>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

Gorontalo Utara, Humas- Presiden Joko Widodo memberi perhatian terhadap pembangunan waduk Bulango Ulu yang berada di Kabupaten Bone Bolango

” Pembangunan Waduk Bulango Ulu, ini sebuah waduk yang besar yang kita harapkan nanti airnya bisa mengairi sawah dan kebun-kebun yang ada di provinsi ini,” terang Jokowi pada acara panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).

Menurut Jokowi, pembangunan waduk Bulango Ulu sudah mulai dilelang dengan nilai Rp2,2 Triliun.

Jokowi berharap waduk ini segera dikerjakan dan bisa diselesaikan.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam kesempatan itu juga berterima kasih dengan jadinya tender waduk Bulango Ulu dengan nilai Rp2,2 Triliun melalui Kementerian PUPR.

” Alhamdulillah, saya diceritakan oleh Kementerian PUPR sudah tersedia tendernya sebesar 2,2 Triliun, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan bulango ulu,” ungkap Rusli di depan Presiden dan masyarakat.

Presiden RI yang berada di Gorontalo selama dua hari melakukan kegiatan yaitu penyerahan bantuan ultra mikro di Kota Goronto, panen raya jagung di Kabupaten Gorontalo Utara dan penyerahan Kartu Indonesia Pintar di Kabupaten Gorontalo. (Hmsprov - Asriani)

Gorontalo Utara, Humas – Ribuan masyarakat menyambut Presiden RI di lokasi panen raya jagung, di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).

Tiba di lokasi panen raya, Jokowi yang didampingi ibu Iriana Jokowi disambut meriah ribuan masyarakat yang berada di lokasi panen raya dan langsung turun ke lahan jagung.

Sesaat setelah menyaksikan panen, tak lupa Jokowi menyapa dan memenuhi permintaan foto selfi masyarakat yang telah menunggu.

Sambutan sangat meriah dari ribuan masyarakat membuat Jokowi tak henti hentinya melayangkan senyuman dan tetap melayani masyarakat yang ingin bersalaman.

Salah satu agenda Jokowi adalah melakukan panen raya jagung.

Luas lahan yang dipanen sebesar 1.392 Ha yang berada di dua lokasi desa yaitu Desa Botuwombato dan Desa Motilango dengan keseluruhan luas lahan siap panen yang berada di Kecamatan Kwandang yang terdiri dari 15 desa dan Kecamatan Tibawa yang terdiri dari 7 desa seluas 5.695 Ha. (Hmsprov - Asriani)

Gorontalo Utara, Humas – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019).
Luas lahan yang dipanen sebesar 1.392 Ha yang berada di dua lokasi desa yaitu Desa Botuwombato dan Desa Motilango dengan keseluruhan luas lahan siap panen yang berada di Kecamatan Kwandang yang terdiri dari 15 desa dan Kecamatan Tibawa yang terdiri dari 7 desa seluas 5.695 Ha.

Di lokasi tersebut, Jokowi yang didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyaksikan panen jagung dengan menggunakan mesin Combain. Mesin ini mampu memanen satu hektar lahan hanya dalam waktu tiga jam.

Jokowi dalam sambutannya saat dialog bersama masyarakat mengatakan,
kita ingin produksi jagung semakin banyak, tapi jangan sampai membuat harga malah turun.

“Kalau ada kelebihan produksi, harus ada sebagian kita eksport, agar harga tetap stabil dan menguntungkan,” kata Jokowi.

Menurutnya, hukum ekonomi rata rata seperti itu. Contoh menanam cabe, harga cabe tinggi, begitu panen membludak harga bisa jatuh. Rugi adanya, ini yang harus kita jaga.

“Karena semua langsung mengeluh jika harga (di pasar) naik. Kami pemerintah menjaga ini tidak mudah,” lanjut Jokowi.

Presiden RI ke 7 ini menceritakan, beberapa tahun yang lalu banyak petani yang marah kedirinya karena harga jagung sangat rendah.

“Langsung saya liat apa penyebabnya kemudian kita buat peraturan presiden sehingga harga bisa naik,” tambah Jokowi.

Namun menurutnya lagi, hukum ekonomi akan tetap berpengaruh.
Kalau suplai terlalu banyak pasti harga bisa jatuh lagi. Jagung ini tidak hanya di Gorontalo, banyak di daerah lain.

Terkait impor jagung, Jokowi merasa bangga impor jagung Indonesia sudah sangat kecil karena sudah bisa disuplai dari produksi petani jagung.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya karena Indonesia tidak tergantung lagi pada jagung jagung dari luar negeri. Kita harus memperbaiki produktifitas jagung kita, sehingga petani bisa sejahtera,” imbuhnya.

Target ekspor jagung Provinsi Gorontalo tahun ini naik menjadi 150 ribu ton dari total 1,7 juta ton produksi jagung Gorontalo pada tahun 2019.

Tahun lalu Gorontalo mampu mengekspor 113 ribu ton dari target 58 ribu ton, capaiannya naik dua kali lipat. Tahun ini target ekspor itu naik menjadi 150 ribu ton.

Dari data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, varietas jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida dengan produktivitas sebesar 9,6 ton per hektar.

Dalam kesempatan tersebut Presiden menyerahkan bantuan benih jagung kepada 6 orang perwakilan petani. (Hmsprov : Asriani/Ecin)

KOTA GORONTALO, Humas – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Gorontalo diawali dengan mendatangi Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Jumat (01/03/2019). Didampingi Gubernur Rusli Habibie, Jokowi menyalami para pedagang dan masyarakat yang sudah menunggu di lokasi. Turut hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Staf Presiden Jendral TNI (Purn) Moeldoko. 273 debitur turut dihadirkan dalam acara tersebut.

Presiden Jokowi berpesan agar kredit usaha maksimal Rp10 juta itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha kecil. Jokowi mengingatkan bahwa pinjaman harus bisa diangsur dengan keuntungan yang diperoleh oleh para kreditur.

“Dipinjamkan kepada ibu bapak sekalian untuk bisa meningkatkan omset yang ibu bapak jual. Namanya uang pinjaman harus nyicil harus ngangsur. Hati hati ini pinjaman looh, harus disiplin (bayarnya), kerja keras dan jujur,” pesan Jokowi.

Melalui kredit UMi diharapkan usaha UKM bisa berkembang. Jika usaha berkembang, maka UKM diarahkan untuk mencari pinjaman modal melalui program lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai pinjaman yang lebih besar.

“Kalo yang namanya pinjem itu harus sudah punya perencanaan dipakai untuk apa. Jangan nanti sudah dapat uangnya baru dicari-cari. Ada pakaian bagus yaa? Beli.. Ada yang nawarin sepeda motor, Beli..,” imbuh Jokowi dengan nada bercanda.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, program Ultra Mikro (Umi) adalah program pemerintah bagi pelaku usaha kecil. Sejak dikucurkan tahun 2017 lalu, sudah ada anggaran Rp7 triliun yang disediakan oleh pemerintah.

“Ulta mikro anggaran APBN yang dikelola Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp7 triliun. 2017 Rp1,5 triliun, kita tambah Rp2,5 trilun tahun 2018, dan tahun 2019 kita tambah Rp3 trilun. Pembiayaannya disalurkan melalui lembaga lembaga yang punya kapsitas seperti PT Pegadaian, PNM, BAP,” jelas Menkeu.

Dari total anggaran Rp7 triliun yang saat ini terserap di tingkat UKM baru sebesar Rp2 triliun. UKM penerima UMi di Gorontalo sendiri masih relatif sedikit yakni sejumlah 273 orang dengan serapan anggaran Rp1,89 miliar. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie atasnama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bagi daerah. Menurut Rusli, kunjungan ketiga kalinya Jokowi ke Gorontalo mengindikasikan perhatian dan kepeduliannya bagi pembangunan Gorontalo.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan dijadwalkan tiba di Gorontalo, Kamis malam (28/2/2019). Jokowi akan menginap semalam sebelum menghadiri sejumlah acara pada Jumat besok.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas semua perhatiannya dalam membangun Gorontalo. Sejak empat tahun pemerintahan beliau bersama pak Jusuf Kalla telah banyak program dan dukungan anggaran yang sudah dirasakan oleh masyarakat Gorontalo,” ujar Rusli saat, Kamis (28/2/2019).

Sejak tahun 2014 beragam program dan anggaran telah dikucurkan ke Provinsi Gorontalo. Mulai dari pembangunan infrastuktur, program bantuan sosial, pendidikan dan kesehatan. Bidang infrastruktur telah dan terus dikerjakan di antaranya pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road, revitalisasi Dana Limboto, pembangunan Bendungan Randangan serta pembangunan bandara baru Djalaluddin Gorontalo.

“Untuk listrik kita menjadi yang pertama dalam program 35.000 Megawatt yang dicanangkan pak Jokowi. Pada tanggal 3 Juni 2016 PLTG 100 MW di Paguat diresmikan oleh beliau. Alhamdulillah sekarang interkoneksi listrik Sulut-Gorontalo sudah surplus,” imbuh Rusli.

Di bidang infrastruktur, sedikitnya ada 5 program pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pertama menyangkut pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).

diletakkan batu pertama oleh Presiden Jokowi tahun 2014 lalu, jalan GORR sudah menelan anggaran APBN Rp1,21 triliun. Peruntukannya untuk 63,2 KM panjang jalan dan 1.792,2 Meter panjang jembatan yang dibangun (lihat infografis).

Pembangunan Bendungan dan Irigasi Randangan juga menjadi potret kerjasama yang baik antara pusat dan provinsi. Sejak tahun 2013 hingga 2019 sudah dikucurkan anggaran Rp407,6 miliar untuk pekerjaan fisiknya.

“Bendungan Randangan diharapkan mampu untuk mencetak sepuluh ribu hektar sawah baru di Kabupaten Pohuwato dan sekitarnya,” jelas Rusli.

Program infrastruktur tersebut nilainya akan bertambah jika dijumlahkan dengan program pembangunan Bandara Djalaluddin yang baru serta revitalisasi Danau Limboto (lihat infografis). Belum lagi jika menilik anggaran untuk pembangunan jalan Trans Sulawesi dan infrastruktur perumahan bagi nelayan, mahasiswa dll.

Program Keluarga Harapan Mampu Tekan Kemiskinan

Di bidang sosial kemasyarakatan, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial menjadi salah satu faktor penekan angka kemiskinan di Gorontalo. Tahun 2018 ada 63.478 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang ditanggung melalui program ini dengan biaya Rp1.890.000,- per tahun.

Tahun 2019, jumlah uang yang dikucurkan semakin besar dengan mempertimbangkan indeks tanggungan setiap keluarga. Jika seorang penerima PKH memiliki ibu hamil atau balita maka tanggungan pertahun 2,4 juta/orang. Indeks pendidikan dilihat dari tanggungan anak yang berusia 7-21 tahun dengan nilai uang yang berbeda beda. Ada juga indeks disabilitas dan lansia senilai Rp2.400.000,- per tahun.

“Jika keluarga itu punya anak SD maka dibayar pemerintah Rp900.000,- per orang, jika dia punya anak SMP maka menerima Rp1.500.000,- per orang, anak SMA Rp2.000.000,- per orang. Jadi Kalau satu keluarga punya empat kriteria itu ya tinggal dijumlahkan. Maksimal 4 orang yang ditanggung,” beber Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Pendamping PKH Provinsi Gorontalo mencatat, pada realisasi tahap I tahun 2019 ada 61.046 orang KPM yang merima program tersebut dengan realisasi mencapai Rp69.825.469.200 dari total alokasi sebesar Rp71.415.225.000,-.Program tersebut belum ditambah dengan program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai yang dibiayai oleh APBN.

“Program sosial itu kami perkuat dengan program yang dibiayai oleh APBD provinsi. Kami memprogramkan BPNT-D senilai Rp100.000,- untuk 50 Ribu KK. Ada juga program Bakti Sosial NKRI Peduli yang menyasar semua kecamatan di Provinsi Gorontalo,” tambanya

Baksos NKRI Peduli berisi operasi pasar sembako murah, santunan dari Baznas untuk 1.000 warga yang hadir serta pemeriksaan kesehatan gratis. Berbagai program itu ikut andil dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo menjadi 15,83%. (Hmsprov - Isam)

KABUPATEN GORONTALO UTARA, Humas – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang dan sejumlah pimpinan Forkopimda Provinsi Gorontalo, mengecek persiapan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Kamis (28/2/2019).

Panen raya jagung dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, pada Jumat (1/3/2019) pagi.

“Alhamdulillah persiapannya sangat memuaskan. Lokasinya pun sangat indah, posisinya di tengah hamparan lahan jagung yang sangat luas,” kata Mentan Amran Sulaiman.

Amran mengutarakan hal menarik dari panen raya jagung di Provinsi Gorontalo adalah target ekspor jagung yang tahun ini naik menjadi 150 ribu ton dari total 1,7 juta ton produksi jagung Gorontalo pada tahun 2019.

“Tahun lalu Gorontalo mampu mengekspor 113 ribu ton dari target 58 ribu ton, capaiannya naik dua kali lipat. Tahun ini target ekspor itu naik menjadi 150 ribu ton. Ini menjadi kebanggaan dan sekaligus menunjukkan jagung kita melimpah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan rasa syukurnya panen raya jagung kali ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

“Kehadiran Presiden tentunya akan semakin meyakinkan masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional bahwa Gorontalo adalah daerah lumbung jagung di Indonesia,” kata Rusli.

Dari pantauan di lokasi, persiapan terus dilakukan oleh panitia pelaksana, mulai dari penataan tenda, panggung, sound system, dan lokasi panen raya jagung oleh Presiden. Untuk panen raya akan menggunakan mesin Combain yang mampu memanen satu hektar lahan hanya dalam waktu tiga jam.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo meninjau persiapan di gelanggang olahraga David Tony di Limboto dan Pasar Sentral Kota Gorontalo yang juga akan menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Di dua lokasi tersebut diagendakan Presiden akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar dan bantuan Ultra Mikro. (Hmsprov - Haris)

KOTA GORONTALO, Humas – Kabar mengenai turunnya harga jual jagung di tingkat petani direspon oleh pemerintah. Empat instansi teknis menggelar konfrensi pers terkait dengan isu tersebut bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (27/2/2019).

Pihak Kementrian Pertanian diwakili oleh Kasubdit Jagung, Direktorat Serealia Andi Mohamad Saleh, Kepala Perum Bulog Gorontalo Munafri Syamsuddin, Kadis Pertanian Muljady D. Mario serta Kadis Diskumperindag M. Nadjamuddin.

“Terkait dengan perkembangan informasi di masyarakat bahwa harga jagung turun drastis Rp2.100,- sampai Rp2.200,- tidak benar. Ini harus kita luruskan karena bisa meresahkan. Apalagi masyarakat Provinsi Gorontalo mengandalkan jagung sebagai sumber pendapatan,” buka Kadis Pertanian Muljady Mario.

Muljady menegaskan bahwa hingga akhir Februari ini harga jagung di tingkat petani masih cukup tinggi di angka Rp3.200,- hingga Rp3.400,- saat posisi kering atau kadar air di bawah 17%. Harga itu di atas harga yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp3.150,- per kilogram.

Petani diminta memastikan kondisi jagung benar-benar kering sesuai standar jual. Petani juga diminta tidak menjual ke pengumpul antara dalam kondisi basah yang memungkinkan ada penurunan harga jagung.

“Untuk mengakses gudang pengumpul tidak susah sebenarnya. Kita sudah menyiapkan di semua daerah ada, di Pulubala (Kabupaten Gorontalo) di Pohuwato ada bahkan di Kota Gorontalo juga ada. Jadi jangan terjebak untuk menjual apalagi dalam kondisi basah ke pengumpul antara,” tandasnya.

Pihaknya menduga isu penurunan harga salah satunya disebabkan oleh naiknya harga jagung pada bulan Desember 2018 lalu yang sempat menyentuh angka Rp.5000,- per kilogram. Harga tinggi itu tidak bisa dijadikan patokan sebab hanyalah harga semu akibat dari fenomena kelangkaan jagung saat off season.

Hal senada juga diungkapkan Kasubdit Jagung, Direktorat Serealia Kementrian Pertanian Andi Mohamad Saleh. Menurutnya, kualitas jagung di lapangan sangat menentukan harga jual. Jika jagung dijual dalam kondisi basah maka akan berpengaruh pada biaya produksi gudang penampung yang harus melakukan proses pengeringan.

Baru empat hari lalu saya panen di Gresik (Jawa Timur). Saya tanya petaninya berapa harganya? Rp3.500,- pak. Harga di luar masih sangat tinggi, artinya harga turun masih perlu dipertanyakan?,” terang Andi.

Stabilnya harga jagung di tingkat petani juga dibenarkan oleh Kepala Perum Bulog Gorontalo Munafri Syamsuddin. Hingga akhir Februari ini pihaknya belum melakukan pengambilan dari petani akibat harga jual yang masih stabil di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Bulog menganggarkan 100 Ton jagung untuk diserap dari petani.

“Hasil pemantauan kami memang masih banyak petani yang menjual dalam kondisi basah. Contoh kemarin di Desa Botuwombato yang panen raya. Ada jagung yang dijual dengan kadar air di atas 30%. Seandainya mereka mau bersabar untuk mengeringkan, apalagi dengan kondisi cuaca yang terik seperti sekarang maka harganya akan lebih baik,” imbuhnya.

Untuk menjaga kualitas jagung kering di tingkat petani, pemerintah provinsi telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya dengan membagikan 10 unit dryer dengan kapasitas 6 ton/jam pada tahun 2018. Ada pula bantuan lantai jemur dan terpal kepada kelompok petani.

Pemprov Gorontalo juga sudah menyiapkan posko-posko alat tester kadar air jagung berdekatan dengan gudang pengumpul. Hal dimaksudkan agar petani penjual mempunyai alar ukur pembanding dengan alat ukur gudang sehingga potensi perbedaan kadar air bisa diminimalisir.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Pertanian juga menggelar sidak. Apakah memang kandungan airnya atau di testernya. Soal harga, tidak mungkin turun karena di luar sana pasarnya sangat banyak baik dalam negeri maupun kebutuhan ekspor,” kata Kadis Kumperindag M. Nadjamuddin.

Harga batas bawah jagung telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp.3.150,- per kilogram. Angka itu tidak saja untuk memperhatikan kesejahteraan petani, tetapi juga kesejahteraan peternak dan masyarakat.

Jika harga jagung terlalu mahal dihawatirkan akan berdampak pada harga pakan ternak yang tinggi. Pada akhirnya akan berdampak pada harga ternak dan telur ayam yang mahal diakses masyarakat. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Kesbangpol – Guna mendorong pendidikan dan partisipasi pemilu bagi generasi milenial, Kesbangpol Provinsi Gorontalo menggelar pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa, Rabu (27/2/2019).

Kegiatan Pemantapan Ideologi Bangsa, Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air bagi Generasi Muda itu mengambil tema Peran Pemuda dalam Mensukseskan Pemilu 2019. Kegiatan itu diharapkan dapat memaksimalkan suara pemilih generasi milenial yang jumlahnya mencapai 51% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 812.201 orang.

“Pemuda saat ini sangat menentukan masa depan bangsa khususnya di Gorontalo. Separuh lebih jumlah pemilih kita adalah generasi milenial, jadi harus disadarkan dan didorong partisipasinya untuk mensukseskan Pemilu,” terang Sekretaris Kesbangpol Reyski K. Rauf.

Lebih lanjut kata Reyski, pemerintah daerah fokus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Selama tiga kali pelaksanaan pemilu sejak tahun 2004, 2009 dan 2014 tingkat partisipasi masyarakat Gorontalo berlangsung fluktuatif.

Data KPU Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa Angka Partisipasi Masyarakat Provinsi Gorontalo pada Pemilu Legislatif dari tahun 2004 mencapai 79.99%, 2009 naik menjadi 82.67% namun pada tahun 2014 malah turun menjadi 81.56%.

“Meskipun persentasenya di atas 80% namun mengalami sedikit penurunan di tahun 2014. Nah ini yang kita antisipasi jadi targetnya tetap di atas 80% tapi jumlahnya naik dari pemilu 2014 lalu,” imbuhnya.

Acara yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa ini dihadiri oleh Komisioner KPU Sofyan Rahmola, Ketua Bawaslu Jaharuddin Umar dan unsur akademisi Novaliansyah Abdulsamad. Ketiganya menyampaikan materi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. (Sumber: Kesbangpolprov - Rahmat/ Editor : Hmsprov - Isam)

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menggelar lomba gambar mural di halaman kantor KPU Provinsi Gorontalo, Selasa (26/2/2019).

Lomba mural merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam gelaran Pemilu Serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Lomba ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo dengan tujuan untuk mengajak dan meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu Serentak mendatang,” kata Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Sofyan Rahmola, dalam sambutannya saat membuka lomba mural tersebut.

Lomba mural mengangkat enam tema, yakni anti golput, anti politik uang, anti politisasi SARA, ajakan memerangi hoax, ajakan untuk memilih, serta ajakan Pemilu damai dan berintegritas. Indikator penilaian yang wajib diikuti oleh setiap peserta, di antaranya nilai estetika, ketepatan waktu, komposisi warna, kesesuaian konsep, serta mampu menyampaikan ide yang dapat menarik perhatian publik.

“Seni lukis atau gambar biasanya mampu mempengaruhi persepsi masyarakat. Harapannya dengan lomba mural ini masyarakat akan terdorong untuk menyalurkan hak politiknya, sehingga partisipasi publik pada Pemilu nanti akan meningkat,” terang Sofyan.

Lomba mural yang digelar oleh KPU Provinsi Gorontalo diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari komunitas seni lukis dan perseorangan, dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp22,5 juta. Penilaian karya mural dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni, akademisi, dan unsur KPU Provinsi Gorontalo.

Berhasil keluar sebagai Juara Pertama peserta atas nama Yayat dengan total poin 811, Juara Kedua atas nama Pipin dengan poin 792, serta Juara Ketiga atas nama Jemy dengan jumlah 785. Untuk Juara Favorit Pertama diraih oleh peserta atas nama Tuken dengan total poin 754, disusul oleh Aan diposisi kedua dengan 749 poin, dan posisi ketiga diraih oleh Komang dengan poin 745. (Sumber ; Humas KPU Prov. Gorontalo/Editor : Hmprov - Haris)

KABUPATEN GORONTALO UTARA, Humas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019 mengalokasikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sebesar Rp3,384 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 2.820 warga kurang mampu yang akan disalurkan setiap bulan selama setahun.

“Penyaluran BPNT-D pada tahun 2018 telah berhasil menurunkan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo menjadi 15,83 persen diakhir tahun 2018. Untuk itu kita kembali mengalokasikan BPNT-D ditahun 2019 dengan harapan angka kemiskinan akan semakin turun, termasuk di Kabupaten Gorontalo Utara,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada rapat evaluasi pelaksanaan program tahun 2018 dan sinergitas program tahun 2019 bersama jajaran Pemkab Gorontalo Utara di aula Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (25/2/2019).

Diakhir tahun 2018, angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Utara turun sebesar 0,70 poin menjadi 18,54 persen dari 19,23 persen pada tahun 2017.

“Penurunan ini sangat menggembirakan. Untuk optimalnya program BPNT-D, saya berharap ada dana sharing dari Pemkab Gorut,” ujar Idris.

Selain BPNT-D, Pemprov Gorontalo juga mengalokasikan beberapa program strategis di Kabupaten Gorontalo Utara, di antaranya di sektor pariwisata, pengembangan Kawasan Industri Gorontalo, Paguyaman, Kwandang (Gopandang), serta pemgembangan Pelabuhan Kwandang. Total anggaran yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp123,7 miliar, dengan rincian Rp26,9 miliar bersumber dari APBD Provinsi Gorontalo tahun 2019 dan Rp96,8 miliar dari dana APBN.

Sementara itu Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thoriq Modanggu dalam paparannya mengutarakan bahwa Pemkab Gorontalo Utara akan fokus pada program penanggulangan kemiskinan.

“Kita akan fokus pada penurunan angka kemiskinanan yang saat ini 18,54 persen atau kurang lebih 6.625 rumah tangga miskin dengan program Keluarga Ceria. Kita akan intervensi keluarga miskin dengan modal usaha keluarga,” papar Thoriq.

Wakil Bupati Gorontalo Utara yang baru dilantik beberapa bulan lalu bersama Bupati Indra Yasin ini berharap melalui sinkronisasi program pembangunan bersama Pemprov Gorontalo akan mempercepat terwujudnya visi Gorontalo Utara Ceria, Unggul, dan Sejahtera Diporos Maritim Utara Indonesia.

“Kami terbuka menerima masukan bahkan siap dikoreksi untuk tercapainya cita-cita kita bersama,” tandasnya. (Hmsprov - Haris)

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo