>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

KOTA GORONTALO, Humas – Sebanyak 150 kaum dhuafa memperoleh santunan Ramadan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Santunan diserahkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada buka puasa bersama di rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Jumat (17/5/2019).

“Dalam kehidupan ini kita harus banyak berbagi dan bersilaturrahim,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya pada kesempatan itu.

Idris mengatakan, selain melaksanakan ibadah wajib dan sunah, momentum Ramadan hendaknya juga diisi dengan berbagai amalan dan kebajikan yang diniatkan semata untuk memperoleh ridha dan berkah dari Allah Swt.

“Ramadan ini adalah bulan yang penuh kemuliaan. Segala kebajikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Mari kita manfaatkan momentum ini, karena tidak ada jaminan jika kita masih bisa bertemu dengan Ramadan tahun depan,” urai Idris.

Hadir pada buka puasa bersama tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Organisasi Perangkat Daerah dan perguruan tinggi se Provinsi Gorontalo, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

Buka puasa bersama diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Sofyan Ka’u, kemudian diakhiri dengan shalat Isya, Tarawih, dan Witir berjamaah.

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Ungkapan syukur dan terima kasih diucapkan oleh Fadli Ibrahim selaku Ketua Takmirul Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, saat menerima bantuan dari Pemprov Gorontalo. Bantuan sebesar Rp10 juta dan sejumlah perlengkapan shalat diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada kegiatan Safari Ramadan dan shalat Jumat di masjid tersebut, Jumat (17/5/2019).

“Terima kasih atas kunjungan pak Wagub yang berkenan melaksanakan shalat Jumat berjamaah dan sekaligus menyerahkan bantuan untuk masjid kami,” kata Fadli.

Fadli menjelaskan, bantuan yang diterima dari Pemprov Gorontalo akan digunakan untuk melanjutkan renovasi Masjid Al-Ikhlas. Beberapa sarana yang menjadi fokus kegiatan renovasi di antaranya pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu, serta pembenahan sound system.

“Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sarana prasarana masjid. Mudah-mudahan dengan swadaya jemaah, sarana masjid yang akan kami benahi bisa tuntas,” imbuhnya.

Fadli menambahkan, tahun-tahun sebelumnya pihaknya juga telah memperoleh bantuan dari Pemprov Gorontalo yang telah dimanfaatkan untuk renovasi Masjid Al-Ikhlas, berupa pekerjaan penambahan tinggi dan perluasan bangunan masjid.

Sementara itu Wagub Idris Rahim berharap agar pengurus takmirul dan jemaah dapat terus memakmurkan Masjid Al Ikhlas. Idris menuturkan, memakmurkan masjid bisa dilakukan dengan shalat di dalamnya, membaca Al Quran, melakukan kajian, dan iktikaf.

“Mari kita makmurkan masjid ini. Upayakan shaf-shafnya penuh terus baik pada shalat lima waktu maupun tarawih hingga akhir dan setelah Ramadan,” tandas Wagub Idris Rahim.

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mempersiapkan berbagai festival seperti Tumbilotohe, Bedug Takbiran, Gebyar Ketupat, Lomba Karapan Sapi, Pacuan Kuda dan Kuda Gerobak untuk menyemarakkan suasana bulan suci Ramadan dan Idulfitri.

Persiapan untuk menentukan lokasi dan pemenuhan sarana prasarana setiap festival
tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba di ruang kerja Sekdaprov Gorontalo, Jumat (17/5/2019).

Sekda Darda dalam rapat tersebut mengingatkan agar seluruh kegiatan harus disiapkan secara matang, karena ini sudah merupakan even tahunan selama bulan Ramadan dan jelang lebaran.

“Cek setiap kesiapan baik itu lokasi, alat yang akan digunakan dalam festival, siapa yang buat apa, siapa yang mempersiapkan apa. Nanti buat lagi rapat internalnya,” kata sekda.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay mengatakan, festival ini merupakan kegiatan rutin di bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang kita lakukan untuk melestarikan budaya.

“Karena kegiatan ini sudah rutin kita lakukan, jadi tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, hanya mungkin lokasi dan konsepnya yang berbeda,” ujar Nancy.

Untuk festival Tumbilotohe dijadwalkan tanggal 01– 04 Juni 2019, festival Bedug Takbiran 21 – 23 Mei 2019, Gebyar Ketupat 12 Juni 2019, serta lomba Karapan Sapi, Pacuan Kuda dan Kuda Gerobak di tanggal 12 Juni 2019.

Pewarta : Nova - Humasprov
Editor : Asriani - Humasprov

Kabupaten Gorontalo, Humas – Beragam cara dilakukan oleh umat muslim untuk mengisi waktu berbuka puasa, atau biasa disebut ngabuburit. Di Gorontalo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se Provinsi Gorontalo mengisinya dengan lomba menembak yang digelar di lapangan tembak Kipan Yonif 713/ST, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/5/2019).

Lomba menembak yang dihadiri Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang ini, juga dirangkaikan dengan syukuran dan doa pengantar tugas Yonif 713/ST yang akan bertugas di perbatasan Papua.

Lomba diawali dengan senapan laras panjang yang diikuti Gubernur Gorontalo, Kapolda Gorontalo, Kajati Gorontalo, Dansat Brimob dan beberapa anggota forkopimda lainnya yang terbagi dalam beberapa tim. Selain itu ada juga kategori lomba menggunakan pistol.

Masing-masing anggota forkopimda memperlihatkan keahlian menembak yang disambut tepuk tangan para penonton yang hadir di area lapangan tembak.

Lomba menembak dimenangkan dengan beberapa kategori piala yaitu juara umum diperoleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Juara I dimenangkan Tim 2 yang terdiri dari Kapolres Kota Gorontalo, Bupati Pohuwato, Dandrem Kodam, dan Kajari Gorut.

Sementara untuk piala sikap terbaik diperoleh oleh Kapolda Gorontalo, Kajati Gorontalo, Gubernur Gorontalo dan Dansat Brimob. Ada juga piala untuk penembak handal, penembak favorit, dan penembak tercepat.

Selain piala, lomba ini juga memberikan hadiah seperti motor, televisi dan lainnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada 500 kaum dhuafa dan 100 anak panti asuhan.

Pewarta : Asriani - Humasprov

KAB. BONE BOLANGO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengatakan Safari Ramadan merupakan sarana untuk mempererat tali silaturrahim antara Pemprov Gorontalo dengan kabupaten/kota beserta masyarakat.

“Tujuan Safari Ramadan ini untuk menjalin silaturrahim, serta membangun kebersamaan dan kedekatan dengan masyarakat,” kata Idris di Masjid Al Muhajirin, Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (16/5/2019).

Diutarakannya, silaturrahim tidak dapat dipisahkan dari ibadah-ibadah wajib lainnya seperti shalat dan berpuasa. Menurutnya, ajaran agama Islam memerintahkan umatnya untuk membangun hubungan vertikal dengan Allah Swt dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.

“Habluminallah merupakan perintah untuk bertakwa kepada Allah, dan Habluminannas adalah perintah untuk membangun dan mempererat silaturrahim dengan sesama manusia. Mari kita perbanyak bersilaturrahim, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Selain itu lanjut Idris, Safari Ramadan merupakan salah satu upaya dalam mensukseskan program unggulan Pemprov Gorontalo yaitu kegiatan keagamaan dan budaya yang semarak. Wagub Gorontalo dua periode itu menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai dan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.

“Kita dikenal sebagai daerah Serambi Madinah yang memiliki filosofi Adat Bersendikan Sara dan Sara Bersendikan Kitabullah. Nilai-nilai ini yang harus tercermin dalam keseharian masyarakat,” ucap Wagub Idris Rahim.

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk pemeliharaan dan operasionalisasi Masjid Al Muhajirin serta sejumlah perlengkapan shalat untuk pengurus takmirul masjid.

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menilai penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesahatan sangat penting. Penerapan SPM merupakan kewajiban bagi pemerintahan untuk menjamin setiap warga negara memperoleh kebutuhan dasarnya.

“Kenapa perlu standar pelayanan minimal, karena pemerintah pusat maupun daerah mempunyai tugas untuk melayani masyarakat,” terang Sekda Darda saat memberikan arahan pada Sosialisasi & Advokasi Implementasi SPM Bidang Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, di Ballroom Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Kamis (16/5/2019).

Dengan telah terbitnya PP Nomor 2 tahun 2018 tentang SPM semakin memperkuat implemtasi penerapan SPM di daerah, dimana Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota wajib menerapkan SPM bidang kesehatan. SPM akan berfungsi sebagai instrument untuk memperkuat pelaksanaan Performance Based Budgeting bidang kesehatan dalam proses perencanaan dan penganggaran di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Dalam UU 23 tahun 2014 (pasal 298) juga mengamanatkan pada Pemda untuk benar-benar memprioritaskan belanja daerah untuk mendanai urusan pemerintahan wajib yang terkait pelayanan dasar yang ditetapkan dengan SPM. Hal tersebut mengharuskan seluruh elemen akan bersatu padu berbenah untuk bersama-sama menuju pencapaian target-target SPM, termasuk di dalamnya adalah pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, sarana prasarana dan fasilitas kesehatan terutama di level Puskesmas sesuai Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

“Mengingat SPM adalah penyediaan kebutuhan dasar secara minmal bagi warga Negara, maka penganggaran SPM harus diprioritaskan terlebih dahulu jangan sampai biaya lain lebih banyak,” ujar Darda.

untuk itu, Mantan Kadis PU itu berharap, hasil kegiatan ini dapat di pakai sebagai bahan advokasi kepada pemangku kebijakan di kabupaten/kota dalam pengalokasian anggaran khususnya untuk pembiayaan penerapan SPM.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tersebut akan berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kab/Kota (Sekretaris, Kabid Kesga, Kabid P2P, Kasubag Perencanaan dan Operator SPM), Puskesmas, perwakilan dari Bappeda Kabupaten/Kota serta pengelola program pada Dinas Kesehatan Provinsi.

 

Pewarta: Nova - Humasprov

BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memerangi minuman keras (miras). Hal itu diungkapkannya saat menggelar safari ramadan yang dirangkaikan dengan sholat taraweh berjamaah bersama masyarakat di masjid Nurul Huda, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Rabu, (15/5/2019).

“Saya dapat info, masih banyak miras yang beredar. Saya imbau untuk masyarakat agar meninggalkan konsumsi miras sebagai bentuk penghargaan kepada bulan Ramadan dan kalau boleh ditinggalkan saja seterusnya demi kesehatan”, kata Rusli.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan tingkat konsumsi miras di Provinsi Gorontalo tertinggi ke empat secara nasional. Kondisi itu membuat Gubernur Rusli semakin gerah. Hampir dalam setiap kesempatan tatap muka dengan masyarakat, Rusli mengingatkan agar warga berhenti konsumsi miras dan mabuk-mabukan. Selain haram dan berbahaya bagi kesehatan, miras penyumbang terbesar angka kriminalitas di daerah.

“Hampir 80 persen kasus kriminal di Gorontalo dipicu oleh miras. Jadi tolong berhenti konsumsi miras. Minuman ini haram dan tidak baik untuk kesehatan. Terlebih bulan ini kita mencari pahala sebanyak banyaknya, jangan rusak dengan yang seperti ini,” tegasnya.

Selain melaksanakan traweh berjamaah, dalam kesempatan itu pula Gubernur yang didampingi istri Idah Syahidah, kembali menyerahkan bantuan sebesar Rp.20 juta untuk kelanjutan pembangunan masjid Nurul Huda serta sepaket sarung untuk masyarakat yang ikut melaksanakan salat Tarawih.

Sebelum salat tarawih berjamaah, Gubernur bersama rombongan melakukan buka puasa bersama di Kantor Camat Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Pewarta : Echin - Humasprov

Editor : Isham - Humasprov

KOTA GORONTALO, PUPR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang telah ditunjuk sebagai sekertarst tim persiapan pendataan awal, akhirnya telah menyelesaikan proses demi proses dalam pendataan awal yang termasuk didalamnya adalah melaksanakan konsultasi publik beberapa waktu lalu, hingga pada akhirnya Surat keputusan (SK) penetapan Lokasi (PENLOK) yang di ajukan ke Gubernur pun telah di tanda tangani.

“Dengan terbitnya SK PENLOK pembangunan bendungan Bulango Ulu yang telah ditanda tangani diharapkan tugas dari tim persiapan sudah selesai”. jelas Kepala dinas PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiharto selaku Sekertaris Tim persiapan saat di wawancarai, Rabu (15/05/2019)
SK PENLOK pembangunan bendungan Bulango Ulu itu sendiri telah di ajukan ke Gubernur Gorontalo dan telah dibahas dalam rapat dengan menghadirkan Gubernur Gorontalo, tim persiapan, pihak kejaksaan dan dari pihak kementrian PUPR serta pihak-pihak terkait lainya yang dilaksanakan di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) kementrian PUPR-RI pada beberapa waktu lalu.

“Jadi kemarin penetapan lokasi untuk pembangunan bendungan Bulango Ulu sudah ditanda tangani oleh Gubernur pada tanggal (13 mei 2019) dan untuk selanjutnya di umumkan ke masyarakat pada hari ini”. Lanjut Handoyo
Handoyo juga menambahkan bahwa setelah PENLOK pembangunan bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango ditetapkan maka akan beralih pada pembentukan tim pelaksana yang nantinya akan di bentuk oleh Gubernur Gorontalo.

“Setelah tim pelaksana di bentuk oleh pak.Gubernur maka Balai Wilayah Sungai (BWS) yang akan memproses pengadaan untuk tim appresial, sehingga nanti tim appresial yang akan menetukan harga dari masing-masing bidang yang ada di lokasi”. Ungkap Handoyo

Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun proyek strategi nasional (PSN) 1.178,74 hektar (ha) dengan jangka waktu pembangunan lebih kurang lima tahun lamanya dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Dengan tujuan untuk pengendalian banjir, penyediaan air baku, penyediaan pembangkit listrik, pengembangan parawisata dan olah raga air.

Pewarta – Yudi/PUPR
Editor – Dahlan/PUPR

 

BOALEMO, Humas – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo merasakan nikmatnya bulan Ramadan. Pasalnya, selain bakal menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana ketentuan pemerintah pusat, juga akan menerima Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tambahan.

Hal itu dipastikan sendiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai usai Salat Magrib pada Safari Ramadan di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Rabu (15/5/2019).

“PNS pemprov tidak usah hawatir, tidak usah takut (soal keterlambatan pembayaran THR). Kita sudah akomodir dalam APBD Induk 2019. Saya sudah perintahkan juga Kaban Keuangan untuk memproses secara teknis. Paling cepat (pencairannya) tanggal 21 Mei,” ujar Gubernur Rusli.

Selain THR yang nilainya setara gaji bulan Mei, PNS Pemprov Gorontalo juga akan menerima TKD Tambahan. Nilai tunjangan tersebut besarannya sama dengan TKD yang diterima bulan Mei ini.

“TKD tambahan juga ada. Pokoknya banyak. Semua kita berikan untuk mengapresiasi kinerja PNS,” terang Rusli.

Di tempat yang sama, Kaban Keuangan Syukri Gobel menjelaskan, pihaknya sudah menghitung besaran THR yang akan diterima pegawai. Ia menyebut sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp25,1 miliar untuk membayar THR.

“Sudah keluar revisi PP 35 dan 36 di mana juknis pembayaran THR cukup diatur berdasarkan Perkada (peraturan kepala daerah). Besarannya mengacu pada gaji bulan Mei, totalnya sekitar Rp25,1 miliar,” ungkapnya.

Sementara untuk TKD tambahan dianggarkan lebih kurang Rp14 miliar. Rencananya TKD tambahan akan dibayar bersamaan dengan THR.

Pewarta : Isham - Humasprov

BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie membuktikan janjinya untuk melaksanakan Bakti Sosial NKRI Peduli pada bulan Ramadan 1440 hijriyah ini. Kali ini 1.000 warga kurang mampu di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo yang didatangi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama pimpinan OPD, Rabu (15/5/2019).

“Safari Ramadan sudah menjadi tradisi pemerintah provinsi. Biasanya hanya buka bersama, shalat dan tarawih bersama. Tapi kali ini kita ikutkan juga Bakti Sosial untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Gubernur Rusli.

Baksos ini sudah yang kedua kalinya digelar selama Ramadan. Sehari sebelumnya acara serupa digelar di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Baksos NKRI Peduli selama Ramadan diberikan dalam bentuk paket.
5 kg beras, setengah kilogram ikan tuna, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir dan 10 butir telur menjadi paket sembako yang dibagikan. Semua diberi gratis karena ditanggung oleh Baznas Provinsi Gorontalo, setiap orang senilai Rp100.000.

“Sekarang kebutuhan pokok lagi mahal-mahalnya, makanya kita bagikan gratis. Semoga bisa membantu kebutuhan selama Ramadan,” imbuhnya.

Selain menyerahkan bantuan sembako, ada juga penyerahan bantuan program benih jagung bagi perwakilan petani. Ada juga bantuan 10 ternak sapi bagi peternak di kecamatan Mananggu.

Pewarta : Isham - Humasprov

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo