>
GORONTALO - Tiga amalan yang akan mengantarkan manusia pada kesuksesan adalah memiliki perasaan saling tenggang rasa, menghargai orang lain, dan berlaku amanah (jujur).
Hal ini disampaikan oleh Ustad Syaifudin Mateka, penceramah agama yang disajikan di ruang Diorama Moppoopiyohe lipuntho pada Jum'at (17/1/2020).
Kegiatan keagamaan ini merupakan dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturrahim dan mengawali kerja pimpinan baru bersama para pejabat dan seluruh pegawai dinas.
Siraman rohani ini disuguhkan dalam bentuk ceramah agama  yang menarik.
"Kalau seseorang bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah maka insyaallah apa yang dicita-citakan akan didapatkan," kata Syaifudin Mateka.
Sementara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Sul A Moito menyampaikan bahwa capaian kinerja dari dinas ini sangat memuaskan
"Saya berharap apa yang telah ditorehkan oleh bapak ibu pejabat dan seluruh ASN akan kita lanjutkan dan tingkatkan dengan bersama-sama berpegang teguh pada ajaran Rasulullah," ujar Sul Moito.
 
 
Pewarta: Suleman Diarpus - Diarpus
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi akreditasi perpustakaan tahun 2020 bertempat di ruang Diorama Mopoopiyohe Lipuntho, Kamis (16/1/2020).

Sosialisasi ini diikuti oleh 20 perpustakaan masing-masing sebanyak 16 peserta dari perpustakaan Sekolah Menengah Atas (SMA), 3 peserta dari perpustakaan Sekolah Menengah  Pertama (SMP) dan 1 peserta dari perpustakaan Sekolah Dasar (SD).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Sul A Moito yang didampingi Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo dan Koordinator Pustakawan Provinsi Gorontalo, Erna Harmain sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dianggap bermanfaat bagi perkembangan sebuah perpustakaan ke depannya.

“Sosialisasi akreditasi ini nantinya diharapkan perpustakaan akan meningkatkan kualitas dan kuantitasnya serta akan lebih refresentatif bagi pemustaka, selain itu juga meningkatjan karir guru karena ada berbagai macam kegiatan literasi yang diadakan oleh para guru di perpustakaan yang dapat memacu prestasi,” kata Sul Moito.

Sementara itu Syahrudin Porindo menyampaikan tujuan sosialisasi akreditasi perpustakaan ini adalah untuk meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat (pemustaka) terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan yang bersangkutan.

“Di tahun 2020 ini Perpustakaan Nasional mengalokasikan 75 perpustakaan yang akan diakreditasi baik perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah SMA, SMK, MA,  SMP, SD dan perpustakaan desa/kelurahan,” ujar Erna Harmain.

Di akhir sosialisasi akreditasi perpustakaan ini Sul Moito menyerahkan bibliografi, tabloid, dan majalah kepada peserta yang masing-masing menerima 16 eksemplar.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Provinsi Gorontalo terus melakukan inovasi dalam menarik minat kaum muda untuk membaca. Salah satu yang ditempuh adalah dengan program perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam bentuk wisata baca bertempat di Kantor Gubernur Senin (6/1/2020).

Yang menjadi sasaran kali ini adalah siswa Taman Kanak-Kanak. Mereka juga disertai guru pendamping  dan sejumlah orang tua.

Puluhan siswa ini terlihat sangat menikmati suasana belajar di luar ruang, mereka berinteraksi dengan rusa totol yang berada di halaman samping kantor, juga menikmati panorama pemandangan pegunungan serta kemegahan arsitektur gedung.

“Siswa yang terlibat pada kegiatan pendidikan inklusi sosial adalah TK Ilomata Desa Dulomo Kecamatan Tilango, TK Iloheluma Desa Tilote, TK Kenari Desa Lauwonu, TK Sartika Desa Luwoo yang masing masing didampingi oleh para guru dan orang tua,” kata Yosef P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Selain itu, sejumlah armada perpustakaan keliling juga disiapkan untuk melayani masyarakat di halaman Kantor Gubernur Gorontalo.

“Di samping para siswa TK  kegiatan perpustakaan berbasis  inklusi sosial juga diikuti oleh para siswa SMK Negeri 4, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri  5 Kota Gorontalo yang berjumlah 60 orang,”lanjut Yosef Koton.

Yosef Kotonmenjelaskan perpustakaan  berbasis  inklusi sosial ini selain memberikan kemerdekaan belajar bagi siswa sejak usia dini  juga sedini mungkin memperkenalkan pendidikan karakter pada anak dalam perbedaan fisik, mental dan sosial dan belajar menerima dan menyukai orang lain, menghargai perbedaan dan melakukan kegiatan yang dilakukan bersama di luar sekolah.

Berwisata baca para siswa TK juga diberikan penjelasan dan pemahaman mengenai keberadaan Kantor Gubernur Gorontalo, pengetahuan tentang hewan rusa dan burung merpati.

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Satu inovasi menarik dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam menumbuhkembangkan minat baca di kalangan siswa, yaitu dengan program perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam bentuk kursus percakapan Bahasa Inggris gratis (English Conversation).

Program ini telah memasuki tahap evaluasi yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton, penanggung jawab serta pelatih. Evalauis ini dilakukan di ruang Diorama Mopo' o piyohe Lipunto, Jum'at (3/1/2020).

Yosef P Koton sangat mengapresiasi perkembangan para peserta kursus percakapan Bahasa Inggris yang baru berjalan sebulan ini sudah mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris secara baik.

“Kami sangat mengapresiasi program perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam bentuk kursus percakapan Bahasa Inggris gratis, peserta lebih percaya diri dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara baik dala waktu yang singkat,” kata Yosef Koton.

Yosef Koton berharap kepada para peserta kursus Bahsa Inggris ini agar ilmu yang telah dipelajari terutama tata cara pengucapan serta percakapan bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan bermanfaat dalam pengembangan dan kemajuan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo ke arah yang lebih baik lagi dalam peningkatan minat baca masyarakat.

“Alumni peserta kursus gratis ini akan dimanfaatkan sebagai pemandu dan penerjemah bila ada kunjungan wisatawan dari mancanegara ke Diorama Mopo'o piyohe Lipunto, juga akan dikerjasamakan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk menjadi pemandu wisata,” ujar Yosef Koton.

Evaluasi kursus Bahasa Inggris ini merupakan rangkaian dari proses pembelajaran bagi para peserta yang berjumlah 50 orang untuk mengetahui sudah sejauh mana pemahaman, pengucapan dan berkomunikasi peserta menggunakan Bahasa Inggris.

Penanggung jawab kursus Bahasa Inggris ini, Yopi Abas menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengembangkan bakat di masyarakat serta para remaja yang ingin mengembangkan hobinya terutama dalam berbahasa Inggris.

“Kursus Bahasa Inggris ini tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Yopi Abas.

Dalam evaluasi ini dilaksanakan secara bertahap, pada hari ini  dimulai oleh tiga orang peserta.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar apel perdana  awal tahun 2020 di halaman dinas, Kamis (2/1/2020).

Apel ini dipimpin oleh Kepala Dinas, Yosef Koton dan diikuti seluruh pejabat administrator, pejabat fungsional,pejabat pengawas serta pelaksana .

“Selamat bertemu kembali di tahun 2020 setelah kemarin kita telah melepaskan tahun 2019 yang penuh kenangan,” kata Yosef Koton.

Yosef Koton juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja cerdas, kerja ikhlas serta kerja sama yang telah dibangun selama ini melalui budaya kerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo sehingga telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional.

Yosef Koton juga menyampaikan kepada peserta apel agar lebih meningkatkan disiplin dan kinerja di tahun 2020 ini.

“Kita akan upayakan pekerjaan menggunakan digital, tidak lagi menggunakan kertas,” ujar Yosef Koton.

Diakhir menyampaiannya Yosef Kton mengajak seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memahami dan memaknai 11 budaya malu di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Budaya malu tersebut adalah malu datang terlambat, malu sering izin pada jam kerja, malu pulang sebelum waktunya, malu menerima gaji tapi tidak bekerja, malu melanggar peraturan, malu memberikan pelayanan buruk, malu jika lingkungan kerja tidak bersih, malu berpakaian tidak rapih, malu tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik, malu tidak mampu menunjukkan prestasi dan  malu tidak mampu membuat inovasi.

 

Pewarta :  Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 21 Desember 2019 19:26

Diarpus Gelar Family Gathering di New Exotic

GORONTALO - Keluarga Besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar Family Gathering akhir tahun yang bertempat di objek wisata New Exotic, Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango pada, Sabtu (21/12/2019).

Kegiatan ini digelar untuk menguatkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam dinas ini sehingga terjalin komunikasi dan pengertian yang lebih baik. Manfaat dari kebersamaan ini adalah kinerja yang semakin meningkat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton menyampaikan tujuan kegiatan ini agar lebih memperat tali silaturrahim di antara pegawai dan  keluarga.

“Selama tahun 2019 banyak pekerjaan yang telah menguras tenaga, pikiran dan kadang-kadang menyita waktu untuk  keluarga demi kemajuan dan nama baik Dinas Arpus, hari ini kita bersama keluarga menyatu di tempat ini untuk refresing sambil bernyanyi dan mengikuti berbagai lomba yang disiapkan oleh panitia untuk mengokohkan silaturahim dan kerjasama pegawai,” kata Yosef Koton.

Yosef Koton juga menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pegawai, tenaga Pegawai Tidak Tetap, dan petugas kebersihan serta keamanan kantor atas dukungannya sehingga terlaksananya kegiatan ini.

”Saya bersama keluarga menyampaikan selamat menyongsong tahun baru 2020 semoga apa yang telah kita raih di tahun 2019 lebih ditingkatkan lagi kesuksesannya di tahun 2020,” ujar Yosef Koton.

 

Pewarta : Suleman Diarpus

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo  melaksanakan anjangsana ke sejumlah panti asuhan di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo, Jumat (20/12/2019).
Panti asuhan yang dikunjungi adalah Panti a
Asuhan Harapan Umat Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo yang diasuh Yusnita Hida, Panti Asuhan Arrahman Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan pengasuh Ustad Farouk, Panti Asuhan Darul Mutmain Desa Moahudu Tabongo dengan pengasuh ustad kasim dan Panti Asuhan Alkausar Kelurahan Molosipat W, Kota Barat, Kota gmGorontalo dengan pengasuh ustad Najib Tangkudung.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pejabat fungsional,  administrator, pengawas, pelaksana, pegawai tidak teyap, petugas kebersihan hingga sayuan pengamanan yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu anak panti.
"Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan pada hari ini akan beroleh balasan dari Allah SWT.
Berbagai prestasi telah kita dapatkan yang semuanya berkat kerja dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun dengan b8aik," kata Yosef Koton.
Yosef Koton juga menyebut keberhasilan dalam kehidupan berkat doa pada saat sholat.
"Patutlah kita bersyukur masih bisa berbagi kepada anak anak panti," ujar Yosef Koton. 
Jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo selama telah menunjukkan kinerjanya dalam mengelola pekerjaan hingga mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Prestasi juga telah diraih, terutama dalam meningkatkan layanan perpustakaan dan peningkatan kapasitas kearsipan di berbagai organisasi perangkat di Provinsin Gorontalo.
"Hari ini di penghujung tahun 2019  kita bekerja untuk meraih bekal akhirat dan semoga apa yang telah kita lakukan di tahun ini akan berlanjut di tahun selanjutnya," harap Yosef Koton. 
 
Pewarta : Suleman Diarpus
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 17 Desember 2019 15:46

Waspadai Plagiarisme di Era Industri 4.0

GORONTALO - Perkembangan literasi pada era industri 4.0 sangat cepat dan tak terbatas.
Sekolah dituntut mampu memahami percepatan kemajuan zaman dan peran literasi informasi.
Literasi era informasi ini  banyak dimanfaatkan  siswa, pengajar atau dosen. Hal ini memberi manfaat dan kelebihan bagi pengaksesnya selain lebih mudah informasi yang didapat akan lebih beragam.
 "Namun ada kekurangan atau bisa menjadi salah jika pengaksesnya tidak dapat mencari, memahami dan menggunakan informasi secara benar," kata Yosef Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo saat membuka sosialisasi Duta Baca di ruang Diorama Mopoo Piyohe Lipunto, Selasa (17/12/2019).
Sosialisasi duta baca ini diikuti 50 peserta dari SMA/SMK di Provinsi Gorontalo. 
Yosef Koton juga mengingatkan penyalagunaan informasi juga rentan terjadi seperti plagiarisme. 
"Plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan, karangan, pendapat dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri," ujar Yosef Koton.
Ia menjelaskan upaya memerangi plagiariame dengan cara mendalami literasi informasi.
"Sangat diperlukan peran duta baca. Duta baca diharapkan mampu menggaungkan literasi informasi ke semua peserta didik di Provinsi Gorontalo," ujar Yosef Koton.
Yosef berharap peserta sosialisasi mengikuti materi yang akan disampaikan oleh narasumber Ismet Sulila.
Yosef berharap akan lahir calon-calon duta baca baru. "Dengan menjadi duta baca siapapun di antara adik-adik ini dapat menjadi perwakilan Dinas Arpus untuk menggaungkan pentingnya literasi dan gemar membaca kepada seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo," harap Yosef
 
 
Pewarta : Suleman - Diarpus
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 17 Desember 2019 15:17

Diarpus Sosialisasikan Duta Baca

GORONTALO - Bidang perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi duta baca di ruang Diorama Mopo'o Piyohe Lipunto, Selasa (17/12/2019).
Sosialisasi ini diikuti perwakilan SMA/SMK sebanyak 50 orang.
Kegiatan ini merujuk pada  Undang-Undang nomor 43 tahun 2017 tentang perpustakaan menegaskan pemerintah berkewajiban menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan.
Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui gerakan nasional gemar membaca yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan melibatkan seluruh masyarakat.
"Program pemasyarakatan kegemaran membaca melalui Duta Baca Indonesia merupakan salah satu strategi yang dipilih dan digunakan Perpusnas yang dilaksanakan di seluruh provinsi oleh Duta baca daerah," kata Yosef Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo saat membuka sosialisasi.
Yosef menjelaskan maksud  kegiatan ini ssbagai sarana memotivasi kesadaran masyarakat dan menumbuhkembangkan kegemaran membaca melalui Duta Baca Daerah.
"Kami berusaha memotivasi, mengungkit dan mengakselerasi kegiatan gerakan pembudayaan kegemaran membaca siswa dan masyarakat. Juga meningkatnya kegemaran membaca masyarakat serta semakin semaraknya kegiatan pembudayaan kegemaran membaca secara merata dan proporsional," ujar Yosef.
Narasumber kegiatan ini adalah Ismet Sulila.
Yosef meluruskan pengertian literasi yang dipahami aebagai membaca, menurutnya literasi adalah kemampuan membaca dan tidak hanya itu literasi adalah kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut.
Di sekolah literasi informasi sangat penting perannya dalam perkembangan informasi yang cepat dan tak terbatas. 
 
Pewarta : Suleman Abas - Diarpus
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bidang Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2019 tentang tata naskah dinas di ruang Diorama Mopo'o piyohu Lipunto, Rabu (4/12/2019).

Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2019 ini diikuti oleh para sekertaris dan kepala subbagian umum dan kepegawaian lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dibuka oleh kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep P Koton dengan menghadirkan narasumber Yahya Ichsan, Arsiparis Ahli Madya.

“Maksud dan tujuan sosialisasi ini adalah sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan tata naskah dinas yang bertujuan menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Yosep P Koton.

Yosep Koton juga menyampaikan tata naskah dinas sangat penting bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan roda pemerintahan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2019.

“Kami berharap para sekretaris dan kasubag umum dan kepegawaian mengikuti dengan seksama apa yang disampaikan oleh narasumber,” ujar Yosep Koton.

Sementara itu Yahya Ichsan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa yang menjadi dasar dari sosialisasi pergub ini adalah Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2009, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun 2009 tentang naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah, Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) nomor 2 tahun 2014 tentang pedoman tata naskah dinas dan Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2019 tentang tata naskah dinas di lingkungan pemerintah provinsi.

“Pengertian tata naskah dinas adalah pengaturan tentang jenis, format, penyiapan, pengamanan, pengabsahan, distribusi dan penyimpanan naskah dinas serta media yang digunakan dalam komunikasi kedinasan,” kata Yahya Ichsan.

Sementara naskah dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang dibuat dan atau dikeluarkan oleh pejabat berwenang dilingkungan pemerintah daerah.

“Fungsi tata naskah dinas untuk memenuhi  atensitisitas dan reliabilitas arsip, menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan utuh serta mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen penyelenggaraan negara, memori kolektif bangsa dan simpul pemersatu bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Yahya Ichsan.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 6
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo