>
Sabtu, 30 November 2019 11:59

Grand Final Pemilihan Nou dan Uti

GORONTALO  – Setelah melalui tahapan pra karantina dan karantina, pemilihan Nou dan Uti tahun 2019 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo telah memasuki grand final. Malam grand final yang diikuti oleh 12 pasang Nou dan Uti utusan dari kabupaten/kota serta peserta umum, dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo, Jumat (29/11/2019).

“Tugas dan tanggung jawab Nou dan Uti itu tidaklah ringan. Mereka harus bisa menjadi duta wisata yang mampu mempromosikan potensi wisata Gorontalo,” kata Wagub Idris Rahim.

Meski menjadi kegiatan tahunan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Idris meminta kepada penyelenggara untuk tidak terjebak pada rutinitas tahunan yang hanya sekedar seremonial pemilihan Nou dan Uti. Wagub dua periode tersebut mengharapkan adanya inovasi dalam rangkaian pemilihan Nou dan Uti sehingga mampu melahirkan putri dan putra Gorontalo yang berwawasan luas, memahami beragam adat dan budaya Gorontalo, serta memiliki kecakapan dalam mempromosikan potensi wisata Gorontalo.

“Setiap tahun pemilihan Nou dan Uti harus lebih berkualitas. Mereka harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas, mampu berbahasa Gorontalo dan bahasa Indonesia yang baik, dan juga bahasa internasional. Saya minta kepada dewan juri untuk menilai kemampuan seluruh peserta dengan baik sehingga nantinya terpilih Nou dan Uti yang bisa menjadi duta wisata Gorontalo,” ujar Idris.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili menjelaskan, pada gelaran pemilihan Nou dan Uti yang ke-18 kalinya ini, untuk pertama kalinya penyelenggara memasukkan kategori Nou dan Uti Duta Anti Narkoba serta Nou dan Uti Duta Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Sejak digelar tahun 2002, untuk pertama kalinya pada pemilihan Nou dan Uti yang ke-18 ini kami menambahkan kategori Duta Anti Narkoba dan Duta Germas. Selain itu ada juga kategori yang rutin dipilih setiap tahun yaitu kategori persahabatan, favorit, fotogenic, serta Nou dan Uti berbakat,” jelas Rifli.

Ditambahkannya, pemilihan Nou dan Uti tahun 2019 yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Provinsi Gorontalo bertujuan mendorong generasi muda Gorontalo untuk berprestasi dan berpartisipasi dalam bidang kepariwisataan dan kebudayaan. Rifli juga berharap para finalis Nou dan Uti menjadi penggerak bagi generasi muda yang mampu memotivasi masyarakat untuk ikut melestarikan Sapta Pesona Nusantara melalui gerakan sadar wisata.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Ada yang berbeda dari pelaksanaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/11/2019). Panitia dan peserta dari Bank Indonesia seluruh Indonesia kompak menggunakan kain karawo.

Kain sulaman tangan khas Gorontalo dikenakan dalam dua warna untuk pria dan dua warna untuk wanita. Pria mengenakan karawo lengan panjang berwarna kuning keemasan dan biru tua. Motif sulaman vertikal di antara kancing kemeja.

Sementara untuk wanita dikenakan dalam dua warna yakni ungu dan jingga. Busana karawo yang dikenakan semakin anggun dengan perpaduan rok batik.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku senang dan bangga eksisnya kain karawo di event nasional itu. Menurutnya, ini merupakan bukti karawo semakin dicintai dan digemari oleh masyarakat Indonesia.

“Ini tidak terlepas dari upaya Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo yang mampu meyakin panitia untuk mengenakan seragam karawo,” jelas Rusli Habibie yang turut hadir pada pertemuan tersebut.

Gubernur Rusli juga seolah tak mau ketinggalan. Ia datang dengan kemeja karawo lengan panjang berwarna kuning. Motif burung Julang Sulawesi sebagai ikon pariwisata Gorontalo disulam di bagian dada.

PTBI 2019 dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju. Dalam pidatonya, presiden meyinggung tentang rencana pemerintah untuk mengajukan omnibus law. Kebijakan itu dimaksudkan untuk merivisi sekitar 74 undang-undang secara bersamaan untuk mendukung iklim investasi di Indonesia.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

PULUBALA – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba memotivasi siswa SMA Negeri 1 Pulubala pada perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 SMAN 1 Pulubala, pada Kamis, (28/11/2019).

Darda Daraba mengatakan, pada hakikatnya kejayaan dan kemajuan bangsa ada di pundak para pemudanya. Menurutnya peran pemuda sangat penting dalam mengisi pembangunan di daerah dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

“Pergunakan seluruh akses dan fasilitas yang sudah ada. Kalau ada apa-apa sampaikan pada kepala sekolah, guru ataupun orang tua, sehingga anak-anakku sekalian bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Sekda

Lebih lanjut Sekda mengharapkan tenaga pendidik untuk terus menumbuhkan jiwa kepahlawanan tanpa pamrih. Para Guru diimbau bisa terus memberikan kreatifitas dan inovasi dalam kemajuan di dunia pendidikan.

Senada dengan Darda, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Ramla Habibie meminta para Guru, orang tua dan siswa untuk dapat kooperatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, utamanya dalam mencegah masalah kenakalan remaja.

“Terutama hasil pembinaan dari Pak Gubernur, ditindaklanjuti di sekolah ini. Peran Guru, peran orang tua, peran TNI-Polri. Para Guru diminta untuk tidak membiarkan siswa berkeliaran diluar sekolah selama jam pelajaran. Dan setelah keluar sekolah, kegiatan anak-anak siswa, menjadi tanggung jawab orang tua,” ungkapnya.

Di tempat yang sama juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Ikhlas oleh Sekdaprov, hasil inisiasi guru dan orang tua siswa SMAN 1 Pulubala. Selain itu, dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara pemerintah provinsi, pihak TNI-Polri dan pihak sekolah tentang komitmen bersama menolak kriminalitas pemuda.

Sekda Darda juga berkesempatan meresmikan penggunaan Laboratorium Komputer yang akan digunakan para siswa dalam praktek pelajaran serta diadakan pameran Program Kewirausahaan (PKWU) yang menampilkan berbagai macam produk olahan dan hasil kerajinan tangan para siswa.

 

Pewarta: Gina/Nova - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Rapat persiapan Hari Ulang Tahun ke-19 Provinsi Gorontalo semakin dimatangkandan lebih didetailkan. Pertemuan yang berlangsung di ruang Dulohupa kantor gubernur ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Darda Daraba, Rabu (27/11/2019)..

Fokus pembahasan rapat kali ini yakni tentang persiapan sidang paripurna istimewa DPRD. Mulai dari kesiapan gedung DPRD, siapa saja yang diundang, serta pakaian apa yang akan di kenakan oleh para pejabat.

“Walaupun pelaksanaan sidang paripurna rutin dilaksanakan setiap tahun, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menaruh perhatian serius akan kegiatan ini,” kata Darda Daraba.

Selain itu, rapat tersebut juga membahas tentang rangkaian acara sebelum dan setelah hari H guna menyemarakan peringatan Hut Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang akan dilaksanakan sebelum hari H diantaranya seleksi film pendek pada tanggla 27 November, lomba Lihuta Lo Rabana tanggal 2-3 Desembe, lomba foto pembangunan Gorontalo tanggal 13 November sampai 1 Desember dan penilaian akan dilaksnakan pada tanggal 2 Desember 2019.

Kemudian kegiatan setelah tanggal 5 Desember yakni bedah buku dan launching pada tanggal 11 Desember, dzikir dan ceramah agama pada 14 Desember, hiburan rakya akan dipusatkan di Taruna Remaja pada tanggal 15 Desember serta Donor Darah lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)pusat, dr. Hasto Wardoyo Sp.OG(K) menggelar temu kader di Provisi Gorontalo dalam rangka silahturahmi sekaligus pembinaan, bertempat di Bele li Mbui, Kota Gorontalo, Rabu (27/11/19).

Dalam sambutannya, dr Hasto Wardoyo mengingatkan tugas utama BKKBN yaitu tentang kependudukan. Masalah kependudukan dikataknnya, BKKBN punya PR yang sangat besar yaitu membuat grand desain berbasis kependudukan.

“Jadi Bapak Presiden Jokowi memerintahkan supaya pembangunan itu mengacu kepada kependudukan oleh karena itu kita harus buat grand desain pembangunan berbasis kependudukan. Saya bersyukur silahturahmi ini dihadiri oleh pak sekda, pak walikota, wakil ketua TP-PKK berserta jajarannya. Tentu bersama-sama dengan pak kepala perwakilan BKKBN untuk nantinya bisa menyusun grand desain,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN juga punya tugas tentang Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Yang paling serius itu jarak kelahiran. WHO memberikan amanat jarak kelahirkan anak pertama dengan anak kedua itu 36 bulan. Jarak kehamilan diatur sedemikian baik agar anak tidak stunting.

“Saya pesankan kepada kepala Perwakilan BKKBN begitu habis melahirkan tolonglah untuk di konseling kalau perlu sebelum melahirkan sudah di konseling besok mau pakai kontrasepsi apa. Begitu melahirkan pakai kontrasepsi dulu baru setelah dua tahun mulai memikirkan anak kedua. Anak kedua juga lebih banyak autisme dibandingkan anak pertama, ketiga dan seterusnya karena jarak anak pertama dan kedua terlalu dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba berharap dengan kujungan Kepala BKKBN di Provinsi Gorontalo adanya relevansi antara dinamika Program BKKBN dengan penurunan total fertility (TFR) atau angka kelahiran total di Provinsi Gorontalo.

“Capaian kinerja BKKBN memiliki implementasi yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Gorontalo,” tandasnya

Usai melakukan silahturahmi dan pembinaan, Kepala BKKBN pusat melakukan peninjauan pelayanan KB di Rumah Sakit Bantuan (Rumkitban) serta akan memberikan kuliah umum di Universitas Gorontalo.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Mohamad Edi Mu’in, Wakil Walikota Gorontalo Rian Kono, Wakil Ketua TP-PKK Nurinda Rahim, Perwakilan Bupati Bone Bolango, Kepala BKKBN kabuaten/kota se Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta: Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 27 November 2019 20:19

Anies Baswedan Nakhodai APPSI 2019-2023

JAKARTA  – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2023 pada Musyawarah Nasional (Munas) ke VI APPSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019). Dari 23 peserta Munas yang memiliki hak suara, 13 suara memilih Anies Baswedan, sembilan suara untuk Gubernur Jawa Barat, dan satu suara abstain.

“Ada tiga kandidat Ketua Umum yang diusulkan peserta Munas, masing-masing Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. Pak Anies terpilih dengan 13 suara, pak Ridwan Kamil sembilan suara, dan satu suara yang abstain,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat dihubungi usai mengikuti Munas ke VI APPSI.

Idris menambahkan, forum Munas VI APPSI juga menetapkan delapan program kerja APPSI tahun 2019-2023. Program kerja tersebut yaitu pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) setiap tahun untuk menetapkan jenis program yang diprioritaskan serta target yang ingin dicapai, pelaksanaan workshop sesuai dengan kebutuhan provinsi yang akan dilaksanakan secara bergilir, serta penyelenggaraaan sosialisasi tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang etis.

Program kerja berikutnya studi banding untuk peningkatan pelayanan publik oleh pemerintah daerah, menerbitkan jurnal APPSI yang berisi kajian kebijakan dan inovasi Pemerintah Provinsi, serta membuat pusat data yang berisi potensi perdagangan, industri, dan faktor-faktor pendukung bagi peningkatan kerja sama antar provinsi. Program kerja ketujuh dan kedelapan, yaitu membuat kegiatan bersama dengan lembaga-lembaga untuk pengembangan program inovasi bagi percepatan gerak pembangunan daerah, serta  pameran tahunan keberhasilan pembangunan daerah yang melibatkan unsur swasta.

 “Atas nama Gubernur Gorontalo saya mengucapkan selamat kepada pak Anies Baswedan yang terpilih sebagai Ketua Umum APPSI 2019-2023,” tutup Wagub Idris Rahim.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri Musyawarah Nasional ke VI Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2019 yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Dalam sambutannya Wapres meminta seluruh Gubernur bekerja keras untuk mensukseskan visi misi Presiden Joko Widodo. Ma’ruf mengutarakan lima program kerja prioritas pemerintahan selama lima tahun ke depan, yaitu pembangunan sumber daya manusia, pemangkasan kendala regulasi, transforasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta penyederhanaan birokrasi.

“Saya meminta para Gubernur selaku kepala daerah dapat menjalankan lima program prioritas tersebut dan memastikan agar dipahami dan didukung oleh seluruh jajaran pemda dan masyarakat di wilayah masing-masing,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Salah satu poin yang diangkat oleh Wapres adalah menyangkut angka stunting yang masih tinggi. Wapres menargetkan angka stunting turun hingga 20 persen pada tahun 2024.

“Angka prefelensi stunting masih tinggi karena ada satu dari tiga balita mengalami stunting,” tutur Wapres.

Sejalan dengan arahan Wapres Ma’ruf Amin tersebut Wagub Idris Rahim menjelaskan bahwa upaya untuk menurunkan angka stunting di Gorontalo menjadi perhatian Pemprov Gorontalo saat ini. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah tahun 2013, prefelensi stunting di Gorontalo sebesar 38,8 persen. Angka tersebut menurun pada tahun 2018 menjadi 32,5 persen.

“Untuk menurunkan stunting ini berbagai program lintas sektor dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo. Jadi tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan dinas terkait lainnya. Seperti program pemberian bantuan ikan segar bagi ibu hamil dan balita kurang mampu yang ditunjang oleh Dinas Kelautan dan Perikanan,” jelas Wagub Idris Rahim saat dihubungan usai menghadiri pembukaan Munas ke VI APPSI.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syahidah mendukung verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Hal itu menurutnya sangat penting untuk kejelasan data penerima setiap bantuan dari pemerintah pusat.

“DTKS menjadi kunci awal kita di parlemen untuk memperjuangkan anggaran dan bantuan sosial di daerah. Kalau datanya tidak valid tentu susah bagi pemerintah untuk mengalokasi bantuan ke sini, oleh karena itu kami mendukung langkah Pemprov Gorontalo untuk melakukan verifikasi dan validasi data hingga ke tingkat desa,” ungkap Idah Syahidah saat menghadiri Evaluasi Progres Verifikasi dan Validasi PBI Jamkesta di Belle li Mbui, Kota Gorontalo, Selasa (26/11/2019).

Istri Gubernur Gorontalo itu menjelaskan, data kemiskinan Gorontalo di DTKS masih sangat minim yakni berkisar di angka 55.000 jiwa. Jumlah itu tidak sebanding dengan rencana Kementrian Sosial RI yang mengalokasikan bantuan untuk 30 juta jiwa warga se Indonesia tahun 2020.

Ia mencontohkan, untuk penerima iuran BPJS yang ditanggung Pemprov Gorontalo ada lebih kurang 170.000 jiwa. 120.000 di antaranya belum masuk DTKS. Ia berharap proses verivali bisa segera rampung untuk diusulkan ke pemerintah pusat.

“Keuntungan bagi Gorontalo sangat banyak jika verivali data ini tuntas. Tidak saja hanya bantuan kesehatan, tapi juga bantuan sosial seperti PKH, Rastra, BPNT dan sebagainya. Jika datanya sudah ada, saya akan berjuang agar alokasi Gorontalo bisa bertambah,” imbuhnya.

Pemerintah pusat saat ini memberlakukan satu pusat data untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Jika sebelumnya data kemiskinan dikelola dalam Basis Data Terpadu (BDT) oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), maka saat ini berubah nama menjadi DTKS yang dikelola oleh Kementrian Sosial RI.

Setiap bantuan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota diarahkan mengacu pada data tersebut. Hal itu sejalan dengan amanah UU No. 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

Sayangnya, sejak tahun 2015 DTKS Gorontalo belum pernah diperbaharui. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengambil langkah revolusioner dengan mengerahkan semua aparatur untuk turun verivali di lapangan. Verivali dimulai awal November 2019 dan diharapkan rampung awal Desember 2019.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Aparat desa diminta bersikap kooperatif untuk mensukseskan verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Hal itu dimaksudkan agar proses pendataan bisa berjalan lancar dan sesuai tahapan.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapppeda) Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menjelaskan, dari hasil evaluasi ada sejumlah desa yang bersikap tidak kooperatif. Ia mencontohkan Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.

“Ada laporan teman teman terkesan dipersulit. Misalnya sulit untuk dihubungi tidak mau melaksanakan musyawarah desa hingga tanda tangan berita acara. Ini tentu saja sangat disayangkan karena ada 176 jiwa di desa itu yang terancam tidak terakomodir dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ungkap Budi usai Rapat Evaluasi Progrem Verifikasi dan Validasi PBI Jamkesta, Selasa (26/11/2019).

Sikap tidak kooperatif aparat desa menurutnya akan berpengaruh singnifikan kepada warganya. Petugas akan kesulitan mencari rumah yang diverifikasi, memastikan warga yang meninggal dunia, pindah domisi atau indikator lainnya.

“Tahapannya ini kan pendataan, musdes dan penandatanganan berita acara, terakhir penginputan data ke SIKS NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation). Kalau satu tahapan saja tidak mendapat dukungan, maka dampaknya akan sangat besar,” imbuhnya.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Aparat desa setempat diduga tidak kooperatif karena merasa tidak diperintah oleh atasannya. Akibatnya proses pencacahan data hingga musyawarah desa tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

 “Saya kira ini persoalan komunikasi. Secara administratif, kami sudah menyurat ke semua Bupati dan Wali Kota. Harusnya suratnya sudah sampai dan diteruskan hingga ke tingkat desa,” imbuhnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mewanti-wanti proses pendataan harus sudah rampung awal Desember 2019. Jika ada data desa yang tidak selesai di tahap musdes dan penandatanganan berita acara, maka secara otomotis tidak akan diakomodir di sistem DTKS SIKS NG.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 26 November 2019 19:41

HUT Ke-346 Kabupaten Gorontalo Bertabur Prestasi

LIMBOTO  – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba menilai Kabupaten Gorontalo (Kabgor) sebagai Kabupaten tertua di Provinsi Gorontalo dengan usia ke-346 sudah melampaui target dengan prestasi-prestasi yang gemilang.

Hal ini disampaikan Darda saat mewakili Gubernur Gorontalo dalam memberikan sambutannya pada Rapat Paripurna istimewa dalam rangka HUT Kabupaten Gorontalo yang ke-346 tahun, Selasa, (26/11/2019), bertempat di GOR David Tony, Limboto.

“Kemajuan serta prestasi yang dicapai oleh Kabupaten Gorontalo adalah juga merupakan prestasi Provinsi Gorontalo. Untuknya atas nama Gubernur Gorontalo sudah sepatutnya mendukung hal ini. Namun dukungan saja tidak akan berarti tanpa kinerja dari seluruh komponen di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Darda

Lebih lanjut Darda menambahkan apresiasi atas ide Bupati Nelson Pomalingo, yang mengemas pelaksanaan peringatan HUT Kabgor ini dengan nuansa tradisional dan mengedepankan kebersihan lingkungan. Tentunya ide ini bisa dicontoh oleh Kabupaten lain bahkan oleh Provinsi Gorontalo yang sedikit lagi juga akan berulangtahun.

Tak lupa Sekdapun mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2020 nanti, Kabupaten Gorontalo termasuk salah satu daerah dari tiga daerah di Provinsi Gorontalo yang akan melaksanakan Pilkada serentak. Untuknya masyarakat diharapkan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi pesta rakyat tersebut.

“Alhamdulillah selama ini Provinsi Gorontalo dalam pelaksanaan Pilkada serentak selalu aman dan sukses, untuknya diharapkan masyarakat Kabgor juga bisa menjamin pelaksanaan Pilkada nanti dapat berlangsung secara aman, tertib dan lancar,” tuturnya.

Peringatan HUT Kabupaten Gorontalo kali ini diisi dengan berbagai macam lomba. Seperti lomba kebersihan, lomba olahraga tradisional dan lomba desa terang.

 

Pewarta : Nova/Echin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo