>

Displaying items by tag: energi

Bone Bolango, Sedikitnya ada 1028 orang penduduk Desa Owata atau 309 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kecamatan Bulango Ulu Kabuapten Bone Bolango, hingga saat ini berharap dapat menikmati aliran listrik.

Saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berkunjung ke Desa Owata, Kepala Desa setempat Arifin Yahya, menyempatkan diri untuk berdialog dengan Gubernur menyampaikan sejumlah keluhan dari masyarakat, salah satunya adalah masalah Listrik.

” kami masyarakat Owata beraharap bisa menikmati listrik meskipun hanya menggunakan energi tenaga Surya,” Kata Arifin Yahya, Sabtu (27/2).

Selain itu, Kepala Desa Owata juga meminta agar Pemerintah Provinsi bisa melakukan pengaspalan jalan di Desa Owata, dan sekitarnya sampai dengan Desa Mongiilo, termasuk juga pengadaan jaringan Telekomunikasi.

Mendengar permintaan dari masyarakat Desa Owata terkait jaringan listrik, Gubernur Rusli Habibie, langsung memerintahkan Kepala Dinas Kehutan dan ESDM untuk segera menurunkan tim, mengukur kebutuhan kabel listrik yang akan dipasang didesa tersebut.

“hari Senin (29/2) saya minta turunkan tim, dan koordinasi dengan PLN segera mengukur kebutuhan untuk pemasangan listrik,” Ujar Rusli Habibie.

Sementara itu terkait pengaspalan jalan, Rusli menjelaskan bahwa, jalan mulai dari Desa Kopi sampai dengan Mongiilo masih berstatus Jalan Kabupaten, sehingga kewenangannya ada di pemerintah Kabupaten.

“Jika pemerintah Kabupaten sudah menyerahkan kewenangan jalan tersebut ke Pemerintah Provinsi, baru Gubernur bisa menganggarkan untuk pengaspalan jalan,” Jelasnya.

Untuk pengadaan jaringan Telekomunikasi, pemerintah provinsi tidak bisa berbuat banyak, sebab itu merupakan kewenangan atau hak dari penyedia jasa Telekomunikasi, yaitu pihak Telkomsel.(humas)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Senin, 15 Februari 2016 08:04

Gubernur Tidak Jamin Pemadaman Listrik Berhenti

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan dirinya tidak memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tidak ada lagi pemadaman listrik di daerah itu. "Saya dan PLN tidak bisa menjamin. Pemadaman bisa saja terjadi karena kesalahan teknis. Contohnya ada angin, hujan atau longsor, pohon yang tumbang menimpa jaringan," ujarnya di Gorontalo.

Ia mengaku hanya bisa menjamin pasokan listrik sebesar 90 persen dan meminta masyarakat untuk bersabar. "Saya masih terima sms ada yang tanya kenapa listrik masih mati-mati. Saya katakan coba berdoa. Kemarin tiga minggu listrik tidak padam semua diam, begitu satu jam mati komplain lagi," tandasnya.

Menurutnya saat ini Gorontalo dan Sulawesi Utara sudah kelebihan daya listrik sebesar 75 Mega Watt, dan perlu adanya perawatan berkala agar tidak terjadi pemadaman bergilir.

Gubernur menambahkan saat ini empat mesin PLTG Gorontalo di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato telah beroperasi, serta masuk dalam sistem kelistrikan PLN Sulutgo."Saya sudah bermohon ke presiden untuk meresmikan PLTG ini dengan Bandara Jalaluddin, sekitar Maret atau awal April," tambahnya.

PLTG Gorontalo merupakan pembangkit listrik yang pertama selesai dari Program Listrik 3.500 MW target pemerintah pusat.

Rusli menilai pekerjaan pembangkit tersebut memuaskan, karena hanya dikerjakan selama enam bulan dari masa kontrak kerja satu tahun. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 01 Februari 2016 08:44

Gubernur : PLTG Apung Resmi Beroperasi

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, menjelaskan bahwa saat ini PLTG apung kapal MVPP Zeynep Sultan yang memilikikapasitas 120 Mega Watt (Mw) yang berada di desa Tawaang Kecamatan Tengah Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, resmi mula beroperasi.

Resminya pengoperasian PLTG apung dilaksanakan dalam rangkaian acara syukuran yang dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Penjabat
Gubernur Sulawesi Utara DR Sumarsono, serta unsur Forkopimda Forkopimda kedua daerah, acara tersebut juga dihadiri oleh GM PLN Sulutgo
Baringin Nababan.

"dengan beroperasinya PLTG Apung MVPP Zeynep Sultan, masalah krisis listrik khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo, akhirnya terjawab
sudah," Kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, dalam sambutanya pada peresmian pengoperasian PLTG Apung tersebut.

Seperti diketahui, sebelum kapal pembangkit ini beroperasi, kemampuan suplai pembangkit mengalami defisit daya sebesar 50 MW dari total
beban puncak yang mencapai 325 MW. Dengan adanya tambahan daya 120 MW dari MVPP Zeynep Sultan dan juga nantinya jika PLTG Paguat 100 MW pada Maret akan datang telah bisa beroperasi secara penuh 100 MW, maka akan ada cadangan daya sebesar 170 MW.

Dalam kesempatan itu Rusli Habibie, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada GM PLN Sulutgo yang telah berupaya semaksimalmungkin untuk dapat mengoperasikan MVPP Zeynep Sultan bahkan, hingga taruhan nyawa dari karyawannya yang bekerja siang dan malam demi menyanggupi keluhan dari masyarakat."setiap hari warga terus sms, bahkan menelpon saya, hanya menanyakan kapan Gorontalo bisa keluar dari krisis listrik," ungkap Rusli Habibie.

Bahkan untuk meyakinkan telah beroperasinya Kapal PLTG apung, Gubernur Rusli Habibie, sengaja mengajak para pemangku kepentingan dari Gorontalo, hanya untuk melihat langsung pengoperasian kapal tersebut, sekaligus sebagai jawaban bentuk komitmen dan perhatian pemerintah Gorontalo. "jujur, setiap saat saya terus memantau perkembangan proses penyambungan jaringan listrik dari kapal PLTG apung ini, hingga masuk ke sistem transmisi jaringan Sulutgo ini," ungkapnya.Pihaknya selalu menempatkan rakyat dalam proses komunikasi yang tepat agar para pemangku kepentingan tidak hanya mendengar sepihak atas kris listrik yang melanda dua provinsi ini.

Rusli menambahkan Kapal MVPP Zeynel Sultan ini merupakan upaya transisi dari mega proyek listrik 32.000 MW yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dalam rangka investasi listrik jangka panjang, dan salah satu dari mega proyek yang telah selesai dibangun pertama kali yaitu PLTG yang ada di Paguat berkapasitas 100 MW.

Disisi lain Gubernur Rusli Habibie mengatakan bahwa, dengan adanya tambahan daya energi listrik melalui kapal MVPP Zeynep Sultan bukan berarti masalah listrik 100 persen sudah selesai karena tidak ada yang sempurna kecuali kehendak Yang Maha Kuasa.

Walaupun jaringan listrik Sulutgo sudah Surplus namun jika terjadi musibah atau bencana seperti pohon tumbang, longsor, dan lainya yang dapat mengganggu jaringan interkoneksi Sulutgo maka pasti akan terjadi pemadaman, dan itu persoalan teknis.

Sementara itu Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, yang juga Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono mengatakan bahwa, langkah ini adalah transisi dari investasi listrik jangka panjang, dimana kapal MVPP Zeynep Sultan ini dikontrak selama 5 tahun, yang diharapkan selama kontrak 5 tahun kedepan proses pembangunan mega proyek listrik 32.000 MW dapat diselesaikan sehingga Indonesia mencapai kedaulatan dibidang energi khsususnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 28 Januari 2016 10:13

PLTS Didingga Gorontalo Utara Resmi Beroperasi

Gorontalo Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Didingga berkekuatan 10 kilowatt di Kecamatan Biawu, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, resmi beroperasi.

Bupati Indra Yasin, Rabu di Gorontalo, usai meresmikan operasional PLTS senilai Rp1,5 miliar tersebut mengatakan, pembangunannya merupakan jawaban pemerintah daerah kepada masyarakat dalam pemenuhan energi listrik.

"Manfaat PLTS ini sangat besar, sebab selain memudahkan aktivitas warga di malam hari, kondisi keamanan dan ketertiban wilayah pun akan semakin optimal. Masyarakat bisa mengantisipasi pencurian ternak sapi di malam hari, karena desanya sudah terang benderang," ujar Indra.

Apalagi PLTS ini akan memasok kebutuhan listrik di pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dusun Buale, Desa Didingga yang memang sangat terpencil dan membutuhkan pasokan energi listrik.

Pemerintah daerah kata dia, berupaya memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, apalagi di wilayah barat kabupaten ini kaya terhadap produk pertanian dan perkebunan.

Selain aktivitas pertukangan yang banyak dilakoni kaum bapak di wilayah ini.

"Pemanfaatan energi listrik harus mampu mendorong aktivitas perekonomian warga, apalagi masyarakat setempat selama ini kesulitas beraktivitas di malam hari," ujar Indra.

Kepala Dinas Kehutanan Pertambangan dan Energi setempat, Hasan Hiola mengatakan, sebanyak 55 rumah tangga di wilayah Didingga sudah bisa menikmati energi listrik melalui PLTS tersebut.

Pihaknya akan berupaya mengalokasikan anggaran yang sama melalui APBD Kabupaten maupun alokasi khusus APBN, untuk membangun PLTS di wilayah kecamatan lainnya tahun 2016 ini. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku menjadi ‘bulan-bulanan’ masyarakat Gorontalo dengan kondisi listrik yang kerap padam belakangan ini. Kendati listrik ditangani langsung PLN, tapi protes masyarakat tersebut tak bisa ia hindari. “mereka mengeluh itu harus saya terima, walau kadang kala ada yang sampai menggunakan dengan kata-kata kasar, “ ujar rusli habibie.

Untuk menjelaskan kondisi listrik Gorontalo, Gubernur menghubungi langsung para petinggi PLN di Sulut-Gorontalo. Pertama adalah pimpinan PLTG Paguat. Melalui sambungan telepon kepada Gubernur, dijelaskan bila PLTG Paguat sudah beroperasi 50 MW sejak, selasa (19/1). Masuknya listrik PLTG Paguat ke jaringan interkoneksi tersebut mengurangi devisit kelistrikan Sulut-Gorontalo. Hanya saja, saat ditanya Gubernur Rusli habibie kondisi listrik yang masih tetap padam kendati PLTG sudah beroperasi, dijelaskannya bila terjadi gangguan lagi pada pembangkit di lahendong, sulut. “50 MW sudah masuk sistem, kondisinya stabil. Ini juga masih dalam rangka pengujian,” ujar pimpinan PLTG Paguat dari balik telepon kepada Gubernur Rusli Habibie. Dari penyampaiannya, bila pembangkit listrik apung di Amurang, sulut, juga dalam tahap perampungan. Uji coba enam unit mesin kapasitas 120 MW ke jaringan interkoneksi sudah dilakukan tapi masih belum maksimal. Kendala-kendala yang dihadapi PLN juga terus dibenahi, sehingga dipastikan kedepan tidak ada lagi persoalan pemadaman. Ketika itu, disampaikan bila devisit listrik Gorontalo tersisa 8 MW , hal ini yang masih membuat pemadaman listrik bergilir di beberapa tempat. Kondisi ini belum bisa ditangani karena PLTU Molotabu satu unit mesin juga tidak maksimal. Mendengar penyampaian tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta PLN untuk segera menuntaskan pembangunan pembangkit. “ insya allah pembangkit apung di Amurang akan segera selesai, saya dapat undangan tanggal 25 januari untuk peresmiannya,” kata Rusli Habibie. Persoalan listrik memang menjadi PR Pemerintah. Secara nasional hanya ada provinsi Sulsel dan Sumsel yang spurlus listrik. “sisanya kurang semua. Dan Alhamdullilah Gorontalo yang pertama dibangun pembangkit listrik dari program 39 ribu MW oleh Presiden Jokowi,” ujar Rusli Habibie.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 16 Januari 2016 08:52

Siang Nanti 25 MW PLTG Beroperasi

GORONTALO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan krisis listrik di Gorontalo segera usai. Kabar ini setelah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Maleo di Paguat, Kabupaten Pohuwato 100 Mega Watt (MW) mulai beroperasi. Hanya saja, target awal akan beroperasi 50 MW ternyata meleset. Jumat (15/1) kemarin PLN baru bisa lakukan uji coba satu unit mesin PLTG 25 MW. Uji coba dilakukan melalui tahap pemanasan mesin dan trafo, proses ini dilakukan sejak siang kemarin dan membutuhkan waktu 24 Jam. “Besok siang (hari ini,red) sudah bisa jalan (25 MW),”ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN Machnizon Masri dihadapan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di PLTG Paguat, kemarin. Beroperasinya satu unit mesin PLTG Paguat ini ditandai dengan syukuran dan doa bersama di kantor PLTG, kemarin.

Pihak PLN sendiri baru bisa mengoperasikan satu unit mesin 25 MW karena yang satunya masih pada tahap uji coba berupa uji coba tegangan, pengeceklan kabel konduktor dan isolator, pengecekan panel serta uji coba penyaluran tegangan masuk melalui gardu induk Marisa.

Machnizon Masri mengatakan, dengan masuknya 25 MW ke sistem jaringan interkoneksi Sulut-Gorontalo, maka jelas mengurangi devisit listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir. Ia mengatakan, kebutuhan listrik di dua provinsi ini mencapai 350 MW pada saat beban puncak. Dari total kebutuhan itu, listrik Gorontalo dan Sulut kurang 50 MW. “Jika ini selesai semua, Gorontalo tidak lagi padam begilir,”kata Machnizon Masri. Menurutnya, proses pembangunan PLTG Paguat terbilang cukup cepat, ada kurang lebih 700 pekerja dari dalam dan luar negeri yang terlibat dalam proyek berbanderol lebih dari Rp 1 triliun itu.

Padahal untuk konstruksi PLTG saja membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. “PLTG Paguat hanya 6 bulan sudah beroperasi. Tapi kita kerja siang dan malam. Dan ini dijadikan contoh. PLTG ini cepat selesai karena bantuan dari pak Gubernur,”kata Machnizon Masri. Ia menjelaskan, saat ini PLTG telah terpasang 4 unit mesin masing-masing 25 MW. “Dan hari ini kita sudah melakukan pengetesan panel dan trafo di gardu induk PLTG.

Hasilnya baik,”paparnya.PLTG Paguat sendiri saat ini tidak langsung menggunakan gas sebagai bahan bakar pembangkit. Mesin PLTG buatan General Electric itu memang dirancang untuk dua jenis bahan bakar, yakni solar dan gas. “Kita masih gunakan solar saat ini,”ujar salah seorang teknisi di PLTG, kemarin. Kebutuhan solar sendiri tidak sedikit, 1.400 KL Solar hanya 20 hari mengihudupkan PLTG.

Gas sendiri saat ini masih dalam tahap perencanaan pembangunan instalasi. Instalasi gas membutuhkan lahan kurang lebih 9 hektare di kawasan PLTG. Nantinya sistem pasokan gas adalah melalui kapal tongkang yang akan bersandar di pelabuhan Jeti PLTG. Selain PLTG, tadi malam juga diuji coba satu unit mesin 25 MW pada kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan di Amurang, Sulawesi Utara.

Bila tak ada aral melintang, 25 MW dari pembangkit apung itu juga akan masuk dalam sistem interkoneksi. Sehingga menurut Machnizon Masri, akan ketambahan 50 MW lagi. Secara keseluruhan PLN memastikan bila PLTG Paguat beroperasi pada februari mendatang. Dengan begitu ada 100 MW yang masuk ke jaringan PLN.

Demikian pula dengan pembangkit apung 120 MW akan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Ada 220 MW. Setelah itu tidak adalagi (pemadaman),” ujar Machnizon. Tahun depan kata dia, listrik Gorontalo juga akan ketambahan 200 MW, yakni dari PLTU Anggrek yang direncanakan selesai tahun ini 50 MW, dan PLTG Likupang, Minahasa 150 MW yang akan segera dibangun.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam kesempatan itu mengaku sangat bersyukur, PLTG Paguat sudah bisa beroperasi. Kendati baru 1 unit mesin, namun hal itu kata Rusli Habibie patut disyukuri. Menurutnya, perjuangan mengatasi krisis listrik di Gorontalo bukan mudah, ia bahkan berulangkali menemui Presiden hanya untuk menyampaikan kondisi listrik Gorontalo. “Alhamdulillah pak Presiden merespon. Program 35 ribu MW, Gorontalo adalah yang pertama '100 MW,”kata Rusli Habibie. “Dan ini adalah hadiah dalam pemerintahan saya bersama Wakil Gubernur Idris Rahim yang ke empat,”tutup Rusli Habibie. (tro)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 16 Januari 2016 08:50

PLN : Maret Gorontalo Surplus Listrik

Gorontalo, Dikritik habis-habisan karena sering padamnya Listrik di Gorontalo, PT PLN Persero Sulutgo berjanji pada bulan Februari-Maret 2016, Gorontalo akan surplus Listrik.

Hal tersebut terungkap saat Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri, didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, meninjau progres pembangunan PLTG Paguat 50x2 Megawatt (MW), yang terletak di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, Jumat (15/1).

"Sabtu besok diupayakan 25 MW akan masuk sistem transmisi PLN," Kata Machnizon Masri, Jumat.
Kegiatan yang dirangkaian dengan Doa syukuran dan sinkronisasi jaringan PLTG ke sistem transmisi PLN itu memberikan harapan serta jawaban atas persoalan listrik yang selama ini menjadi keluh kesah masyarakat Gorontalo.
Machnizon menambahkan bahwa, demikian juga untuk Kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang sudah ada di Sulawesi Utara serta PLTD Amurang paling lambat minggu depan 25 MW akan masuk ke sistem PLN.
"maka dengan demikian dari kebutuhan beban puncak 350 MW untuk wilayah Sulutgo, 50 MW itu akan menutup defisit beban puncak yang ada," Ujarnya.
Ia menambahkan, apalagi jika pada bulan Februari-Maret 2016 nanti seluruhnya rampung maka Gorontalo dipastikan akan surplus listrik, itupun belum termasuk PLTU Anggrek 2x25 MW, serta PLTS 2 MW dan rencana pembangunan PLTG Likupang 150 MW.
Dalam kesempatan itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, memberikan apresiasi kepada PLN yang juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berupaya untuk mengatasi krisis listrik di Gorontalo.
" PLTG Paguat adalah proyek yang pertama beroperasi dari program listrik Nasional 35.000 MW yang digagas Presiden Joko Widodo," Kata Rusli Habibie.
Gubernur sangat kagum dengan progres pekerjaan pembaungn dimana secara normal konstruksi PLTG dapat dilakukan dalam kurun waktu Satu (1) Tahun, namun di Gorontalo, dapat terselesaikan dalam jangka watktu Enam bulan.
Gubernur Gorontalo juga berharap rencana pembangunan PLTG Likupang dapat terselesaikan dalam kurun waktu Enam bulan seperti pembangunan PLTG Paguat.
Pemerintah provinsi Gorontalo, akan terus berupaya mengurangi defisit listrik Gorontalo saat beban puncak terjadi, pemerintah juga akan terus membantu dan dan memfasilitasi pihak PLN dalam pengembangan dan mengejar defisit Listrik Gorontalo. Salah satu upayanya adalah soal pembebasan lahan.
"Sekali lagi, ini adalah bentuk keseriusan kepemimpinan Nyata Karya Rusli-Idris (NKRI), dalam mengatasi krisis listrik di Gorontalo," Ungkap Rusli Habibie.
Semoga atas janji dari PLN, dimana Sabtu (16/1) 25 MW akan masuk sistem transmisi PLN, akan menjadi kado spesial untuk masyarakat, dimana besok juga genap Empat tahun kepemimpinan NKRI.
" kritikan, cacian dan ungkapan pesimisme masyarakat atas kepemimpinan saya, yang ragu dalam mengatasi krisis listrik di Gorontalo, tidak akan membuat saya gentar dan putus asa, namun sebaliknya kami akan tetap meyakinkan masyarakat bahwa, harapan Gorontalo akan surplus listrik bisa tercapai, sebab listrik tidak hanya untuk dinikmati hari ini, namun 4-5 tahun kedepan juga kebutuhan listrik pasti akan bertambah," Tutup Rusli Habibie.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 22 Oktober 2015 08:30

Wagub Kunjungi PLTG Paguat

Pohuwato, Pekerjaan pembangunan PLTG Paguat 100 MW menunjukkan progres yang cukup signifikan. Bahkan hingga saat ini pekerjaannya sudah melampaui target dari schedule yang telah ditentukan. Hal ini diutarakan Koordinator PLTG Paguat PLN UPK Kit Sulawesi I, Ronal, kepada Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat meninjau proyek pembangunan PLTG Paguat, Rabu (21/10).

"Progresnya sudah leading dari schedule," kata Ronal. Bahkan lanjutnya, per 13 Oktober 2015 progres fisik sudah mencapai 41,10 persen.

Ronal menjelaskan, sesuai kontrak pembangunan PLTG Paguat ditetapkan selama 6 bulan waktu efektif, hingga Februari 2016. Namun mengingat kebutuhan listrik di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat dan mengantisipasi krisis listrik yang terus terjadi, pihak kontraktor berupaya untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan 1 blok yang terdiri dari 2 turbin dengan kapasitas 50 MW. "Direncanakan pekerjaan untuk 1 blok tersebut akan selesai Desember tahun ini," ujarnya.

Terkait hal itu, Wagub Idris Rahim mengapresiasi upaya PLN dan pihak pelaksana proyek, serta berharap pekerjaan bisa berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti yang akan berakibat molornya penyelesaian pekerjaan dari waktu yang telah ditentukan. "Mudah-mudahan pekerjaan ini selesai tepat waktu, supaya krisis listrik di Provinsi Gorontalo bisa segera teratasi," kata Idris.

Salah satu kendala pembangunan PLTG Paguat yakni menyangkut kekurangan lahan, dimana sesuai rencana awal dibutuhkan lahan seluas 16,5 hektar, sementara saat ini yang sudah dikuasai baru mencapai 5 hektar lebih. Ronal menjelaskan, untuk kebutuhan lahan yang ada saat ini masih cukup. Namun jika gas sudah mulai masuk, akan dibutuhkan lahan yang lebih luas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Wagub meminta pihak-pihak yang terkait untuk segera melakukan koordinasi dan menyelesaikan persoalan itu. "Harus segera diselesaikan dan dikoordinasikan oleh pelaksana proyek bersama Pengadilan Negeri Marisa dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato," tegas Wagub.

Sebelumnya, pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pohuwato, Wagub Idris Rahim bersama rombongan juga melakukan peninjauan ke bendungan Karangetan Paguat. Bendungan yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 400 hektar tersebut diusulkan untuk memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp. 30 miliar.(Humas-Haris)

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato
Jumat, 04 September 2015 09:18

PLN : Gorontalo Alami Defisit Listrik 80 MW

Gorontalo, Provinsi Gorontalo hingga saat ini masih mengalami defisit pasokan listrik sekitar 70 hingga 80 megawatt (MW).

Asisten Manager Jaringan PLN Area Gorontalo, Arief Yudiantoro mengatakan, defisitnya pasokan listrik karena beberapa pembangkit yang menjadi sumber utama menyuplai aliran mengalami kerusakan. Seperti di PLTD Molotabu, Kabupaten Bone Bolango yang mengalami kerusakan jaringan dan belum beroperasi secara maksimal.

Kemudian pasokan terbesar dari PLTU Amurang, Provinsi Sulawesi Utara masih dalam tahap perbaikan serta PLTA Tanggari, sulawesi utara yang mengalami gangguang karena debit air sebagai pasokan utama, turut berkurang akibat musim kemarau.

Saat ini pembangkit listrik di Provinsi Gorontalo hanya mampu menghasilkan sekitar 50 MW, sedangkan beban puncak provinsi Gorontalo adalah 85 megawatt, jadi Gorontalo masih kekurangan 35 megawatt dan kekurangan tersebut di suplai dari Sulawesi utara. "Apabila pembangkit listrik di Sulawesi utara mengalami gangguan, otomatis Provinsi Gorontalo turut mengalami dampak pemadaman listrik," kata Arief.

Arief menambahkan, salah satu solusi dari krisis listrik saat ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Paguat dan percepatan pembangunan PLTU di Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Arief juga meminta agar warga provinsi Gorontalo bersama-sama menghemat Listrik, sehingga bisa terjaga pasokan sementara. (Susanti Sako)

 

Sumber : Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Pohuwato, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya untuk mengatasi krisis listrik di Provinsi Gorontalo, Gubernur Gorontalo yang didampingi langsung Asisten I bidang Pembangunan, Nurdin Mokoginta melakukan peninjauan langsung pembangunan PLTG Paguat 2x50 Megawatt di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Pohuwato, Sabtu (29/8).

Peninjauan tersebut untuk memastikan berbagai kesiapan pembangunan PLTG, jika tak ada aral melintang krisis listrik Gorontalo yang yang selama ini merisaukan masyarakat dipastikan hingga pada bulan februari 2016 mendatang PLTG Paguat ini akan beroperasi dan menyanggupi kebutuhan pasokan listrik yang ada Gorontalo.

“kita dipercayakan pemerintah pusat melalui PLN 2x50 Mw, kalau sudah beroperasi pada Februari 2016, insya Allah kebutuhan listrik kita akan terpenuhi”. Kata Gubernur

Dalam kesempatan tersebut Gubernur mengungkapkan persoalan listrik saat ini memang masih merisaukan masayarakat, sehingga itu ia meminta agar masyarakat tetap bersabar, karena sampai dengan saat ini Pemerintah Provinsi terus berupaya untuk mengatasi krisis listrik di Gorontalo.

“saya minta kepada masyarakat untuk mendukung dan bersabar, pembangunan itu tidak seperti membalikan telapak tangan, penuh perjuangan dan proses yang sangat panjang” ungkapnya. (Humas - Salman)

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato
Halaman 3 dari 5
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama