>
Senin, 19 Februari 2018 14:49

Wagub Buka RAT KSU Mekar Jaya

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-14 Koperasi Serba Usaha (KSU) Mekar Jaya di ballroom hotel Maqna Kota Gorontalo, Sabtu (17/2).

“KSU Mekar Jaya ini dari tahun ke tahun terus berkembang, dan tahun ini koperasi ini menjadi koperasi primer nasional. Tentunya saya sangat mengapresiasinya dan bangga dengan capain ini. Disaat banyak koperasi kita yang tidak ada aktivitas atau yang saya sebut dengan istilah mati pelan-pelan, KSU Mekar Jaya justru tumbuh dan berkembang,” kata Wagub Idris Rahim mengawali sambutannya pada kesempatan itu.

Lebih lanjut dikatakannya, suksesnya satu koperasi sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (sdm) yang mengelola koperasi tersebut. Menurut Idris, dibalik kemajuan satu koperasi, ada sdm yang handal dan profesional dalam melakukan pengelolaan terhadap setiap usaha koperasi. Dengan manajemen koperasi yang handal dan profesional, koperasi akan benar-benar fokus pada bidang usaha yang dijalankannya.

“Namun bukan berarti koperasi hanya fokus pada satu bidang usaha saja, tetapi dengan sdm yang handal dan profesional, koperasi bisa mengembangkan usaha di bidang lainnya sesuai dengan potensi dan kemampuannya,” ujar Wagub.

Kepada jajaran pengurus KSU Mekar Jaya, Idris mengingatkan bahwa di era persaingan saat ini, sangat penting bagi setiap koperasi untuk mampu menjalin kerja sama dan membangun sinergitas, baik antara pengurus dan anggota koperasi, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.

“Ini menjadi salah satu hal yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan RAT, sejauhmana pengurus mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan usaha koperasi,” tandasnya.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah di perkampungan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa Tenilo, kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis (15/2). Butuh waktu sekitar 3,5 jam bagi Gubernur dan rombongan untuk tiba di lokasi yang berada di perbukitan itu.

Meski termasuk kecamatan Tilamuta, ibu kota Kabupaten Boalemo, namun menuju ke desa Tenilo tidak semudah yang dibayangkan. Tak kurang dari 10 Kilometer panjang jalan yang harus dilalui untuk tiba di lokasi. Dari akses jalan utama kabupaten, rombongan harus melewati jalan tanah dan berbatu. Beruntung kondisi saat itu tidak hujan, sehingga mobil mudah membelah jalan hingga ke lokasi.

Desa Tenilo sengaja dipilih oleh Gubernur Rusli untuk menggelar pasar murah. Selain untuk berbagi dengan warga sekitar, di lokasi yang sama dilakukan pengresmian 50 unit rumah bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Beragam kebutuhan sembako di jual dengan harga murah. Mulai dari beras seharga 7000 per kilo, minyak goreng 10.000 per liter, gula pasir 10.000 per kilo dan telur 1000 Rupiah per butir. Ada juga cabe 20.000 Rupiah per kilo, Tomat 5.000 per kilo serta ikan Layang segar cukup ditebus dengan harga 10.000 per kilo.“Ini adalah perintah pak Presiden Joko Widodo. Pak presiden minta kepada kepala daerah untuk memberikan subsidi pangan kepada masyarakat kurang mampu. Kami sudah keliling di beberapa kabupaten, sekarang kami datang di Desa Tenilo ini,” terang Rusli Habibie.

Untuk melengkapi kebahagiaan warganya, Gubernur dua periode itu membawa serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gorontalo. Sekitar 1000 warga yang hadir diberi santunan sebesar 100 Ribu Rupiah per orang,

“Jadi uang 100 Ribu bisa ibu bapak gunakan beli sembako murah. Jika ada sisanya, bisa dibawa pulang ke rumah untuk kebutuhan lain,” imbuh Gubernur disambut antusias warga.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Rusli juga menyinggung tentang program bantuan non tunai yang diberi nama “Kartu NKRI Peduli”. Bagi warga miskin yang memiliki kartu tersebut bisa mendapatkan manfaat di antaranya bantuan untuk sembako gratis senilai 100 Ribu Rupiah setiap bulannya.

Tahun 2018 ini dianggarkan sebanyak 35 Ribu Kepala Keluarga (KK) miskin yang akan dimulai bulan Maret nanti. Sebelumnya, pada bulan November dan Desember 2017 pemanfaatan kartu yang bekerjasama dengan BRI itu pernah diuji coba dengan jumlah penerima 20 Ribu KK.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 14 Februari 2018 08:25

Wagub Gorontalo : Kinerja Bank SulutGo, Bagus

MANADO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menilai, pada tahun 2017 Bank SulutGo meraih capaian kineja yang bagus. Hal ini disampaikan Idris usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tahun buku 2017 dan RUPS Luar Biasa Bank SulutGo di Swiss Bel Hotel Manado, Sulawesi Utara, Jumat (9/2).

“Kinerja Bank SulutGo bagus. Baik aset, kredit, dan dana dari pihak ketiga capaiannya melampaui target,” kata Idris.

Idris menambahkan, laba bruto Bank SulutGo mencapai Rp391 miliar. Laba ini meningkat sebesar 66,85 persen dari tahun sebelumnya.

’50 persen dari laba akan dibagi kepada pemegang saham, dan sisanya untuk cadangan perusahaan,” ujar Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Huzairin Roham, yang turut hadir pada kegiatan itu.

Lebih lanjut Wagub Idris Rahim yang secara bergantian dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Komisaris Utama PT. Bank SulutGo memimpin rapat tersebut mengatakan, RUPS juga membahas remunerasi untuk komisaris, direksi, dan karyawan Bank SulutGo. Menyangkut remunerasi itu akan disesuaikan dengan petunjuk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan selanjutnya akan dibentuk komite remunerasi yang akan membahas lebih lanjut.

RUPS juga menyepakati dan menyetujui target peningkatan permodalan berdasarkan rasio kecukupan modal melalui emisi saham, dengan obligasi diharapkan mencapai Rp1 triliun.

Idris berharap dengan peningkatan kinerjanya, Bank SulutGo lebih meningkatkan perannya dalam pembangunan daerah di Provinsi Gorontalo.

“Dengan kinerjanya yang terus meningkat, kita berharap bank milik pemerintah daerah se Sulawesi Utara dan Gorontalo ini lebih berperan dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wagub Idris Rahim.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 30 Januari 2018 08:37

Berbagai Makanan Khas Gorontalo Hadir di Manado

Manado – Puncak perayaan gebyar Hari Patriotik 23 Januari yang dilaksanakan oleh Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) di Manado, tadi malam, Sabtu (27/1) di lapangan tikala, Kota Manado menghadirkan berbagai macam makanan khas Gorontalo

Makanan khas tersebut terdiri dari jenis kue di antaranya Tutulu (Cucur), Ilabulo, Kala Kala, Apangi, Pololulu, Sabongi, serta jenis makanan khas lainnya yakni Putungo Pilitode, Kuah Ilahe, Sagela, Payangga, Bilendango, Binthe Biluhuta, Dilalobinthe . Seperti itulah nama nama yang tertera dalam daftar menu yang disediakan oleh setiap DPC KKIG kota Manado

“Hari ini juga saya melihat selain antusis masyarakat Gorontalo yang ada di kota Manado, saya melihat setiap stand yang ada di sudut kiri saya (dari arah panggung) menyediakan berbagai macam makanan khas Gorontalo. Terima kasih masyarakat sekalian, saya benar benar merasa sedang berada di Gorontalo sekarang, padahal kita semua lagi di Manado,” kata Gubernur Rusli Habibie saat memberikan sambutannya.

Gubernur melanjutkan, dia berkeinginan selain masyarakat Gorontalo tak pernah melupakan makanan khas daerah Gorontalo, masyarakat Gorontalo yang ada dikota Manado juga harus terus melestarikan kerajinan khas Gorontalo yakni upiah karanji dan juga pakaian karawo.

“Kalian lihat malam hari ini saya memakai kupiah keranjang, ini adalah kerajinan khas daerah Gorontalo. sekitar sebulan yang lalu saya telah mengisyaratkan kepada seluruh ASN laki laki di Gorontalo agar memakai kupiah keranjang ini dan alhamdulillah sekarang semua telah memakainya. saya harapkan warga saya disini juga wajib memakainya. Kita punya satu lagi kain karawo itu juga sudah mendunia bahkan sampai ke New York. Jadi jangan lupakan kerajinan tangan daerah kita, mari kita terus lestarikan,” ajaknya.

Pada kesempatan itu pula gubernur melantik KKIG dari 10 Dewan perwakilan cabang (DPC) kota manado yakni DPC Bunaken, DPC Tuminting, DPC Singkil, DPC Mapanget, DPC Pall 2, DPC Tikala, DPC Wanea, DPC Wenang, DPC Sario, dan DPC Malalayang.

“Semoga semua yang dilantik malam ini bagian dari KKIG bisa terus mewakili saya memperhatikan warga Gorontalo yang ada di Manado. Jaga stabilitas disini, kalian tetap warga kami, jika ingin pulang kembali ke kampung halaman, Gorontalo siap menunggu,” tambah gubernur.

Gebyar Hari Patriotik yang berlangsung meriah tersebut juga menampilkan berbagai macam tarian khas gorontalo yakni tarian Tidi dan Saronde dan juga aksi drama musical yang menampilkan bagaimana perjuangan pahlawan Provinsi Gorontalo Nani Wartabone dalam memperebutkan kemerdekaan Gorontalo pada tahun 1942 yang disajikan dengan musicalisasi puisi dan juga lagu daerah Gorontalo ” Hulondhalo Lipuu”.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 18 Januari 2018 11:16

Pemprov Jamin Harga Jagung Tetap Stabil

GORONTALO – Sempat diisukan anjlok hingga di bawah Rp3.000,00 perkilogram, dipastikan bahwa harga jagung ditingkat pedagang pengumpul tetap stabil. Hal ini dipastikan setelah dilakukan pengecekan secara terpadu ke beberapa pedagang pengumpul di wilayah Kota Gorontalo oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim bersama Satgas Pangan dan sejumlah pimpinan SKPD terkait, Senin (15/1).

“Sesuai pemantauan di gudang pengumpul jagung, harga jagung dengan kadar air 17 persen diambil dengan harga Rp3.100,00 hingga Rp3.150,00 perkilogram,” kata Wagub Idris Rahim usai melakukan inspeksi ke salah satu gudang pengumpul jagung di Kota Gorontalo.

Lanjut kata Idris, salah satu penyebab terjadinya pengambilan harga jagung di bawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni keinginan petani untuk secepatnya memperoleh uang.

“Mental petani kita itu maunya instan dan ingin segera memperoleh uang, sehingga itu jagung yang kadar air masih tinggi sudah dijual. Saya minta petani menjual yang sudah kering, sehingga harganya juga tinggi,” ujar Wagub.

Harga pengambilan jagung masih tetap stabil, tetapi hasil inspeksi ke gudang itu ditemukan persoalan pada alat ukur kadar air. Terjadi perbedaan kadar air antara alat ukur milik pengumpul jagung yang menunjukkan angka 16,9 persen, sedangkan alat ukur dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo hasilnya 13,8 persen.

“Hasil tes di gudang ini menunjukkan ada selisih kurang lebih 3 persen. Alat ukurnya sudah kita sita dan kita akan kalibrasi. Memang sebagian urusan meterologi sudah dialihkan ke kabupaten/kota, tetapi kita di provinsi memiliki kewenangan pengawasannya,” jelas Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo, Muhamad Nadjamudin.

Terkait hal itu Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengingatkan para pedagang pengumpul jagung untuk tidak mengakali dan melakukan kecurangan dalam pengukuran kadar air jagung petani. Muljady menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan melaporkan tindakan itu kepada aparat penegak hukum.

“Jika itu dilakukakan, maka akan berhadapan dengan hukum. Kasihan petani sudah 3-4 bulan berjibaku di lapangan untuk menghasilkan produksi, kemudian pada saat dijual justru dicurangi,” terang Muljady.

Sementara Kepala Bulog Gorontalo Castro Hermanses yang turut serta pada inspeksi tersebut mengungkapkan, pihaknya akan mengambil produksi jagung petani Gorontalo jika harga jagung anjlok.

“Sesuai ketentuan dan aturan yang ada, jika harga jagung anjlok di bawah Rp3.000,00, Bulog berkewajiban untuk membeli produksi jagung petani,” pungkasnya.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 18 Januari 2018 08:10

Stok Beras Gorontalo Aman

GORONTALO – Isu melonjaknya harga beras di pasaran langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan melakukan pemantauan stok beras di gudang Bulog Gorontalo dan peninjauan ke pasar sentral Kota Gorontalo, Senin (15/1).

“Hasil pantauan kita di gudang Bulog, stok beras Gorontalo aman,” ujar Wagub Gorontalo H. Idris Rahim kepada sejumlah wartawan yang turut serta pada pemantauan tersebut.

Dari pantauan di gudang Bulog, stok beras yang tersedia berjumlah 27.500 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gorontalo hingga 3 bulan ke depan.

“Sehingga itu saya minta masyarakat dan pedagang tidak terpengaruh dengan isu-isu, jangan berspekulasi apalagi sampai melakukan penimbunan. Stok beras kita banyak,” tegas Idris.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario. Dia menambahkan, selain stok beras yang ada di gudang Bulog, secara keseluruhan stok beras di Gorontalo berlimpah. Muljady menjelaskan, puncak panen di Gorontalo ada pada bulan Desember 2017 dengan luasan panen mencapai 27 ribu hektar.

“Dengan rata-rata produksi 4,8 ton, berarti ada 133 ton gabah yang setara dengan beras 79 ribu ton. Sedangkan rata-rata kebutuhan kita perbulan hanya 10 ribu ton, berarti kita surplus,” jelas Muljady.

Untuk mengantisipasi gejolak pasar yang terpengaruh dengan isu kenaikan harga beras secara nasional, pihak Bulog Gorontalo sejak awal tahun 2018 sudah melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah. Stok beras Bulog adalah jenis beras medium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp9.450,00 perkilogram atau Rp7.450,00 perliter.

“Operasi pasar yang kita lakukan saat ini adalah penetrasi pasar yang kita pasok ke pedagang pengecer di pasar sentral dengan harga di bawah harga eceran tertinggi yaitu sebesar Rp9.350,00 perkilogram,” tandas Kepala Bulog Gorontalo Castro Hermanses.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara dipastikan molor hingga akhir tahun 2018. Padahal pihak pengembang sempat berjanji PLTU 2×25 Megawatt itu akan beroperasi bulan Februari tahun ini.

Kepastian molornya pengoperasian PLTU Anggrek terungkap dalam kunjungan kerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (10/1). Menurut Manager Unit Pelaksana Proyek Pembangkit dan Jaringan, Abdul Waris mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan PLTU baru berada pada angka 71,32 Persen. Ditargetkan baru bisa beroperasi akhir tahun 2018 nanti.

“Kita lihat dari target mudah mudahan akhir tahun ini bisa kita selesaikan. Progres 71 persen itu tidak serta merta dapat 100 persen karena berbagai kendala,” terang Waris.

Lebih jauh Waris menjelaskan, saat ini pihaknya sudah selesai melakukan konstruksi fisik. Kendala saat ini dalam hal instalasi dan setting mesin yang cukup rumit. Selain instalasi mesin yang rumit, pekerjaan pun terhambat faktor alam.

“Kondisi di lapangan seperti pada bagian CWP (Circulating Water Pump) di Pump House itu tidak lagi tanah, tapi batu yang masif. Tidak bisa dilakukan dengan alat biasa, tapi harus pakai blasting. Tapi karena bangunannya sudah ada kita tidak bisa,” kata Waris berkilah.

Terkait dengan pembangunan Jetty (dermaga/pelabuhan yang menjulur ke laut), pihaknya mengaku sedang melaksanakan pekerjaan. Ia menargetkan Jetty bisa rampung di awal Juni, sebagai dermaga tempat bongkar muat batu bara ke pembangkit.

Waris atasnama pihak manajemen memohon maaf belum bisa melayani pembangkit listrik 2×25 Megawatt bagi warga Gorontalo. Ia berharap kendala di lapangan bisa diselesaikan sehingga suplai dari pembangkit ini bisa menambah kapasitas listrik di Gorontalo dan Sulawesi Utara pada umumnya.(Hmsprov-isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Perekonomian Provinsi Gorontalo pada tahun 2017 tumbuh pada kisaran 6,3 hingga 6,9 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1 persen. Hal ini terungkap pada seminar refleksi ekonomi akhir tahun 2017 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo di hotel Grand Q Gorontalo, Jumat (22/12), yang mengangkat tema “Pengembangan Ekonomi Gorontalo dengan Mendorong Pariwisata sebagai Solusi Ekonomi”.

Deputi Kepala Perwakilan BI Gorontalo Akhmad Kosasi menjelaskan, sektor pertanian menjadi sektor utama penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada tahun 2017. Selain itu, kinerja lapangan usaha perdagangan juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi dimana sampai kuartal tiga tahun 2017 mencapai angka 8 persen.

“Namun demikian, terdapat resiko penurunan kinerja perekonomian yang harus kita antisipasi ke depan, yaitu menurunnya kinerja lapangan usaha konstruksi yang diakibatkan oleh melambatnya pertumbuhan investasi di daerah ini,” jelas Kosasi.

Kosasi memaparkan, sampai dengan triwulan III 2017, pertumbuhan investasi Gorontalo sebesar 3,05 persen, melambat dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,37 persen.

“Kami mencatat perlambatan ini diakibatkan belum adanya proyek pemerintah baru yang bisa menggantikan nilai investasi proyek-proyek besar seperti PLTG Paguat dan bandara Djalaludin yang telah selesai pembangunannya pada tahun 2016,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang dapat mengakibatkan perlambatan perekonomian Gorontalo, pada kesempatan itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo yakni dengan mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu program unggulan. Wagub menuturkan, pengembangan sektor pariwisata diharapkan akan menjadi leverage atau pendongkrak tumbuhnya sektor-sektor lain.

“Jika pariwisata kita maju, pasti UMKM akan tumbuh, infrastruktur akan lebih merata, angka kemiskinan dan pengangguran menurun, dan pada akhirnya ekonomi kita akan terus tumbuh, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” ujar Idris.

Tetapi demikian lanjut Idris, ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama oleh pemerintah dan seluruh stakeholder dalam mewujudkan pariwisata Gorontalo yang mendunia, diantaranya konektivitas dan aksesibilitas, serta penyelenggaraan even-even pariwisata yang terintegrasi baik antar kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo maupun dengan daerah-daerah tetangga.

“Pengembangan sektor pariwisata harus lebih komprehensif, tidak boleh lagi secara parsial. Harus dibuat kalender pariwisata yang terintegrasi dengan kalender pariwisata di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, maupun Sulawesi Selatan. Ini yang harus kita dorong agar pariwisata benar-benar menjadi solusi dalam menumbuhkan perekonomian Gorontalo,” tandas Wagub Idris Rahim.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Merespon kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi akhir akhir ini, membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengambil langkah cepat. Ia meminta Dinas Penanaman Modal, Energi Sumber Daya Mineral dan Transmigrasi (PNM, ESDM, Transmigrasi) bersama instansi terkait untuk turun langsung ke lapangan besok Minggu.

“Hari ini saya mendapatkan SMS pengaduan masyarakat tentang LPG. Saya langsung telpon kepala dinas (PNM, ESDM, Transmigrasi) tolong turunkan tim bahwa di wilayah Limboto dan sekitarnya mengalami kelangkaan LPG”, beber Rusli saat meresmikan gedung pendidikan di SMKN 3 Gorontalo, Sabtu (25/11).

“Begitu saya telpon kadis saya dia bilang: kami sudah turunkan tim pak gubernur tapi soalnya ini soalnya itu pak gubernur”, imbuh Rusli menirukan jabawan bawahannya itu.

“Saya jawab. Soalnya soalnya itu yang harus dihapus. Tidak pake soalnya-soalnya sekarang rakyat butuh LPG. Besok turunkan tim di mana yang langka di situ taruh LPG, Jual!”, tegas Rusli.

Dihubungi secara terspisah, Kadis PNM, ESDM dan Transmigrasi Sukri Botutihe menjelaskan penyebab seretnya pasokan LPG. Menurutnya, yang terjadi sebetulnya gangungan distribusi oleh kapal pemasok yang terlambat bersandar di Pelabuhan Anggrek.

“Sekarang sudah sandar. Walaupun besok hari Minggu yang biasanya tidak ada distribusi ke pangkalan ke agen oleh Pertamina, tapi tepat mereka laksanakan karena ada keterlambatan tadi. Jadi tidak ada masalah”, terang Sukri.

Sukri juga menyebut jika penyaluran LPG untuk Provinsi Gorontalo setiap harinya mencapai 73,8 Ton. Angka itu melebihi kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Ia berharap masyarakat terutama para agen dan pangkalan untuk tidak berspekulasi terkait ketersediaan LPG.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan stok LPG untuk daerah Gorontalo dan sekitarnya aman, meski dalam dua tiga hari terakhir sulit di akses masyarakat. Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, Energi Sumber Daya Mineral dan Transmigrasi (PNM, ESDM, Transmigrasi) Sukri Botutihe, Sabtu (25/11).

Sukri menolak jika LPG 3 Kg disebut langka. Menurutnya, yang terjadi sebetulnya hanyalah gangungan distribusi oleh kapal pemasok yang terlambat bersandar di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Sekarang sudah sandar. Walaupun besok hari Minggu yang biasanya tidak ada distribusi ke pangkalan, ke agen oleh Pertamina, tapi tepat mereka laksanakan karena ada keterlambatan tadi. Jadi tidak ada masalah”, terang Sukri saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Ketika ditanya tentang adanya regulasi di kota-kota besar tentang larangan membeli LPG 3Kg (bersubisidi) bagi warga mampu, Sukri mengaku belum ada larangan soal itu. Ia hanya meminta masyarakat mampu untuk segera beralih ke LPG non subsidi dengan menggunakan LPG 12 Kg.

“Ya jadi ini kan pilihan-pilihan. Alangkah baiknya bagi yang mampu itu yaa kasih kesempatan bagi yang tidak mampu untuk merasakan LPG subsidi. Bagi yang mampu membeli non subsidi sebaiknya membeli yang non subsidi,” imbuhnya.

Sukri juga menyebut jika penyaluran LPG untuk Provinsi Gorontalo setiap harinya mencapai 73,8 Ton. Angka itu melebihi kebutuhan masyarakat. Ia berharap masyarakat terutama para agen dan pangkalan untuk tidak berspekulasi terkait ketersediaan LPG.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo