>
Selasa, 10 Desember 2019 08:45

Zikir Akbar Warnai HUT Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-19 Provinsi Gorontalo 19 diwarnai dengan zikir dan tablig akbar, Senin, (9/12/2019) di halaman rumah dinas gubernur.

Zikir mengangkat tema “membumikan Alquran di Bumi Serambi Madinah” ini dihadiri seluruh PNS di lingkungan Pemprov Gorontalo, Forkopimda, tenaga honorer, masyarakat umum dan anak anak yatim piatu.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bapppeda, Budiyanto Sidiki selaku ketua panitia penyelenggara mengungkapkan sesuai instruksi Gubernur, zikir kali ini untuk membumikan Alquran di Negeri Serambi Madinah. Di acara ini juga dihadirkan sejumlah hafiz (penghafal) Alquran.

“Gubernur telah mengeluarkan instruksinya kepada kami semua pimpinan OPD,  untuk bisa meluangkan waktu mengaji bersama saat waktu senggang di kantor. Dan sesuai pengamatan saya, sudah ada beberapa OPD yang melaksanakan pengajian rutin.  Alhamdulillah semoga ke depan seluruh OPD bisa melaksanakan ini,” kata Budi Sidiki.

Sementara itu Ketua LPTQ Provinsi Gorontalo, Weny Liputo yang mewakili Gubernur menyampaikan di umur ke-19 tahun ini, Provinsi Gorontalo meraih banyak prestasi dan dalam kondisi yang aman dan tertib, sepatutnya dilaksanakan zikir seperti ini untuk mengucap syukur kepada Allah SWT.

“Insyaallah dengan doa dan zikir ini dari seluruh masyarakat maupun ASN yang hadir, perjalanan Provinsi Gorontalo ke depan akan lebih baik, terus berkembang, stabilitasnya terjaga. Kita doakan juga kesehatan Gubernur dan Wagub dalam memimpin daerah ini sampai tuntas,” ujar Weny Liputo.

Zikir akbar ini juga diisi dengan ceramah agama oleh ustad Aan Chandra Thalib. Selain mendengarkan ceramah agama, diserahkan pula bantuan berupa uang tunai masing masing Rp100 ribu kepada 200 orang anak yatim piatu. Bantuan dari baznas tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur Rusli Habibie bersama Ny Idah Syahidah.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo merasa optimistis kawasan yang saat ini diteliti akan menjadi geopark nasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang besar untuk pengembangan kawasan geopark atau taman bumi. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengembangan Taman Bumi, tiga syarat yang harus dipenuhi dalam pengembangan geopark yaitu geodiversity atau keragaman geologi, biodiversity atau keragaman hayati, serta cultural diversity atau keragaman budaya.

“Saya optimis karena daerah kita memiliki ketiga syarat untuk pengembangan kawasan geopark,” tutur Sekda saat membuka seminar hasil kajian rintisan potensi pengembangan Kawasan Geopark di Gorontalo Senin (9/12/2019), bertempat di Ballroom Bapppeda Provinsi Gorontalo.

Penetapan kawasan Geopark Nasional memberi dampak yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu sangat dibutuhkan kerjasama antar pemerintah pusat, pemda, Perguruan Tinggi, pihak swasta, dan seluruh stakholder maupun masyarakat dalam mensinkronkan program yang mendukung pengembangan geopark di Gorontalo melalui upaya konservasi dan edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bapppeda Provinsi Gorontalo Titi Iriyani Datau mengatakan, telah melakukan kajian tahap awal identifikasi Geodiversity dan Biodiversity bekerjasama dengan pakar Geologi UNG.

Dari hasil kajian tersebut Gorontalo merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sulawesi yang memiliki Biodiversity (Keanekaragaman hayati) yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai macam spesies yang bersumber dari flora dan fauna yang tersebar di seluruh wilayah Gorontalo, yang kesemuanya menunjukkan keragaman bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terlihat dari berbagai tingkatan makhluk hidup yaitu tingkat gen, spesies, dan ekosistem.

Hasil penelitian ini menemukan adanya 739 Family (suku) yang tersebar di delapan titik lokasi rintisan Geopark Gorontalo yakni Benteng Otanaha menemukan 50 Family, dengan spesies unik dan nilai jual tinggi di dunia no kolektor DWB-039 yakni Sterculia foetida.

Danau Limboto sebanyak 52 Family. Pentadio Resort menemukan 49 Family dengan spesies unik dan nilai jual tinggi di dunia. Lombongo ditemukan sebanyak 249 Family dengan spesies unik dan memiliki nilai jual tinggi di dunia. Pendaratan Soekarno menemukan 52 Family, Hungayono menemukan sebanyak 148 Family, Pantai Olele menemukan 82 Family, dan Danau Perintis menemukan 57 Family.

Selain itu, Berdasarkan hasil survey dilapangan yang dilakukan di taman nasional Nani Watabone, Lombongo serta tiga tempat wisata benteng otanaha, pentadio resort dan danau limboto dan sekitarnya terdapat potensi geodiversitas (Keanegaraman Geologi).

“Hasil kajian riset ini merupakan salah satu persyaratan tahap awal dalam penetapan Geopark di Gorontalo,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Sub Direktorat Geologi Pertambangan dan Panas Bumi Kementerian PPN/Bappenas, Togu Pardede, Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia Heriadi Rahmat, Dekan Sastra dan Budaya UNG Noni Basalama, Pimpinan OPD terkait Provinsi maupun Kabupaten Kota, serta Unsur Perguruan Tinggi lainnya.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kontrak Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemprov Gorontalo dirampungkan pada akhir tahun ini. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar tidak ada lagi keluhan tentang ketidakjelasan status dan gaji PTT di awal tahun nanti.

“Tolong ini untuk para pimpinan OPD agar mempercepat Surat Keputusan (SK) dari para PTT dilingkungan kerja masing-masing. Jangan sampai ada lagi kejadian PTT yang datang kerumah dinas, bawa anak sama istrinya, mengeluhkan tentang ketidakjelasan status dan gajinya, karena sudah berapa bulan kerja tapi belum juga terima SK dan gaji,” tegas Rusli saat memimpin rapat evaluasi bersama pimpinan-pimpinan OPD di Aula Rumah jabatan Gubernur, Senin (09/12/2019).

Lebih lanjut Rusli menambahkan, agar mengedepankan asas kemanusiaan terkait Peninjauan ulang jumlah PTT dan efisiensi serta efektivitasnya.

“Saya minta kalau misalnya tahun 2020 ada PTT yang tidak akan difungsikan lagi, tolong beritahu langsung kepada yang bersangkutan, jangan sampai nasibnya mengambang, karena ini bicara soal nasib orang. Juga para PTT dilingkup pemprov Gorontalo, saya minta harus lebih multitasking, lebih produktif lagi,” tambahnya.

Ditempat yang sama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Zukri Suratinojo mengatakan, jumlah PTT yang membludak mengharuskan pihaknya untuk mengevaluasi Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban kerja (ABK) PTT dalam rangka mengurangi beban daerah.

 “Saat ini ada 4.608 PTT, sudah termasuk didalamnya juga Guru Tidak Tetap (GTT). Termasuk juga 1473 orang PTT yang melaksanakan tugas Administrasi yang terindikasi seperti mengisi jabatan PNS, itu semua yang kemudian akan kita evaluasi,” imbuh Zukri.

Terkait seluruh pembahasan tentang PTT ini, Gubernur Rusli meminta agar diadakan pertemuan dengan seluruh PTT se-Provinsi Gorontalo. Selain untuk mengedukasi para tenaga PTT juga untuk memberikan pengarahan terkait langkah pengevaluasian yang sedang dilakukan saat ini.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 Desember 2019 18:27

Sensus Penduduk 2020 Akan Gunakan Metode Daring

GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo lakukan pertemuan dengan Gubernur Rusli Habibie guna membahas persiapan pelaksanaan sensus penduduk 2020. Pertemuan ini berlangsung di rumah dinas gubernur, Senin, (9/12/2019).

“Sesuai dengan jadwal, secara nasional Sensus Penduduk 2020 akan dilaksanakan mulai awal Februari hingga Maret 2020 nanti. Hari ini kami datang menemui gubernur, karena sebelum pelaksanaan sensus, BPS akan melaksanakan Rakor Satu Data Kependudukan se-Provinsi Gorontalo tanggal 12 Desember,” kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati.

Herum Fajarwati menjelaskan Sensus Penduduk 2020 pertama kali akan menggunakan metode dalam jaringan (Daring) atau online, di mana penduduk melakukan sensus secara mandiri melalui situs resmi dari BPS. Selain secara online, pada Juli 2020 nanti proses sensus penduduk juga akan dilakukan metode terjun langsung ke lapangan dan pencacahan atau door to door keseluruh wilayah Provinsi Gorontalo secara nasional.

“Jadi nanti kedepan tidak ada lagi data penduduk versi dukcapil atau versi BPS, semua akan menjadi satu data kependudukan. Untuknya pak gubernur sangat mendukung pelaksanaan rakor nanti, karena memang data kependudukan itu penting untuk melihat perkembangan penduduk disetiap wilayah itu seperti apa,” jelasnya.

Pelaksanaan rakor nanti rencananya akan menghadirkan Gubernur, Bupati/Walikota, Dinas Dukcapil dan Dinas Kominfo se Kabupaten/ Kota, Camat se Provinsi Gorontalo, OPD tingkat Provinsi, Kementrian terkait dan BPS tingkat Kabupaten Kota.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 Desember 2019 18:18

Pemerintah Akan Bagikan 39 Ribu Sertifikat Tanah

GORONTALO – Sebanyak39 ribu sertifikat tanah program strategi nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), akan dibagikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Gorontalo. Hal ini diungkapkan oleh Kakanwil BPN Provinsi Gorontalo Wartomo, usai bertemu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (09/12/2019).

Pembagian sertifikat direncanakan akan dilaksanakan secara simbolis pada tanggal 11, 12 dan 13 Desember 2019, di enam Kabupaten/Kota, yang dibagi dalam tiga wilayah. Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dengan Kabupaten Gorontalo Utara, serta Kabupaten Boalemo bergabung dengan Kabupaten Pohuwato.

“Akan kami serahkan 1000 sertifikat perwilayah secara simbolis. Untuk Bone Bolango- Kota Gorontalo akan dilaksanakan di Kota Gorontalo. Lalu untuk Gorut-Kabupaten Gorontalo akan kami serahkan di Gorut. Dan untuk Pohuwato-Boalemo akan kami pusatkan di Pohuwato,” ungkap Wartomo saat diwawancarai awak media.

Melalui program PTSL ini pada tahun 2017 kementerian ATR/BPN berhasil melakukan pengukuran tanah masyarakat sebanyak 5,2 juta bidang tanah. Sementara untuk tahun 2019, Kementerian ATR/BPN menargetkan 11 juta sertifikat tanah gratis dan rampung menyertifikatkan seluruh tanah pada tahun 2025.

Wartomo menambahkan untuk tahun 2020 pihaknya menargetkan akan kembali mengeluarkan kurang lebih 40 ribu sertifikat tanah.

“Kami rencanakan di tahun 2020 bulan Mei atau Juni, sekitar 40 ribu sertifikat. Kami harapkan masyarakat nanti bisa memanfaatkan lebih cepat, bisa meningkatkan kesejahteraan mereka, dengan usaha yang mereka punya,” tutupnya.

 

Pewarta : Gina - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) tahun 2019 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Peringatan Harkodia dihadiri oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, sejumlah pejabat tinggi negara di antaranya Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agama Fachrul Razi, serta para Gubernur.

Dihubungi usai kegiatan Wagub Idris Rahim mengatakan sesuai laporan Tim Strategis Nasional Pencegahan Korupsi dilihat pada kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018, Provinsi Gorontalo termasuk dalam 12 provinsi di Indonesia yang capaiannya tertinggi yaitu mencapai 70 persen.

“Ini menunjukkan komitmen Pemprov Gorontalo untuk melawan dan memberantas korupsi. Penilaian tersebut terdiri dari tiga fokus, 11 aksi, dan 27 sub aksi, yang sudah kita jalankan,” ujar Wagub Idris Rahim.

Idris menambahkan, korupsi merupakan musuh yang harus diberantas secara bersama-sama. Saat ini indeks persepsi korupsi Indonesia berada pada angka 38 poin.

“Untuk meningkatkan indeks persepsi korupsi khususnya di Provinsi Gorontalo, saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberantas korupsi. Korupsi adalah musuh bersama, mari kita maju melawan korupsi, berani jujur itu hebat,” tegas Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Warga Provinsi Gorontalo di pelosok sekarang sudah dapat menikmati pembangunan, ehidupan ekonomi sosial budaya terus meningkat seiring dengan layanan pemerintah.

Dinamika pembangunan yang pesat ini dihasilkan oleh manajerial pemerintahan yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Pembangunan dari segala aspek sangat dirasakan oleh masyarakat.

Perkembangan Gorontalo di bawah kepemimpinannya dituangkan dalam sebuah buku berjudul Gorontalo Progresif yang diluncurkan di rumah dinas gubernur, Minggu (8/12/2019).

Peluncuran buku Gorontalo Progresif secara resmi ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Gorontalo dan penyerahan kolase foto aktifitas gubernur dari Sekda Darda Daraba ke Gubernur Gorontalo.

Peluncuran buku ini disertai bedah buku dengan narasumber Paris R.A. Jusuf dari unsur legislatif, DR. Mahludin Baruwadi dari akademisi Universitas Negeri Gorontalo, DR. Muhadam Labolo dari IPDN dan sang penulis buku Deden Ridwan yang merupakan alumni Universitas Leiden Belanda.

Selain itu, hadir pula DR. Amir Arham dan Prof. Sarwani Canon dari akademisi UNG dan Yosef Koton yang merupakan Kepala Arpusda Provinsi Gorontalo sebagai pembanding.

Rusli Habibie dalam sambutannya mengatakan ia tidak ingin buku ini seperti mengkultuskan dirinya. Menurutnya semua berperan dalam pembangunan Provinsi Gorontalo.

” Gorontalo berhasil, Gorontalo maju itu karena hasil karya kita semua. Tidak terlepas dia sebagai satpol, sebagai office boy, sebagai cleaning service, sebagai sopir, siapa saja yang ikut dalam kapal NKRI ini yang dinahkodai oleh saya dan pak Idris Rahim, semua terlibat dengan apa yang disampaikan tadi”, ungkap Rusli.

Rusli menegaskan, keberhasilan ini bukan karena Rusli Habibie dan Idris Rahim, tapi karena kita semua, termasuk masyarakat.

” Kalau masyarakat tidak ikut berkontribusi, masyarakat tidak ingin program-program itu maju, pasti kita juga gagal. Karena itu, partisipasi dari masyarakat sangat menentukan keberhasilan suatu daerah maju yang dipimpin seorang bupati, walikota, dan gubernur”, imbuh Rusli.

Pada kesempatan itu juga Rusli menceritakan dengan singkat perjalanan hidup yang telah dilewatinya hingga akhirnya bisa memimpin rakyat Gorontalo selama dua periode.

Sementara itu Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menjelaskan buku ini digagas oleh Bapppeda Provinsi Gorontalo dengan tujuan untuk merangkum perkembangan Gorontalo hingga saat ini.

” Buku ini disusun kurang lebih enam bulan dengan jumlah halaman sebanyak 362 dan terbagi dalam 4 tema utama yaitu transformasi kepemimpinan, pondasi transformasi, memperkuat transformasi, dan dampak transformasi”, jelas Budiyanto.

Peluncuran buku ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-19 Provinsi Gorontalo.

Selain peluncuran buku, juga diselenggarakan pameran foto selama 4 hari yang menggambarkan perkembangan Gorontalo, sejak terbentuk sebagai provinsi hingga saat ini.

Pameran foto mengambil lokasi di rumah jabatan gubernur sejak tanggal 8-12 Desember dan terbuka untuk umum.

Hadir dalam peluncuran buku Gorontalo Progresif unsur Forkopimda, anggota DPR RI dan DPRD,  Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, asisten dan staf ahli, kepala OPD, serta seluruh pejabat administrator lingkup Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dewan Pengurus Wilayah InWOCNA (Indonesian Wound Ostonomy Continence Nurse Association) Provinsi Gorontalo memberikan pelayanan gratis perawatan luka diabetes yang digelar di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Minggu (8/12/2019). Sebanyak 20 warga dengan luka diabetes memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan sekaligus memperoleh perawatan luka yang dideritanya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo Ari Tangahu menjelaskan, perawatan luka tersebut merupakan rangkaian dari Basic Certified Wound Care Nurses (BCWCN) atau pelatihan dasar perawatan luka bagi perawat. Pelatihan dilakukan dengan metode teori, praktikum, serta skill side atau penerapan sisi keahlian untuk perawatan luka.

“Pada skill side ini kita membuka kesempatan bagi 20 penderita luka diabetes untuk mendapatkan perawatan luka secara gratis. Alhamdulillah mendapatkan antusias dari masyarakat,” ujar Ari.

Ari menambahkan, perawatan luka yang dilakukan oleh InWOCNA menggunakan menggunakan metode Advance Dressing atau perawatan luka modern. Berbeda dengan perawatan luka konvensional yang masih menggunakan kain kasa, obat merah, dan alkohol, pada metode Advance Dressing sudah menggunakan bahan-bahan modern seperti anti mikrobial, salep, bubuk powder, gel, serta balutan yang sesuai dengan jenis luka.

“Pada metode advance dressing penyembuhan luka lebih cepat dan komprehensif. Gaya balutannya pun bermacam-macam, ada balutan gradulasi untuk pertumbuhan jaringan dari bawah ke atas, ada juga balutan anti mikrobial untuk pengangkatan bakteri,” tuturnya.

Ketua DPW InWOCNA Provinsi Gorontalo berharap melalui pelatihan dasar perawatan luka dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Khusus untuk para penderita luka diabetes, diharapkan para perawat yang telah memperoleh pelatihan bisa mencegah terjadinya amputasi.

“Harapannya untuk penyembuhan luka diabetes insyaallah tidak sampai diamputasi,” tandas Ari.

Pelatihan dasar perawatan luka berlangsung selama dua hari dari tanggal 7 hingga 8 Desember 2019. Pelatihan diikuti oleh 30 perawat utusan dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, dengan narasumber Dr. Suryadi, guru besar perawatan luka yang memperoleh spesialis perawatan luka dari Jepang.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 09 Desember 2019 00:04

Beda Haluan Politik Jangan Hambat Pembangunan

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta kepada masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan politik sebagai  penyebab terhambatnya pembangunan di daerah. Ia menyadari selama menjabat sebagai gubernur tidak mampu menyenangkan semua pihak.

“Jika ada yang tdak suka dengan Rusli Habibie, tidak suka dengan politik saya, jangan bawa-bawa program saya dan dihambat. Program rumah sakit Ainun dan lain-lain ini diperuntukkan untuk rakyat, bukan untuk saya. Kami berdua dengan pak Idris Rahim ingin meninggalkan legacy buat masyarkat Gorontalo,” tutur Rusli saat menggelar dialog rumah kopi yang disiarkan oleh Radio Suara RH dan Radio RRI, Minggu (8/12/2019).

Gubernur Gorontalo dua periode itu merasa tidak goyah dengan opini negatif dari orang yang membencinya. Ia berhasil membuktikan berbagai cibiran dan cacian dengan karya yang sudah bisa diarasakan oleh rakyat, termasuk oleh orang yang meragukan kapasitasnya.

“Contohnya dulu saya dikatakan tidak akan bisa membangun bandara, akhirnya sekarang jadi. Tidak bisa dibangun oleh pak Rusli jalan GORR, tapi sekarang orang yang mengatakan itu sekarang banyak lewat di situ. Saya hanya tertawa,”  Rusli mencontohkan.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga mengaku tidak terobsesi dengan berbagai penghargaan. Banyak tawaran penghargaan yang ia tolak karena hanya berorientasi uang.  Ia hanya ingin dikenang warga dengan karya yang bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

 “Buat apa saya setiap minggu setiap bulan datang ke Jakarta mendapatkan penghargaan kertas tapi rakyat saya yang sakit tidak terobati. Banyak rakyat saya tidak kebagian bibit, belum makan pagi dan siang (sedangkan saya) hanya mengumpulkan secari kertas (penghargaan) yang dibayar,” tandasnya.

Terkait dengan program pembangunan RS Ainun Habibie dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), semua tahapannya sudah berjalan dengan baik. Pihaknya berupaya sedari awal perencanaan proyek ratusan miliar ini statusnya clear dan clean.

Setelah disetujui DPRD, Gubernur Rusli beserta tim juga sudah mendatangi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri agar ditinjau dan dikawal prosesnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi akhir. Rencananya rumah sakit rujukan tipe B itu akan mulai dikembangkan bulan Mei tahun 2020 nanti.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Memeriahkan peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019, Bhayangkari Daerah Gorontalo menggelar jalan sehat keluarga yang mengambil start dan finis di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Sabtu (7/12/2019). Kegiatan diawali dengan senam Sajojo bersama oleh ribuan masyarakat peserta jalan sehat keluarga.

Ketua Bhayangkari Daerah Gorontalo Ny Winta Widada dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan jalan sehat keluarga dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 bertujuan untuk mendukung peran ibu dalam menciptakan keluarga sehat yang bergenerasi cerdas demi Indonesia maju.

“Jalan sehat keluarga ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia untuk memperingati Hari Ibu yang tahun ini mengangkat tema perempuan berdaya Indonesia maju,” ujar Winta Widada.

Lebih lanjut istri Kapolda Gorontalo ini mengajak seluruh perempuan di Provinsi Gorontalo untuk bersama-sama memajukan Indonesia. Menurutnya, perkembangan kehidupan sosial yang semakin dinamis dan kompleks menuntut peningkatan wawasan dan pengetahuan perempuan dalam menjalankan perannya sebagai istri dan ibu.

“Peran perempuan sebagai istri dan ibu sangat besar dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Indonesia maju dimulai dengan menjadi teladan yang baik dari keluarga inti. Perempuan harus terus berdaya untuk mendorong terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan SDM unggul dan Indonesia maju,” papar Winta Widada.

Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim yang turut serta pada kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan jalan sehat keluarga oleh Bhayangkari Daerah Gorontalo yang dinilainya sangat bermanfaat dalam menjaga kebugaran dan kesehatan jasmani.

 “Jalan sehat keluarga ini sangat meriah, teratur dan tepat waktu. Melalui kegiatan ini kebugaran dan kesehatan fisik kita akan lebih prima,” ujar Idris.

Idris menambahkan, peringatan Hari Ibu ke-91 pada hakikatnya merupakan momentum untuk meningkatkan peran ibu dalam membangun keluarga yang harmonis, serta membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter dalam rangka mendorong terwujudnya Gorontalo dan Indonesia maju.

“Hari Ibu mengingatkan kepada kita betapa besar peran ibu sebagai pembina utama dalam keluarga. Kegigihan dan pengorbanan seorang ibu mulai dari mengandung, menyusui, hingga mendidik anak-anaknya wajib kita syukuri. Rasa syukur itu harus kita wujudkan dengan menjadi generasi yang menjadi kebanggaan orang  tua, berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tandas Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo