>
Sabtu, 24 Oktober 2020 19:43

PUPR Wujudkan Aspirasi Masyarakat Melalui Program Unggulan NKRI

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad (Kedua dari Kiri) dan sejumlah staf Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, saat melakukan pengukuran atau pendataan terhadap Jembatan yang ada di Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Sabtu (24/10/2020). (Foto  Yudi-PUPR) Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad (Kedua dari Kiri) dan sejumlah staf Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, saat melakukan pengukuran atau pendataan terhadap Jembatan yang ada di Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Sabtu (24/10/2020). (Foto  Yudi-PUPR)

MANAGGU – Masyarakat mengapresiasi hasil pembangunan infrastruktur yang lebih merata hingga ke pelosok desa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pembangunan infrastruktur yang lebih merata merupakan salah satu program unggulan Kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim.

Salah satu ungkapan kegembiraan dilontarkan oleh Karim Asmu Kepala Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo.

“Saya sangat salut kepada Pak Gubernur yang begitu memperhatikan aspirasi serta masukan dari masyarakat di pedesaan terhadap pembangunan infrastruktur dan saya berterima kasih kepada beliau karena telah menurunkan Dinas PUPR ke desa kami,” kata Karim Asmu, Sabtu (24/10/2020).

Karim Asmu mengutarakan aspirasi yang mereka sampaikan tersebut adalah keinginan membangun kembali jembatan Desa Kramat, karena jembatan bally tersebut merupakan salah satu urat nadi perekonomian desa.

“Alhamdulillah Dinas PUPR membuat perencanaan desain jembatan, Jembatan ini satu-satunya penghubung dari desa ke Botu Huwayo, merupakan jalur transportasi penting karena jika tidak segera ditingkatkan, maka jembatan tersebut akan roboh,” ujar Karim Asmu.

Terkait lahan yang nantinya akan menjadi lokasi rencana pembangunan jembatan, Kepala Desa Kramat itu menjelaskan akan segera melaksanakan musyawarah desa agar rencana pekerjaan pembangunan jembatan nanti tidak akan terganggu.

“Insyaallah dalam waktu dekat ini saya akan segera menyosialisasikan kepada pemilik lahan yang nantinya akan terdampak rencana pekerjaan pembangunan dan saya akan melaksanakan musyawarah desa,” tutur Karim Asmu.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad mengatakan salah satu yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di suatu daerah adalah minimnya infarstruktur yang memadai. Hal tersebut yang membuat Dinas PUPR Provinsi Gorontalo termotivasi untuk menjawab tantangan tersebut.

“Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur dibutuhkan perencanaan yang matang, selain Detail Engineering Desaign (DED), perencanaan keuangan kamipun membutuhkan desain gambar yang real sesuai yang ada di lapangan. Sehingga begitu anggarannya sudah ada, maka kami sudah siap untuk melaksanakan pembangunan,” kata Abdul Fandit usai melakukan survei jembatan kramat.

Dari hasil survei Jembatan Kramat, Abdul Fandit menjelaskan pihaknya akan membuat satu perencanaan sebagai stok desain, agar jembatan yang memiliki panjang 12 meter dan lebar 4 meter itu benar memiliki konstruksi yang baik.

“Dari hasil pengukuran kami di lapangan lebar jembatan akan menjadi 6 meter panjangnya menjadi 15 meter. Kami berharap hasil pendataan menjadi satu stok desain jembatan yang mantap agar infrastruktur di daerah benar-benar memiliki konstruksi yang baik,” ujar Fandit.

 

Penulis: Yudi - PUPR

Baca 109 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama