>

Kab. Gorontalo Utara, Humas – Sebanyak 295 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), memperoleh ikan gratis. Bantuan tersebut, diserahkan langsung oleh Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah. Pada kegiatan yang dirangakikan dengan Kampanye Gemar Makan Ikan tersebut, Idah yang juga istri Gubernur Gorontalo itu bernostalgia.

Idah yang memang sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua TP-PKK Kab. Gorontalo Utara, mengakui setiap kali datang ke Kabupaten Gorut dirinya seperti pulang kampung. Ia teringat sekitar 7 tahun yang lalu, Gorut adalah daerah pertama ia bekerja sebagai Istri Bupati.
Pengalaman pertama saya bekerja sebagai ketua tim penggerak PKK dimulai dari Gorut. Sebelum pak Rusli jadi Gubernur kan jadi Bupati dulu, jadi Gorut itu berkesan. Makannya saya selalu bahagia jika bertolak kesini apalagi datang dengan membawah bantuan seperti ini,” kata Idah saat memberikan sambutan pada kampanye gemarikan, di desa Bintana, Kab. Gorut, Senin, (13/8/2018).

Idah yang juga sebagai Ketua Forikan Provinsi Gorontalo ini berpesan kepada seluruh masyarakat Gorut, agar setiap harinya mengkonsumsi ikan. Hal ini sangat beralasan karena kandungan gizi dalam ikan sangat menyehatkan dan mencerdaskan.

“Orang tua mana yang tidak bangga jika memiliki anak yang tumbuh sehat dan smart, nah makanya ibu-ibu dan bapak-bapak mulai hari ini dan seterusnya mengajak dan membiasakan anak-anaknya makan ikan setiap harinya, “ ajak Idah.
Diakhir sambutannya, Idah berharap kampanye gemar makan ikan melalui fish to school dapat memberikan manfaat untuk mewujudkan masyarakat Gorontalo yang gemar makan ikan.

“Kampenya ini harus terus kita galakkan, agar semakin hari tingkat konsumsi ikan masyarakat semakin meningkat. Sehingga tercipta sumber daya manusia Gorontalo yang sehat, kuat dan cerdas,” tandasnya.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, setiap keluarga miskin mendapatkan 2 kilogram ikan perbulannya. Khusus untuk Kab. Gorontalo Utara sendiri, bantuan ikan gratis ini sudah berjalan selama 6 bulan terakhir.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Camat Atinggola, Kepala Desa Bintana, masyarakat penerima bantuan ikan gratis, serta anak anak Sekolah Dasar (SD) yang masuk dalam kampanye fish to school.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KOTA GORONTALO, Humas – Pedagang Pasar Sabtu di Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli sejak para penjual ikan direlokasi dari lokasi pasar. Mereka kini berjualan di seberang jalan yang tepat berada di samping pasar.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD turun blusukan ke pasar tersebut, Sabtu (4/8/2018). Gubernur Rusli banyak mendengarkan aspirasi dari para pedagang.
Baca Juga : Ciptakan SDM Handal, Gubernur Kerjasama Dengan Sejumlah Perguruan Tinggi

“Sejak penjual ikan direlokasi ke sebelah, dagangan kami jadi sepi pak. Kami di sini para penjual sayur, rempah-rempah dan barang harian jadi sulit berdagang. Kalau dulu orang yang beli ikan bisa sekalian beli sayur dan rempah-rempah tapi sekarang tidak lagi,” kata salah seorang pedagang.

Relokasi penjual ikan berawal dari pemilik tanah di seberang pasar yang mengontrakkan lahan mereka kepada para pedagang. Tanah tersebut awalnya hanya diperuntukkan untuk penjual pakaian bekas yang biasa berjualan di dalam pasar.

Belakangan relokasi tersebut berlanjut dengan menarik para pedagang ikan ke lokasi yang baru. Sejumlah pedagang mensinyalir bahwa pemindahan tersebut tanpa ada sosialisasi dan sepengetahuan dari Pemkot Gorontalo selaku pengelola pasar.Itu tanah di seberang milik perorangan bukan aset Pemkot. Mereka mengontrakkan 4 Juta Rupiah per tahun untuk setiap meja. Kalau hanya (pedagang) pakaian bekas kami tidak masalah, tapi ini penjual ikan juga diajak ke sana,” kata seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Baca Juga : 36 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis

Menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji akan segera menggelar pertemuan dengan pihak Pemkot dengan menghadirikan Wali Kota Marten Taha. Ia ingin mendapatkan masukan secara komprehensif dari semua pihak.

“Warga minta saya untuk ditinjau. Pertama karena pedagang ikan dipindah. Kedua karena drainasenya sudah tidak bagus. Tapi karena ini lahannya milik Pemkot maka hari Senin saya akan bicarakan dengan pak Wali Kota. Saya maunya rapatnya di lokasi pasar,” jelas Rusli usai peninjauan.

Menurut gubernur, masalah penataan pasar Sabtu harus dilihat dari berbagai sisi. Pasalnya pasar tersebut juga berada di kawasan eks Terminal Angkutan Darat 1942. Bekas terminal tersebut rencananya akan dijadikan lokasi kantor wali kota yang baru.
Baca Juga : Realisasi Tinggi, Pemprov Gorontalo Tetap Pacu Penyerapan Anggaran

“Apakah ini diperuntukkan untuk pasar atau tidak? Kalau memang untuk pasar kita tata dengan rapi, dan tahun depan kita anggarkan. Saya mendengar lokasi ini akan dijadikan kantor wali kota. Kalau memang begitu, tidak mungkin ada pasar seperti ini di belakangnya,” pungkasnya.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Kabupaten Gorontalo, Humas – Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Desa Satria Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo, Rabu (25/7/18). Sosialisasi ini diikuti dengan pembagian Ikan Masyarakat Miskin (Kanmaskin) secara gratis kepada 160 Rumah Tangga Miskin (RTM).

Idah menjelaskan, ikan yang banyak ditangkap oleh para nelayan, memiliki kandungan gizi. Para ahli gizi menemukan bahwa pada ikan terdapat kandungan mineral, protein, vitamin, omega 3 dan 6 serta DHA yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan.

“ Kita harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi ikan, sebab ikan nilai gizinya sangat banyak terutama dikonsumsi oleh anak-anak maupun ibu-ibu hamil,” imbuh Idah.

Ketua Forikan Provinsi Gorontalo ini menyarankan kepada seluruh masyarakat agar setiap harinya mengkonsumsi ikan. Hal ini sangat beralasan karena kandungan gizi dalam ikan sangat menyehatkan dan mencerdaskan.

“Orang tua mana yang tidak bangga jika memiliki anak yang tumbuh sehat dan smart, nah makanya ibu-ibu dan bapak-bapak mulai hari ini dan seterusnya mengajak dan membiasakan anak-anaknya makan ikan setiap harinya, “ ajak Idah.

Dengan mengkonsumsi ikan yang bisa mencerdaskan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) diharapkan dapat berimbas pada peningkatan pembangunan kesejahteraan masyarakat, pungkas Idah.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 18 Juli 2018 09:01

366 RTM Dapat Ikan Gratis

KABUPATEN GORONTALO, HUMAS – Sebanyak 366 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo, memperoleh ikan gratis. Setiap keluarga mendapatkan 2 kilogram ikan yang dibagikan langsung oleh Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie pada kegiatan Kampanye Gemarikan, Selasa (17/7/18) di Desa Mohiyolo Kabupaten Gorontalo.

Idah menjelaskan, ikan banyak mengandung protein dan vitamin yang ikan dapat kita olah lebih variatif lagi agar anak-anak tidak merasa bosan. Kita bisa mensiasatinya dengan mengolah ikan tersebut menjadi menu yang berbeda misalnya nuget ikan, stik ikan, kroket atau bola-bola ikan dan lain sebagainya sehingga anak-anak tertarik dan mau mengkonsumsi ikan.

“Orang tua harus membiasakan anak-anaknya untuk mengkonsumsi ikan setiap hari sebab ikan tersebut bisa mencerdaskan anak-anak,” jelas Idah.

Ketua Forikan Provinsi Gorontalo ini menambahkan, di zaman yang semakin modern, sering kita temukan banyak jajanan-jajanan yang tidak berkualitas bahkan bisa merusak otak anak-anak. Untuk itu dengan mengolah makanan sendiri seperti ikan tersebut, maka otomatis kebersihan maupun kandungan gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak bisa kita ketahui.Istri Gubernur Gorontalo ini juga berpesan agar para orang tua yang memiliki kebiasaan merokok sebaiknya tidak merokok lagi demi menjaga kesehatannya.

“Paling tidak bapak-bapak bisa mengurangi kebiasaan merokoknya, atau tidak merokok di dalam rumah sehingga tidak mengganggu kesehatan keluarga terutama bayi-bayi maupun anak-anak yang masih berusia balita,” tandas Idah.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 13 Juli 2018 11:55

Berbisnis Dengan Menjemput Bola

KOTA GORONTALO, HUMAS – Menjalankan sebuah usaha/bisnis membutuhkan strategi pemasaran yang cukup jitu. Salah satunya dengan cara menjemput bola. Strategi ini dipercaya mampu memberikan peluang yang cukup besar untuk memasarkan produk yang akan ditawarkan, jelas Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat memberikan materi pada Bimtek Diversifikasi Olahan Produk Perikanan, Kamis (12/7/18) di Gedung Maharani Kota Gorontalo.

Idah mengungkapkan, tingkat persaingan usaha yang semakin hari semakin ketat menuntut para pebisnis harus memutar otak dalam memasarkan produk yang ingin mereka jual.

“ Saat ini banyak pelaku UKM memasarkan produknya dengan berbagai cara diantaranya : via online, door to door ke hotel-hotel atau tempat yang ramai dikunjungi orang, strategi menjemput bola atau mendatangi langsung konsumen ini terbukti bisa mendongkrak penjualan barang yang mereka tawarkan,”imbuh Idah.

Lebih lanjut Idah yang juga sebagai Ketua Forikan Provinsi Gorontalo ini menuturkan, Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki hasil laut yang begitu banyak. Ini adalah salah satu daya tarik tersendiri yang dimiliki Gorontalo.

Disamping ikan kata Idah, Gorontalo juga memiliki potensi lain yakni rumput laut yang bisa dijadikan olahan baik pangan maupun non pangan.

“ Usaha rumput laut sudah ada sejak lama di Gorontalo, namun cara pengolahannya mungkin kurang tepat, saya menyarankan agar pada olahan pangan rumput laut seperti stik diberikan sedikit berupa serbuk-serbuk rumput yang telah diolah agar konsumen bisa tau stik tersebut terbuat dari rumput laut,” ujar Idah.

Besar harapan Idah melalui Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Gorontalo ini, kiranya para peserta dari pelaku UKM perikanan yang berjumlah 30 orang tersebut dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang rumput laut serta mengenal berbagai produk olahan berbahan baku rumput laut yang memiliki beragam manfaat, harapnya.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengukuhkan Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan secara ilegal (Satgas Illegal Fishing) bertempat di Pantai Libuo, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (21/4).

Satgas Illegal Fishing dibentuk berdasarkan SK Gubernur no. 83/24/II/2018 yang diketuai oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo. Selain diisi oleh jajaran DKP, satgas juga berasal dari tim gabungan seperti Polairud Polda, Kejaksaan Tinggi dan Pangakalan TNI AL (Lanal) Gorontalo.

“Satgas ini pengawasannya terpadu. Ini dimaksudkan agar supaya menjaga laut kita tetap lestari. Insya Allah dengan adanya Satgas ini maka ikan-ikan tetap ada dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Kadis DKP Sutrisno.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta Satgas bisa bekerja maksimal untuk menjaga ekosistem laut. Masalah bom ikan, penggunaan pukat harimau dan pencurian ikan oleh negara lain harus bisa dicegah dan diberantas.

“Masalah masalah di laut ini yang perlu kita seriusi, itulah kenapa kami bentuk Satgas ini,” tutur Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga meminta agar ada edukasi soal menangkap ikan kepada nelayan. Misalnya dalam hal penangkapan ikan beberapa mil dari bibir pantai yang tidak dibenarkan. Hal itu dilakukan untuk menjaga ekosistem laut khususnya untuk kawasan pariwisata laut.

Ada enam tugas utama Satgas Illegal Fishing Gorontalo yakni melakukan pembinaan, edukasi dan sosialisasi perundang-undangan di bidang kelautan, memantau dan mengidentifikasi faktor-faktor terjadinya illegal fishing, menganalisis data dan informasi illegal fishing serta mengevaluasinya.

Selain itu, Satgas bertugas untuk melakukan penegakan hukum, memberikan rekomendasi untuk pengalihan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan serta melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Guna mendukung program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di kalangan masyarakat, Pemprov Gorontalo menggelar bagi-bagi ikan gratis di Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (20/4). Sebanyak 180 kepala rumah kurang mampu mendapat ikan gratis yang diserahkan oleh Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Weni Liputo.

“Pak Gubernur sengaja memprogramkan Gemarikan untuk lebih menggiatkan makan ikan di kalangan masyarakat. Apa yang dirasakan oleh orang di pinggir pantai harus juga dirasakan oleh orang di pegunungan dan pelosok desa dengan mengkonsumsi ikan segar,” kata Weni.

Asisten Bidang Administrasi itu menjelaskan, berbagai program disediakan pemerintah untuk mendukung Gemarikan. Selain pembagian ikan gratis dan subsidi ikan murah, pemprov sejak tiga tahun lalu sudah memprogramkan untuk mengganti lebih dari 300 unit sepeda onthel penjual ikan dengan sepeda motor berkotak pendingin.

“Tujuannya tidak lain agar masyarakat tumbuh sehat dan cerdas. Ikan banyak protein yang baik untuk kesehatan fisik dan otak,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu diserahkan juga santunan bagi 1000 warga kurang mampu dari Baznas Provinsi Gorontalo. Santunan senilai 100 Ribu Rupiah itu selanjutnya bisa digunakan warga untuk membeli ikan dan sembako murah.

Satu kilogram ikan Kembung seharga 27.500 perkilo cukup ditebus dengan harga 10 Ribu Rupiah. Ada 651 paket ikan kembung yang disediakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan hari itu.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo menggelar Sinkronisasi Program yang didanai oleh APBN dengan pemerintah kabupaten/kota. Kegiatan yang dibuka oleh Plh Sekda Weni Liputo itu berlangsung di Ballroom Hotel Maqna, Kamis (19/4).

Weni Liputo meminta agar DKP provinsi dan kabupaten/kota bersinergi dalam menjalankan program kelautan dan perikanan. Sinergitas itu bisa terwujud jika ada kesamaan data, target dan sasaran yang jelas antara satu daerah dengan daerah lain.

“Usulan programnya harus sinkron dan selaras. Tidak boleh provinsi mengusulkan A untuk daerah B, tapi justru daerah B tidak fokus di situ. Makanya butuh suatu perencanaan pembangunan daerah yang sinkron dengan menyusun tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur,” kata Weni.

Asisten Bidang Administrasi itu menambakan, Provinsi Gorontalo sangat terkenal dengan potensi keragaman lautnya. Hal itu yang mendorong Pemprov Gorontalo menjadikan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu program prioritas dalam program ekonomi kerakyatan.

“Program ini yang coba terus didorong oleh bapak Gubernur agar mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Jadi begitu anggarannya turun dari pusat melalui dana APBN dan DAK, maka kita daerah wajib melaksanakan program itu dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Beberapa isu dan program strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut di antaranya menyangkut bantuan kapal ikan bagi nelayan, perahu katintin, bantuan alat tangkap dan bantuan budi daya ikan.

Masalah perizinan perikanan juga mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah berharap agar masalah perizinan khususnya menyangkut izin operasional untuk kapal berkapasitas 30 Gros Ton ke atas bisa disederhanakan dan tidak memakan waktu yang lama dari pemerintah pusat.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie diterima oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/2). Pertemuan dengan orang nomor satu di Indonesia itu dimanfaatkan Rusli untuk memaparkan kebutuhan, potensi dan solusi yang ada di daerah. Salah satunya menyangkut izin kapal nelayan.

Kepada Jokowi, Rusli curhat bagaimana susahnya nelayan Gorontalo mengurus izin operasional untuk kapal nelayan berkapasitas 30 Gros Ton (GT). Padahal, kapal bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sudah ada 34 unit yang dimanfaatkan oleh nelayan untuk mencari nafkah.

“Jadi dengan regulasi yang ada sekarang masih ada perizinan khususnya bantuan kapal 30 GT ke atas itu SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan), SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan) dan lain lain masih di KKP. Waktu pengurusan sangat lama bisa 18-20 bulan,” beber Rusli usai pertemuan.

Rusli mengusulkan agar Presiden melalui Kementrian KKP bisa menyederhanakan proses perizinan ke daerah. Seperti pengurusan izin kapal di bawah 30 GT yang dilakukan di pemerintah provinsi. Perizinan yang disebut Rusli sangat singkat bahkan diberikan secara gratis.

“Kapal di bawah 30 GT itu prosesnya tidak lebih dari 5 hari. Bahkan pengurusannya kami gratiskan. Sebab kami sadar potensi perikanan kami cukup besar dan nelayan perlu diberikan kemudahan melaut,” Imbuh Rusli.

Selain masalah perizinan, Rusli juga memaparkan tentang potensi jagung Gorontalo yang melimpah, pembangunan jalan lingkar luar Gorontalo atau Gorontalo Outter Ring Road (GORR), pembangunan irigasi Randangan dan revitalisasi Danau Limboto.

“Saya bahkan menawarkan pak Presiden untuk berkunjung ke Gorontalo. Alhamdulillah beliau respon. Di ataranya untuk meresmikan pemanfaatan GORR, pengresmian PLTU Anggrek 2×25 MW dan ekspor jagung ke Philipina,” jelas Gubernur dua periode itu.

Presiden Jokowi menerima Rusli tidak sendiri. Ia didampingi Menko Ekuin Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sementara Rusli membawa beberapa pimpinan OPD diantaranya Asisten I Anis Naki, Kadis Kelautan dan Perikanan Sutrisno, Kadis Pertanian Muljady Mario dan Kadis PUPR Handoyo Sugiarto.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Guna mengkampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemarikan), Pemerintah Provinsi Gorontalo menjual ikan murah bagi warga di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Jumat (2/2). Kampanye Gemarikan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya ikan masuk sekolah (fish to school), launching bantuan pangan ikan, diseminasi produk olahan ikan, pasar murah dan penyerahan bantuan.

Untuk tahun 2018 ini diprogramkan subsidi ikan murah bagi warga miskin. Setiap dua minggu sekali, Pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan menurunkan penjual dengan sepeda motor berkotak pendingin untuk menjual ikan hingga ke pelosok. Harga ikan pun sangat terjangkau. Jika biasanya ikan Tuna dijual 40-50 Ribu perkilo, maka cukup ditebus dengan harga 10 Ribu Rupiah.

“Masyarakat yang jauh dari pantai dan tinggal di lereng lereng gunung susah menikmati ikan. Makanya pak gubernur mengganti penjual ikan dengan sepeda othel dengan sepeda motor ber coolbox. Supaya setiap hari ikan segar ini bisa dijual murah. Ikannya juga kita subsidi,” tutur Rusli disambut tepuk tangan warga.

Berbagai bantuan itu diberikan untuk mendorong masyarkat khususnya warga miskin untuk bisa makan ikan. Vitamin dan protein yang ada dalam ikan diharapkan dapat meningkatkan gizi masyarakat Gorontalo.

“Ini ikan segar bukan “ikan tahu” dan “ikan tempe”. Biasanya kita makan katanya makan “ikan tempe”. Bukan ikan itu. Makannya harus ikan karena kaya porotein,” sambung Gubernur dua periode itu.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sudah dianggarkan subsidi ikan murah bagi warga miskin se Provinsi Gorontalo senilai 2,4 Milyar Rupiah. Angka itu untuk 8.400 Kilogram ikan yang ditaksir dapat menjangkau 1.800 KK miskin.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat diajak memasak dengan berbagai produk ikan. Ada juga pasar ikan murah berupa Ikan Layang dan Deho 300 KG seharga 10 Ribu perkilo. Ada juga pasar murah sembako berupa beras, minyak goreng dan gula pasir yang dijual dengan harga miring.

Sekitar 1000 orang warga yang hadir semakin gembira saat Gubernur membagikan uang senilai 100 Ribu Rupiah perorang sebagai santunan dari Baznas Provinsi Gorontalo. Ada juga penyerahan bantuan benih jagung Bisi 18 dengan luas lahan 85.5 HA senilai 64 Juta Rupiah serta transfer uang pupuk urea 409.075 Kg senilai 736 Juta Rupiah.(Hmsprov-Ecyhin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 7
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo