu Desa Konservasi binaan DKP,” jelas Sutrisno.

Sutrisno menambahkan kegiatan ini sudah lama direncanakan namun baru tahun ini bisa dilaksanakan. Pengembangan daerah konservasi pesisir dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi hasil laut yang dimiliki.

“Mulai tahun ini sampai 2020 pengembangan konservasi akan terus saya maksimalkan karena banyak potensi yang ada dibagian pesisir yang belum tergali secara maksimal. Potensi besar yang diharapkan mampu menaikan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

dalam kemah bakti pesisir berupa pembinaan kelompok konservasi “Sinar Penyu”, demo produk olahan dan aksi bersih pantai.

Tahun ini melalui dana alokasi Khusus (DAK), Pengembangan Kawasan Konservasi mendapatkan dana sebesar Rp140 juta. Selain itu juga Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) sudah selesai sehingga hal ini sangat baik untuk memajukan dan meningkatkan perekonomian pesisir dan pulau-pulau kecil. (Sumber : DKP - Yanto/ Editor: Hmsprov - Isam)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 4.000 siswa-siswi SD, SMP, SMA se Provinsi Gorontalo bertempat di GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten, Gorontalo, Jumat (01/03/2019). Penyerahan secara simbolis kepada 8 orang siswa itu turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Tahun 2019 ini Provinsi Gorontalo mendapatkan jatah KIP 80.502 siswa sekolah se Provinsi Gorontalo. Rinciannya siswa SD 53.286 orang, SMP 19.925 orang dan SMA 4.606 orang dan SMK 2.675 orang. Angka itu bisa terus bertambah bergantung usulan dari sekolah.

“Untuk SD berapa? Rp450.000, SMP ada yang tau berapa? sRp750.000 ya. SMA Rp1.000.000. Cukup nggak? Siapa bilang nggak cukup maju,” tanya Jokowi pada siswa yang hadir.
Jokowi mengingatkan beasiswa tersebut harus digunakan untuk pendidikan. Ia mencontohkan untum biaya seragam sekolah, sepatu dan buku pelajaran.

“Untuk beli pulsa boleh? Yang bilang boleh maju ( ke depan). Tidak boleh..Kalau ketahuan buat beli pulsa kartunya di caabuut,” kata Jokowi dengan dialeg khas Jawa.

Penyerahan KIP bagi siswa menjadi titik kunjungan terakhir Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri di Gorontalo. Sebelumnya Jokowi bersama rombongan mengunjungi Pasar Sentral Kota Gorontalo untuk menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) serta panen raya jagung di Kabupaten Gorontalo Utara. (Hmsprov - Isam)

Gorontalo Utara, Humas – Program gratis dari Presiden Joko Widodo yang selama ini tengah berjalan terbukti telah membantu masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo melakukan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).

Menurut Rusli, pemerintah sudah memberikan berbagai program yang sekarang sudah dinikmati masyarakat Indonesia khususnya Gorontalo mulai dari listrik, pendidikan gratis, kesehatan gratis, mahyani, PKH, rastra, bantuan dana desa, bantuan-bantuan pertanian dan bantuan pembangunan infrastruktur lainnya

“Ini semua pemberian pak presiden lewat saya gubernur. Selama empat tahun ini, bantuan yang dikucurkan ke Provinsi Gorontalo sudah bisa kita nikmati. Masyarakat juga sudah menikmati program PKH dan rastra. Jika dulu rastra harus ditebus, sekarang di zaman pak Jokowi sudah digratiskan,” kata Rusli dihadapan Jokowi

Mantan Bupati Gorontalo Utara ini menambahkan, untuk pendidikan gratis sendiri presiden akan meluncurkan program kartu kuliah pintar bagi lulusan SMA /SMK yang tak punya biaya kuliah. Ia juga menjelaskan sejak empat tahun lalu hingga saat ini, Gorontalo sudah menikmati anggaran sebanyak 1,6 triliyun untuk dana desa yang dikucurkan oleh presiden untuk seluruh desa yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Disektor pertanian sendiri alhamdulillah sejak pak presiden memimpin Indonesia ini, dari 650 ribu ton produksi jagung Gorontalo sekarang kita prediksi bisa capai 1,7 juta ton. Untuk itu pak presiden atas nama masyarakat Gorontalo terimakasih saya ucapkan, telah begitu banyak program program yang sudah bapak berikan dan telah kita rasakan,” tandasnya

Dalam kesempatan itu pula presiden Joko Widodo yang hadir di dampingi Istri Ibu Iriana Joko Widodo serta jajaran Kabinet Kerja Presiden melakukan panen raya jagung dengan luas lahan yang dipanen sebesar 1.392 Ha yang berada di dua lokasi desa yaitu Desa Botuwombato dan Desa Motilango. Selain itu, presiden juga menyerahkan bantuan benih jagung kepada petani jagung yang hadir dalam panen raya tersebut. (Hmsprov - Echin)

Gorontalo Utara, Humas- Presiden Joko Widodo memberi perhatian terhadap pembangunan waduk Bulango Ulu yang berada di Kabupaten Bone Bolango

” Pembangunan Waduk Bulango Ulu, ini sebuah waduk yang besar yang kita harapkan nanti airnya bisa mengairi sawah dan kebun-kebun yang ada di provinsi ini,” terang Jokowi pada acara panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).

Menurut Jokowi, pembangunan waduk Bulango Ulu sudah mulai dilelang dengan nilai Rp2,2 Triliun.

Jokowi berharap waduk ini segera dikerjakan dan bisa diselesaikan.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam kesempatan itu juga berterima kasih dengan jadinya tender waduk Bulango Ulu dengan nilai Rp2,2 Triliun melalui Kementerian PUPR.

” Alhamdulillah, saya diceritakan oleh Kementerian PUPR sudah tersedia tendernya sebesar 2,2 Triliun, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan bulango ulu,” ungkap Rusli di depan Presiden dan masyarakat.

Presiden RI yang berada di Gorontalo selama dua hari melakukan kegiatan yaitu penyerahan bantuan ultra mikro di Kota Goronto, panen raya jagung di Kabupaten Gorontalo Utara dan penyerahan Kartu Indonesia Pintar di Kabupaten Gorontalo. (Hmsprov - Asriani)

Gorontalo Utara, Humas – Ribuan masyarakat menyambut Presiden RI di lokasi panen raya jagung, di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).

Tiba di lokasi panen raya, Jokowi yang didampingi ibu Iriana Jokowi disambut meriah ribuan masyarakat yang berada di lokasi panen raya dan langsung turun ke lahan jagung.

Sesaat setelah menyaksikan panen, tak lupa Jokowi menyapa dan memenuhi permintaan foto selfi masyarakat yang telah menunggu.

Sambutan sangat meriah dari ribuan masyarakat membuat Jokowi tak henti hentinya melayangkan senyuman dan tetap melayani masyarakat yang ingin bersalaman.

Salah satu agenda Jokowi adalah melakukan panen raya jagung.

Luas lahan yang dipanen sebesar 1.392 Ha yang berada di dua lokasi desa yaitu Desa Botuwombato dan Desa Motilango dengan keseluruhan luas lahan siap panen yang berada di Kecamatan Kwandang yang terdiri dari 15 desa dan Kecamatan Tibawa yang terdiri dari 7 desa seluas 5.695 Ha. (Hmsprov - Asriani)

Gorontalo Utara, Humas – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).
Luas lahan yang dipanen sebesar 1.392 Ha yang berada di dua lokasi desa yaitu Desa Botuwombato dan Desa Motilango dengan keseluruhan luas lahan siap panen yang berada di Kecamatan Kwandang yang terdiri dari 15 desa dan Kecamatan Tibawa yang terdiri dari 7 desa seluas 5.695 Ha.

Di lokasi tersebut, Jokowi yang didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyaksikan panen jagung dengan menggunakan mesin Combain. Mesin ini mampu memanen satu hektar lahan hanya dalam waktu tiga jam.

Jokowi dalam sambutannya saat dialog bersama masyarakat mengatakan,
kita ingin produksi jagung semakin banyak, tapi jangan sampai membuat harga malah turun.

“Kalau ada kelebihan produksi, harus ada sebagian kita eksport, agar harga tetap stabil dan menguntungkan,” kata Jokowi.

Menurutnya, hukum ekonomi rata rata seperti itu. Contoh menanam cabe, harga cabe tinggi, begitu panen membludak harga bisa jatuh. Rugi adanya, ini yang harus kita jaga.

“Karena semua langsung mengeluh jika harga (di pasar) naik. Kami pemerintah menjaga ini tidak mudah,” lanjut Jokowi.

Presiden RI ke 7 ini menceritakan, beberapa tahun yang lalu banyak petani yang marah kedirinya karena harga jagung sangat rendah.

“Langsung saya liat apa penyebabnya kemudian kita buat peraturan presiden sehingga harga bisa naik,” tambah Jokowi.

Namun menurutnya lagi, hukum ekonomi akan tetap berpengaruh.
Kalau suplai terlalu banyak pasti harga bisa jatuh lagi. Jagung ini tidak hanya di Gorontalo, banyak di daerah lain.

Terkait impor jagung, Jokowi merasa bangga impor jagung Indonesia sudah sangat kecil karena sudah bisa disuplai dari produksi petani jagung.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya karena Indonesia tidak tergantung lagi pada jagung jagung dari luar negeri. Kita harus memperbaiki produktifitas jagung kita, sehingga petani bisa sejahtera,” imbuhnya.

Target ekspor jagung Provinsi Gorontalo tahun ini naik menjadi 150 ribu ton dari total 1,7 juta ton produksi jagung Gorontalo pada tahun 2019.

Tahun lalu Gorontalo mampu mengekspor 113 ribu ton dari target 58 ribu ton, capaiannya naik dua kali lipat. Tahun ini target ekspor itu naik menjadi 150 ribu ton.

Dari data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, varietas jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida dengan produktivitas sebesar 9,6 ton per hektar.

Dalam kesempatan tersebut Presiden menyerahkan bantuan benih jagung kepada 6 orang perwakilan petani. (Hmsprov : Asriani/Ecin)

KOTA GORONTALO, Humas – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Gorontalo diawali dengan mendatangi Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Jumat (01/03/2019). Didampingi Gubernur Rusli Habibie, Jokowi menyalami para pedagang dan masyarakat yang sudah menunggu di lokasi. Turut hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Presiden Jendral TNI (Purn) Moeldoko. 273 debitur turut dihadirkan dalam acara tersebut.

Presiden Jokowi berpesan agar kredit usaha maksimal Rp10 juta itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha kecil. Jokowi mengingatkan bahwa pinjaman harus bisa diangsur dengan keuntungan yang diperoleh oleh para kreditur.

“Dipinjamkan kepada ibu bapak sekalian untuk bisa meningkatkan omset yang ibu bapak jual. Namanya uang pinjaman harus nyicil harus ngangsur. Hati hati ini pinjaman looh, harus disiplin (bayarnya), kerja keras dan jujur,” pesan Jokowi.

Melalui kredit UMi diharapkan usaha UKM bisa berkembang. Jika usaha berkembang, maka UKM diarahkan untuk mencari pinjaman modal melalui program lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai pinjaman yang lebih besar.

“Kalo yang namanya pinjem itu harus sudah punya perencanaan dipakai untuk apa. Jangan nanti sudah dapat uangnya baru dicari-cari. Ada pakaian bagus yaa? Beli.. Ada yang nawarin sepeda motor, Beli..,” imbuh Jokowi dengan nada bercanda.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, program Ultra Mikro (Umi) adalah program pemerintah bagi pelaku usaha kecil. Sejak dikucurkan tahun 2017 lalu, sudah ada anggaran Rp7 triliun yang disediakan oleh pemerintah.

“Ulta mikro anggaran APBN yang dikelola Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp7 triliun. 2017 Rp1,5 triliun, kita tambah Rp2,5 trilun tahun 2018, dan tahun 2019 kita tambah Rp3 trilun. Pembiayaannya disalurkan melalui lembaga lembaga yang punya kapsitas seperti PT Pegadaian, PNM, BAP,” jelas Menkeu.

Dari total anggaran Rp7 triliun yang saat ini terserap di tingkat UKM baru sebesar Rp2 triliun. UKM penerima UMi di Gorontalo sendiri masih relatif sedikit yakni sejumlah 273 orang dengan serapan anggaran Rp1,89 miliar. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie atasnama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bagi daerah. Menurut Rusli, kunjungan ketiga kalinya Jokowi ke Gorontalo mengindikasikan perhatian dan kepeduliannya bagi pembangunan Gorontalo.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan dijadwalkan tiba di Gorontalo, Kamis malam (28/2/2019). Jokowi akan menginap semalam sebelum menghadiri sejumlah acara pada Jumat besok.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas semua perhatiannya dalam membangun Gorontalo. Sejak empat tahun pemerintahan beliau bersama pak Jusuf Kalla telah banyak program dan dukungan anggaran yang sudah dirasakan oleh masyarakat Gorontalo,” ujar Rusli saat, Kamis (28/2/2019).

Sejak tahun 2014 beragam program dan anggaran telah dikucurkan ke Provinsi Gorontalo. Mulai dari pembangunan infrastuktur, program bantuan sosial, pendidikan dan kesehatan. Bidang infrastruktur telah dan terus dikerjakan di antaranya pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road, revitalisasi Dana Limboto, pembangunan Bendungan Randangan serta pembangunan bandara baru Djalaluddin Gorontalo.

“Untuk listrik kita menjadi yang pertama dalam program 35.000 Megawatt yang dicanangkan pak Jokowi. Pada tanggal 3 Juni 2016 PLTG 100 MW di Paguat diresmikan oleh beliau. Alhamdulillah sekarang interkoneksi listrik Sulut-Gorontalo sudah surplus,” imbuh Rusli.

Di bidang infrastruktur, sedikitnya ada 5 program pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pertama menyangkut pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

diletakkan batu pertama oleh Presiden Jokowi tahun 2014 lalu, jalan GORR sudah menelan anggaran APBN Rp1,21 triliun. Peruntukannya untuk 63,2 KM panjang jalan dan 1.792,2 Meter panjang jembatan yang dibangun (lihat infografis).

Pembangunan Bendungan dan Irigasi Randangan juga menjadi potret kerjasama yang baik antara pusat dan provinsi. Sejak tahun 2013 hingga 2019 sudah dikucurkan anggaran Rp407,6 miliar untuk pekerjaan fisiknya.

“Bendungan Randangan diharapkan mampu untuk mencetak sepuluh ribu hektar sawah baru di Kabupaten Pohuwato dan sekitarnya,” jelas Rusli.

Program infrastruktur tersebut nilainya akan bertambah jika dijumlahkan dengan program pembangunan Bandara Djalaluddin yang baru serta revitalisasi Danau Limboto (lihat infografis). Belum lagi jika menilik anggaran untuk pembangunan jalan Trans Sulawesi dan infrastruktur perumahan bagi nelayan, mahasiswa dll.

Program Keluarga Harapan Mampu Tekan Kemiskinan

Di bidang sosial kemasyarakatan, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial menjadi salah satu faktor penekan angka kemiskinan di Gorontalo. Tahun 2018 ada 63.478 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang ditanggung melalui program ini dengan biaya Rp1.890.000,- per tahun.

Tahun 2019, jumlah uang yang dikucurkan semakin besar dengan mempertimbangkan indeks tanggungan setiap keluarga. Jika seorang penerima PKH memiliki ibu hamil atau balita maka tanggungan pertahun 2,4 juta/orang. Indeks pendidikan dilihat dari tanggungan anak yang berusia 7-21 tahun dengan nilai uang yang berbeda beda. Ada juga indeks disabilitas dan lansia senilai Rp2.400.000,- per tahun.

“Jika keluarga itu punya anak SD maka dibayar pemerintah Rp900.000,- per orang, jika dia punya anak SMP maka menerima Rp1.500.000,- per orang, anak SMA Rp2.000.000,- per orang. Jadi Kalau satu keluarga punya empat kriteria itu ya tinggal dijumlahkan. Maksimal 4 orang yang ditanggung,” beber Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Pendamping PKH Provinsi Gorontalo mencatat, pada realisasi tahap I tahun 2019 ada 61.046 orang KPM yang merima program tersebut dengan realisasi mencapai Rp69.825.469.200 dari total alokasi sebesar Rp71.415.225.000,-.Program tersebut belum ditambah dengan program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai yang dibiayai oleh APBN.

“Program sosial itu kami perkuat dengan program yang dibiayai oleh APBD provinsi. Kami memprogramkan BPNT-D senilai Rp100.000,- untuk 50 Ribu KK. Ada juga program Bakti Sosial NKRI Peduli yang menyasar semua kecamatan di Provinsi Gorontalo,” tambanya

Baksos NKRI Peduli berisi operasi pasar sembako murah, santunan dari Baznas untuk 1.000 warga yang hadir serta pemeriksaan kesehatan gratis. Berbagai program itu ikut andil dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo menjadi 15,83%. (Hmsprov - Isam)

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo