>
Kamis, 05 Maret 2020 06:40

39 Rumah KAT Botumoito Diresmikan Untuk Hilangkan Keterpencilan

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Dirjen Pemberdayaan Sosial Dirjen Dayasos, Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, dan anggota DPR Komisi VIII Idah Syahidah, serta Bupati Boalemo dan Bupati Kabupaten Gorontalo Utara saat meresmikan 39 unit rumah sederhana Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa Rumbia, Botumoito, Boalemo, Rabu (4/3/2020). (Foto : Salman) Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Dirjen Pemberdayaan Sosial Dirjen Dayasos, Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, dan anggota DPR Komisi VIII Idah Syahidah, serta Bupati Boalemo dan Bupati Kabupaten Gorontalo Utara saat meresmikan 39 unit rumah sederhana Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa Rumbia, Botumoito, Boalemo, Rabu (4/3/2020). (Foto : Salman)

BOTUMOITO – Masyarakat desa yang masuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo mendapat bantaun 39 unit rumah sederhana.

Penyerahan  rumah ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, Rabu (4/3/2020). Peresmian dilakukan dengan menyerahkan sertifikat tanah serta pengguntingan pita.

Kegiatan ini seharusnya dilakukan Menteri Sosial Juliari P Batubara, namun berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Pepen Nazaruddin menjelaskan pembangunan KAT merupakan upaya untuk melestarikan adat setempat dengan menghilangkan sekat keterpencilan. Warga yang tinggal terpisah-pisah di pegunungan dikumpul menjadi satu komunitas.

“Intinya pembangunan KAT ini yang kita bangun yang kita kuatkan komunitas adatnya. Apapun adatnya itu kearifan lokal. Kita hilangkan keterpencilannya. Jangan sampai karena jauh maka terpencil secara geografis, secara sosial budaya sehingga merugikan,” terang Pepen.

Program rumah sederhana KAT merupakan bantuan kementerian Sosial tahun 2019 lalu. Ada 129 unit yang dibangun dengan menelan anggaran Rp5 miliar. Rinciannya 39 unit di KAT Rumbia, 42 unit di KAT desa Kelapa Lima, Kecamatan Popatato Timur, Pohuwato serta 45 unit di Desa Potanga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan tentang pentingnya verifikasi dan validasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Jaminakan Kesehatan Semesta (Jamkesta). Hal itu untuk menghindari orang yang tidak berhak serta untuk efektivitas bantuan.

 “Setelah kami turunkan tim, ternyata hampir 40 persen datanya tidak akurat lagi. Ada yang sudah pindah masih dapat PKH, ada yang sudah meninggal dapat PKH, ada yang kaya, punya motor dan lain-lain. Ada juga bantuan hanya berputar putar saja di keluarga itu. Ini yang tidak boleh,” tegas Rusli.

Pada peresmian tersebut, Pemprov Gorontalo ikut memberikan berbagai bantuan. Diantaranya bantuan sembako dari Baznas untuk 750 kaum duafa, penyerahan santunan bagi 250 anak yatim dan penyeeahan bibit pohon bagi warga KAT. Ada juga bantuan dari Kemensos untuk warga KAT yang diterima oleh Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin.

 

Pewarta : Isam - Humas

Baca 216 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama