>

Displaying items by tag: perikanan

Gorontalo – Provinsi Gorontalo memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang berlimpah. Namun baru 50% potensi yang dikelola, setengahnya lagi belum termanfaatkan.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa pada Musyawarah Daerah III Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Ball Room Damhil Hotel, Kota Gorontalo, Kamis (21/12), menyebutkan data Badan Penelitian Kementerian Kelautan RI, kurang lebih 50 persen potensi sumber daya laut dan perikanan Gorontalo baru termanfaatkan. Kita masih mempunyai peluang kurang lebih 50 persen untuk mengembangkan potensi perikanan dan kelautan sebagai ujung tombak pembangunan di Provinsi Gorontalo.

Winarni menjelaskan untuk mencapai hal tersebut, Provinsi Gorontalo dengan visi dan misi Gubernur menjadikan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu program prioritas dalam peningkatan ekonomi kerakyatan, dimana pembangunan sektor perikanan dan kelautan diharapkan dilaksanakan dengan lebih inovatif, kreatif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Menurutnya hal ini di dasari karena Provinsi Gorontalo memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar yang menjadi modal dasar pembangunan di Provinsi Gorontalo. Luas perairan Gorontalo yang mencapai 50.500 KM2 yang terdiri dari luas wilayah laut TEluk Tomini, laut Sulawesi, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) laut sulawesi serta panjang garis pantai yang meliputi wilayah pantai utara (laut Sulawesi) dan wilayah pantai selatan (Teluk Tomini).

Seiring dengan usia Provinsi Grontalo yang telah mencapai 17 tahun menjadi provinsi yang mandiri maka terlihat strategi khususnya untuk pembangunan di provinsi gorontalo sejak awal sampai dengan saat ini, untuk pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) lima tahun kedepan dari 2017-2022 di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim dan tentu dukungan dari legislatif. “Kita memberikan alokasi anggaran yang cukup strategis dan termasuk potensi yang kita kembangkan dalam rangka pencapaian visi dan misi Provinsi Gorontalo yaitu bagaimana mewujudkan masyarakat Gorontalo yang unggul, maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Senada dengan sekda, Ketua umum dewan perwakilan pusat (DPP) HNSI, Mayjen (Purn) Yussuf Solichien mengatakan Potensi yang cukup besar itu harus bisa dimanfaatkan secara optimal dan HSNI harus segera melakukan kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo untuk membuat program budidaya perikanan.“Karena saya lihat dari udara, pantai Gorontalo sangat luar biasa potensinya untuk budidaya kerapu, bawal, bandeng, udang dan sebagainya. Dulu ikon Gorontalo yang terkenal itu jagung, tapi sekarang jagung dan ikan adalah ikon Gorontalo dan ini adalah tantangan untuk HSNI Gorontalo bukan hanya sekedar ikon atau jargon, tapi kedepan Gorontalo dijadikan salah satu lumbung ikan nasional,” imbuhnya.

Ia juga berharap kedepan HNSI mempunyai program program untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Semua program program HSNI bersama pemerintah menggandeng pemerintah dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“HNSI tugasnya bukan sekedar fisik tetapi juga budaya. Salah satu kemiskinan kita adalah budaya yang tidak mau maju,” tutupnya.(Hmsprov-Nova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak henti-hentinya berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tahun 2018, Rusli memprogramkan ikan murah untuk mendorong konsumsi ikan bagi masyarakat. Caranya dengan memberikan bantuan sepeda motor berkotak pendingin (cool box) bagi dua orang di setiap kecamatan. Bantuan tersebut lengkap dengan modal berjualan ikan selama satu tahun.

“Tahun depan kami sudah rencanakan Setiap kecamatan ada dua kader yang akan jualan ikan. Kita bantu sepeda motor cool box dan modal selama satu tahun untuk jual ikan murah di kampung-kampung. Sampai di gunung-gunung, ke sawah, hingga pelosok-pelosok,” tutur Rusli saat menggelar program Forikan (Forum Makan Ikan) yang dirangkaikan dengan kegiatan Bakti Sosial Pemerintah Provinsi di kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/11).

Sejatinya bantuan sepeda motor dengan kotak pendingin ini sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu, namun baru sebatas pada peggantian sepeda onthel milik para penjual ikan. Untuk tahun depan, Rusli menginginkan 77 kecamatan se-Gorontalo memiliki dua orang yang menjadi semacam agen penjual ikan di kampung-kampung.Diharapkan dengan bantuan tersebut, harga ikan yang dijual keliling akan murah sehingga meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan. Selain itu, akses masyarakat terhadap ikan akan semakin mudah, mengingat tidak semua masyarakat Gorontalo tinggal di pesisir pantai dengan kualitas ikan yang segar.

“Agar masyarakatnya sehat, anak anak-nya bergizi dan tidak makan tahu tempe terus. Saya tahu orang orang Jawa (di desa Bandung Rejo, kecamatan Boliyohuto) kebiasannya makan tahu tempe, tapi sekarang harus makan ikan yah,” pinta Rusli.

Pada kegiatan tersebut, Rusli juga menyerahkan bantuan 12 unit sepeda motor bagi para penjual ikan yang sebelumnya hanya menggunakan sepeda onthel untuk berjualan. Selain itu, ada juga program penjualan ikan murah. Ikan yang biasanya dibeli dengan harga 60 Ribu Rupiah hanya ditebus warga dengan harga 10 Ribu Rupiah.(Hmsprov-Isam).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ikan sangat baik bagi kesehatan utamanya bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan karena mengandung banyak protein. Pemerintah, masyarakat, dan para orang tua berkewajiban untuk meningkatkan konsumsi ikan, sehingga anak-anak dan seluruh kalangan masyarakat akan gemar memakan ikan.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, pada kegiatan fish to school yang dilaksanakan di aula kantor desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (1/11).

Idah mengatakan potensi ikan yang melimpah ruah di Provinsi Gorontalo harus diolah menjadi makanan ataupun jajanan yang menarik dan menyehatkan. Dengan demikian masyarakat khususnya anak-anak akan lebih gemar memakan ikan.

“Kita harus mengolah ikan lebih variatif agar tidak membosankan. Misalnya dengan mensiasatinya dengan mengolah ikan menjadi nuget, stik, kroket, dan bola-bola ikan, agar menarik bagi anak-anak dan mereka pun tertarik mengkonsumsi ikan,” jelas Idah.

Ditambahkannya, di zaman modern saat ini banyak jajanan di sekolah yang tidak sehat. Hal ini membutuhkan perhatian dari para guru maupun pengelola kantin sekolah, karena asupan gizi dari jajanan yang tidak sehat akan mempengaruhi tingkat kecerdasan para siswa. Oleh karena itu Idah berharap, pihak sekolah harus mewajibkan pengelola kantin untuk menjual jajanan yang higienis dan bahannya banyak mengandung ikan.“Menciptakan generasi yang sehat dan cerdas merupakan tanggungjawab kita bersama. Saya minta pihak sekolah dan pengelola kantin untuk memperhatikan nilai gizi jajanannya, dan utamakan yang banyak mengandung ikan,” tegas Ketua Forikan.

Diakhir sambutannya, Idah berharap kampanye gemar makan ikan melalui fish to school dapat memberikan manfaat untuk mewujudkan masyarakat Gorontalo yang gemar makan ikan. Dengan demikian, visi Pemerintah Provinsi Gorontalo mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, handal, dan profesional bisa terwujud.

“Kampenya ini harus terus kita galakkan, agar semakin hari tingkat konsumsi ikan masyarakat semakin meningkat. Sehingga tercipta sumber daya manusia Gorontalo yang sehat, kuat dan cerdas,” tandasnya.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO Provinsi Gorontalo memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang berlimpah. Potensi tersebut harus bisa dimanfaatkan secara optimal, baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia maupun untuk mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan di sektor perikanan. Hal ini disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Gorontal, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka lomba memasak menu serba ikan tingkat Provinsi Gorontalo di halaman rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (27/10).

Idah menjelaskan, untuk terus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Provinsi Gorontalo, pihaknya terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk berkreasi menciptakan olahan masakan ikan yang menarik, berkualitas, dan menyehatkan.

Jangan hanya terpaku pada menu masakan yang itu-itu saja. Ikan harus diolah dengan menu yang bervariasi, sehingga memberikan rasa yang berbeda, enak, menyehatkan dan menggugah selera makan, khususnya bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, ujar Idah.

Idah juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berlimpahnya ikan hasil tangkapan nelayan dengan berkreasi menciptakan berbagai produk makanan ataupun jajanan berbahan dasar ikan. Dirinya menuturkan, ikan tidak hanya dapat diolah sebagai lauk pendamping nasi, tetapi harus diolah menjadi produk jajanan yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, dengan kemajuan teknologi pengolahan, pengepakan, dan pemasaran, produk jajanan ikan dapat menjadi peluang usaha yang baik dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

“Melalui strategi ini kita berharap konsumsi ikan di Provinsi Gorontalo akan terus meningkat. Kebutuhan protein hewani masyarakat terpenuhi, sekaligus pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat, pungkas Idah Syahidah.(Hmsprov-Haris).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa membuka rapat ekspose laporan antara penyusunan dokumen awal Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Gorontalo, di ruang oval Kantor Gubernur, Rabu (10/11).

Winarni mengatakan rencana percepatan penyelesaian penyusunan dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Gorontalo sangat penting untuk dibahas, sesuai dengan undang-undang 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

“Sebenarnya substansi pentingnya bukan hanya khususnya untuk kita melihat bagaimana substansi pola ruang, struktur ruang dan lain-lain tetapi output yang paling penting adalah bahwa dokumen RZWP3P kita akan gunakan sebagai salah satu dokumen, khususnya perencanaan dalam rangka kita untuk mendatangkan investasi,” ungkap Winarni.

Ia menjelaskan dari sisi fiskal daerah ketergantungan terhadap APBN masih cukup besar. Kemarin juga kita sudah rapat penyusunan RPJMD untuk lima tahun ke depan, terlihat fiskal kita itu hanya kenaikannya sedikit sekali karena pendapatan asli daerah itu lebih banyak dari kendaraan bermotor.

“Oleh karena itu dengan penyusunan RZWP3K kita berharap peluang untuk investasi ke depan dalam bidang perikanan dan kelautan pesisir akan menjadi lebih besar,” ungkapnya.

Winarni berharap SKPD maupun yang terlibat menjadi anggota BKPRD untuk kita memberikan masukan dalam rangka untuk memperkaya dokumen Rencana Zonasi WP3K karena kalau ini sudah di tetapkan menjadi perda, maka ini menjadi komitmen, kita laksanakan.

“Tidak ada lagi lupa ini itu karena revisi RTRW di dalam undang-undang itu hanya di perkenankan sekali dalam lima tahun,” pungkasnya.(Hmsprovnova).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ikan menjadi salah satu menu sehari hari yang selalu digemari oleh masyarakat Gorontalo. Ini menjadi peluang bagi pengusaha yang ingin mengambil celah bisnis di bidang ini.

Menurut Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie saat membuka kegiatan Bimtek Pengolahan Pangan Berbasis Ikan, Kamis (10/8) di Aula Kantor Camat Kabila Bone , Bone Bolango, Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki hasil laut yang begitu banyak. Ini adalah salah satu daya tarik tersendiri yang dimiliki Gorontalo.

Ikan tak hanya menjadi konsumsi keseharian masyarakat Gorontalo, namun juga dapat digunakan sebagai bahan baku pengolahan ikan seperti fillet ikan, nuggets ikan,bakso ikan, kerupuk ikan dan lain sebagainya.

“ Ikan dapat diolah dalam bentuk apa saja terlebih di Provinsi Gorontalo banyak menghasilkan ikan dibanding dengan pulau Jawa dimana untuk mendapatkan ikan bisa dibilang agak sulit dan harganya pun mahal,”kata Idah.Idah menjelaskan, pelaksanaan Bimtek pengolahan ikan di Kabupaten Bone Bolango ini bertujuan agar masyarakat di kabupaten ini khususnya di wilayah Kabila Bone dapat memanfaatkan ikan menjadi olahan pangan berbasis ikan yang bernilai jual tinggi dan juga untuk menambah pengetahuan bagi masyarakat bahwa ikan selain dapat dikonsumsi langsung juga dapat diolah menjadi bahan pangan.

“Kalau ibu-ibu mau berusaha dengan mengolah ikan ini, saya harap kualitas produk yang dihasilkan harus selalu dijaga bahkan lebih ditingkatkan, jangan mudah putus asa dan teruslah berinovasi terhadap produk olahan ikan,” kata Idah menyemangati para peserta bimtek yang diadakan oleh Dinas Perindag Provinsi Gorontalo.(Hmsprov-Burhan).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, menyelenggarakan seminar nasional “Whale Shark” dan Gema Bangsa Maritim yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Q kota Gorontalo, Minggu (17/7).

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, yang hadir sekaligus memberikan sambutan mewakili pemerintah provinsi menilai, seminar ini sangat tepat. Karena mengingat Gorontalo jika dilihat dari segi kelautan sangat potensial.

“Gorontalo sebagai salah satu daerah yang berada di teluk tomini dan laut Sulawesi, ini sangat potensial. Laut di Gorontalo sangat membuka peluang kerja bagi para nelayan. Perikanan bisa menjadi yang utama diwilayah kita ini,” kata Winarni.

Olehnya melalui seminar ini, Winarni mengatakan lebih termotivasi terutama dalam rangka pengembangan sektor perikanan dan kelautan di daerah ini. Sebagai contoh, Gorontalo memiliki potensi ikan Kerapu yang melimpah ruah terutama di Gorontalo Utara dan dapat dijadikan sebagai komoditi unggulan daerah, yang diharapkan nantinya menjadi wahana bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan.

“Komoditi perikanan lainnya yang cukup potensial adalah budidaya Udang Vaname yang tengah didorong agar digeluti oleh masyarakat nelayan dan diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi,” tambahnya.

Terakhir Sekdaprov berharap seminar nasional namun bernuansa internasional ini akan memberikan sumbangsih pemikiran bagi masyarakat Gorontalo untuk membangkitkan semangat kerja dalam mewujudkan daerah ini kearah yang lebih baik.Sementara itu Prof. Rohmin Dahuri, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan yang saat ini menjabat sebagai penasehat Ahli Gubernur Gorontalo Bidang Kelautan dan Perikanan, yang menjadi pemateri utama dalam seminar tersebut menilai, seminar ini sangat penting untuk menjadi rujukan. Karena negara ini termasuk negara maritim namun masih banyak nelayan yang terpinggirkan.

“Ini merupakan sebuah ironi yang harus dicarikan solusi terbaiknya. Makanya saya sangat bangga sekali Gorontalo dapat menyelenggarakan seminar nasional seperti ini. Gorontalo punya potensi yang begitu besar dari segi kelautan. Lihat saja Hiu Paus yang jauh dari wilayah antartika datang kesini, ini bukti laut Gorontalo sangat berpotensi,” tuturnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Andry Indryasworo Kepala Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan, Mahardika Rizki Direktur Whale Shark Indonesia, Casandra Tania Marine Species Officer WWF Indonesia, serta mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan.(Hmsprov-Ecin).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Penjabat Gubernur Gorontalo Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Selasa (4/4), menemui Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI atau yang dikenal dengan Satgas 115, guna menindaklanjuti pengurusan izin untuk 6 unit kapal Mina Maritim. Keenam kapal Mina Maritim tersebut merupakan bantuan yang dialokasikan oleh Kementerian KKP ke Provinsi Gorontalo, masing-masing untuk KUB Lajang Pasir, KUB Bobara Laut, KUB Abdi Karya, KUB Beringin Jaya, KUB Bidadari, dan KUB Bintang Laut.

“Saya sengaja menemui langsung Satgas 115 KKP untuk menindaklanjuti pengurusan dokumen ijin untuk 6 unit kapal Mina Maritim yang dialokasikan ke Provinsi Gorontalo, agar izinnya bisa segera diterbitkan sehingga bisa segera dimanfaatkan nelayan,” kata Zudan.

Pada pertemuan tersebut pihak Satgas 115 menjelaskan, bahwa proses pengurusan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) untuk 3 unit kapal Mina Maritim, sejauh ini Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) sudah terbit dan tinggal menunggu proses pencetakan kembali, yang selanjutnya akan diajukan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan siap ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Sementara untuk 3 unit kapal Mina Maritim lainnya, proses pengurusan izinya sudah pada tahap pengurusan SIUP yang telah didahului dengan proses wawancara oleh Kementerian KKP sebagai syarat penerbitan SIUP, dan selanjutnya tinggal menunggu rekomendasi dari Satgas untuk pencetakan SIUP.

Dari penjelasan pihak Satgas KKP tersebut, Prof. Zudan memperjelas waktu penyelesaian izin-izin dimaksud sampai ke tangan nelayan. Menurutnya, kejelasan informasi waktu penyelesaian ini sangat penting bagi para nelayan, sehingga mereka bisa memperoleh kepastian kapan izin itu bisa diterima.“Alhamdulillah, pihak Satgas sudah menyampaikan dalam waktu dua minggu kedepan, rekomendasi akan dikeluarkan untuk selanjutnya menjadi dasar Direktorat Jenderal Perizinan mencetak SIUP,” ujar Zudan yang pada kesempatan itu turut didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo.

Zudan juga menegaskan, dirinya telah menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk terus melakukan koordinasi dengan pihak Satgas KKP dan memantau proses pengurusan izin tersebut. Penjagub berharap dalam waktu yang telah dijanjikan oleh pihak Satgas, izin sudah diterbitkan dan bisa diserahkan kepada para nelayan.

“Inilah tugas dan fungsi pemerintah, kita berkewajiban melayani dan membantu masyarakat, sehinga masyarakat bisa sejahtera dan bahagia,” pungkasnya. (Haris – Tim Redaksi Humas).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo – Untuk memudahkan nelayan dalam perizinan usaha tangkap ikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, meresmikan kantor unit layanan terpadu perizinan bidang kelautan dan perikanan di Kota Gorontalo.

Pada kesempatan itu Penjabat Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, dengan adanya kantor perijinan tangkap ikan terpadu ini kedepan diharapkan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Gorontalo harus terus tetap melakukan pembinaan terhadap nelayan Gorontalo, agar potensi tersebut bisa lebih termanfaatkan, sehingga pertumbuhan perekonomian bisa lebih naik.

“Untuk mendukung langkah tersebut, pembinaan terus dilakukan, dan juga diharapkan kepada nelayan untuk memperhatikan proses administrasi perizinan yang baik, tertib dan teratur, agar pemanfaatannya bisa berkesinambungan, perlu diperhatikan juga pertumbuhannya,” kata Zudan Arif Fakrulloh saat meresmikan kantor pelayan terpadu perizinan bidang kelautan dan perikanan, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan Kota Gorontalo, Selasa (21/3).

Lebih lanjut Zudan mengatakan dihadapan nelayan ia meminta agar dinas terkait, dapat membuat dan mengupayakan ada asuransi yang diberikan kepada mereka, mengingat profesi yang mereka jalani resikonya cukup tinggi.

“Tolong lindungi mereka dengan asuransi, nanti dicarikan mekanismenya, untuk itu perlu ada pendataan secara menyeluruh kepada nelayan Gorontalo,”ujarnya.Sementara itu Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Sutrisno menambahkan bahwa, kantor perizinan pelayanan terpadu perikanan ini tidak hanya ada dikota Gorontalo. Untuk wilayah Kabupaten Gorontalo Utara kantor serupa juga akan dibuka dikecamatan Gentuma dan kecamatan Kwandang.

“Gorontalo Utara memang memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo, namun kedepan akan diperluas lagi untuk wilayah Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato, serta kabupaten Bone Bolango,” jelas Sutrisno,

Menurutnya bahwa, ada beberapa jenis layanan perizinan yang dikeluarkan hanya lewat satu atap ini, diantaranya adalah Surat Layak Operasi (SLO), surat persetujuan berlayan dari pihak Syahbandar, termasuk surat kesehatan berlayan bagi nelayan

“Semoga dengan hadirnya kantor pelayanan satu atap ini, dapat memudahkan masyarakat nelayan,” tambahnya

Dalam kesempatan itu juga dinas Kelautan Perikanan menyerahkan bantuan Mobil Pendingin Ikan yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan, untuk pengolah hasil perikanan sehingga mutunya tetap terjaga (Ecin – Tim Redaksi Humas).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mendorong peningkatan budidaya perikanan khusus ikan kerapu, yang memiliki beberapa jenis di perairan ini.

Hal itu diungkap Wakil Bupati Roni Imran, Senin di Gorontalo terkait upaya pemkab mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya.

Dia mengatakan, beberapa kali melakukan kunjungan di daerah-daerah yang berhasil membudidayakan ikan kerapu, di antaranya Ambon, Provinsi Maluku.

Hal itu dilakukan agar instansi teknis terkait khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan serta kelompok nelayan pembudidaya memperoleh banyak tambahan ilmu pengetahuan tentang budidaya ikan kerapu yang permintaannya sangat tinggi baik di tingkat lokal, nasional bahkan dunia.

Negara-negara Arab saja sudah melakukan permintaan ikan kerapu dari kabupaten ini.

Paling banyak permintaan ikan kerapu merah atau sunu. Jika di tingkat nelayan, harga ikan kualitas ekspor tersebut berada di kisaran Rp75 ribu/kilo gram dengan potensi pasarnya mencapai Rp300 ribu/kilo gram.

Maka peluang itu harus ditangkap dengan baik, dalam rangka menaikkan pendapatan daerah di sektor unggulan tersebut, yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan tangkap maupun budidaya.

"Jika budidaya ikan kerapu diseriusi, maka peningkatan produksi setiap tahun diprediksi meningkat seiring pengetahuan yang cukup dimiliki para nelayan pembudidaya kerambah laut yang banyak tersebar di wilayah Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kecamatan Gentuma, Kwandang dan Sumalata Timur," ujar Wakil Bupati.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat tahun 2015, produksi ikan kerapu di wilayah ini belum signifikan. Seperti ikan kerapu mencapai 81,5 ton/tahun, ikan kerapu lumpur 31,5 ton/tahun dan kerapu merah atau Sunu 35,5 ton/tahun.

Peringatan Hari Ikan Nasional tahun ini kata Wakil Bupati, diharapkan semakin memotivasi pemkab untuk menaikkan produksi perikanan lokal yang akan bermuara pada pengembangan industri perikanan di wilayah ini.

Disamping upaya peningkatan produksi ikan segar, pemkab pun sedang berupaya mengajak investor yang akan membangun fasilitas alat pendingin "cool storage" di pelabuhan pendaratan ikan Gentuma maupun Sumalata. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama