>
Minggu, 09 Agustus 2020 13:22

Pengembangan Pariwisata Pada Kawasan Konservasi Di Provinsi Gorontalo Featured

Oleh
Beri rating
(0 suara)

PAGUYAMAN PANTAI - Pariwisata sebagai kegiatan ekonomi tidak bisa di pandang sebagai usaha nonproduktif, karena pariwisata saat ini menjadi industri yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan negara dan pemerintah daerah dan juga sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat yang tidak terbatas pada kawasan yang berada di darat tetapi juga pada kawasan yang berada di perairan.

Pada kawasan perairan konsep pengelolaan pariwisata dapat dilakukan pada kawasan yang memang punya potensi perairan yang ada ekosistemnya atau kawasan konservasi dan pada kawasan perairan pantai.

Pariwisata dan konservasi merupakan sahabat karib layaknya obat dan penyakit. Tanpa pariwisata, upaya konservasi akan sulit untuk berkembang. Tanpa konservasi, respons pariwisata akan terus menurun. Sektor pariwisata juga menjadi pisau bermata dua bagi konservasi, bisa berdampak positif dan berdampak negatif.

Sektor pariwisita dapat terus mendongkrak kesejahteraan masyarakat daerah sehingga upaya-upaya konservasi dapat direalisasikan dengan mudah. Akan tetapi, semakin padat arus perjalanan pariwisata, semakin rentan suatu ekosistem mengalami kerusakan akibat pengaruh antropologi. Kerusakan itu seperti munculnya timbunan sampah, masifnya infrastruktur daerah yang dapat mengurangi estetika, dan bisa meningkatkan emisi karbon.

Kawasan konservasi kadang kala dikatakan sebagai kawasan yang dilindungi sehingga untuk memanfaatkan kawasan konservasi bisa dianggap sebagai kegiatan yang dilarang. Tetapi dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut secara jelas memberikan kesempatan untuk pemanfaatan lainnya selain perlindungan yaitu kawasan konservasi perairan sebagai taman nasional perairan, suaka alam perairan, taman wisata perairan dan suaka perikanan.

Di provinsi Gorontalo terdapat 12 Rencana kawasan konservasi yang dibagi kedalam 2 tipe yakni Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) jika dia merupakan perairan yang mengelilingi sebuah pulau seperti KKP3K Tolinggula, KKP3K Pulau Mohinggito, KKP3K Maruangi-Mabasar, KKP3K Tanjung Panjang, KKP3K Dulangka. Disebut Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPDI) jika dia berada di bibir pantai seperti KKPD Olele, KKPD Botubarani, KKPD Biluhu Timur, KKPD Mabasar-Maruangi, KKPD Popaya dan KKPD Sumalata.

Monduli adalah lito (pulau) kecil yang berada depan pantai rekreasi Bolihutuo di Kabupaten Boalemo. Lito ini adalah salah satu dari 12 Kawasan Konservasi perairan yang ditetapkan dalam Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

Nantinya sebagai kawasan konservasi, maka pemanfaatan lain pulau monduli dan sekitarnya perlu dilakukan secara hati-hati. Mengingat kondisi terumbu karang yang ada di sekitar pulau monduli jika tidak dilakukan pengawasan akan mengalami kerusakan akibat dari kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat seperti kegiatan ilegal fishing maupun penambangan pasir dan terumbu karang.

Pariwisata dan konservasi merupakan sahabat karib layaknya obat dan penyakit. Tanpa pariwisata, upaya konservasi akan sulit untuk berkembang. Tanpa konservasi, respons pariwisata akan terus menurun. Sektor pariwisata juga menjadi pisau bermata dua bagi konservasi, bisa berdampak positif dan berdampak negatif.

Sektor pariwisita dapat terus mendongkrak kesejahteraan masyarakat daerah sehingga upaya-upaya konservasi dapat direalisasikan dengan mudah. Akan tetapi, semakin padat arus perjalanan pariwisata, semakin rentan suatu ekosistem mengalami kerusakan akibat pengaruh antropologi. Kerusakan itu seperti munculnya timbunan sampah, masifnya infrastruktur daerah yang dapat mengurangi estetika, dan bisa meningkatkan emisi karbon.

Peran seluruh sektor yang terkait sangat diperlukan dalam pengelolaan, penataan dan pemanfaatan pulau monduli. Pengawasan yang secara rutin yang dilakukan untuk mencegah kegiatan-kegiatan ilegal dan kegiatan penyehatan kembali kondisi terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Diperlukan pertemuan koordinasi seluruh sektor yang terkait untuk membahas hal-hal terkait pengelolaan dan pemanfaatan kawasan pulau monduli dan sekitarnya. Yang tujuannya yang pertama adalah mengkonsolidasikan arah pengelolaan konservasi perairan, kedua mengatur pemanfaatan pulau-pulau kecil,” kata Aryanto Husain, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Gorontalo saat bersama sejumlah tim Pemerintah Provinsi Gorontalo melalukan survey di Monduli, sebuah pulau kecil di Desa Lito Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo.

Tim survey ini berasal dari Dinas Pariwisata, Bapppeda, Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survey awal yang pernah dilakukan di Desa Botubarani Kecamatan Kabila BoneKabupaten Bobe Bolango beberapa waktu lalu.

“Pengelolaan konservasi perairan perlu segera dilakukan apalagi dari hasil pengamatan bahwa di Pulau Monduli sudah mulai ada aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat. Agar nantinya kegiatan masyarakat ini tidak berdampak pada kerusakan lingkungan pulau dan perairan yang perlu segera disiapkan payung hukum untuk menjamin dan mengatur hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh masyarakat lokal atau pengunjung wisata yang datang,” kata Hartati Isima, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir dan pulau-pulau kecil konservasi dan keanekaragaman hayati laut dan jasa kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo.

Sementara itu untuk pengembangan pariwisata di kawasan konservasi ini merupakan prospek yang sangat baik.

Menurut Sri Kesumawati,  Kepala Seksi Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menegaskan keberadaan pulau Monduli sebagai destinasi wisata bisa menaikkan pendapatan masyarakat yang ada di sekitarnya dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah jika dikelola secara baik dan ramah lingkungan.

Wisata belajar bisa juga dikembangkan di lokasi ini dimana masyarakat dan dunia pendidikan perlu juga di edukasi terkait organisme dan ekosistem pendukung yang di terumbu karang di sekitar pulau Monduli. Jadi selain berwisata kita juga bisa mengenalkan biota-biota laut yang dilindungi dikawasan konservasi ini. Selain itu Sarana dan Prasarana Wisata pendukung perlu segera disiapkan baik kerjasama dengan masyarakat ataupun disediakan oleh Pemerintah.

 

Pewarta : Sri Kesumawati,  Herlina SMontu, Riswanto Arsyad, Imelda Suleman - Dispar

Baca 267 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama