>
Yoan Dunda

Yoan Dunda

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mencanangkan Gerakan Masyarakat Lindungi Anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (Gema Lindas PD3I) di gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Kamis (2/5/2019). Pencanangan Gema Lindas PD3I yang dirangkaikan dengan wisuda anak balita yang telah lengkap imunisasinya merupakan rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya Wagub Idris Rahim mengapresiasi berbagai keberhasilan yang dicapai dalam pembangunan kesehatan melalui program imunisasi seperti eradikasi cacar, polio, serta eliminasi tetanus maternal dan neonatal.

“Kita bersyukur telah melengkapi program imunisasi dengan antigen yang dapat mencegah berbagai penyakit PD3I seperti campak, diphtery, pertusis, polio, hepatitis B, meningitis, pneumoni dan japanese encephalitis,” kata Idris.

Namun demikian Wagub mengingatkan agar seluruh jajaran kesehatan untuk terus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk meningkatkan cakupan, jangkauan dan kualitas pelayanan imunisasi agar tidak muncul lagi kasus atau kejadian luar biasa PD3I.

Terkait pelaksanaan program imunisasi, Wagub Gorontalo dua periode itu menuturkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah khususnya jajaran kesehatan, di antaranya masalah pasokan vaksin, isu negatif tentang vaksin, serta minimnya pengetahuan sebagian masyarakat tentang manfaat imunisasi.

“Tantangan ini harus kita sikapi dengan tepat dan sungguh-sungguh agar hambatan pada pelaksanaan program imunisasi dapat dihindari, sehingga kita dapat mewujudkan pelayanan imunisasi yang bermutu dengan cakupan yang tinggi dan merata,” ujar Wagub Idris Rahim.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan komitmen bersama terhadap penerapan sertifikat imunisasi sebagai salah satu persyaratan masuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD). Komitmen bersama ditandatangani oleh Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Gorontalo, serta Kementerian Agama Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota.

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Dinas ESDM PNM Nakertrans – Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Provinsi Gorontalo tahun 2018 sebesar 59,98. Angka itu menempatkan Gorontalo pada kategori “menengah bawah”, atau peringkat 21 dari 34 provinsi. Nilai tersebut meningkat 10,54 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 49,44 atau berada di peringkat 27 dari 34 provinsi.

Hal tersebut terungkap pada Sosialisasi Pengukuran IPK tahun 2019 yang digelar di Hotel Milinov, Kota Gorontalo, Rabu (1/5/2019). Kegiatan tersebut dihadiri Hadhi Raharja selaku Kasubid. Evaluasi Pembangunan Ketenagakerjaan dan Ervin Jongguran Marajohan, Kasubid. Pengukuran Pembangunan, Kementrian Ketenagakerjaan RI.

Dari 9 Indikator Utama yang diukur, ada 7 Indikator Utama yang telah masuk kategori baik (>5) dan 2 Indikator Utama yang masuk kategori belum baik. Indikator Utama yang masuk kategori baik adalah Indikator Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja, Kesempatan Kerja, Penduduk dan Tenaga Kerja, Pelatihan dan Kompetensi Kerja, serta Indikator Produktivitas Tenaga Kerja.

“Indikator Utama yang memiliki indeks tertinggi adalah Indikator Jaminan Sosial Tenaga Kerja karena telah mencapai indeks sebesar 10 atau mencapai indeks maksimal. Selanjutnya, Indikator Utama yang memiliki indeks terendah adalah Hubungan Industrial,” terang Sekretaris Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Nakertrans Provinsi Gorontalo, Rugayah Biki.

Untuk mendorong peningkatan IPK yang lebih baik di tahun 2019, Rugayah berharap agar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota bisa lebih fokus mengawal pelaksanaan indikator-indikator utama, khususnya yang masih rendah.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Dinas PNM, ESDM dan Nakertrans, Ismail Djafar menjelaskan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada semua dinas ketenegakerjaan kabupaten/kota tentang pentingnya IPK.

“Pesertanya masing-masing 5 orang dari 6 kabupaten/kota. Kami berharap acara ini juga untuk menguatkan penyusunan dokumen Rencana Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo,” pungkasnya.

Pewarta : Isam - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (TKKP) Kementrian Kominfo RI bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo menggelar Forum Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Damhil Kota Gorontalo, Kamis (02/05/2019).

Kasubdit TKKP Kemenkominfo RI Mulyani dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan forum keterbukaan infomasi publik adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak atas informasi yang di jamin oleh undang-undang.

“Tujuan pelaksanaan forum ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak atas infomasi publik yang dijamin oleh undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik”, ujarnya.

Forum yang mengangkat tema ‘Ayo Akses Informasi Publik Melalui PPID Untuk Indonesia Yang Lebih Baik’ tersebut juga dihadiri dan dibuka oleh Direktur TKKP Kemenkominfo RI Selamatha Sembiring.

Dalam sambutannya Selamatha Sembiring menyampaikan, keterbukaan informasi publik yang bisa diakses oleh masyarakat hakikatnya dapat mewujudkan penyelenggaraan daerah/negara yang baik.

“Peningkatan peran aktif dalam masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik yang baik dapat mewujudkan penyelenggaraan daerah dan negara yang baik pula yaitu pemerintahan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan”, ungkap Selamatha.

Forum Keterbukaan Infomasi Publik diisi dengan diskusi panel. Bertindak sebagai narasumber yakni Direktur TKKP Selamatha Sembiring, Ketua Komisi Informasi Pusat Aditya Nuriya Solikhah, Kadis Kominfo Statistik Provinsi Gorontalo Rifli Katili, serta perwakilan FOINI Gorontalo Harun Daluku.

Pewarta : Gina - Humasprov
Editor : Isham - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Ada yang unik dari penyelenggaraan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo yang berlangsung di halaman Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Kamis (2/5/2019). Peserta upacara dari Pengawas Satuan Pendidikan, kepala sekolah, dan para guru, mengenakan pakaian adat Gorontalo yaitu Takowa untuk pria dan Galenggo untuk wanita.

“Kita apresiasi upaya jajaran Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo untuk melestarikan kebudayaan daerah, salah satunya pakaian adat Gorontalo yang dikenakan hari ini pada upacara Hardiknas,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang bertindak sebagai inspektur upacara pada kesempatan itu.

Idris menuturkan bahwa hal itu sejalan dengan salah satu program unggulan Pemprov Gorontalo, yaitu agama dan budaya yang lebih semarak dan juga tema peringatan Hardiknas tahun 2019 yaitu ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Menurutnya pendidikan dan kebudayaan merupakan syarat untuk membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Untuk itu peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat melalui pendidikan berbasis teknologi dengan sentuhan budaya,” terang Idris saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Lebih lanjut Wagub menuturkan, peringatan Hardiknas hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan sinergitas Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan untuk membentuk generasi yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki rasa nasionalisme yang kuat dan berjiwa patriot.

“Pembangunan pendidikan dan kebudayaan akan berjalan optimal manakala segenap pemangku kepentingan lebih proaktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan. Selamat Hari Pendidikan Nasional, teruslah bersemangat dan tulus dalam menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia,” tandas Wagub Idris Rahim.

 

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Indeks kegemaran membaca Gorontalo di tahun 2018 sebesar 29,9%. Angka itu lebih baik dari tahun 2017 yang hanya 21 persen. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P. Koton saat menggelar Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI tingkat Provinsi Gorontalo, Rabu (1/5/2019) di Ballroom Maqna Hotel, Kota Gorontalo.

“Untuk pemustaka yang datang ke perpustakaan sebanyak 36,4 persen, sehingga kita Gorontalo harus lebih meningkatkan kegemaran membaca supaya bisa mendekati indeks nasional 52 persen,” ungkap Koton.

Lomba yang berlangsung selama 1 hari itu diikuti oleh para siswa SD / MI yang juara di tingkat kabupaten/kota. Sementara peserta lomba pustakawan berasal dari pustakawan UNG, pustakawan UMG, pustakawan IAIN Sultan Amai Gorontalo, pustakawan Universitas Bina Mandiri Gorontalo dan pustakawan Poltekes Kemenkes Gorontalo.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba turut memotivasi para peserta. Ia menilai jalan terbaik untuk mencapai sukses adalah dengan Ilmu. Ilmu diperoleh dengan belajar dan banyak membaca.

“Tentunya dalam membudayakan kegemaran membaca pada anak-anak ini butuh peran yang tidak cukup hanya oleh guru-guru atau komunitas di sekolah saja. Tapi peran orang tua, masyarakat, pemerintah dan lembaga swasta yang peduli akan pentingnya pendidikan,” ujar Darda.

Selain itu, Darda mengungkapkan, pembudayaan membaca bagi pemustaka yang tidak kalah pentingnya adalah tenaga pustakawan yang berdedikasi tinggi dan bekerja secara profesional. Pustakawan dituntut untuk memberikan layanan prima dan berorientasi pada kepuasan pemustaka.

Pewarta: Nova - Humasprov

Editor: Isam - Humasprov

 

JAKARTA, Humas – Badan Penghubung Provinsi Gorontalo gelar pelatihan Action Plan bagi pegawai ASN dan PTT lingkup Badan Penghubung yang dilaksanakan di RH Room Kantor BPPG, Selasa (30/04/2019).

Pada kegiatan yang dipandu oleh Direktur Utama ITTC Hanny Hendrani ini, para pegawai dievaluasi terkait pola pikir dan kinerja yang dijalankan selama ini, dengan melihat jawaban masing-masing pegawai dalam lembar kuesioner yang telah dibagikan sebelumnya.

Hanny menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi karakter, kepribadian serta sikap yang bisa berdampak pada pola kinerja.

“Ada banyak hal yang mempengaruhi kinerja sesorang, baik secara pribadi maupun dalam kelembagaan. Seperti pola pikir, cara berkomunikasi, cara beradaptasi dan beberapa faktor lainnya. Di Badan Penghubung ini membutuhkan sentuhan dan kerjasama yang baik agar apa yang kita targetkan ini tercapai,” jelas Hanny.

Dari hasil survei kepribadian yang dilakukan oleh ITTS, pencapaian kinerja Badan Penghubung masih dibawah rata-rata. Penilaian tersebut dilihat dari aspek strategi, motivasi, pengambilan keputusan, dan kebutuhan informasi dan interaksi secara internal maupun eksternal.

“Melihat kondisi ini, saya ingin mengajak bapak ibu untuk membuat target pencapaian setelah melakukan pelatihan ini dan menargetkan aspek tersebut bisa terwujud diatas rata-rata,” terangnya.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo, Arfan Sery Jusuf berharap setelah melakukan beberapa tahap konsultasi dan pelatihan seperti ini, kinerja pegawai bisa meningkat.

“Saya berharap pola kerja kita di Badan Penghubung bisa lebih dipandang. Tidak melulu hanya dalam lingkup pelayanan, tapi kita juga bisa membuktikan bahwa ada hal lebih yang bisa kita lakukan untuk Gorontalo,” ungkapnya.

Kegiatan yang merupakan lanjutan dari kegiatan “Mind Setting” yang digelar pada 25 April 2019 di Hotel Ibis Menteng tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang kerjasama antara BPPG dengan pihak ITTC untuk terus melahirkan sebuah inovasi.

Pewarta : Jusni - Humasprov
Editor : Gina - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorntalo melalui Dinas Pariwisata terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata di Gorontalo. Kali ini, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo melalui program pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata menyasar para siswa SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang dilaksanakan di Damhil Hotel UNG, Selasa (30/4/2019) dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba. Pelatihan tersebut diikuti oleh 275 orang terdiri dri siswa SMK/SMA, mahasiswa jurusan pariwisata UNG dan UMG, NOU UTI Provinsi Gorontalo, utusan Dinas Pariwisata Kabupaten Kota se Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Nancy Lahay menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pariwisata. Anak muda bisa menjadi ujung tombak bersama-sama pemerintahan untuk bisa membantu dinas pariwisata bagaimana memperkenalkan dan mengembangkan destinasi pariwisata.

“Gorontalo itu banyak potensi dan tidak kalah dengan daerah lain. Kalau berbicara pantai, kita tidak kalah dengan pantai yang ada di Bali. Gorontalo memiliki garis pantai lebih dari 600 km. Gunung kita punya, hutan kita punya kenapa tidak bisa kita kembangkan kenapa kita tidak ekspos. Paling tidak ada 10 destinasi yang boleh kita ekspos dan eksplore,” kata Nancy

Nancy juga mengatakan, pelajar mempunyai energi positif untuk pengembangan pariwisata. Kebiasaan generasi muda yang suka narsis dan membagikan segala sesuatu ke media sosial dianggap dapat membantu mengembangkan ekonomi pariwisata.

“Di kampung halaman kita kalau ada yang bisa di ekspos tolong di ekspos. Kenalkan wisata lewat gadget kalian, pasti generasi milenial semua sudah punya HP android. Tapi saya berharap, keindahan alam harus dan wajib hukumnya untuk dijaga. Semakin kita jaga kelestarian alamnya, semakin dia menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya

Sementara itu, Sekdaprov Gorontalo Darda Daraba dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata. Menurutnya momen ini sangat tepat memberikan dorongan kepada para siswa untuk memahami konsep pembangunan pariwisata.

“Kuasai bahasa asing, kuasai IT, dan kuasai leadership. Potensi wisata Gorontalo sangat tinggi. Tentunya ini membutuhkan SDM yang bisa mengelola destinasi-destinasi yang ada. Termasuk melakukan inovasi dan terobosan baru untuk menuju pariwisata lebih mendunia,” jelas Sekda.

Pewarta: Nova - Humasprov

Editor: Isam - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menilai bahwa Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Gorontalo merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan. Hal itu disampaikannya pada peringatan hari lahir BKOW Provinsi Gorontalo ke-11 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2019 yang berlangsung di gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Selasa (30/4/2019).

“Sebagai mitra pemerintah, saya berharap BKOW terus menunjukkan eksistensinya dan meningkatkan perannya dalam pembangunan keluarga,” ujar Wagub Idris Rahim.

Idris mengutarakan, di era kemajuan teknologi informasi saat ini, tantangan terbesar yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan BKOW adalah meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pembentukan karakter anak. Berbagai permasalahan yang merongrong kehidupan anak dan generasi muda bangsa, seperti pergaulan bebas, narkoba, HIV/Aids, serta LGBT atau lesbian, gay, biseksual, dan transgender, membutuhkan peran perempuan sebagai seorang ibu yang menjadi pendidik dan pembina utama dalam rumah tangga.

“Tugas ini sangat berat. Untuk itu saya berharap BKOW dapat menyusun program kerja yang terintegrasi dan disinergikan dengan program pemerintah untuk pemberdayaan perempuan dan pembinaan anak,” tutur Wagub.

Meski demikian, Wagub Gorontalo dua periode ini juga mengingatkan kepada para anggota dan pengurus BKOW Provinsi Gorontalo untuk tidak melupakan kodrat dan tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga.

“Kesibukan ibu-ibu dalam organisasi jangan sampai melalaikan kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang mendidik dan membina anak-anak, serta melayani suami,” pesannya

Sementara itu Ketua Umum BKOW Provinsi Gorontalo Nurinda Rahim dalam sambutannya mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya itu memiliki visi untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan antara organisasi wanita di Provinsi Gorontalo dengan tujuan memperjuangkan derajat dan martabat perempuan Gorontalo.

“Pencapaian tujuan organisasi itu dilakukan melalui peningkatan sumber daya perempuan dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian,” jelas Nurinda.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba fashion Ratu Kebaya Kartini, lomba kasidah, dan lomba sekretariat yang telah dilaksanakan BKOW Provinsi Gorontalo dalam menyemarakkan Hari Kartini tahun 2019. BKOW Provinsi Gorontalo juga menyerahkan sejumlah tempat sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humasprov

KOTA GORONTALO, Humas – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo, pada 2017 dinilai mengalami kenaikan dibanding 2012. Jika di tahun 2012 IDI masih berkategori “buruk” dengan nilai indeks dibawah 60, maka IDI 2017 ada di angka 73,92 persen dengan kategori “sedang”.

Cukup tingginya IDI Provinsi Gorontalo 2017 ditopang oleh tiga aspek yakni aspek kebebasan sipil yang sudah berkategori baik denga nilai 85,30 poin, aspek hak-hak politik sebesar 8,18 poin dengan kategori sedang, serta aspek lembaga demokrasi sebesar 68,73 poin dengan kategori sedang.

“Capaian demokrasi di Provinsi Gorontalo tahun 2017 meskipun masih dalam kategori sedang, namun nilainya sudah mendekati kategori baik,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba pada pembukaan Fokus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2018 Provinsi Gorontalo, di Grand Q Hotel, Senin (29/4/2019).

Sekda Darda berharap untuk 2018 indeks demokrasi Gorontalo harus lebih baik. Capaian demokrasi digunakan sebagai bahan untuk penyusunan rencana pembangunan dibidang politik dan demokrasi di tingkat provinsi.

“Saat ini penyusunan IDI 2018 memasuki tahap kedua dari tiga tahapan yakni review surat kabar dan dokumen, melaksanakan FGD dan tahap terakhir untuk menjaring informasi lebih detail dari hasil FGD melalui wawancara.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati mengatakan, FGD IDI tahun 2018 akan berlangsung selama dua hari. Tujuannya untuk mengkonfirmasi dan melengkapi data kuantitatif hasil analisis surat kabar dan dokumen sehingga diperoleh data IDI yang komprehensif.

“IDI dirancang dan disusun oleh Dewan Ahli yang berpengalaman dan berkompeten, ditambah tim yang terdiri dari stakeholder sehingga metodologi dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

 

Pewarta: Nova - Humasprov

Editor: Isam - Humasprov

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) mulai menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu Serentak tahun 2019 di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo, Senin (29/4/2019). Rapat pleno akan berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 1 Mei 2019.

Ketua KPU Kabupaten Bonebol Adnan A. Berahim dalam laporannya pada pembukaan rapat pleno menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 di Kabupaten Bonebol telah berjalan lancar, aman, dan sukses.

“Indikatornya terlihat dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat wajib pilih yang menggunakan hak pilihnya yang mencapai angka 90,22 persen,” ujar Adnan.

Selain itu lanjut Adnan, dari enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo hanya dua daerah yang tidak melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), yaitu Kabupaten Bonebol dan Boalemo. Dirinya berharap seluruh tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 dapat terus berlangsung dengan aman, damai, dan sejuk.

“Insya Allah kondisi ini bisa kita pertahankan hingga tuntasnya seluruh tahapan Pemilu Serentak tahun 2019,” imbuhnya.

Pembukaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kabupaten Bonebol turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Rachmad Fudail, Komandan Korem 133/Nani Wartabone Kolonel CZI Arnold AP. Ritiauw, Kabinda Gorontalo Daeng Rosada, serta unsur KPU dan Bawaslu Provinsi Gorontalo.

“Saya berharap proses rekapitulasi ini bisa berjalan aman dan lancar. Mari kita jaga agar daerah kita ini selalu aman dan kondusif,” harap Wagub Idris Rahim.

Sebelum pelaksanaan rapat pleno, terlebih dahulu dilakukan deklarasi damai oleh sejumlah saksi partai politik dan Dewan Perwakilan Daerah. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dimulai dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Bonebol, yaitu Kecamatan Pinogu, Suwawa, Suwawa Tengah, dan Suwawa Selatan. Sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Bonebol dan TNI diturunkan untuk menjamin keamanan proses rekapitulasi pengitungan suara tingkat kabupaten.

Pewarta : Haris - Humasprov

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo