>

Innallilahi Wainna Ilaihi Roji'un

Pemerintah Provinsi Gorontalo Menyampaikan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Presiden Ke III RI Almarhum. H. Bacharuddin Jusuf Habibie.
(83 Tahun)

Lahir : 25 Juni 1936
Wafat : 11 September 2019

Semoga Amal ibadah Almarhum Diterima di Sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Amin Ya Rabbal Alamiin

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Bidang Statistik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) data sektor di ruang media centre Dinas Kominfo Kabupaten  Gorontalo Utara.

Monev kerjasama Bidang Statistik dengan Bapppeda Provinsi Gorontalo ini dibuka oleh Kepala Bidang Statistik, Fatma Biki, Rabu (28/8/2019) dan berlangsung selama 2 hari.

Kegiatan ini diikuti 32 wali data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo. Mereka mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber, review data sector oleh Fatma Biki, evaluasi kinerja sektor dan target RPJMD oleh Bidsang Evaluasi dan Pengendalian Bapppeda.

“Bidang Statistik perlu melakukan review kegiatan bidang statistik terkait pelaksanaan Statistik Sektoral. review  hari pertama untuk mempresentasikan  indikator sektoral yang sudah masuk data base data sektor Provinsi Gorontalo di 34 OPD melalui penginputan yang sudah dilaksanakan para wali data atau penanggung jawab data,” kata Fatma Biki, Kepala Bidang Statistik.

Dalam paparan Mariana Armaijn, Kepala Bidang Bidang Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Provinsi Gorontalo menyimpulkan perlunya evaluasi capaian kinerja sektoral pada semester 1 yang harus disinkronkan dengan rencana strategis OPD sehingga terlihat progress setiap triwulan 1 dan triwulan 2 serta tidak ada penyimpangan dengan renstra.

Untuk mengukur pencapain kinerja sebagaimana target RPJMD, diperlukan pemutakhiran data sektor untuk setiap pengukuran kinerja, output dan outcome kegiatan serta membuat format evaluasi untuk beberapa perubahan indikator, baik kenaikan atau penurunan yang sifatnya ekstrim, di evaluasi triwulan maupun semester.

“Dari hasil telaah data sektoral 2018, sebagian indikator sudah bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo sehingga dalam format data base statistik harus dihilangkan,” ujar Fatma Biki.

Fatma Biki menjabarkan hasil pembaruan data 2019 yang belum dimasukkan dalam data 2018 akan ditambahkan pada evaluasi kinerja sektor untuk melihat progress melihat progress kemajuannya. Capaian kinerja OPD yang berdasarkan telaah dilakukan penyesuaian antara inputan pada aplikasi e-data dengan manual report.

Dan evaluasi kinerja sektor yang disinkronkan dengan pencapaian target RPJMD perlu diselaraskan dengan Renstra/renja OPD.

 

Pewarta : PPID bidang Statistik

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Pada hari kedua pertemuan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Cyber Security Exercise.

Kegiatan yang diasistensi oleh Subdirektorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah II Badan Siber dan Sandi Negara ini berlangsung di ruang Data Center  diikuti Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Freksi Gani, Kepala Bidang e-Gov Fried Dewi Ahmad dan Kepala-kepala Seksi dan pelaksana.

Cyber Security Exercise ini merupakan bagian dari rencana pembentukan Computer Security Incident Response Team Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Simulasi serangan siber ini dibuka oleh Kepala Subdirektorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah wilayah II, Agustinus Toad.

Pada simulasi ini digambarkan terjadi penyerangan yang dilakukan oleh attacker atau hacker dan bagaimana penanggulangan Insiden siber ini.

Simulasi serangan siber dipandu oleh Sandiman Muda pada Subdirektorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintahan Pusat, Aprita Danang Permana.

“CSE sangat bermanfaat bagi pengelola layanan E-Government dalam melakukan investigasi dan analisis terhadap dampak insiden,“ kata Fried Dewi Ahmad, Kepala Bidang E-government Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Fried Dewi Ahmad menegaskan serangan siber terjadi kapan saja, sehingga diperlukan ketahanan keamanan  yang tangguh.

“Yang terpenting adalah pengelola mampu mendeteksi dan mencegah serangan siber lebih dini, sehingga dapat meminimalisir bahkan meniadakan kerugian akibat serangan ini,” lanjutnya

 

Pewarta : Yoan Dunda - Dinas Kominfo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo kembali menggelar diskusi terpumpun bagi generasi milenial bertema pemanfaatan internet sehat cerdas dan kreatif.

Diskusi ini dilaksanakan pada Kamis (29/8/2019) di Kampus Universitas Gorontalo. Diskusi terpumpun ini dirangkaikan dengan kegiatan Paradigma Baru, Pendidikan Karakter dan Integritas Mahasiswa Baru Universitas Gorontalo.

“Kami melibatkan mahasiswa baru Universitas Gorontalo, baik yang regular maupun kelas ekstensi,” kata Leisyawati Ali , Kepala Seksi Saluran Komunukasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Selama 2 jam para mahasiswa baru terlibat diskusi secara intensif, mereka membincang pemanfaatan internet sehat cerdas dan kreatif. Bagi mereka, kaum milenial, kehadiran internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Mereka saling terkoneksi 24 jam nonstop untuk melakukan komunikasi, jual beli, hingga mencari informasi dan hiburan.

 “Lebih dari lebih 320 mahasiswa baru antusias menerima pembekalan dari nara sumber Yang berprofesi sebagai akademisi juga anggota KPID Gorontalo, Ach Risa Mediansyah,”papar Leisyawati Ali.

Dalam pembekalan tersebut Riza Mediansyah lebih menekankan pada bahaya hoaks, termasuk implikasinya secara hukum maupun sosial, selain itu mengarahkan para mahasiswa untuk bijak saat penggunaan media sosial.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Freksi Gani memberikan membeberkan maksud dan tujuan diskusi terpumpun di Universitas Gorontalo.

“Penerimaan mahasiswa baru merupakan moment untuk menjalankan program kami, membekali mahasiswa bagaimana menggunakan internet secara sehat dan kreatif. Ini merupakan kerjasama Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo dengan Universitas Gorontalo,” kata Freksi Gani.

Diskusi terpumpun ini sangat diminati mahasiswa baru, banyak di antara mereka yang mendapatkan pemahaman baru terkait internet sehat dan kreatif ini.

 

Pewarta : PPID Dinas Kominfo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo bersama Badan Siber dan Sandi Negara(BSSN) menggelar rapat pembentukan asistensi Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat dinas ini dihadiri Tim BSSN, Sekretaris Dinas, Para Kepala Bidang, para Kepala Seksi  dan pelaksana, Rabu (28/8/2019).

“Rapat ini membahas pengamanan dan mengantisipasi serangan siber pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik  (SPBE) di Lingkungan Provinsi Gorontalo,” kata M Jamal Nganro, Plt Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Serangan siber pada system pemerintahan ini bisa mengenai data, informasi, infrastruktur dan aplikasi. Pengamanan penyelenggaraan SPBE dibutuhkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah. Serangan ini berdampak sangat merugikan dan berdampak pada layanan public yang menurunnya kredibilitas pemerintah daerah di mata masyarakat.

“Pemerintah daerah perlu membentuk asistensi CSIRT yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan insiden yang terkait dengan keamanan siber,” ujar M Jamal Nganro.

Kehadiran tim Subdirektorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Daerah Wilayah II BSSN yang dipimpin Agustinus Toad ini untuk mendorong pembentukan Asistensi CSIRT Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi pejabat administrator, pengawas, dan pelaksana yang serius mengikuti proses pembentukan tim CSIRT ini,” kata  Agustinus Toad.

Dalam pertemuan ini juga digelar diskusi bersama tim dari BSSNN terkait ancaman dan keamanan siber dan keamanan informasi untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

“Kami berharap CSIRT Pemerintah Provinsi Gorontalo segera terbentuk untuk memperkuat keamanan siber dan kemanan informasi pemerintah daerah,” ujar Agustinus Toad.

 

Pewarta : Wisnawaty Saleh – Dinas Kominfo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Etika berinternet secara sehat merupakan kebutuhan utama yang harus diketahui semua pihak agar tidak terjerumus pada pelanggaran seperti pornografi, penyebaran hoaks, kebencian, atau lainnya.

Untuk semua pihak harus memahami dan mengerti tata cara beretika dalam berselancar di dunia internet. Pembelajaran etika berinternet ini disosialisasikan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Yang menjadi sasaran kali ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo. Para mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi terpumpun pemanfaatan internet sehat cerdas dan kreatif pada Sabtu (24/8/2019). Diskusi ini diikuti oleh mahasiswa baru yang regular maupun kelas ekstensi.

“Diskusi terpumpun berlangsung 2 jam tersebut dihadiri 150 mahasiswa baru. Mereka antusias menerima pembekalan dari narasumber yang berprofesi sebagai akademisi juga anggota KPID Gorontalo, Ach Risa Mediansyah,” kata  Leisyawati Ali moderator dalam diskusi ini. Leisyawati Ali adalah Kepala Seksi Saluran Komunukasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.

Pembekalan internet sehat ini sangat cocok dilakukan kepada mahasiswa baru, karena pada masa ini hamper sebagian besar waktu mereka terhubung dengan dunia internet. Banyak kepentingan yang dilakukan, mulai dari kebutuhan pendidikan, bersosial media, hingga mencari hiburan. Semua disediakan dalam jaringan internet yang saling terhubung.

Dalam pembekalan tersebut, Risa Mediansyah menekankan pada bahaya hoaks, yang memiliki implikasi hukum maupun sosial, selain itu mengarahkan para mahasiswa untuk bijak dalam penggunaan media sosial.

Leisyawati Ali mengatakan penerimaan mahasiswa baru di STIA Bina Taruna merupakan momen yang tepat untuk mensosialisasikan salah satu program Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, yaitu memasyarakatkan penggunaan internet sehat dan kreatif di kalangan generasi milenial.

“Kami berterima kasih kepada Ketua Yayasan STIA Bina Taruna Gorontalo yang telah memberi kesempatan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru, semoga materi yang diberikan bermanfaat untuk mahasiswa baru,” ujar Leisyawati Ali.

Sementara itu Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIA Bina Taruna, Fauzi mengapresiasi Dinas Kominfo dan Statistik yang telah memberikan materi pada pengenalan kegiatan akademik mahasiswa baru.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi bidang penyiaran dan layanan komunikasi bersama media dan lembaga terkait.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas, Yusnan Ahmad di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Kamis (22/8/2019).

Yusnan Ahmad dalam sambutan pembukaannya menyatakan perlunya forum media untuk menyebarluaskan informasi pembangunan, forum ini juga menjadi sarana penguatan peran media di tengah masyarakat.

“Media berperan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui informasi yang menguatkan, transfer pengetahuan, dan juga memiliki fungsi pengawasan,” kata Yusnan Ahmad.

Rapat koordinasi yang dipandu oleh Freksi Gani Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik dan Leisyawati Ali, Kepala Seksi Saluran Komunukasi Publik ini hadiri para awak media, Bagian Humas, Komisi Penyiaran Indonesia, dan Loka Monitor Gorontalo.

Dalam pertemuan ini sejumlah awak media mengusulkan untuk memperkuat jejaring informasi dan komunikasi, termasuk pelayanan berita kepada media dan masyarakat.

“Konten lokal 10 persen dari total siaran televisi yang ada di daerah juga dikemukakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi Gorontalo juga diungkap dalam pertemuan ini,” kata Freksi Gani.

Nene Nggosa, salah seorang penyiar dari Radio Poliyama menyikapi makin rendahnya apresiasi dan isi siaran kebudayaan lokal di Gorontalo. Pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan konten siaran yang mengekspos budaya dan kearifan tradisional Gorontalo.

“Tanggomo, surunani, dan lainnya sudah ditinggalkan, saatnya media bangkit menyuarakan buaday daerah di tengah kepungan budaya asing,” ujar Nene Nggosa.

Masukan juga dari Bagian Humas Setda Provinsi Gorontalo, Asriani Hudji mengharapkan Dinas Komuniaksi Informatika dan Statistik, khususnya Bidang IKP membentuk satu tim yang bisa memantau keluhan masyarakat based on media sosial. Ini akan berbeda fungsinya dengan telepon pengaduan masyarakat yang berada di inspektorat.

“Media sosial penyebarannya sangat cepat, begitu juga dengan keluhan masyarakat yang dimuat di media online dan medsos. Saat kita tidak bisa bergerak cepat untuk memberikan tanggapan, setidaknya informasi awal, maka masyarakat akan terus bertanya tentang itu dan itu akan terus ada,” ujar Asriani Hudji.

Ia menyontohkan jika ada jembatan atau jalan rusak, Pemerintah melalui tim pengaduan masyarakat bisa menanggapi dengan informasi awal. Misalnya pengetahuan tentang jembatan A di lokasi A, siapa yang menjadi penanggung jawab, menjadi kewenangan siapa, apakah kabupaten kota atau provinsi.

Dalam pertemuan ini peserta sangat antusias, bahkan secara bergantian mengeluarkan ide dan gagasan yang menguatkan peran Dinas Kominfo dan Statistik di masa depan, termasuk membuat jejaring untuk kemitraan.

“Pertemuan ini adalah awal yang baik untuk menguatkan peran Dinas Kominfo dan Statistik di tengah masyarakat, termasuk mengembangkan jejaring kemitraan dengan berbagai media dan pemangku kepentingan,” ujar Leisyawati Ali.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Usai rekaman dialog Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 dalam Bahasa Indonesia, promosi kegiatan tahunan pariwisata ini dilanjutkan dalam Bahasa Inggris.

Rekaman ini menjadi sarana promosi yang efektif untuk menyasar segmen pasar wisatawan mancanegara yang dari berbagai belahan dunia, termasuk orang asing yang tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia.

Gaung promosi GKK 2019 dalam versi Bahasa Inggris dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Radio RRI Pro-3 Jakarta dengan narasumber Ivonela Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Programa Tiga Radio Republik Indonesia adalah salah satu dari 4 kanal utama milik Lembaga Penyiaran Publik RRI. Kanal ini merupakan Suara Identitas Keindonesiaan yang menyiarkan berita selama 24 jam nonstop dan wajib ada di setiap stasiun penyiaran RRI di seluruh Indonesia.

Dialog bersama Pro-3 RRI ini merupakan salah satu bentuk promosi Gorontalo Karnaval Karawo yang disiarkan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris,  dalam siaran Voice of Indonesia yang bisa dijangkau sampai di negara negara eropa, timur tengah dan asia pasifik.

Dialog dipandu oleh presenter Daulat Pane. Ia banyak menggali informasi seputar GKK 2019 kepada narasumber Ivonela Reane Larekeng.

Detail demi detail pelaksanaan GKK ini dikupas hingga pendengar radio paham. Bukan hanya itu saja, latar belakang GKK dan sulaman karawo juga dipaparkan secara apik oleh Ivonela Reane Larekeng.

Bagi Ivonela Reane Larekeng ini adalah pengalaman yang menarik mengenalkan budaya Gorontalo kepada pendengar radio di belahan lain bumi ini.

Ia memancing masyarakat internasional untuk mengunjungi Gorontalo sebagai daerah yang memiliki pesona biodiversitas dan culture diversitas yang unik, memikat dan memesona.

“Kami harus mengenalkan Gorontalo ke dunia internasional, ini nyata dan kami berharap dalam GKK banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar Ivonela Reane Larekeng, Rabu (21/8/2019).

Diskotik

Ivonela Reane Larekeng memaparkan agenda Gorontalo Karnaval Karawo dalam dialog ini sebagai salah satu event dalam Top 100 Calendar of Event tahun 2019 Kementerian Pariwisata.

Sebelum rekaman dalam Bahasa Inggris, versi Bahasa Indonesianya juga dipaparkan oleh Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo bersama La Ode M Arif Akbar dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Dialog ini disiarkan juga melalui media youtube dan jaringan internet.

Mereka membeberkan GKKK yang sudah kesembilan kalinya dilaksanakan sejak tahun 2011. Sepanjang kegiatan penerimaan masyarakat dan wisatawan sangat baik, sehingga festival ini dianggap sebagai event pariwisata  yang menonjol, melibatkan masyarakat banyak dan berpengaruh signifikan kepada penjualan kerajinan sulam karawo di masyarakat.

“Kalau GKK sukses, kedatangan wisatawan ke Gorontalo akan bertambah, penjualan sulaman meningkat, juga pengeluaran wisatawan lainnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rifli Katili.

Hajat pariwisata akbar ini oleh Dinas Pariwisata dan Bank Indonesia telah disiapkan menarik melalui rangkaian kegiatan menuju GKK 2019.

Perayaan GKK  ini dimulai dari 2 hingga 6 Oktober dalam kegiatan Mokarawo Design Training,  Mokarawo Traditional Handmade, Karawo Fashion Contest, Traditional Culinary Expo dan acara puncak Gorontalo Karnaval Karawo.

 

Pewarta : Dinas Kominfo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA –Gorontalo Karnaval Karawo 2019, salah satu dari 100 kalendar pariwisata tahunan  Kementerian Pariwisata yang akan digelar pada 2-6 Oktober terus dikomunikasikan dengan berbagai pihak.

Salah satunya dengan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calendar of Events (CoE), Esthy Reko Astuty.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili bersama Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Ivonela Reane Larekeng menemui Esthy Reko Astuty di Jakarta yang secara khusus melaporkan persiapan dan perubahan kegiatan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami bertemu Ketemu Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calendar of Events (CoE), Esthy Reko Astuty untuk menyampaikan jadwal acara  GKK, alhamdulillah beliau merespon baik,” kata Rifli Katili, Rabu (21/8/2019).

Rifli Katili juga menjelaskan rangkaian kegiatan GKK yang semakin baik dari tahun ke tahun, juga melibatkan kelompok masyarakat serta respon mereka terhadap kegiatan akbar ini.

“Ibu Esthy Reko Astuty sangat mendukung, apalagi diketahui ada Forum Pariwisata Sulawesi yang akan mengundang Menteri Pariwisata, yang digagas Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di berbagai daerah di Pulau Sulawesi,” ujar Rifli Katili.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Ivonela Reane Larekeng menambahkan tema GKK 2019 ini adalah Wonderful Celebes yang mengangkat budaya daerah-daerah di Pulau Sulawesi. Tema ini akan memperkaya budaya yang hadir dalam GKK.

Selain itu juga GKK akan menjadi sarana untuk mengeksplorasi kekayaan budaya tiap daerah, menampilkan dalam ajang yang dihadiri oleh ribuan masyarakat dan disiarkan oleh banyak media.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MAKKAH – Bertempat di Mushallah Hotel 229 Almarrasi, Jamaah Haji Kloter 29 asal Kabupaten Gorontalo mendapatkan visitasi (kunjungan) dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja (Daker) Makkah. 

Dikonfirmasi melalui akun media sosialnya, PPIH Arab Saudi, Sabara Karim Ngou, menjelaskan setelah puncak ibadah haji usai, PPIH melakukan visitasi ke masing-masing kloter untuk kembali memberikan penyuluhan. 

“Visitasi pascapuncak ibadah haji ini lebih pada penyuluhan kepada jamaah, dengan tujuan para jamaah mengetahui dan menjaga kemabruran ibadah haji mereka sepanjang hayat,” kata Sabara Karim Ngou, Selasa (20/8/2019)

Sabara Karim Ngou  menjelaskan untuk memperoleh predikat haji mabrur yang menjadi impian bagi setiap orang yang berangkat haji. Maka ketika jamaah sudah mendapatkan haji mabrur, diharapkan untuk menjaga predikat tersebut,” tambahnya. 

Sabara Karim Ngou yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo tersebut menyampaikan para jamaah selain dipastikan sudah melaksanakan rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat, juga diberikan edukasi terkait bawaan barang jamaah.

“Tugas utama kami selain untuk memastikan agar kegiatan ibadah haji berjalan dengan baik dan sesuai dengan tuntunan syariat, juga memberikan edukasi kepada para jamaah seperti aturan bawaan barang jamaah, barang apa-apa saja yang bisa dibawa dan barang yang dilarang diisi dalam tas bawaan jamaah,” ujar Sabara Karim Ngou.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo