>

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Perintah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk menjual daging bersubsidi kepada warga “kampung Jawa” yang hendak berlebaran ketupat ditindaklnjuti oleh Dinas Kumperindag Provinsi, Kamis (21/6/2018).

Mereka menjual daging bersubsidi dengan harga 50 Ribu Rupiah per kilogramnya. Ada 1 ton daging dijual yang mengambil tempat di Pasar Kampung Jawa, Desa Padengo, Kec. limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, daging 1000 kg ludes terjual,” kata Kadis Diskumperindag M. Nadjamuddin.

Penjualan daging sapi bersubsidi bagi 1000 warga itu berjalan relatif tertib karena sudah didahului dengan pembagian kupon oleh Dinas Sosial Provinsi. Kupon selanjutnya bisa dibelanjakan untuk satu kilo daging seharga 50 Ribu Rupiah.

“Pak gubernur berharap dengan penjualan daging ini bisa membantu khususnya bagi warga Jaton yang akan menjamu warga pada Lebaran Letupat besok,” imbuhnya.

Perayaan Lebaran Ketupat besok di Yosonegoro dan Padengo dipastikan akan berlangsung meriah. Ada 40 stand Pemprov Gorontalo dengan 40.400 ketupat dan panganan lainnya yang disediakan secara gratis. Ketupat sebanyak itu sekaligus untuk memecahkan rekor MURI.

Ada pula lomba pacuan kuda, karapan sapi dan kuda gerobak di lapangan golf Yosonegoro.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Kejaksaan Tinggi Gorontalo bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Bazar Ramadan yang dilaksanakan di halaman kantor Kejaksaan Tinggi, Selasa (5/6/2018). Acara yang diintegrasikan dengan buka puasa bersama antara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan jajaran pemerintah provinsi itu dihadiri oleh para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Firdaus Dewilmar mengungkapkan, pelaksanaan Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari menyambut Hari Bhakti Adyaksa ke 58 yang jatuh bulan Juli nanti. Acara yang diisi dengan penyerahan santunan bagi kaum Dhuafa ini sekaligus sebagai momentum untuk berbagi di bulan Ramadan.

“Terima kasih yang sebesar besarnya kepada bapak Gubernur sehingga pelaksanaan Bazar Ramadan ini bisa terselenggara dengan baik,” kata Firdaus.

Mantan Wakajati Gorontalo itu menilai, berbagi sesama di bulan suci Ramadan penting untuk meningkatkan kepedulian khususnya bagi warga kurang mampu. Selain itu, diharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan iman dan takwa jajarannya dalam mengisi bulan Ramadan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Kajati Firdaus Dewilmar menyerahkan santunan bagi 500 warga kurang mampu dalam bentuk sembako dan uang tunai 100 Ribu Rupiah dari Baznas Provinsi.

Selanjutnya santunan tersebut bisa digunakan warga untuk berbelanja sejumlah kebutuhan pokok yang disediakan oleh pemerintah. Kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan rempah rempah yang telah disubsidi pemerintah tersebut dijual dengan harga sangat murah.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Makassar, Humas – Kesempatan safari Ramadan di Kota Makassar juga dimanfaatkan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim untuk membahas masalah kelangkaan gas bersubsidi (3kg) yang terjadi di Gorontalo bersama Pimpinan PT. Pertamina Region VII, di kantor PT. Pertamina Kota Makassar, Jumat (1/6/2018).

Wagub menyampaikan, kelangkaan Gas bersubsidi (3 Kg) terjadi di Gorontalo terutama sejak memasuki bulan suci Ramadan 1439 H dan cukup mahal.

” Jika ada gas 3kg yang dijual, harganya cukup mahal untuk masyarakat yang kurang mampu,” jelas wagub saat diterima oleh General Manager Marketing Operasional Region VII Sulawesi PT. Pertamina, Tengku Fernanda, Manager Retail Fuel Marketing MOR VII, I ketut Permadi, dan Domestic Gas Region Manager VII, Isfahani.

Idris Rahim yang didampingi Plt Kasubbid Penghubung Makassar Moh Agung Sugiarto, berkeinginan untuk bekerja sama dengan PT. Pertamina dalam menerapkan pembelian gas bersubsidi sistem kartu, dimana data warga yang kurang mampu yang ada pada Dinas Sosial akan menjadi dasar pemberian kartu untuk masyarakat kurang mampu.

Sementara itu Tengku Fernanda menyatakan sangat mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Gorontalo untuk mengendalikan penggunaan gas bersubsidi oleh yang tidak semestinya.

” Saat ini gas bersubsidi masih digunakan oleh usaha menengah ke atas yang sebenarnya hanya digunakan oleh usaha menengah kecil atau UMKM” jelas Tengku Fernanda.

Pertamina berharap pembelian dengan menggunakan kartu tersebut, dapat menekan peredaran gas bersubsidi 3 kg dan mampu meningkatkan pembelian gas non sub subsidi 5,5 kg dan 12 kg.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik hal tersebut dan akan mengundang pihak Pertamina untuk membahas lebih dalam sehingga distribusi gas subsidi dan nonsubsidi akan sesuai peruntukannya.(Penghubung Makassar).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Guna menjaga stabilitas ketersediaan stok dan harga pangan jelang hari raya Idul Fitri, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo kembali menggelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi Gorontalo, Anis Naki, Kamis (31/5/2018).

Dalam sambutannya Anis mengatakan, dalam menekan gejolak di lapangan, Pemprov Gorontalo sudah mengambil berbagai langkah melalui rapat koordinasi baik melalui Rapat Forkopimda, Rapat Satgas Pangan, serta rapat kegiatan stabilitas barang kebutuhan pokok yang diinisiasi oleh kementrian perdangan

“Dan hari ini kita kembali gelar rapat TPID tingkat Provinsi, dimana kita juga telah melakukan monitoring langsung ke pasar yang dipimpin langsung oleh Pak Wagub, dan sesuai data alhamdulillah Provinsi Gorontalo pada triwulan 1-2018, priode april 2018 mengalami deflasi sebesar -0,12 persen, sedangkan nasional mengalami inflasi sebesar 0,10 persen,” kata Anis.

Anis melanjutkan selama bulan ramadan ini sesuai intruksi Gubernur, pihaknya terus memastikan akan tetap melakukan operasi pasar murah hingga jelang lebaran nanti. Selain membantu masyarakat miskin, operasi pasar diyakini dapat menekan harga pangan agar tetap stabil.

“Untuknya kami dari TPID menjelang hari raya idul fitri ini terus dihimbau untuk melakukan berbagai hal, yang pertama memastikan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok, memastikan kewajaran kenaikan tarif angkutan, melakukan operasi pasar dan pasar murah, serta melakukan pemantauan secara insentif perkembangan harga barang,” tambahnya.

Diakhir sambutannya Anis yang juga selaku Ketua Harian TPID Gorontalo berharap rapat rapat seperti ini bisa menghasilkan senergi dan pemikiran yang sama antar semua pihak yang tergabung dalam TPID baik Provinsi maupun Kab/Kota.

“Kunci mengelolah ekonomi yang baik, baik tingkat Provinsi maupun Kab/Kota, adalah pentingnya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi serta menjaga kestabilan inflasi dan semua ini bisa terwujud jika seluruh pihak bisa terus bekerjasama,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Kepala Kantor BI, perwakilan Kepala Badan Statistik, perwakilan Ketua TPID Kab/Kota se Provinsi Gorontalo, perwakilan Sub Divre Bulog Provinsi Gorontalo serta pimpinan SKPD terkait lainnya.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BONEBOL, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjanjikan pemasangan lampu jalan mercury bagi warga Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Janji itu disampaikan Rusli Habibie saat menggelar Safari Ramadan di wilayah tersebut, Senin (28/5/2018).

“Tadi malam saat saya bertemu dengan pak Perdro (tokoh masyakarat setempat). Saat buka bersama di kantor DPD 1 Golkar, beliau mengatakan permintaan dari masyarakat yang tinggal di seputaran Talumolo sampai dengan Botupingge mengeluh tentang gelapnya jalan raya. Tahun ini juga kita anggarkan. Kita pasang lampu merkuri di sepanjang jalan ini,” janji Rusli.

Janji gubernur dua periode itu mendapat sambutan meriah sekitar 700 warga yang hadir. Mereka mengaku lampu jalan sangat dibutuhkan mengingat kawasan itu sering dilewati mobil kontainer untuk bongkar muat barang dari Pelabuhan Kota Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Rusli yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Idah Syahidah juga meminta maaf atas pemadam listrik yang terjadi Minggu malam. Pemadaman total di Gorontalo itu cukup menggangu warga yang sedang bersiap melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah.

“Saya atas nama pemerintah meminta maaf semalam terjadi pemadaman listrik. Itu di luar kendali PLN, karena ada gangguan transmisi dari bagian Sulawesi utara sampai ke Gorontalo. Semoga saja tidak akan terjadi pemadaman lagi,” tuturnya.

Seperti Safari Ramadan di Kabupaten/Kota lainnya, kedatangan gubernur dan jajaran Pemprov Gorontalo diiringi dengan penyerahan bantuan. Total ada 1,86 Milyar Rupiah bantuan diserahkan dari program Dinas Pertanian.

Ada pula santunan dari Baznas Provinsi Gorontalo untuk 750 orang masing-masing sebesar 100 Ribu Rupiah. Santunan tersebut selanjutnya bisa dibelanjakan di pasar murah dengan harga bahan pokok yang sangat terjangkau.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOALEMO, Humas – Safari Ramadan yang dilaksanakan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie beserta jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Sabtu (26/5/2018) membawa berkah tersendiri bagi warga setempat.

Seperti warga Desa Lito misalnya. Gubernur Rusli menjanjikan tahun ini satu satunya desa di Paguyaman Pantai yang masih ‘gelap’ itu akan segera dialiri listrik. Kadis Penanaman Modal, Energi Sumber Daya Mineral dan Transmigrasi diminta untuk tinggal membahas teknis pemasangan dengan aparat setempat.

“Mana pak kadis SDM ? saya perintahkan selesai kegiatan ini mohon tinggal di sini. Rapat bersama seluruh aparat Desa Lito untuk mulai mengerjakan pengadaan listrik di sini. Saya tekankan juga, diupayakan tahun ini masyarakat lito sudah bisa menikmati listrik,” tegasnya yang disambut gembira oleh warga yang hadir.

Pihak Pemprov bersama PLN terus mengejar rasio desa berlistrik yang saat ini sudah mencapai 98 persen dengan rasio elektrifikasi 90 persen. Tahun 2018 Pemprov Gorontalo menargetkan rasio elektrifikasi 100 persen dengan menuntaskan pembangunan jaringan di 19 desa yang tersisa.Safari Ramadan sore itu semakin terasa berkah karena Rusli yang didampingi istri Idah Syahidah tidak datang dengan tangan kosong. Berbagai bantuan diserahkan seperti bantuan pertanian senilai 1,7 Milyar Rupiah diserahkan.

Ada pula santunan dari Baznas senilai 100 Ribu Rupiah setiap orangnya. Santunan itu selanjutnya bisa ditukarkan oleh warga setempat dengan kebutuhan bahan pokok yang dijual dengan harga sangat murah.

“Saya selalu senang dan bahagia karena bulan puasa bisa terus hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membawah sejumlah bantuan. Ini sebagai berkah di bulan Ramadan,sebagai hadiah untuk ibu dan bapak sekalian yang terus beribadah di bulan yang penuh rahmat ini,” imbuh Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Safari Ramadan kali itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat Magrib berjamaah. Shalat Tarwih berjamaah dan pemberian bantuan senilai 5 Juta Rupiah untuk masjid kecamatan menjadi pelengkap safari Ramadan Pemprov Gorontalo malam itu.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MAKASSAR, Humas – Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Makassar menggagas terbentuknya Rumah Promosi Potensi Gorontalo di Makassar. Rumah promosi berfungsi untuk mengembangkan pasar domestik produk daerah, memfasilitasi perdagangan Gorontalo-Makassar, mengoptimalkan warga KKIG untuk pemasaran produk khas Gorontalo, serta mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Gorontalo.

Gagasan tersebut lahir dalam diskusi tengah tahun yang digelar Badan Penghung Pemprov Gorontalo bekerjasama dengan KKIG, Senin (14/5/2018). Sejumlah pejabat daerah turut hadir di antaranya Ketua DPRD Paris A. Jusuf, Penjabat Sekda Anis Naki, Kepala Badan Penghubung Arfan Serry Jusuf serta Plt. Kasubid Penghubung Makassar Agung Sugiarto.

“Perlu adanya kesepakatan bersama antara pemprov dan yayasan KKIG yang diwujudkan dalam bentuk panduan operasional pelaksanaan kegiatan. Badan Penghubung berfungsi untuk monitoring pada tahap awal pendirian rumah promosi ini,” kata Chairil Burhan, Ketua Partisipasi Pembangunan Daerah, KKIG Makassar.

Sementara itu, Ketua DPRD Paris A. Jusuf menyambut baik gagas ini. Menurutnya, perlu ada rumusan kesepakatan bersama tentang rumah promosi, etalase dagang dan pariwisata. Perlu juga untuk memperhatikan regulasi yg ada sehingga pemerintah melalui Bappeda dapat merespon dan direalisasikan tahun 2019 nanti.

Senada dengan ketua DPRD, Penjabat Sekda Anis Naki menilai gagasan tersebut layak untuk dipertimbangkan. Promosi potensi daerah menjadi bagian dari visi Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim untuk menjadikan Gorontalo maju, unggul dan sejahtera.

“Untuk optimalisasi delapan program unggulan daerah, butuh dukungan dari semua pihak. Salah satunya dengan menjadikan Gorontalo sebagai daerah maju dalam hal perdagangan, investasi dan pariwisata,” terang Anis.(Badan penghubung).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Memasuki bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengeluarkan himbauan kepada para Bupati, Walikota dan seluruh masyarakat Gorontalo.

Himbauan tersebut juga untuk menunjang obsesi Gorontalo untuk menjadi daerah “Serambi Madinah” dengan falsafah hidup “Adat bersedikan sara’, sara’ bersendikan Kitabullah”.

Ada tiga poin penting dalam surat himbauan tertanggal 21 April 2018 itu. Pertama, memerintahkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta serta menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pedagang untuk menutup toko/warung sejak pukul 11.00 Wita s/d 13.00 Wita untuk melaksanakan Shalat Jumat.

Kedua, melakukan pengaturan lalu lintas terhadap pelaksanaan shalat Jumat di seluruh masjid (Masjid Agung, Masjid Besar, Masjid Jami) dengan menutup sementara dalam radius tertentu akses jalan menuju masjid tersebut mulai pukul 11.00 Wita s/d 13.00 Wita.

Ketiga, himbauan tersebut diharapkan mulai dilaksanakan saat bulan suci Ramadhan 1439 Hijiriyah hingga seterusnya pada setiap pelaksanaan shalat Jumat.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak lain bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie pada acara Pemberdayaan Kemasyarakatan Pra Sejatera bertempat di Desa Tenggela, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Senin (7/5/2018).

Menurut Idah, yang dibutuhkan saat ini hanyalah kemauan dan kemampuan masyarakat di bidangnya masing-masing. Tugas pemerintah untuk memberikan stimulan yang mampu merangsang kemampuan itu lebih baik dan lebih produktif.

“Kemampuan dan keterampilan masyarakat antara lain dapat meliputi : bertani, beternak, wirausaha, home industry atau kemampuan dan keterampilan lain yang dapat dikembangkan,” jelas Idah yang juga isteri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu.

Lebih jauh Ketua Dekranasda menjelaskan, Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim sejak selalu mengutamakan kebutuhan rakyat. Dari 33 OPD sedikitnya ada tiga OPD yang dilibatkan dalam pemberdayaan yakni Dinas Pertanian, Dinas Sosial dan Diskumperindag Provinsi Gorontalo.

“Contohnya Dinas Pertanian yang baru-baru ini melakukan MOU dengan TP. PKK Provinsi Gorontalo tentang penyebaran 150.000 bibit cabe untuk lima kabupaten dan satu kota. Dinas Sosial yang selalu memberikan bantuan kepada para lansia maupun penyandang disabilitas serta Diskumperindag yang juga turut memberikan bantuan kepada UMKM-UMKM yang ada di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

Dengan adanya bantuan oleh pemerintah tersebut, diharapkan dapat menambah produktivitas masyarakat. Produktivitas yang baik akan bermuara pada peningkatakan ekonomi masyarakat khususnya bagi keluarga pra sejahtera.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BONEBOL, Humas – Bagi anda pemilik pangkalan distribusi tabung gas elpiji 3 kg jangan bertindak nakal jika tidak ingin usahanya ditutup. Pesan ini coba disampaikan oleh tim gabungan dari pemerintah Provinsi Gorontalo yang mulai melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah tempat, Senin (7/5/2018).

Sidak dilaksanakan oleh tim gabungan dari Pemprov Gorontalo terdiri dari Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi, Dinas Kumperindag, Satpol PP, Kesbangpol serta dibantu oleh unsur Polri, TNI dan Hiswana Migas.

Di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) tim merazia dua lokasi pangkalan elpiji 3 kg yakni pangkalan Latif Di Desa Bube Kecamatan Suwawa, Pangkalan Nazwa di Desa Dutohe Kecamatan Kabila. Dari hasil sidak tim menemukan distribusi tabung gas LPG tidak sesuai peruntukan.

Ada pangkalan yang memiliki usaha rumah makan yang separuh lebih gas LPG digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah makannya sendiri. Ada pula pangkalan nakal yang memasok usaha peternakan untuk membantu pertumbuhan anak ayam sejak usia satu hari hingga 12 hari. Selama 12 hari peternakan tersebut membutuhkan 72 tabung gas 3 kg.

“Untuk pangkalan ini kami ambil tindakan tegas dengan melakukan pencabutan hak usaha (PHU). Jadi agen tidak lagi memasok gas ke pangkalan ini,” kata Kabag Ekonomi Biro P2E Safrano Isa selaku ketua tim.

Peggunaan tabung 3 kg juga rupanya masih dilakukan sejumlah pengusaha rumah makan dan warung kopi di Kota Gorontalo. Beberapa lokasi sempat disidak di antaranya rumah makan Joglo Ijo, Cak Imin, Jene Berang dan rumah makan Wong Seto. Dari lokasi tersebut didapati ada 51 buah tabung 3 kg yang masih digunakan.

Tim sidak meminta agar pengusaha rumah makan mengganti semua tabung dengan ukuran 5,5 kg. Penggantian langsung dilakukan di lokasi. Setiap tiga tabung ukuran 3 kg diganti dengan satu tabung 5,5 kg lengkap dengan isinya.

“Kita juga memberikan teguran dengan mengisi surat pernyataan tidak lagi menggunakan gas 3 kg. Apabila di kemudian hari masih melakukan hal serupa maka akan kita tindak tegas,” lanjut kata Safrano.

Sidak yang berakhir hingga pukul lima sore itu juga menyasar sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Di SPBU di Jalan J.A Katili petugas menemukan pengisian BBM dengan menggunakan galon. Bahkan ada yang sudah memodifikasi bentor dengan tangki berukuran besar untuk menampung premium.

Kepada pihak SPBU tim memberikan surat peringatan terakhir. Mereka diminta tidak lagi melayani pengisian gelon maupun modifikasi tangki agar tidak ada antrian panjang pengisi BBM di semua SPBU.

Razia ini merupakan bentuk komitmen pemprov, TNI dan Polri untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta pemenuhan energi dasar jelang bulan suci Ramadhan. Diharapkan selama bulan suci Ramadhan semuka pasokan bahan pokok dan energi dapat terpenuhi dan berjalan lancar.(Hmsprov-Biudi).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo