>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

KABUPATEN GORONTALO UTARA, Humas – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang dan sejumlah pimpinan Forkopimda Provinsi Gorontalo, mengecek persiapan panen raya jagung di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Kamis (28/2/2019).

Panen raya jagung dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, pada Jumat (1/3/2019) pagi.

“Alhamdulillah persiapannya sangat memuaskan. Lokasinya pun sangat indah, posisinya di tengah hamparan lahan jagung yang sangat luas,” kata Mentan Amran Sulaiman.

Amran mengutarakan hal menarik dari panen raya jagung di Provinsi Gorontalo adalah target ekspor jagung yang tahun ini naik menjadi 150 ribu ton dari total 1,7 juta ton produksi jagung Gorontalo pada tahun 2019.

“Tahun lalu Gorontalo mampu mengekspor 113 ribu ton dari target 58 ribu ton, capaiannya naik dua kali lipat. Tahun ini target ekspor itu naik menjadi 150 ribu ton. Ini menjadi kebanggaan dan sekaligus menunjukkan jagung kita melimpah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan rasa syukurnya panen raya jagung kali ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

“Kehadiran Presiden tentunya akan semakin meyakinkan masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional bahwa Gorontalo adalah daerah lumbung jagung di Indonesia,” kata Rusli.

Dari pantauan di lokasi, persiapan terus dilakukan oleh panitia pelaksana, mulai dari penataan tenda, panggung, sound system, dan lokasi panen raya jagung oleh Presiden. Untuk panen raya akan menggunakan mesin Combain yang mampu memanen satu hektar lahan hanya dalam waktu tiga jam.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo meninjau persiapan di gelanggang olahraga David Tony di Limboto dan Pasar Sentral Kota Gorontalo yang juga akan menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Di dua lokasi tersebut diagendakan Presiden akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar dan bantuan Ultra Mikro. (Hmsprov - Haris)

KOTA GORONTALO, Humas – Kabar mengenai turunnya harga jual jagung di tingkat petani direspon oleh pemerintah. Empat instansi teknis menggelar konfrensi pers terkait dengan isu tersebut bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (27/2/2019).

Pihak Kementrian Pertanian diwakili oleh Kasubdit Jagung, Direktorat Serealia Andi Mohamad Saleh, Kepala Perum Bulog Gorontalo Munafri Syamsuddin, Kadis Pertanian Muljady D. Mario serta Kadis Diskumperindag M. Nadjamuddin.

“Terkait dengan perkembangan informasi di masyarakat bahwa harga jagung turun drastis Rp2.100,- sampai Rp2.200,- tidak benar. Ini harus kita luruskan karena bisa meresahkan. Apalagi masyarakat Provinsi Gorontalo mengandalkan jagung sebagai sumber pendapatan,” buka Kadis Pertanian Muljady Mario.

Muljady menegaskan bahwa hingga akhir Februari ini harga jagung di tingkat petani masih cukup tinggi di angka Rp3.200,- hingga Rp3.400,- saat posisi kering atau kadar air di bawah 17%. Harga itu di atas harga yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp3.150,- per kilogram.

Petani diminta memastikan kondisi jagung benar-benar kering sesuai standar jual. Petani juga diminta tidak menjual ke pengumpul antara dalam kondisi basah yang memungkinkan ada penurunan harga jagung.

“Untuk mengakses gudang pengumpul tidak susah sebenarnya. Kita sudah menyiapkan di semua daerah ada, di Pulubala (Kabupaten Gorontalo) di Pohuwato ada bahkan di Kota Gorontalo juga ada. Jadi jangan terjebak untuk menjual apalagi dalam kondisi basah ke pengumpul antara,” tandasnya.

Pihaknya menduga isu penurunan harga salah satunya disebabkan oleh naiknya harga jagung pada bulan Desember 2018 lalu yang sempat menyentuh angka Rp.5000,- per kilogram. Harga tinggi itu tidak bisa dijadikan patokan sebab hanyalah harga semu akibat dari fenomena kelangkaan jagung saat off season.

Hal senada juga diungkapkan Kasubdit Jagung, Direktorat Serealia Kementrian Pertanian Andi Mohamad Saleh. Menurutnya, kualitas jagung di lapangan sangat menentukan harga jual. Jika jagung dijual dalam kondisi basah maka akan berpengaruh pada biaya produksi gudang penampung yang harus melakukan proses pengeringan.

Baru empat hari lalu saya panen di Gresik (Jawa Timur). Saya tanya petaninya berapa harganya? Rp3.500,- pak. Harga di luar masih sangat tinggi, artinya harga turun masih perlu dipertanyakan?,” terang Andi.

Stabilnya harga jagung di tingkat petani juga dibenarkan oleh Kepala Perum Bulog Gorontalo Munafri Syamsuddin. Hingga akhir Februari ini pihaknya belum melakukan pengambilan dari petani akibat harga jual yang masih stabil di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Bulog menganggarkan 100 Ton jagung untuk diserap dari petani.

“Hasil pemantauan kami memang masih banyak petani yang menjual dalam kondisi basah. Contoh kemarin di Desa Botuwombato yang panen raya. Ada jagung yang dijual dengan kadar air di atas 30%. Seandainya mereka mau bersabar untuk mengeringkan, apalagi dengan kondisi cuaca yang terik seperti sekarang maka harganya akan lebih baik,” imbuhnya.

Untuk menjaga kualitas jagung kering di tingkat petani, pemerintah provinsi telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya dengan membagikan 10 unit dryer dengan kapasitas 6 ton/jam pada tahun 2018. Ada pula bantuan lantai jemur dan terpal kepada kelompok petani.

Pemprov Gorontalo juga sudah menyiapkan posko-posko alat tester kadar air jagung berdekatan dengan gudang pengumpul. Hal dimaksudkan agar petani penjual mempunyai alar ukur pembanding dengan alat ukur gudang sehingga potensi perbedaan kadar air bisa diminimalisir.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Pertanian juga menggelar sidak. Apakah memang kandungan airnya atau di testernya. Soal harga, tidak mungkin turun karena di luar sana pasarnya sangat banyak baik dalam negeri maupun kebutuhan ekspor,” kata Kadis Kumperindag M. Nadjamuddin.

Harga batas bawah jagung telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp.3.150,- per kilogram. Angka itu tidak saja untuk memperhatikan kesejahteraan petani, tetapi juga kesejahteraan peternak dan masyarakat.

Jika harga jagung terlalu mahal dihawatirkan akan berdampak pada harga pakan ternak yang tinggi. Pada akhirnya akan berdampak pada harga ternak dan telur ayam yang mahal diakses masyarakat. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Kesbangpol – Guna mendorong pendidikan dan partisipasi pemilu bagi generasi milenial, Kesbangpol Provinsi Gorontalo menggelar pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa, Rabu (27/2/2019).

Kegiatan Pemantapan Ideologi Bangsa, Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air bagi Generasi Muda itu mengambil tema Peran Pemuda dalam Mensukseskan Pemilu 2019. Kegiatan itu diharapkan dapat memaksimalkan suara pemilih generasi milenial yang jumlahnya mencapai 51% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 812.201 orang.

“Pemuda saat ini sangat menentukan masa depan bangsa khususnya di Gorontalo. Separuh lebih jumlah pemilih kita adalah generasi milenial, jadi harus disadarkan dan didorong partisipasinya untuk mensukseskan Pemilu,” terang Sekretaris Kesbangpol Reyski K. Rauf.

Lebih lanjut kata Reyski, pemerintah daerah fokus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Selama tiga kali pelaksanaan pemilu sejak tahun 2004, 2009 dan 2014 tingkat partisipasi masyarakat Gorontalo berlangsung fluktuatif.

Data KPU Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa Angka Partisipasi Masyarakat Provinsi Gorontalo pada Pemilu Legislatif dari tahun 2004 mencapai 79.99%, 2009 naik menjadi 82.67% namun pada tahun 2014 malah turun menjadi 81.56%.

“Meskipun persentasenya di atas 80% namun mengalami sedikit penurunan di tahun 2014. Nah ini yang kita antisipasi jadi targetnya tetap di atas 80% tapi jumlahnya naik dari pemilu 2014 lalu,” imbuhnya.

Acara yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa ini dihadiri oleh Komisioner KPU Sofyan Rahmola, Ketua Bawaslu Jaharuddin Umar dan unsur akademisi Novaliansyah Abdulsamad. Ketiganya menyampaikan materi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. (Sumber: Kesbangpolprov - Rahmat/ Editor : Hmsprov - Isam)

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menggelar lomba gambar mural di halaman kantor KPU Provinsi Gorontalo, Selasa (26/2/2019).

Lomba mural merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam gelaran Pemilu Serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Lomba ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo dengan tujuan untuk mengajak dan meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu Serentak mendatang,” kata Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Sofyan Rahmola, dalam sambutannya saat membuka lomba mural tersebut.

Lomba mural mengangkat enam tema, yakni anti golput, anti politik uang, anti politisasi SARA, ajakan memerangi hoax, ajakan untuk memilih, serta ajakan Pemilu damai dan berintegritas. Indikator penilaian yang wajib diikuti oleh setiap peserta, di antaranya nilai estetika, ketepatan waktu, komposisi warna, kesesuaian konsep, serta mampu menyampaikan ide yang dapat menarik perhatian publik.

“Seni lukis atau gambar biasanya mampu mempengaruhi persepsi masyarakat. Harapannya dengan lomba mural ini masyarakat akan terdorong untuk menyalurkan hak politiknya, sehingga partisipasi publik pada Pemilu nanti akan meningkat,” terang Sofyan.

Lomba mural yang digelar oleh KPU Provinsi Gorontalo diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari komunitas seni lukis dan perseorangan, dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp22,5 juta. Penilaian karya mural dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni, akademisi, dan unsur KPU Provinsi Gorontalo.

Berhasil keluar sebagai Juara Pertama peserta atas nama Yayat dengan total poin 811, Juara Kedua atas nama Pipin dengan poin 792, serta Juara Ketiga atas nama Jemy dengan jumlah 785. Untuk Juara Favorit Pertama diraih oleh peserta atas nama Tuken dengan total poin 754, disusul oleh Aan diposisi kedua dengan 749 poin, dan posisi ketiga diraih oleh Komang dengan poin 745. (Sumber ; Humas KPU Prov. Gorontalo/Editor : Hmprov - Haris)

KABUPATEN GORONTALO UTARA, Humas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019 mengalokasikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) sebesar Rp3,384 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 2.820 warga kurang mampu yang akan disalurkan setiap bulan selama setahun.

“Penyaluran BPNT-D pada tahun 2018 telah berhasil menurunkan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo menjadi 15,83 persen diakhir tahun 2018. Untuk itu kita kembali mengalokasikan BPNT-D ditahun 2019 dengan harapan angka kemiskinan akan semakin turun, termasuk di Kabupaten Gorontalo Utara,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada rapat evaluasi pelaksanaan program tahun 2018 dan sinergitas program tahun 2019 bersama jajaran Pemkab Gorontalo Utara di aula Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (25/2/2019).

Diakhir tahun 2018, angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Utara turun sebesar 0,70 poin menjadi 18,54 persen dari 19,23 persen pada tahun 2017.

“Penurunan ini sangat menggembirakan. Untuk optimalnya program BPNT-D, saya berharap ada dana sharing dari Pemkab Gorut,” ujar Idris.

Selain BPNT-D, Pemprov Gorontalo juga mengalokasikan beberapa program strategis di Kabupaten Gorontalo Utara, di antaranya di sektor pariwisata, pengembangan Kawasan Industri Gorontalo, Paguyaman, Kwandang (Gopandang), serta pemgembangan Pelabuhan Kwandang. Total anggaran yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp123,7 miliar, dengan rincian Rp26,9 miliar bersumber dari APBD Provinsi Gorontalo tahun 2019 dan Rp96,8 miliar dari dana APBN.

Sementara itu Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thoriq Modanggu dalam paparannya mengutarakan bahwa Pemkab Gorontalo Utara akan fokus pada program penanggulangan kemiskinan.

“Kita akan fokus pada penurunan angka kemiskinanan yang saat ini 18,54 persen atau kurang lebih 6.625 rumah tangga miskin dengan program Keluarga Ceria. Kita akan intervensi keluarga miskin dengan modal usaha keluarga,” papar Thoriq.

Wakil Bupati Gorontalo Utara yang baru dilantik beberapa bulan lalu bersama Bupati Indra Yasin ini berharap melalui sinkronisasi program pembangunan bersama Pemprov Gorontalo akan mempercepat terwujudnya visi Gorontalo Utara Ceria, Unggul, dan Sejahtera Diporos Maritim Utara Indonesia.

“Kami terbuka menerima masukan bahkan siap dikoreksi untuk tercapainya cita-cita kita bersama,” tandasnya. (Hmsprov - Haris)

MAKASSAR, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim melakukan koordinasi dengan pihak PT. Angkasa Pura (AP) I dalam rangka persiapan pelaksanaan Embarkasi Haji Antara (EHA) tahun 2019.

Wagub Idris Rahim yang didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Mitran Tuna, serta Pelaksana Tugas (Plt) Penghubung Subid Makassar, Moh. Agung Sugiarto, diterima oleh General Manager PT. AP I, Wahyudi, Manager Operasional, Trubus, serta Dian Ari, Randy (Airport Operation Terminal SH), dan Nisar (Property & Sales SH), di Congcordia Launge, Lt. 2 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (24/2/2019).

Pada pertemuan itu Idris mengutarakan langkah Pemprov Gorontalo yang sedang mendalami penerbangan yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji asal Gorontalo. Langkah tersebut menurutnya sangat penting mengingat saat ini beberapa penerbangan telah menerapkan bagasi berbayar.

“Tentunya ini menjadi salah satu bahan pertimbangan kami dalam menetapkan maskapai penerbangan yang akan mengangkut jamaah haji dari Gorontalo ke Makassar. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dan masukan dari PT. AP I untuk lancarnya pelaksanaan EHA tahun 2019,” kata Wagub Idris Rahim.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT. AP I, Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan EHA tahun 2019, khususnya untuk menangani jamaah haji asal Provinsi Gorontalo. Wahyudi menegaskan komitmennya untuk berusaha semaksimal dalam mendukung lancarnya pelaksanaan EHA tahun 2019.

“Kita akan nantinya akan menghadirkan seluruh pihak terkait dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Gorontalo untuk membahas pelaksanaan EHA tahun 2019,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, jumlah jamaah haji asal Provinsi Gorontalo pada musim haji 1440 Hijriah berjumlah 996 jamaah. Jumlah tersebut sudah termasuk petugas haji. (Sumber : Badan Penghubung Makassar/ Editor : Hmsprov - Haris)

KOTA GORONTALO, Dinas Pertanian – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian menyiapkan lokasi lahan panen jagung oleh Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan berkunjung ke Gorontalo pada hari Kamis dan Jumat pekan ini.

Dua lokasi disiapkan yakni di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo serta Desa Botuwobato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo. Selain melibatkan PNS dan PTT, persiapan dan strelisasi lahan melibatkan unsur kepolisian dan TNI.

“Sejak hari Minggu kemarin lokasi lahan sudah kami tinjau. Alhamdulillah sudah siap, semua pihak ikut membantu termasuk kelompok petani di dua wilayah yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara,” terang Kadis Pertanian Muljadi D. Mario, Senin (25/2/2019).

Desa Botuwombato terdapat 752 Ha luas areal tanam jagung dari total 5470 Ha luas areal tanam se Kecamatan Kwandang. Sementara untuk luas areal panen jagung di Desa Motilango sebesar 640 Ha dari Jumlah keseluruhan di Kecamatan Tibawa sebesar 1125 Ha.

Kunjungan Presiden Jokowi rencananya akan didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Selain panen jagung, Presiden Jokowi direncanakan melepas ekspor jagung dan menyerahkan bantuan bagi para petani di Gorontalo. (Sumber : Dinas Pertanian - Oman/ Editor : Hmsprov - Isam)

Sabtu, 23 Februari 2019 16:16

Wiranto Resmikan Ruangan Baru Grand Q Hotel

KOTA GORONTALO, Humas – Jenderal (Purn) Wiranto meresmikan pemanfaatan ruangan baru Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (22/2/2019). Hotel tersebut sebagian sahamnya dimiliki oleh Mentri Koordinator bidang Politik dan Kemanan (Menko Polhukam) RI itu.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Menko Polhukam Wiranto. Ada juga pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pemanfaatan sejumlah ruangan baru seperti kamar tidur dan ruang pertemuan.

Menurut Wiranto, kehadiran Grand Q Hotel diharapkan bisa menjadi menopang sektor pariwisata daerah. Mantan prajurit TNI yang pernah bertugas di Gorontalo itu mengaku, pertumbuhan ekonomi daerah saat ini cukup pesat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, dengan popularitas hotel Grand Q cukup tinggi di masyakarat Gorontalo dan ditambah lagi kerjasama dengan pemerintah daerah, semoga dapat membantu pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan, salah satu faktor penting pariwisata daerah harus ditunjang dengan fasilitas perhotelan. Oleh karena itu, Rusli mengapresiasi dan mendukung tumbuhnya bisnis perhotelan di daerah.

“Jadi, setiap wisatawan yang mau berkunjung ke daerah seperti di Gorontalo pasti 3 hal yang selalu ditanyakan. Pertama pasti hotelnya bagaimana, terus terkait pesawat, serta listrik dan keamanan. Alhamdulillah, di Gorontalo sudah lengkap kriterianya,” tutur Rusli.

Gubernur Gorontalo dua periode itu juga sempat menyingkung tentang keluhan mahalnya harga tiket pesawat. Masalah ini menurutnya sudah disampaikan ke Presiden dengan cara mengirim surat. Ia meminta agar pemerintah pusat mengkaji ulang tentang kebijakan standar harga bagi maskapai udara. (HMprov -Echyn)

KOTA GORONTALO, Humas – Sejak diberlakukan tahun 2015 lalu, Program Dana Desa oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan di Provinsi Gorontalo. Hingga tahun 2018 total Dana Desa di Gorontalo mencapai angka 1,634 triliun.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam acara Penandatanganan Kontrak Individual antara Satker P3MD Provinsi dengan Tenaga Ahli Pendamping Desa yang berlangsung di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Sabtu (23/2/2019).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan, tahun 2019 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp70 triliun untuk dana desa. Rp636 miliar di antaranya dialokasikan untuk 596 desa di Gorontalo.

“Kita harus syukuri dana desa terus naik setiap tahun. Menurut saya, program ini harus dilanjutkan dan diteruskan. Kalau kita tidak lanjutkan, maka sia-sialah program yang digelontorkan oleh pemerintah pusat khususnya pak (Presiden) Jokowi,” terang Rusli usai acara.

Terkait dengan pemanfaatan dana desa, mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar pendamping profesional dan aparat desa bisa mengarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu caranya dengan membangun rumah layak huni (mahyani) bagi warga kurang mampu. Kebutuhan Mahyani disebut Rusli ada 58.000 unit, sementara pemprov setiap tahun hanya mampu membangun untuk 1.000 unit Rumah Hunian Idaman Rakyat (RH-IR).

“Kalau setiap desa ada 10 mahyani dikalikan jumlah desa, maka selama 10 tahun persoalan mahyani kita sudah tuntas,” imbuhnya.

Kepada profesional pendamping desa yang akan bertugas, Rusli berharap agar bekerja dengan profesional dan penuh dedikasi. Ia berharap pendamping desa bisa melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program dengan baik serta melibatkan semua masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (BPMD-Dukcapil) Provinsi Gorontalo, pemanfaatan dana desa sukses membangun 16 jenis infrastruktur desa.

Jalan desa sepanjang 1.361,23 KM, jembatan 2.527 M, pasar desa 49 unit, Bumdes 5 unit, tambatan perahu 43 unit. Ada juga embung 18 unit, MCK 9.763 unit, Polindes 132 unit, PAUD 995 unit serta Posyandu 187 unit. (Hmsprov - Isam/Echin)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto memuji kinerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan jajarannya. Mantan prajurit yang pernah bertugas di Gorontalo menilai, daerah ini sudah mengalami kemajuan yang pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Gorontalo maju hampir lima tahun ini karena gubernurnya ingin ada kemajuan. Gubernur yang namanya Rusli Habibie. Sekarang sudah ditunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang,” puji Wiranto saat memberikan pengarahan Kesiapan Tahapan Pemilu 2019 yang berlangsung di Gedung Sumber Ria, Kota Gorontalo, Jumat (22/2/2019).

Mantan Panglima ABRI itu berkisah awal karir militernya yang ditugaskan di Batalyon 713 Satya Tama Gorontalo, tahun 1968. Wiranto yang berpangkat Letnan Dua kala itu ingat bagaimana ia pertama kali ditugaskan di daerah Botumoito, Kabupaten Gorontalo (sekarang Kabupaten Boalemo).

Sulitnya akses kelokasi membuatnya harus gonta ganti transportasi hingga tiba di lokasi tugas. Belakangan Wiranto tidak saja sukses dalam militer tapi juga sukses mempersunting gadis Gorontalo Rugayah Usman atau akrab disapa Uga Wiranto.

“Dulu nggak ada listrik, sekarang ada listrik. Tidak ada jalan, sekarang ada jalan. Dulu naik kapal, sekarang naik pesawat. Kemajuan itu karena apa? Karena ada pembangunan. Bisa membangun karena kita satu sebagai bangsa, bhineka tunggal ika,” kenangnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebut suksesnya pembangunan Gorontalo karena dukungan dari pemerintah pusat. Hal itu tidak terlepas dari perhatian Presiden Jokowi kepada daerah, khususnya Gorontalo.

“Empat tahun di bawah kepemimpinan pak Presiden Jokowi, Gorontalo mendapatkan bantuan yang cukup banyak. Untuk listrik pak Jenderal, pada 3 Juni tahun 2016 bapak presiden berkunjung ke Gorontalo untuk meresmikan PLTG di Pohuwato. Ini merupakan program 35 Ribu Megawatt, yang pertama selesai Gorontalo,” jelas Rusli.

Selain listrik, ada juga program pendidikan gratis, kesehatan gratis termasuk bantuan di sektor pertanian. Sektor ini bahkan sukses dengan produksi jagung 1,5 juta ton berkat bantuan dari Kementrian Pertanian.

“Ini yang dirindukan oleh masyarakat Gorontalo (yakni) pembangunan yang berkelanjutan. Walaupun empat tahun ini kami telah menikmati pembangunan dari pemerintah pusat, masih banyak juga program-program yang masih diharapkan oleh pemerintah dan rakyat Gorontalo,” tambah Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Terkait pelaksanaan Pemilu nanti, Menko Polhukam berharap agar Provinsi Gorontalo bisa sukses menggelar pesta demkorasi lima tahunan secara aman dan damai. Ia meminta kepala daerah dapat menjalin sinergitas dengan semua stake holder agar koordinasi berjalan dengan baik. (Hmsprov - Isam)

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo