>

Displaying items by tag: perikanan

Selasa, 22 November 2016 07:54

Produksi Ikan di Bone Bolango Meningkat

Gorontalo, Produksi ikan di perairan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan, yakni tahun 2016 sebanyak 11.319 kilo gram atau 11,3 ton hasil tangkapan nelayan, lebih banyak dibanding tahun 2015 hanya 10.853 kilo gram.

"Data produksi itu dalam angka statistik. Kenaikan itu dipicu penambahan sarana dan prasarana untuk peralihan dari penangkapan tradisional ke modern," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, Senin.

Ia juga mengatakan, perubahan sikap dari para nelayan tradisional yang melakukan penangkapan ikan satu per satu dengan menggunakan kail, saat ini sudah beralih ke penggunaan pukat cincin.

"Otomatis jumlah penangkapan jadi lebih bertambah. Istilahnya kami melakukan revitalisasi peningkatan armada mulai dari kecil ke armada besar," ucapnya.

Bahkan pihaknya mengaku di tahun 2016 ini, telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo tiga unit kapal berkapasitas 30 Gross Ton (GT).

"Bahkan lagi gencar melakukan penguatan kapasitas bagi nelayan dengan melatih mereka di sekolah perikanan di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Yang kami kirim sebanyak 20 orang dengan usia di bawah 30 tahun," ucapnya.

Ia menjelaskan, di sekolah itu mereka akan belajar tentang penggunaan teknologi mesinan kapal dan dasar-dasar penyelamatan yang nantinya bisa berguna pada diri sendiri.

"Kami harapkan agar ilmu hasil pendidikan itu bisa menjadikan nelayan di Kabupaten Bone Bolango untuk lebih mandiri," kata dia. (Febriandy Abidin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus berupaya menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di seluruh wilayah terpencil, khususnya wilayah pesisir di daerah itu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Gorontalo Husen Hasni, menjelaskan, sejauh ini pemprov sudah berupaya menghadirkan tiga SPBN, namun masih perlu untuk ditambah lagi.

"Untuk saat ini, SPBN ada satu unit di pelabuhan ikan Kota Gorontalo dan dua unit di Kabupaten Gorontalo Utara," kata Husen, Kamis.

Ia mengakui bahwa sejauh ini memang masih sangat dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menghadirkan SPBN di wilayah kepulauan, untuk mendekatkan BBM ke masyarakat.

Menurutnya, terlebih soal adanya rencana penyatuan atau pemerataan harga BBM di wilayah Indonesia, akan sangat membantu masyarakat nelayan yang jauh jangkauan mereka untuk mendapatkan BBM di SPBU.

"Selama ini banyak nelayan yang mengeluhkan tidak ada SPBN di daerah terpencil, meskipun mereka terbantu dengan adanya depot pengeceran BBM, namun harganya sudah sangat tinggi," ujarnya.

Namun dari semua keluhan masyarakat, sejauh ini pendistribusiannya lancar-lancar saja, tidak ada keluhan yang signifikan, keterlambatan hanya pada kapal pengangkut BBM jika ada kendala cuaca dan itu sudah ada antisipasi dini dimasyarakat.

"kalaupun ada desakan dari masyarakat kejadiannya hanya satu atau dua kali saja, dan kami belajar dari pengalaman itu," jelasnya. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie terus membagikan sepeda motor bagi pedagang ikan keliling di daerah itu, guna membantu meringankan mata pencaharian mereka yang sebelumnya hanya menggunakan sepeda.

"Saya ingin perekonomian masyarakat, khususnya pedagang ikan keliling bisa bertambah ketika sudah menggunakan sepeda motor," kata Gubernur akhir pekan lalu.

Seperti penyerahan bantuan delapan unit sepeda motor lengkap dengan "coolbox" atau tempat pendingin ikan, kepada masyarakat nelayan di Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango.

Selain menyerahkan bantuan sepeda motor lengkap dengan coolbox, Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa 12 unit perahu viber dan motor tempel.

Menurutnya, bantuan ini diberikan untuk merangsang masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga ke depan secara bertahap tingkat pendapatan dari hasil laut tersebut terus tumbuh, sehingga perekonomian daerah juga ikut maju.

"Alhamdulillah semua bantuan dari Pemprov Gorontalo untuk menumbuhkan perekonomian masyarkat, sudah terakomodir dalam empat program unggulan pemerintah saat ini," jelasnya.

Sementara itu, Kadis perikanan dan kelautan Sutrisno AP menjelaskan pihaknya setiap tahun terus mengukur hasil produksi nelayan, dan telah menunjukan peningkatan secara bertahap.

Ini semua dampak dari rangsangan bantuan kapal baik dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah pusat yang dikembangkan warga setempat.

"Produksi tangkap nelayan yang hanya menggunakan perahu kecil dan tidak bermesin jelas sangat tidak maksimal jika dibandingkan dengan penggunaan perahu viber yang besar dan sudah dilengkapi dengan mesinnya," kata Sutrisno. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 13 Oktober 2016 08:34

Yordania Siap Beli Ikan Tuna Asal Gorontalo

Gorontalo, Investor asal Yordania Mr Iyad Al Shorafa melalui perusahaanya PT Tasali Jordan Trading, berkeinginan membeli ikan tuna "fresh great C" asal Gorontalo, dengan jumlah 25 ton setiap harinya.

Hal tersebut terungkap melalui "One on One Meeting" dengan pengusaha lokal Gorontalo, pada kegiatan "Indonesia Midle East Update (IMEU) 2016" yang diikuti sejumlah investor asal negara-negara Timur Tengah, Rabu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, Budianto Sidiki menjelaskan Mr Iyad Sorafa siap bekerja sama dengan koperasi nelayan di Gorontalo, siap membuka pabrik ikan tuna untuk tujuan ekspor ke Yordania.

"Fakta di lapangan kapasitas produksi dari nelayan di Gorontalo, untuk tuna great C ada di kisaran 5 ton setiap harinya," kata Budiyanto.

Terkait dengan hal tersebut, melalui Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, pemerintah provinsi (pemprov) terus membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, untuk memberikan dorongan kepada nelayan dalam upaya meningkatkan kapasitas tangkap ikan tuna.

"Yang jelas potensi perikanan tangkap, khususnya ikan Tuna, cukup besar," ujarnya.

Menurutnya, peluang besar dari investor asa Yordania ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, khususnya bagi nelayan Gorontalo.

Melihat kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu 25 ton/hari, sementara kita baru bisa memenuhi 5 ton/hari, artinya masih ada selisih 20 ton yang harus dikejar.

Sebelumnya Duta Besar RI di Amman Yordania Teguh Wardoyo, menjelaskan pada kegiatan IMEU tahun ini, pihaknya membawa enam pengusaha asal negara tersebut, dengan sasaran dua potensi investasi di sektor kelautan yaitu ikan tuna dan sektor pariwisata.

Di mana salah seorang calon investor sudah menyatakan akan membeli 50 ribu ton ikan tuna asal Gorontalo, dengan kemampuan mereka diperkirakan ada jaminan dari Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan selama Lima tahun. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 16 Agustus 2016 10:36

Pemprov Gorontalo Gelar Pasar Ikan Murah

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar pasar ikan murah dan bazar sembako di Desa Dulamayo Kabupaten Gorontalo, Senin, untuk membantu daya beli masyarakat di daerah itu.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di Gorontalo, Senin, mengatakan masyarakat antusias membeli ikan dan sembako yang dijual dengan harga yang sangat murah dan terjangkau sehingga hanya dalam satu jam ratusan kilogram ikan laut habis terjual.

Ikan tuna yang biasanya dijual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu perkilogram, hanya dijual dengan harga Rp10 ribu perkilogram di pasar tersebut.

Sedangkan jenis ikan lajang yang harganya mencapai Rp20 ribu, hanya dijual Rp5 ribu perkilogram.

Selain beragam ikan laut, pemprov juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang harganya lebih murah karena disubsidi oleh pemerintah.

Ia menjelaskan harga bahan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, beras, dan mie instan, disubsidi hingga separuh harga oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Gula pasir dijual dengan harga Rp10 ribu perkilogram, beras Rp37 ribu untuk tiap kemasan berisi lima kilogram dan minyak goreng Rp6 ribu rupiah per-400 mililiter.

Menurutnya kegiatan pasar ikan dan bazar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

"Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang cukup," katanya.

Wagub memastikan kegiatan pasar murah akan terus digelar oleh pemprov di berbagai lokasi di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Gorontalo akan mencanangkan Taman wisata Mangrove (TWM) yang dipusatkan di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, pada tahun 2016.

"Rencana tanggal 19 Agustus 2016 akan dibahas bersama Pemkab Pohuwato, untuk tindak lanjut pencanangan TWM ini," kata Kepala Dinas KP Provinsi Gorontalo Sutrisno, di Torosiaje usai membuka acara penanaman 100 ribu bibit mangrove, Rabu.

Sutrisno menjelaskan konsep yang digagas dengan memanfaatkan pohon mangrove di pusat-pusat keramaian dan bisa dengan mudah dijangkau para wisatawan.

"Taman itu juga akan mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Dengan adanya para wisata, usaha rumahan bisa banyak pembeli," ucap Sutrisno.

Nanti di sekitar TWM akan dibuat jalan penghubung di sepanjang hutan, agar para wisata bisa menikmati keindahan mangrove dengan berjalan kaki.

Untuk itu ia harapkan masyarakat bisa menjaga bibit mangrove yang saat ini sudah ditanam di lokasi-lokasi tertentu.

"Ini demi kepentingann kita semua, terutama bagi masyarakat setempat," ucapnya.

Saat ini penanaman tersebut sudah berlangsung sekitar 85 persen di seluruh lokasi di dua desa, yakni Torosiaje dan Dudoulo seluas 10 hektare.

"Saya berharap pula ini bisa terwujud dengan bantuan masyarakat," katanya singkat. (Febriandy Abidin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 11 Agustus 2016 09:57

Dinas Kelautan Tanam 100 Ribu Bibit Mangrove

Gorontalo, Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Gorontalo melakukan penanaman sebanyak 100 ribu bibit mangrove di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, untuk mengembalikan kelestarian hutan bakau di daerah tersebut.

Kepala Kepala Dinas KP Provinsi Gorontalo Sutrisno, Selasa mengatakan, pihaknya telah siapkan 100 ribu bibit pohong mangrove yang akan ditanam di lahan seluas 10 hektare.

"Lokasinya berada di Dusun Jati Desa Torosiaje Jaya dan Dusun Persatuan Desa Dudoulo yang berada di Kecamatan Popayato Induk," ucapnya. 

Selain mengembalikan fungsi hutan, Dinas KP ingin nelayan di daerah tersebut bisa meningkatkan pendapatan harian dengan hasil tangkapan.

"Karena jika hutan mangrove sudah bagus, maka akan banyak ikan yang bisa dijaring nelayan dengan hasil jual yang tinggi," jelasnya.

Sutrisno menjelaskan, hubungan Dinas KP dengan penanaman mangrove sendiri yakni agar laut di Kabupaten Pohuwato bisa terjaga kelestariannya, seperti pertumbuhan terumbu karang dan ekosistem laut yang bagus.

"Semua ini tentu tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Agar nelayan di sekitar hutan mangrove tidak lagi mencari ikan di kejauhan sana. Jika hutan mangrove ada, maka ikan tersebut hanya ada di dekat saja.

"Untuk itu para nelayan bisa menghemat bahan bakar dengan tidak pergi jauh untuk melaut," ungkapnya. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) yang menjadi motor penggerak penanaman 100 ribu bibit mangrove.

Sementara itu, Ketua KSL Umar Pasandre mengaku penanaman tersebut sudah berjalan sekitar 85 persen dan sisanya sementara dilakukan penanaman.

"Saya berharap agar ini bisa selsai tepat waktu dan masyarakat di sini bisa menjaganya dengan baik," ucapnya. (Febriandy Abidin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelestarian hutan mangrove di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu langkah antisipasi dari aktifitas pencurian ikan (illegal fishing) nelayan-nelayan luar negeri maupun upaya melakukan pemboman ikan. Dengan hadirnya hutan mangrove, tentu masnyarakat bisa lebih mudah mendapatkan hasil tangkapan dengan jumlah dan kualitas yang baik.

"Makanya secara perlahan aktivitas illegal fishing akan beralih ke cara menangkap ikan yang baik," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sutrisno, Selasa. 

Karena sudah mendapatkan hasil tangkapan di sekitar hutan, maka dengan sendirinya masyarakat akan menjaga kelestarian mangrove.

Selain dengan cara itu, pihaknya mengaku akan mengembangkan usaha hutan mangrove yang bernilai ekonomi tinggi.

"Dengan mengajarkan masyarakat untuk memelihara ikan di sekitar hutan mangrove, tentu para nelayan akan mendapat keuntungan," katanya.

Ini semua kata Sutrisno, cara mereka untuk meningkatkan pendapatan para nelayan dengan cara yang baik dan tidak melanggar peraturan pemerintah.

"Jika tidak begitu, kesadaran untuk menjaga hutan mangrove terus terjaga hingga anak cucu nanti," ujarnya.

Tentu hutan mangrove banyak manfaatnya kata Sutrisno, seperti daunnya pun bisa dipakai buat pakan ternak, yakni makanan ternak kambing.

"Dan hal-hal ini akan terus kami kembangan, dengan mengedepankan fungsi ekonomi dan pelestarian lingkungan," ujarnya.

Sementara itu nelayan mengharapkan program dari pemerintah untuk pengadaan benih ikan berkualitas untuk mereka budidayakan secara mandiri.

"Selain benih ikan, pemerintah juga harus menyediakan program pengadaan keramba, agar kami terhindar dari perilaku illegal fishing," kata Ahmad, warga Desa Torosiaje. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo Utara, Wilayah perairan Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo yang memiliki garis pantai sepanjang 317 kilo meter (km), sangat potensial untuk pembudidayaan mutiara laut.

Hal itu diungkapkan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Selasa di Gorontalo, terkait rencana kerja sama Pemkab dengan pihak Universitas Ehime, Jepang yang akan meneliti potensi pembudidayaan mutiara laut.

Sebelumnya kata bupati, sebuah perusahaan asing sempat mengembangkan budidaya mutiara laut di perairan Anggrek, Kecamatan Anggrek.

Namun pemkab menghentikan izin operasional perusahaan tersebut, sebab tidak pernah melaporkan aktivitas maupun produksi mutiara laut.

Dalam waktu dekat kata bupati, pihak Universitas Ehime Jepang akan mendatangkan penelitinya untuk meneliti lokasi-lokasi yang tepat untuk pembudidayaan mutiara laut.

Pemkab berharap hasil penelitian tersebut bisa merekomendasikan lokasi-lokasi yang tepat, agar masyarakat khususnya di 78 desa pesisir bisa memanfaatkan peluang untuk mengembangkan potensi budidaya mutiara laut.

Selain akan mempublikasikannya secara luas, untuk menarik investor yang berminat mengembangkan budidaya mutiara laut, dengan syarat melibatkan masyarakat lokal.

Bupati mengaku optimistis, perairan Gorontalo Utara di wilayah pantai utara ini, sangat prospektif untuk pembudidayaan mutiara laut disamping lautnya diyakini belum tercemar oleh limbah kimia.

Sebab Pemerintah Daerah telah melokalisir aktivitas pertambangan rakyat, diantaranya di Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur.

"Jika hasil penelitian sudah didapatkan, maka Pemerintah Daerah akan menindaklanjutinya melalui program di sektor produktif, khususnya pemberdayaan masyarakat untuk optimalisasi budidaya mutiara laut," ujar Bupati.(Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

Gorontalo, Stasiun Karantina Ikan Kelas 1 Gorontalo bersama Polisi Perairan Polda Gorontalo menggelar razia ikan yang masuk melalui Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Kamis.

Saat kapal penyeberangan merapat didermaga, Kamis, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan sembilan jenis ikan.

Petugas mengambil sampel dan memeriksa ikan tersebut untuk a memastikan tidak ada yang mengandung zat berbahaya.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Kelas 1 Gorontalo Khoirul Makmun mengatakan, razia ini dilakukan untuk mencegah masuk ikan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin.

"Pada razia kali ini, kami tidak menemukan ikan yang mengandung zat berbahaya, namun kami menemukan puluhan boks ikan segar dan puluhan karung ikan kering tanpa surat izin karantina daerah asal penangkapan ikan," ucap Khoirul.

Menurut Khoirul, ikan yang tidak memiliki surat izin karantina daerah asal penangkapan ikan berasal dari daerah Sulawesi tengah.

"Dua truk dan mobil pickup bermuatan ratusan ekor ikan segar dan ikan kering tersebut, kami amankan di kantor Stasiun karantina Ikan Kelas 1 Gorontalo untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Khoirul Makmun juga menambahkan, akan tetap melakukan razia serupa dipelabuhan penyeberangan Gorontalo untuk memberikan rasa aman warga yang mengonsumsi ikan. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama