>

Displaying items by tag: perikanan

Tingginya perhatian Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, terhadap kesejahteraan Petani dan Nelayan di Gorontalo, serta pekerja lainya, seperti peternak, ada alasan tersendiri, kenapa Pemerintah Provinsi Gorontalo begitu memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Lahan pertanian di Gorontalo sangat luas, kawasan pesisir pantai kita juga cukup panjang, dan sebagian besar dari mereka, berprofesi sebagai Petani dan Nelayan,” Kata Rusli Habibie.

Ia menambahkan bahwa, dari total jumlah penduduk Gorontalo ini, 60 persenya adalah Petani dan Nelayan, sehingga pemerintah berkewajiban untuk terus memperhatikan kesejahteraan mereka, sebab Gorontalo tidak punya SDA yang melimpah seperti Kalimantan yang ada Batu Bara.

Dijelaskanya bahwa, apabila Petani dan Nelayan ini sejahtera, maka secara otomatis angka kemiskinan penduduk Gorontalo akan terus menurun, seiring dengan terjadinya peningkatan ekonomi di Dua sektor tadi.

“Jadi fokus saya, selain perbaikan disektor Pendidikan, dan Kesehatan serta Infrastruktur, fokus lainya adalah kemandirian atau peningkatan ekonomi kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan, pertanian, serta perikanan,” Ujar Rusli Habibie.

Rusli juga menjelaskan, semakin tingginya pendapatan mereka baik Pertanian maupun Perikanan, pasti akan memberikan kontribusi yang tinggi kepada pemerintah, dimana jika kedua sektor ini cukup baik maka PDRB kita juga akan naik.

Kemiskinan akan terus bertambah, jika pemerintah tidak memperhatikan dan memberikan kontribusi dalam bentuk fasilitas penunjang, baik kepada Petani maupun Nelayan, sebab profesi ini banyak digeluti oleh masyarakat Gorontalo.

“Tidak hanya pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat pun terus memberikan perhatian serius kepada Petani dan Nelayan,” Tegas Rusli.

Dulunya Petani, saat memasuki musim tanam, kesulitan mendapatkan benih, belum lagi masalah gagal panen, serta hutang dimana-mana saat mereka akan memasuki musim tanam.

Namun, disektor pertanian baik itu Petani sawah maupun petani jagung, dan lainya Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menyalurkan bantuan, dimana salah satunya adalah pemerintah menyediakan bantuan benih padi gratis untuk 71.140 Haktare (Ha) lahan sawah di Gorontalo.

“belum lagi ada bantuan pupuk gratis, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), perbaikan jaringan irigasi, serta jaminan asuransi bagi para petani padi,” ungkapnya.

Terkait Alsintan, lanjut Rusli bahwa, pemerintah telah menyiapkan 496 unit, ditambah lagi dengan operasional brigade Alsintan, dimana gagasan ini, dapat memangkas 50 persen biaya dari harga biasanya yang dikeluarkan oleh petani saat musim tanam tiba, sebab perawatan Alsintan tersebut dibebankan ke APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Untuk mejaga jangan sampai beban kerugian petani akan terus bertambah seiring dengan musim tanam tiba, dimana biasanya saat musim tanam, para petani ini hutang dimana-dimana kepada tengkulak, sebab terkendala dengan besarnya modal yang harus dikeluarkan.

“Bagus jika hasil pertanian mereka melimpah, namun kalau mereka gagal panen, maka hutang pasti akan menumpuk,” jelasnya.

Sehingganya untuk mengantisipasi hal itu terjadi, Gubernur Gorontalo mengeluarkan kebijakan untuk mengasuransikan Petani Padi, untuk luasan 20.000 Haktare, dari 32.000 Ha luas baku lahan sawah di provinsi gorontalo.

Dalam setiap kali, kunjungan ke Kemetrian Pertanian, Gubernur Rusli Habibie, terus memberikan penguatan serta jaminan kepada Menteri untuk peningkatan produksi pertanian Gorontalo.

Dimana dari 34 Provinsi, ada Empat Provinsi yang Gubernurnya begitu intens dan aktif membicarakan peningkatan produski, yaitu Gubernur Gorontalo, Sumatera selatan, NTT dan Jawa Tengah.

Rusli menjelaskan jika tahun lalu Gorontalo mendapatkan bantuan 70 ribu hektar benih jagung dan pupuk secara gratis, maka untuk tahun ini Gorontalo mendapat bantuan benih untuk 95 Ribu hektar.

“Petani dan Nelayan Gorontalo harus sejahtera dan “Menang” dalam hal peningkatan ekonomi serta pengaruh besar turunya angka kemiskinan di Gorontalo” Tutupnya.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Boalemo, Upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan budidaya Udang Vaname Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, menyerahkan bantuan senilai Rp415 Juta dalam bentuk bibit Udang Vaname.

“Saya sangat bersemangat ketika melihat keinginan besar petani tambak, untuk mengembangkan udang Vaname ini,” Kata Rusli Habibie, Sabtu.

Pihaknya menilai, dari keinginan petani tambak Udang Vaname ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo, akan terus memberikan stimulan serta mendorong mereka untuk mengembankan Udang Vaname tersebut.

Sehingga dari 30 Hektare (Ha) lahan yang tersedia, dimana ada 20 Ha yang sudah eksis, akan dimaksimalkan dan bagi petani akan terus diberi pelatihan dan pembinaan dalam pengembanganya.

“Saya akan bantu kepada petani udang ini, yang penting ada keinginan dari mereka juga untuk maju,” tegas Rusli.

Dihadapan masyarakat yang ada di Desa Keramat, Gubernur menjelaskan bahwa, usaha udang Vaname ini cukup potensial, dimana permintaan dipasaran cukup tinggi, dan harganyapun sangat bagus.

Kedepan, pihaknya akan mencari daerah-daerah lain, khususnya diwilayah pesisir, yang akan dikembangka usaha udang Vaname, sehingga dari segi ekonomi, pendapatan masyarakat juga akan meningkat.(humas)

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

Gorontalo, Untuk meningkatkan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelautan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, medukung SMK tersebut dalam penerapan program “Teaching Factory” atau tempat pembelarajar atau praktek dari pada siswa yang berbasis pada pembelajaran berorientasi bisnis dan produksi.

“saya akan dukung jika nanti SMK, menjadikan tempat percontohan pengembangan Udang Vaname, sebagai tempat belajar siswa, sehingga setelah mereka lulus nanti ada usaha yang bisa mereka kembangkan,” Kata Rusli Habibie.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sutrisno menjelaskan bahwa jika program dari Gubernur tersebut, terkait penerapan program “Teaching Factory” terhadap SMK, sangat bagus, mengingat tempat dan kondisi dilapangan semuanya cukup memedai.

Dijelaskanya bahwa, tempat percontohan dari budidaya Udang Vaname ini, akan dijadikan juga sebagai tempat belajar atau praktek dari siswa/siswi SMK.

“siswa/siswa ini nantinya akan dibina sehingga menjadi siswa yang terampil dibidang perikanan,” Kata Sutrisno.

Ia menambahkan jika program ini, dimana konsep belajar dalam suasana yang nyata dilapangan, dapat merangsang mereka para siswa melihat potensi usaha Udang Vaname.

Outputnya adalah, pengembangan dari usaha Udang Vaname ini, akan terus dibudidayakan oleh generasi selanjutnya dengan pelatihan dan pembelajaran serta keterampilan yang mereka dapatkan semasa sekolah.

“Dalam arti lain bahwa pembelajaran berbasis keterampilan nyata dilapangan, yang dilaksanakan berdasarkan prosedur standar mutu pendidikan adalah bentuk nyata sebuah pembelajaran yang sebenarnya,” Ujarnya.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Boalemo, Upaya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam mengembangkan usaha petani tambak dikawasan pesisir terus digalakan. Sabtu (5/3) Gubernur menetapkan Desa Kramat yang terletak di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, ditetapkan sebagai “Kampung Vaname”.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo menjelaskan bahwa, awalnya kelompok tani di Desa Kramat hanya membudidayakan Ikan Bandeng, yang jangka waktu panen dalam Satu tahun hanya satu kali panen.

” itupun dalam Satu Hektare hasilnya hanya sekitar 300 Kilogram,” Kata Sutrisno, Sabtu.

Dia menambahkan, dengan Udang Vaname dalam 2500 meter persegi, hasilnya bisa sampai 250 Kg, bayangkan jika dalam Satu Hektare maka bisa menghasilkan Satu Ton Udang Vaname.

Dijelaskannya bahwa, harga Udang Vaname ini berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 Ribu, katakanlah perkilonya Rp50 ribu, maka dalam 1 Hektar bisa capai Rp 50 juta.

“sementara diareal ini ada tambak yang tidak digunakan, yang luasnya sekitar 20 Hektare, kalau semuanya di isi dengan Udang Vaname maka bisa mencapai Rp 1 Miliar dalam setiap panennya,” ujar Sutrisno.

Menurutnya bahwa Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, telah meminta agar dinas terkait bisa mengintensifkan pembudidayaan Udang Vaname ini, karena petani tambak disini bisa memperoleh keuntungan yang berlipat ganda, mengingat usia panen udang ini tidak sampai Tiga bulan.(humas)

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo
Senin, 07 Maret 2016 08:21

Gubernur Gorontalo Akan Bangun “Kave

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, berencana akan membangun Kampung Vaname (Kave) di Lima Kabupaten wilayah pesisir pantai yang ada di Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Sutrisno menjalaskan bahwa, jika Gubernur Rusli Habibie menginginkan agar budidaya udang Vaname ini, bisa juga ditiru atau dibuat di kabupaten lainya, khususnya diwilayah pesisir.

“Gubernur perintahkan kepada saya, bahwa di Gorontalo akan dibangun Kampung Vaname, sehingga saya melihat memang di Gorontalo sangat potensial untuk kita kembangkan,” Kata Sutrisno, Jumat.

Ia menambahkan bahwa, Kampung Vaname setelah uji coba di Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo, selanjutnya akan dibuat di Desa Kramat Kecamatan Mananggu, juga akan dibuat diwilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, khususnya wilayah pesisir.

Dijelaskanya bahwa, jika penen udang Vaname kali ini adalah hasil dari penebaran benih oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Tiga bulan silam, dengan luasan tambak sekitar 1000 meter persegi.

“dalam kurun waktu hampir Tiga bulan dengan luasan 1000 meter persegi, kita sudah bisa produksi sekitar 1,2 Ton,” Ujar Sutrisno.

Ia menambahkan jika dalam 1000 meter persegi tersebut, pendapatan dari hasil penjualan tersebut bisa mencapai Rp60 Juta, dengan modal produksi Rp21 ribu hingga Rp24 Ribu/Kilogram.

“Sementara pihak ekportir bersedian mengambil dengan harga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu/Kilogram,” Ujarnya.

Melihat kondisi harga dan kualitas udang Vaname yang diakui oleh Eksportir dengan kualitas Super, Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak ragu lagi akan mengembangkan budidaya Udang Vaname ini di daerah lain.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 07 Maret 2016 08:17

Ini Cara Rusli Dorong Petani Udang Vaname

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, tidak akan kehilangan ide dan gagasan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di wilayah pesisir pantai. Jumat (4/3) Gubernur Gorontalo bersama sejumlah SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama masyarakat melakukan panen udang Vaname.

“perlu bapak dan ibu ketahui bahwa harga udang Vaname ini bisa mencapai Rp50 Ribu perkilogram, dan udang Vaname ini akan diekspor ke Jepang,” Kata Rusli Habibie, dihadapan masyarakat petani udang Vaname.

Rusli menjelaskan bahwa, jika dari biaya produksi udang Vaname ini dalam Satu Kilogram, hanya memakan biaya Rp 21 Ribu, sementara pihak eksportir siap membeli Udang Vaname dengan harga Rp50 ribu sampati Rp60 Ribu/Kg.

Dengan begitu, lanjut Rusli, keuntunganya bisa capai 100 persen per kilogram, itupun dengan lama waktu pembudidayaan hingga masa panen, tidak sampai Tiga bulan.

“Jadi bapak ibu bisa lihat sendiri hasilnya, tidak sampai Tiga bulan, kita sudah panen dan keuntunganya pun bisa capai 100 persen dari total biaya produksi,” Ujar Rusli Habibie.

Ia menambahkan, hanya dengan 1000 meter persegi, dari panen kali ini sebanyak 1,2 ton, petani sudah bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan sekitar Rp 60 juta, dipotong biaya produksi.

Rusli juga menambahkan bahwa, usaha udang Vaname ini sangat potensial, pasarnya sangat terbuka, mengingat pihak ekportir sendiri mengakui jika udang Vaname Gorontalo berkualitas super, dan pihak eksportir sudah siap menampung.

“jadi udang ini akan diekspor ke Jepang, dan mereka (Eksportir) sudah siap menampung,” Ujar Rusli.

Selain budidaya udang Vaname, Gubernur Rusli Habibie, juga akan membudidayakan Ikan Kerapu, khusus untuk masyarakat pesisir di Lima Kabupaten yang ada di Gorontalo.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta kepada para nelayan penerima bantuan Kapal Tangkap Mina Maritim, untuk menjaganya dengan baik serta pemanfaatannya tepat sasaran. "Saya berharap dengan kapal yang berkapasitas besar ini, dapat dijaga dengan baik, dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Rusli, Rabu.

Sebelumnya Pemprov Gorontalo menyalurkan tiga unit Kapal Tangkap Mina Maritim untuk tiga Kelompik Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, untuk menopang penangkapan ikan.

Kapal tangkap tersebut berkapasitas 35 GT disalurkan ke KUB Beringin Jaya, KUB Bubara Laut dan KUB Bidadari, dimana sebelumnya pemerintah juga telah menyerahkan sembilan unit kapal tankap Mina Maritim.

Pemprov Gorontalo sengaja menyalurkan lebih banyak ke nelayan-nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara, sebab Kabupaten ini memiliki panjang pantai terluas dari semua Kabupaten/Kota di provinsi itu.

Kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengungkapkan, jika penyaluran bantuan kapal tangkap ini sudah dilengkapi dengan semua pasilitas alat tangkap. "Jadi kelompok penerima tadi, tinggal siap menggunakan kapal tersebut," kata Sutrisno.

Pihaknya berharap masyarakat penerima bantuan kapal tersebut, agar dapat menjaga dan mengoperasikan kapal tersebut dengan baik, sehingga dapat meningkat produksi serta pendapatan nelayan itu sendiri. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, salah satu faktor keberhasilan dalam pembangunan bidang pendidikan adalah dengan mengutamakan kualitas guru. Indonesia sudah seharusnya mempunyai lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang hebat, yang mampu memproduksi tenaga pendidik atau guru profesional dengan kualitas terbaik. Dengan cara itu, Indonesia mampu melakukan lompatan dalam pembangunan manusia dan budaya.

Demikian sambutan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani di Forum Ilmiah dan Seminar Internasional Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan yang diselenggarakan di Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (9/9/2015).

Menurut Puan, posisi pendidik menjadi penting dalam konteks pembangunan karakter bangsa. Pendidik berperan mulai dari bagaimana sang anak didik pada saat usia dini sudah bangga dengan Indonesia, agar para mahasiswa memiliki semangat cinta tanah air dan bertekad memajukan bangsanya.

“Banyak pengalaman di negara lain dengan memajukan pendidikan karakter bangsa, maka bangsa tersebut akan menjadi lebih maju dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Itulah sebabnya kita harus memperkuat pembangunan karakter bangsa. Nawa Cita sebagai sendi kebijakan pemerintahan sekarang sangat menekankan pada perbaikan karakter bangsa, yang lebih dikenal dengan Revolusi Mental. Revolusi Mental merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh bangsa dengan memperkuat peran semua institusi pemerintahan dan pranata sosial-budaya yang ada di masyarakat,” papar Puan.

Menurut Puan, pendidikan menjadi kunci untuk mengantarkan bangsa Indonesia sukses memasuki dekade strategis. Dalam tempo 30 tahun kedepan Indonesia akan memasuki masa 100 tahun Indonesia merdeka yaitu pada 2045.

Namun, saat ini ada tantangan berat karena dunia pendidikan Indonesia masih mengalami kekurangan dengan masih tingginya angka anak usia sekolah yang putus sekolah karena alasan ekonomi atau geografis atau budaya. Belum lagi status tingkat pendidikan tenaga kerja. Pada tahun 2013, sebanyak 50 persen tenaga kerja hanya berpendidikan SD kebawah, atau 70 persen tenaga kerja berpendidikan setingkat SMP ke bawah, atau 90 persen tenaga kerja hanya berpendidikan setingkat SMA ke bawah.

Puan sangat berharap para pendidik menjadi bagian utama untuk mencapai pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan yang berkualitas menyebabkan manusia menjadi mampu berbudaya dan dapat mengembangkan dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup yang sejahtera. Bangsa Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Finlandia berhasil bangkit setelah Perang Dunia II karena sejak awal kemerdekaan memperkuat pembangunan pendidikan dan karakter anak bangsanya.

“Saya ingin menegaskan bahwa pendidikan harus dapat dinikmati secara merata bagi seluruh anak bangsa (education for all) dari Sabang sampai Marauke, dari Sangir hingga Pulau Rote. Inilah salah satu tekad kita bersama agar tak satu pun anak Indonesia yang tidak masuk sekolah. Pendidikan bukanlah untuk pencitraan, tapi pendidikan adalah upaya untuk membangun kepribadian anak bangsa agar memiliki ketahanan budaya berlandaskan Pancasila,” kata Puan.

Menko PMK mengatakan Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan ini mengambil langkah yang tepat untuk terus menyegarkan cara pandang, cara pikir, cara kerja dan cara merespon dinamika budaya yang berkembang saat ini. Kemenko PMK memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui intervensi perguruan tinggi terutama yang ada di lingkungan lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK).

“Saya juga berharap Universitas Negeri Gorontalo tampil sebagai yang terdepan dalam pengembangan pendidik dan tenaga pendidikan di kawasan Timur Indonesia,” ujar Puan.

Tak lupa dalam kesempatan itu, Puan berpesan kepada para dosen untuk menanamkan tiga nilai Revolusi Mental, yaitu Integritas, Etos Kerja Keras, dan Budaya Gotong Royong. Bila nilai-nilai itu telah melekat pada diri pendidik, lalu ditanamkan pula kepada para calon pendidik, maka diyakini nilai-nilai itu pun akan mengalir sampai ke peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa, ujar Puan.

Turut hadir dalam acara itu antara lain Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Syamsu Qamar Badu‎, Sekda Gorontalo Winarni Monoarfa, sejumlah rektor fakultas ilmu pendidikan, Ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Se-Indonesia dan peserta Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan seluruh Indonesia. okezone

 

Sumber Okezone.com

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 10 September 2015 09:14

Seminar Internasional Perikanan dan Kelautan

Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., membuka seminar internasional yang berlangsung di TC Dumhill Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (9/9). Seminar tersebut digelar sebagai rangkaian kegiatan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015, dengan mengangkat tema Teluk Tomini untuk Kejayaan Indonesia sebagai kawasan strategis nasional dan poros maritim dunia.

Idris menuturkan, Teluk Tomini merupakan salah satu teluk terbesar di dunia yang berada di garis Khatulistiwa dengan luas mencapai 59.500 kilometer persegi. Teluk Tomini merupakan jantung segitiga Karang Dunia (Corel Triangle), yang memiliki beranekaragam hayati serta karakteristik ekosistem yang unik dan indah, yang bersinggungan langsung dengan tiga provinsi, yakni Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, serta 14 Kabupaten/Kota.“Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, sangatlah tepat jika Teluk Tomini menjadi kawasan strategis nasional dan poros maritim dunia,” tutur Wagub.

Lebih lanjut diutarakannya, dengan mempertimbangkan luas wilayah Indonesia yang dua pertiganya merupakan lautan yang kaya akan berbagai potensi sumber daya lautnya, maka sangatlah tepat langkah dan kebijakan pemerintah yang memfokuskan program pembangunan pada sektor kelautan dan kemaritiman. Melalui Program Nawacita ketujuh, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik , Indonesia sebagai poros maritim dunia diharapkan bisa segera terwujud. “Untuk mendukung upaya tersebut, saya berharap seminar ini dapat melahirkan rekomendasi yang bermanfaat, baik bagi masyarakat di sekitar Teluk Tomini maupun bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Idris.

Hadir dan sekaligus menjadi narasumber pada seminar tersebut, Dirjen Pembelajaran Kemahasiswaan Kemenristek Dikti RI Prof. Dr. Intan Ahmad, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, serta Rektor UNG Dr. Syamsu Qamar Badu. Sementara peserta seminar terdiri dari para mahasiswa, dosen, aparat pemerintahan, dan masyarakat umum.(Humas-Haris)

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

Gorontalo, Sebagai komitmen dari pemerintahan NKRI (Nyata Karya Rusli-Idris) dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tak henti-hentinya memberikan bantuan bagi rakyatnya. Hal ini dibuktikan dengan menyerahkan 22 motor bagi pedagang ikan keliling, Minggu (23/8).

“ini masih dalam program kami, dan alhamdulillah seperti dua tahun lalu dapat bantuan motor seperti ini, Alhamdulilah hari dari 5 Kabupaten dan satu Kota ada 22 motor” tutur Rusli.

Batuan sepeda motor ini diharapkan Rusli dapat memperluas jangkauan jualan ikan serta dapat menjaga mutu dan kualitas ikan yang dijual, selain itu, ia juga berharap dengan bantuan ini dapat membuat pedagang ikan keliling dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“saya himbau kepada para pedagang ikan harus bisa meningkatkan kesejahteraan mereka, harus bisa meningkatkan usahanya mereka, jangan dapat bantuan mala terpuruk karena tidak bisa memanage” ujarnya.

Sementara itu, kepala dinas perikanan dan kelautan Sutrisno mengatakan bahwa untuk pemberian motor bagi pedagang tahun diprogramkan 22 motor tahun terus akan tetap diprogramkan dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Lebih lanjut Sutrisno menambahkan, untuk tahun depan seluruh desa nelayan akan diprogramkan pemerintah provinsi untuk mendapatkan bantuan mulai dari hulunya yaitu nelayannya, kemudian ibu-ibu pengolahnya sampai kepada hilirnya yaitu pedaganngya akan mendapatkan bantuan berupa fiber atau motor tempel, dan cool box. (HUmas-Salman)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama