>
Selasa, 11 Oktober 2016 08:01

30 Persen Kopi Di Mesir Dari Indonesia

Gorontalo, Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy mengatakan sekitar 30 persen kopi di negara itu, merupakan pasokan dari Indonesia dan saat ini menjadi "leading market".

"Ini yang menjadi alasan saya membawa calon investor asal Mesir ke Gorontalo, untuk mencari 'supplier' atau pemasok kopi, khususnya kopi robusta," kata Helmy pada kegiatan "Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016", yang dilaksanakan di Gorontalo 9-11 Oktober 2016.

Dijelaskan, hubungan Indonesia dengan mesir dari dulu sudah sangat erat, hubungan sosiokulturalnya karena ada kurang lebih 4.500 mahasiswa Indonesia yang sementara studi di Mesir, sehingga hubungan itu kemudian diterjemahkan dalam dimensi lain yaitu, hubungan perdagangan investasi dan pariwisata.

Menurutnya, saat ini produk Indonesia boleh dikatakan cukup baik segmentasi di Mesir, meskipun volumenya masih sedikit, yakni sekitar 1,42 persen.

Sebaliknya impor Mesir ke Indonesia hanya 0,09 persen tapi volumenya terus meningkat cukup tajam.

"Pada semester pertama ini saja, volume perdagangan kedua negara ini hampir mencapai 1 miliar dolar AS dan terus meningkat," jelasnya.

Sementara itu staf ahli Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ridwan Yasin menjelaskan bahwa IMEU merupakan bentuk kerja sama yang kongkrit antara Kemenlu yang dikoordinasikan Direktorat Timur Tengah Kemenlu RI, bekerjasama dengan pemerintah daerah.

"Ini adalah wujud kerja sama yang kongkrit, antara kementerian luar negeri dengan pemerintah daerah untuk memajukan perekonomian di daerah," jelasnya.

Ia berharap semoga IMEU tahun ini dapat memberikan manfaat yang besar dan sumbangan yang nyata bagi pembangunan ekonomi di Provinsi Gorontalo, serta kerja sama dengan negara di Timur Tengah.

Ia menambahkan, Kemenlu melalui kedutaan besar RI di luar negeri tidak pernah berhenti melakukan promosi sepanjang tahun, dimana pihaknya tidak hanya memperkenalkan daerah yang sudah maju, tapi juga memberikan kesempatan bagi daerah yang belum banyak dikenal dengan menawarkan berbagai potensi investasi.

"Namun hal terpenting untuk menjaga iklim investasi di daerah adalah 'mindset' masyarakat untuk menerima orang asing bekerjasama di sini, untuk saling menguntungkan kedua belah pihak," tegasnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menawarkan pengelolaan energi panas bumi atau "Geothermal" kepada calon investor asal negara-negara Timur Tengah, dalam kegiatan "Business Matching" Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa, menjelaskan pada pertemuan bisnis nanti dengan calon investor, selain menawarkan pengembangan energi panas bumi, juga menawarkan investasi sektor pariwisata.

"Diantaranya adalah pengembangan kepulauan Saronde, Taman laut Olele dan Pentadio Resort," kata Winarni, Minggu.

Selain itu, lanjut Sekda, di sektor perdagangan dan industri, pemerintah menawarkan komoditi perikanan dan hasil laut, pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta sektor Agroindustri dan peternakan.

Kegiatan IMEU direncanakan akan dibuka wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman M. Fachir dan dihadiri para kepala perwakilan negara-negera Timur Tengah di Indonesia, seperti Dubes Oman, Dubes Mesir, Dubes Kuwait serta duta besar Indonesia untuk Jordania.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan bahwa Pemprov Gorontalo semaksimal mungkin akan memberikan beberapa kemudahan bagi calon investor untuk berinvestasi di Gorontalo.

"Pemerintah menjamin dari segi keamanan Gorontalo cukup aman, sementara untuk infrastruktur penunjang lainya, cukup memadai," kata Rusli.

Meskipun demikian pemerintah akan terus berupaya memperbaiki semua fasilitas pendukung lainya, sehinga kegiatan investasi yang berpengaruh terhadap perekonomian Gorontalo akan berjalan lancar. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 10 Oktober 2016 07:56

27 Investor Timur Tengah Hadir Di Gorontalo

Gorontalo, Sebanyak 27 calon investor dari negara-negara Timur Tengah, hadir dalam rangkaian "Business Matching" Indonesia Middle East Update (IMEU) 2016, yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo, 9-11 Oktober 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, Minggu, menjelaskan 27 calon investor tersebut berasal dari Mesir, Kuwait, Jordania, Arab Saudi, Yaman dan Damaskus.

"Mereka hadir di Gorontalo dalam rangka forum promosi potensi perdagangan, investasi dan pariwisata Provinsi Gorontalo, bekerjasama Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI," ujar Sekda.

Hal ini dimaksud sebagai upaya untuk mempertemukan pelaku usaha Gorontalo dengan "buyer" atau pembeli dan calon investor dari Timur Tengah.

Acara tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk paparan potensi investasi di Gorontalo oleh Gubernur dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dalam bentuk "One on One Meeting per-sektor", sehingga akan lebih efektif dan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan investasi.

"Untuk kegiatan Business Matching akan dilaksanakan hari ini, dan besok harinya dilanjutkan dengan kunjungan lapangan, melihat langsung potensi yang ada," jelasnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berharap dengan kegiatan IMEU ini, para pelaku usaha di Gorontalo bisa memperkenalkan produk usahanya dalam forum diskusi nanti, sehingga punya nilai tambah untuk perekonomian Gorontalo. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 30 September 2016 07:53

Darmin : Prosedur Perizinan Perlu Disederhanakan

Gorontalo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini kita perlu menyederhanakan semua prosedur atau proses perizinan, sehingga memudahkan orang untuk berinvestasi.

"Kita perlu menyederhanakan berbagai perizinan prosedur pengurusan untuk berusaha, indikasinya tidak sulit, lihat saja rangking Indonesia antar negara di dunia," kata Darmin saat menghadiri Seminar Nasional dan Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Gorontalo.

Ia menambahkan, di dalam "Rangking Ease of Doing Business" posisi Indonesia berada pada rangking ke 109, sementara Vietnam di rangking 90.

Padahal dulunya saingan Indonesia adalah Thailand dan Malaysia, tapi sekarang dilewati Vietnam.

"Jangan sampai lima tahun lagi kita akan dilewati Myanmar, oleh karena itu pemerintahakan harus betul-betul fokus menyelesaikan persoalan ini," jelasnya.

Menurutnya ini tidak mudah, dimana pihaknya sering sampaikan persoalan birokrasi dalam perizinan, persoalan rekomendasi dan lainnya, dimana yang diperlukan disitu bukan hasil ketidatahuan tapi hasil kecerdasan.

Karena setiap kali dibenahi dan terus dibetulkan, mereka selalu bisa bikin lebih canggih lagi, itu tentu hasil kecerdasan, hal ini tentu juga bentuk satu pekerjaan yang terlihat dan sudah dilakukan, tetapi dilihat beberapa bulan kemudian ternyata balik lagi, dengan nama yang berubah.

"Apa yang ditemukan adalah izin berubah namanya menjadi rekomendasi. Memang tidak ada izinya lagi, tapi ada kewajiban dunia usaha meminta rekomendasi," ujarnya.

Namuan demikian perbaikan sudah dilakukan, apakah benar-benar sudah baik? Dalam waktu tidak terlalu lama akan segara diketahui data Rangking Ease of Doing Business segera keluar.

"Kita akan tahu dimana posisi kita, dimana sudah habis-habisan mengerjakanya, selam 4-5 bulan terus menerus, kalau ternyata masih kalah dari Vietnam, maka kita boleh kecewa," ungkapnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Sidang Pleno dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) merekomendasikan Lampung dan Gorontalo sebagai tujuan utama wisata Indonesia, meskipun kedua daerah tersebut belum masuk dalam 10 destinasi wisata yang ditetapkan pemerintah.

Ketua Panitia Pengarah Mohamad Ikhsan di Gorontalo, Kamis, mengatakan, pihaknya melakukan penelitian pada empat daerah yakni Tanjung Lesung, Labuan Bajo, Lampung, dan Gorontalo.

"Tanjung Lesung dan Labuan Bajo sudah jadi bagian dari 10 destinasi utama. Lampung dan Gorontalo tetap kami prioritaskan walaupun belum termasuk destinasi utama, karena potensinya tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Dalam Seminar ISEI "Merealisasikan Potensi Sektor Pariwisata Untuk Pembangunan Ekonomi Yang Berkelanjutan dan Inklusif" disebutkannya pariwisata di Indonesia masih terlalu terkonsentrasi di beberapa daerah seperti Bali, walaupun belakangan ini sudah banyak daerah baru yang dikembangkan.

Ia juga menilai Gorontalo dan Lampung memiliki karakter wisata yang mirip seperti potensi bahari, namun belum menonjol di kalangan wisatawan sehingga perlu dorongan dari pemerintah dan seluruh elemen.

Potensi Pariwisata ada di setiap daerah dan diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

"Seperti yang terefleksi dari kinerja di tingkat nasional, potensi pariwisata di daerah masih terdapat ruang yang luas untuk dikembangkan," tambahnya.

Sementara itu Mantan Menteri Pariwsata Marie Pangestu mengakui semula tidak banyak tahu tentang keunggulan sektor pariwisata.

"Sampai saat saya bekerja di pemerintahan, saya baru menyadari sektor ini begitu penting karena tahan banting saat ada krisis ekonomi," jelasnya.

Ia menyebut ada sembilan juta wisatawan tahun 2014 dengan devisa Rp120 triliun, yang berarti setiap wisatawan mampu memberi pemasukan sebesar Rp13 juta di Indonesia.

Selain itu, 88 persen perputaran uang di industri pariwisata beredar dalam negeri.

"Ketika wisatawan menghabiskan uang, tidak semua uang itu beredar dalam negeri karena ada barang dan jasa yang harus diimpor. Ini merupakan kebocoran untuk nila ekonomi yang dihasilkan," ujarnya.

Di Indonesia, kata dia, hanya 12 persen dari perputara uang tersebut yang mengakibatkan kebocoran ekonomi melalui impor. Masih jauh lebih kecil dari industri manufaktur otomotif, yang membutuhkan impor 37 persen dari total penjualan. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 14 September 2016 09:16

Gorontalo Tuan Rumah Seminar Nasional ISEI

Gorontalo, Untuk suksesnya pelaksanaan seminar nasional dan sidang pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang akan berlangsung pada 28-30 September 2016 di Provinsi Gorontalo, Selasa (13/9), panitia pelaksana menggelar rapat persiapan di ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, yang dipimpin langsung oelh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim yang juga merupakan Ketua Umum ISEI Provinsi Gorontalo.

"Kita bertekad mensukseskan kegiatan ini demi nama baik pemerintah dan masyarakat provinsi gorontalo," kata wagub Idris Rahim mengawali rapat tersebut. Seminar nasional diperkirakan akan dihadiri oleh peserta sebanyak 700 hingga 800 orang, utusan ISEI seluruh Indonesia. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, pada rapat tersebut dibahas beberapa hal teknis, seperti halnya transportasi, akomodasi, konsumsi, serta rangkaian acara seminar nasinal tersebut.

Terkait hal tersebut , wagub menginstruksikan kepada panitia pelaksana yang melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Gorontalo, UNG dan Bank Indonesia Gorontalo untuk memastikan secara detail dan terinci semuan hal yang berhubungan dan mendukung suksesnya pelaksanaan seminar dengan baik.

"Semua persiapan harus dicek secara detail, agar kita bisa tahu apa-apa yang masih kurang dan perlu dimatangkan lagi, baik itu menyangkut transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan dan pengamanan, termasuk acara welcome dinner dan puncak seminar," tegas wagub.

Ditambahkannya, momentum pelaksanaan seminar tersebut harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana untuk mempromosikan berbagai potensi pariwisata dan produk UMKM Provinsi gorontalo. "harus ada paparan menyangkut potensi pariwisata kita, dan siapkan juga stand pameran profuk UMKM. Kita berupaya bisa menarik minat para peserta, sehingga secara keseluruhan seminar ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan pereknomian masyarakat kita.' harapnya. (humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, hingga tahun 2014 tercatat jumlah UMKM di Provinsi Gorontalo yang mencapai 60.815 unit usaha.

“Jumlah UMKM sebanyak itu harus kita bantu dan dibina. Kita perlu memberikan informasi dan mengarahkan UMKM untuk berorientasi pada komoditas unggulan dan potensial untuk dikembangkan, agar UMKM dapat berkembang, sekaligus menyerap tenaga kerja dan berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” kata Wagub Idris Rahim saat membuka Focus Group Discussion (FGD) hasil penetapan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan UMKM Provinsi Gorontalo tahun 2016, yang digelar di ruangan Dulohupa kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (18/8).

Idris mengungkapkan, informasi dan hasil penelitian KPJU dari BI Perwakilan Gorontalo bersama tim peneliti, menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam merumuskan suatu kebijakan dalam mengembangkan UMKM. Hasil penelitian tersebut dapat disinergikan dengan RPJMD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menjadi tepat sasaran.

“Dengan kebijakan pemerintah daerah yang didukung oleh bantuan permodalan oleh pihak perbankan, mudah-mudahan UMKM di Provinsi Gorontalo semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Idris.

Sementara itu Kepala BI Perwakilan Gorontalo Suryono menjelaskan, sesuai penelitian yang dilakukan oleh BI Perwakilan Gorontalo dengan tim peneliti, diperoleh sepuluh komoditas unggulan di Provinsi Gorontalo, yakni ayam petelur, ayam pedaging, padi, mebel, kelapa, sapi potong, jagung, ayam kampung, ikan nila, dan kesepuluh ikan tuna.

Penentuan komoditas unggulan tersebut, lanjut Suryono, didasarkan pada tiga parameter, yaitu tingkat daya saing, kemampuan menyerap tenaga kerja, serta sumbangsih dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Penelitian kami ini bertujuan untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, produk dan komoditas unggulan yang perlu dikembangkan untuk mendukung perumbuhan ekonomi,” pungkas Suryono. (humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., menghadiri Sarasehan Nasional yang digelar oleh Bank Indonesia (BI), Rabu (3/8) malam, digedung BI, Jakarta. Sarasehan yang mengangkat tema membangun Indonesia dari daerah berbasis sumber daya alam, percepatan infrastruktur, perbaikan tata niaga, dan reformasi birokrasi, menghadirkan pembicara Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta dihadiri oleh Gubernur/Wakil Gubernur se Indonesia.

Gubernur BI dalam sambutannya mengingatkan, pentingnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, dan inklusif. Menurutnya hal itu bisa dicapai melalui reformasi struktural di empat bidang, yakni membangunan kekuatan, daya tahan dan kemandirian di bidang pangan, energi dan air, membangun industrialisasi dan berdaya saing, perbaikan infrastruktur fisik dan non fisik, serta melakukan pendalaman pasar keuangan.

Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui reformasi birokrasi dan perbaikan tata hubungan birokrasi pusat-daerah. Hal itu dipertegas pula oleh Menko Bidang Perekonomian, yang mengatakan bahwa pemerintah saat ini menaruh perhatian besar dalam mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan industri, serta pengembangan SDM melalui sektor pendidikan.

Terkait penyampaian para pembicara tersebut, Wagub Idris Rahim usai menghadiri sarasehan tersebut mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo sejak awal kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dengan dirinya, telah fokus pada upaya peningkatan kualitas SDM masyarakat Provinsi Gorontalo melalui sektor pendidikan dan kesehatan, memacu pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Empat program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat relevan dengan upaya pemerintah nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Idris.

Kedepan Idris mengemukakan, akan terus mensinergikan program pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan pemerintah nasional, guna mewujudkan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada di Provinsi Gorontalo. “Kita akan terus bersinergi dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya alam di daerah, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” pungkas Idris. (humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 05 Agustus 2016 08:44

Nilai Tukar Petani Gorontalo Turun 0,24 Persen

Gorontalo, Kepala BPS Provinsi Gorontalo Eko Marsoro mengatakan nilai tukar petani (NTP) di daerah itu tercatat sebesar 105,32 atau mengalami penurunan sebesar 0,24 persen bila dibandingkan keadaan selama Juni 2016 sebesar 105,57.

Menurut dia, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 106,90 untuk tanaman pangan, 114,70 untuk hortikultura, 98,54 untuk tanaman perkebunan rakyat, 103,80 untuk peternakan, dan 102,24 untuk perikanan.

"Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia, delapan di antaranya memiliki NTP berada di atas angka 100," katanya di Gorontalo, Kamis.

NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Barat dengan nilai 107,14 yang diikuti Gorontalo 105,32, Sulawesi Selatan 104,60, Maluku Utara 103,34, dan Maluku sebesar 104,14.

Sementara itu, NTP Sulawesi Tenggara sebesar 100,64, Papua 100,59, dan Sulawesi Tengah 100,59.

Ia mengatakan bahwa NTP terendah terjadi di Papua sebesar 96,77 dan Sulawesi Utara sebesar 96,93.

"NTP nasional sebesar 101,39 mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 101,47," imbuhnya.

Pada bulan Juli 2016, terjadi inflasi di perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar 0,16 persen.

Ia menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena adanya penaikan indeks harga pada kelompok konsumsi rumah tangga, yaitu makanan jadi 0,55 persen; perumahan 0,26 persen; sandang 0,49 persen; kesehatan 0,09 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,31 persen.

Kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar -0,01 persen serta transportasi dan komunikasi sebesar -0,04 persen.

Di sisi lain, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Provinsi Gorontalo pada bulan Juli 2016 sebesar 118,03 atau turun sebesar 0,19 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Gorontalo menggandeng beberapa distributor penyalur bahan pokok, untuk menggelar pasar murah di daerah itu.

Kepala Disperindagkop Provinsi Gorontalo Abdul Haris Hadju, Senin menjelaskan upaya menggandeng para distributor ini guna menjaga harga kebutuhan bahan pokok tetap stabil di pasaran saat bulan ramadhan ini dan jelang Idul Fitri.

"Nantinya mereka akan menggelar pasar murah hampir di semua pasar tradisional serta di beberapa tempat dengan menyesuaikan agenda safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Gorontalo," kata Abdul.

Adapun bahan pokok yang bersubsidi yang dijual langsung oleh distributor yaitu, terigu, mentega, minyak goreng dan mie instan.

Sementara untuk beras dan gula pasir, pihak Disperindagkop telah menggandeng toko tani Indonesia.

Menurutnya, sesuai instruksi dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bahwa pasar murah ini akan terus melayani masyarakat hingga lebaran nanti, dan jangkauan wilayahnya hingga ke pelosok pedesaan.

"Kita akan pantau terus pergerakan harga, dan wilayah yang harganya bergejolak mungkin di situ akan lebih diprioritaskan," jelasnya.

Untuk beras medium dari harga Rp7.700/Kg disubsidi menjadi Rp5.700/Kg, sementara untuk beras premium dari harga Rp9.500/Kg disubsidi menjadi Rp7.500/Kg.

Kemudian dengan gula Pasir dari harga sebelumnya Rp16.000/kg disubsidi menjadi Rp 10.000/Kg.

"Untuk harga terigu, mentega rata-rata harga penjualan mengambil harga terendah dari pelaku distributor yang ada," jelasnya. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo