>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

MAKASSAR, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim melakukan koordinasi dengan pihak PT. Angkasa Pura (AP) I dalam rangka persiapan pelaksanaan Embarkasi Haji Antara (EHA) tahun 2019.

Wagub Idris Rahim yang didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Mitran Tuna, serta Pelaksana Tugas (Plt) Penghubung Subid Makassar, Moh. Agung Sugiarto, diterima oleh General Manager PT. AP I, Wahyudi, Manager Operasional, Trubus, serta Dian Ari, Randy (Airport Operation Terminal SH), dan Nisar (Property & Sales SH), di Congcordia Launge, Lt. 2 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (24/2/2019).

Pada pertemuan itu Idris mengutarakan langkah Pemprov Gorontalo yang sedang mendalami penerbangan yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji asal Gorontalo. Langkah tersebut menurutnya sangat penting mengingat saat ini beberapa penerbangan telah menerapkan bagasi berbayar.

“Tentunya ini menjadi salah satu bahan pertimbangan kami dalam menetapkan maskapai penerbangan yang akan mengangkut jamaah haji dari Gorontalo ke Makassar. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dan masukan dari PT. AP I untuk lancarnya pelaksanaan EHA tahun 2019,” kata Wagub Idris Rahim.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT. AP I, Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan EHA tahun 2019, khususnya untuk menangani jamaah haji asal Provinsi Gorontalo. Wahyudi menegaskan komitmennya untuk berusaha semaksimal dalam mendukung lancarnya pelaksanaan EHA tahun 2019.

“Kita akan nantinya akan menghadirkan seluruh pihak terkait dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Gorontalo untuk membahas pelaksanaan EHA tahun 2019,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, jumlah jamaah haji asal Provinsi Gorontalo pada musim haji 1440 Hijriah berjumlah 996 jamaah. Jumlah tersebut sudah termasuk petugas haji. (Sumber : Badan Penghubung Makassar/ Editor : Hmsprov - Haris)

KOTA GORONTALO, Dinas Pertanian – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pertanian menyiapkan lokasi lahan panen jagung oleh Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan berkunjung ke Gorontalo pada hari Kamis dan Jumat pekan ini.

Dua lokasi disiapkan yakni di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo serta Desa Botuwobato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo. Selain melibatkan PNS dan PTT, persiapan dan strelisasi lahan melibatkan unsur kepolisian dan TNI.

“Sejak hari Minggu kemarin lokasi lahan sudah kami tinjau. Alhamdulillah sudah siap, semua pihak ikut membantu termasuk kelompok petani di dua wilayah yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara,” terang Kadis Pertanian Muljadi D. Mario, Senin (25/2/2019).

Desa Botuwombato terdapat 752 Ha luas areal tanam jagung dari total 5470 Ha luas areal tanam se Kecamatan Kwandang. Sementara untuk luas areal panen jagung di Desa Motilango sebesar 640 Ha dari Jumlah keseluruhan di Kecamatan Tibawa sebesar 1125 Ha.

Kunjungan Presiden Jokowi rencananya akan didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Selain panen jagung, Presiden Jokowi direncanakan melepas ekspor jagung dan menyerahkan bantuan bagi para petani di Gorontalo. (Sumber : Dinas Pertanian - Oman/ Editor : Hmsprov - Isam)

Sabtu, 23 Februari 2019 16:16

Wiranto Resmikan Ruangan Baru Grand Q Hotel

KOTA GORONTALO, Humas – Jenderal (Purn) Wiranto meresmikan pemanfaatan ruangan baru Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (22/2/2019). Hotel tersebut sebagian sahamnya dimiliki oleh Mentri Koordinator bidang Politik dan Kemanan (Menko Polhukam) RI itu.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Menko Polhukam Wiranto. Ada juga pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pemanfaatan sejumlah ruangan baru seperti kamar tidur dan ruang pertemuan.

Menurut Wiranto, kehadiran Grand Q Hotel diharapkan bisa menjadi menopang sektor pariwisata daerah. Mantan prajurit TNI yang pernah bertugas di Gorontalo itu mengaku, pertumbuhan ekonomi daerah saat ini cukup pesat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, dengan popularitas hotel Grand Q cukup tinggi di masyakarat Gorontalo dan ditambah lagi kerjasama dengan pemerintah daerah, semoga dapat membantu pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan, salah satu faktor penting pariwisata daerah harus ditunjang dengan fasilitas perhotelan. Oleh karena itu, Rusli mengapresiasi dan mendukung tumbuhnya bisnis perhotelan di daerah.

“Jadi, setiap wisatawan yang mau berkunjung ke daerah seperti di Gorontalo pasti 3 hal yang selalu ditanyakan. Pertama pasti hotelnya bagaimana, terus terkait pesawat, serta listrik dan keamanan. Alhamdulillah, di Gorontalo sudah lengkap kriterianya,” tutur Rusli.

Gubernur Gorontalo dua periode itu juga sempat menyingkung tentang keluhan mahalnya harga tiket pesawat. Masalah ini menurutnya sudah disampaikan ke Presiden dengan cara mengirim surat. Ia meminta agar pemerintah pusat mengkaji ulang tentang kebijakan standar harga bagi maskapai udara. (HMprov -Echyn)

KOTA GORONTALO, Humas – Sejak diberlakukan tahun 2015 lalu, Program Dana Desa oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan di Provinsi Gorontalo. Hingga tahun 2018 total Dana Desa di Gorontalo mencapai angka 1,634 triliun.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam acara Penandatanganan Kontrak Individual antara Satker P3MD Provinsi dengan Tenaga Ahli Pendamping Desa yang berlangsung di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Sabtu (23/2/2019).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan, tahun 2019 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp70 triliun untuk dana desa. Rp636 miliar di antaranya dialokasikan untuk 596 desa di Gorontalo.

“Kita harus syukuri dana desa terus naik setiap tahun. Menurut saya, program ini harus dilanjutkan dan diteruskan. Kalau kita tidak lanjutkan, maka sia-sialah program yang digelontorkan oleh pemerintah pusat khususnya pak (Presiden) Jokowi,” terang Rusli usai acara.

Terkait dengan pemanfaatan dana desa, mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar pendamping profesional dan aparat desa bisa mengarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu caranya dengan membangun rumah layak huni (mahyani) bagi warga kurang mampu. Kebutuhan Mahyani disebut Rusli ada 58.000 unit, sementara pemprov setiap tahun hanya mampu membangun untuk 1.000 unit Rumah Hunian Idaman Rakyat (RH-IR).

“Kalau setiap desa ada 10 mahyani dikalikan jumlah desa, maka selama 10 tahun persoalan mahyani kita sudah tuntas,” imbuhnya.

Kepada profesional pendamping desa yang akan bertugas, Rusli berharap agar bekerja dengan profesional dan penuh dedikasi. Ia berharap pendamping desa bisa melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program dengan baik serta melibatkan semua masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (BPMD-Dukcapil) Provinsi Gorontalo, pemanfaatan dana desa sukses membangun 16 jenis infrastruktur desa.

Jalan desa sepanjang 1.361,23 KM, jembatan 2.527 M, pasar desa 49 unit, Bumdes 5 unit, tambatan perahu 43 unit. Ada juga embung 18 unit, MCK 9.763 unit, Polindes 132 unit, PAUD 995 unit serta Posyandu 187 unit. (Hmsprov - Isam/Echin)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto memuji kinerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan jajarannya. Mantan prajurit yang pernah bertugas di Gorontalo menilai, daerah ini sudah mengalami kemajuan yang pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Gorontalo maju hampir lima tahun ini karena gubernurnya ingin ada kemajuan. Gubernur yang namanya Rusli Habibie. Sekarang sudah ditunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang,” puji Wiranto saat memberikan pengarahan Kesiapan Tahapan Pemilu 2019 yang berlangsung di Gedung Sumber Ria, Kota Gorontalo, Jumat (22/2/2019).

Mantan Panglima ABRI itu berkisah awal karir militernya yang ditugaskan di Batalyon 713 Satya Tama Gorontalo, tahun 1968. Wiranto yang berpangkat Letnan Dua kala itu ingat bagaimana ia pertama kali ditugaskan di daerah Botumoito, Kabupaten Gorontalo (sekarang Kabupaten Boalemo).

Sulitnya akses kelokasi membuatnya harus gonta ganti transportasi hingga tiba di lokasi tugas. Belakangan Wiranto tidak saja sukses dalam militer tapi juga sukses mempersunting gadis Gorontalo Rugayah Usman atau akrab disapa Uga Wiranto.

“Dulu nggak ada listrik, sekarang ada listrik. Tidak ada jalan, sekarang ada jalan. Dulu naik kapal, sekarang naik pesawat. Kemajuan itu karena apa? Karena ada pembangunan. Bisa membangun karena kita satu sebagai bangsa, bhineka tunggal ika,” kenangnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebut suksesnya pembangunan Gorontalo karena dukungan dari pemerintah pusat. Hal itu tidak terlepas dari perhatian Presiden Jokowi kepada daerah, khususnya Gorontalo.

“Empat tahun di bawah kepemimpinan pak Presiden Jokowi, Gorontalo mendapatkan bantuan yang cukup banyak. Untuk listrik pak Jenderal, pada 3 Juni tahun 2016 bapak presiden berkunjung ke Gorontalo untuk meresmikan PLTG di Pohuwato. Ini merupakan program 35 Ribu Megawatt, yang pertama selesai Gorontalo,” jelas Rusli.

Selain listrik, ada juga program pendidikan gratis, kesehatan gratis termasuk bantuan di sektor pertanian. Sektor ini bahkan sukses dengan produksi jagung 1,5 juta ton berkat bantuan dari Kementrian Pertanian.

“Ini yang dirindukan oleh masyarakat Gorontalo (yakni) pembangunan yang berkelanjutan. Walaupun empat tahun ini kami telah menikmati pembangunan dari pemerintah pusat, masih banyak juga program-program yang masih diharapkan oleh pemerintah dan rakyat Gorontalo,” tambah Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Terkait pelaksanaan Pemilu nanti, Menko Polhukam berharap agar Provinsi Gorontalo bisa sukses menggelar pesta demkorasi lima tahunan secara aman dan damai. Ia meminta kepala daerah dapat menjalin sinergitas dengan semua stake holder agar koordinasi berjalan dengan baik. (Hmsprov - Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Mentri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto memberikan arahan Kesiapan Pemilu di Provinsi Gorontalo, Jumat (22/2/2019). Acara yang menghadirkan lebih dari 5.000 warga itu turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, para Bupati/Walikota dan unsur Forkopimda.

“Nasib bangsa kita lima tahun ke depan ditentukan bagaimana sih si pemimpin yang dipilih itu. Ini tidak main-main, maka kewajiban kita memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat. Eeh mas, mang, kak, eeh uti (sebutan kakak dalam bahasa Gorontalo) ini kesempatan memilih pemimpin yang benar agar negara kita tetap aman, tetap maju dan bisa bersaing dengan negara lain,” tutur Wiranto.

Bagi mantan Panglima ABRI era Soeharto itu, Pemilu harus dijadikan wadah masyarakat berpesta memilih pemimpinnya. Bukan justru larut dalam konflik, berbeda pendapat bahkan ‘berperang’ satu sama lain.

“Tugas saya mengarahkan agar Pemilu nanti berjalan aman, tertib sukses. Kalau aman, teman teman dari TNI/Polri bersatu untuk pengamanan. Ketertiban Pemilu siapa yang bertanggungjawab? Penyelenggara Pemilu. Suksesnya bagaimana? Kalau pemimpinnya tidak bagus kita gagal menggelar pemilu,” sambungnya.

Menko Polhukam Bicara Kabinet Kerja

Wiranto bicara tentang kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya. Ia menyebut ada semangat kerja yang luar biasa, semangat memperhatikan rakyat kecil serta keberanian untuk keluar dari kotak untuk mendapatkan kemajuan.

Semangat kerja yang ia contohkan melalui sidang-sidang kabinet yang dipimpin presiden. Sidang kabinet 3 kali seminggu, berbeda dengan presiden lain yang hanya 5 kali dalam sebulan. Minggu pertama bidang pengembangan, minggu kedua bidang ekuin, minggu ketiga bidang kesra, minggu keempat paripurna dan minggu kelima sebagai cadangan.

“Biasanya hanya itu, tapi masa Presiden Jokowi seminggu bisa tiga kali sidang. Setiap sidang bisa dua tiga materi. Jadi satu bulan bisa 24 kali sidang. Mengapa? Karena mendengarkan suara rakyat. Pemerintah Kabinet Kerja memperhatikan betul apa yang menjadi harapan rakyat,” jelas mantan Ajudan Presiden Soeharto itu.

Kerja-kerja tersebut mendapatkan penilaian dari berbagai lembaga internasional dunia. Indonesia sebagai salah satu negara teraman ke sembilan di dunia. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya nomor satu di dunia, bersama Swiss.

“Indonesia menjadi negara tujuan investasi nomor dua setelah Filipina. Ini yang bicara bukan Pak Wiranto, yang bicara lembaga internasional. Jadi kadang-kadang ini yang tidak disadari oleh bangsa kita sendiri, bahwa kita negara besar dan prestasi kita besar,” tegas mantan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan.

Wiranto juga bicara tentang program pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran. Konsep ini meski tidak populis tapi dijalankan pemerintah dengan alasan pemerataan pembangunan.

Membangun dari pinggiran berarti menyatukan urat nadi hubungan daerah dengan pusat lancar. Transportasi dan komunikasi lancar. Membangun dari pinggiran berarti pemerataan penduduk serta memperkuat perbatasan Indonesia dengan negara lain. (Hmsprov - Isam)

Halaman 36 dari 36
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo