>
Selasa, 17 Desember 2019 12:41

BPDASHL Bagikan 1,25 Juta Bibit Pohon

GORONTALO – Sebanyak 1,25 juta bibit pohon dibagikan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango kepada masyarakat seluruh Provinsi Gorontalo.

Pembagian jutaan bibit pohon ini dibagikan melalui program Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Provinsi Gorontalo yang dicanangkan Wakil Gubernur Idris Rahim di halaman Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Selasa (17/12/2019).

Dalam laporannya, M Tahir Kepala BPDAS-HL Bone Bolango menyampaikan GNP-DAS ini merupakan puncak kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Provinsi Gorontalo tahun 2019 dengan target luasan sebesar 12.300 Ha.

GNP-DAS juga sebagai gerakan bersama dengan mengedepankan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan serta melibatkan partisipasi dunia usaha dan masyarakat.

“Adapun tujuan penyelenggaraan GNPDAS adalah untuk memulihkan kondisi DAS, dari rusak yang banyak menimbulkan bencana hydrologis menuju DAS sehat, dimana indikatornya adalah tersedianya air dalam kualitas dan kuantitas yang memadai untuk berbagai keperluan serta terjaganya kesuburan tanah dan produktivitas lahan,” kata M Tahir

BPDASHL Bone Bolango menyiapkan bibit kayu dan buah sebanyak 1.250.000 batang, seperti mahoni, nyatoh, jati putih, sengon, jambu biji, sirsak dan lainnya serta bibit produktif hasil okulasi sebanyak 193.000 batang dengan jenis durian, rambutan, manggis, sukun, jambu kristal.

Semua bibit tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat se-Provinsi Gorontalo melalui KPH/KPHL dengan tujuan untuk mengembalikan kondisi hutan dan lahan yang rusak sehingga bisa pulih kembali baik kondisi fisik maupun manfaat serta fungsinya yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Pewarta : Nurmulinto Nasaru - DLHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Wakil Gubernur Idris Rahim, mencanangkan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Provinsi Gorontalo di halaman Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Selasa (17/12/2019).

GNPDAS ini merupakan kegiatan Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

“Saya mengapresiasi tinggi kepada jajaran Pemerintah Daerah, para pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat atas komitmen dan kerjasama yang baik dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan baik” kata Wagub Idris Rahim dalam membawakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Idris Rahim mengajak jajaran Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat bersama Kementerian LHK untuk bersama mengembangkan Kebun Bibit Desa (KBD). Pada musim hujan 2019- 2020 ini Kementerian LHK akan membangun 1000 KBD disamping 51 Persemaian Permanen yang sudah ada di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertema “Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan” dihadiri 2000 orang yang berasal dari pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, TNI/POLRI, Unit PelaksanaanTeknis (UPT) Kementerian LHK BPDASHL Bone Bolango, BPKH Wilayah XV, BTN-BNW, BKSDA, perguruan tinggi dan mahasiswa, guru dan siswa, Forum DAS, LSM, penyedia pelaksana kegiatan  RHL, Kelompok Tani Hutan (KTH) dan tokoh masyarakat.

Pencanangan ini diawali dengan Senam GNPDAS bersama yang dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Wakil Gubernur dan diikuti oleh Forkompinda, LSM, mahasiswa dan Pramuka serta penyerahan bibit secara simbolis kepada Perwakilan sekolah, perguruan tinggi, LSM, dan kelompok masyarakat.

Pada kegiatan ini juga dibagikan berbagai jenis bibit tanaman produktif okulasi kepada maasyarakat berupa, durian, manggis, rambutan, mangga dan bibit tanaman kehutanan lainnya sebanyak 5.000 bibit.

 

Pewarta : Nurmulinto Nasaru - DLHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MARISA - “Saat ini kita mempunyai lahan kritis 14 juta hektar yang tersebar di 17 ribu DAS di Indonesia. Lahan kritis ini harus kita pulihkan dengan meningkatkan produktivitas nya yaitu melalui kegiatan penanaman dan membangun bangunan konservasi tanah dan air seperti teras, dam penahan, gully plug, embung serta mengembangkan usaha tani konservasi seperti agroforestry,” kata Syarif Mbuinga pada pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) di halaman belakang Kantor Bupati Pohuwato, Jumat (13/12/2019).

GNPDAS tahun ini diikuti oleh Forkompinda, Wakil Bupati Amin Haras, Sekda Djoni Nento, pimpinan OPD, BPDASHL Bone Bolango, Kepala KPH I, II dan III, camat, kepala SMU, Forum DAS Randangan, LSM dan masyarakat. Kegiatan ini bertema Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan.

Syarif Mbuingadalam sambutannya juga berpesan kepada seluruh masyarakat dan Aparat Sipil Negara (ASN) agar bibit yang dibagikan dalam kegiatan ini ditanam dan dirawat sebaik-baiknya, minimal 3 tahun ke depan sudah bisa memberikan hasil dan menghijaukan Pohuwato.

“Kami menghimbau dan mengajak BPDASHL Bone Bolango untuk bekerja sama melestarikan dan menghijaukan lokasi Air Terang di Kompleks Pertambangan dengan penanaman bibit tanaman produktif, harapannya Lokasi Air Terang ini akan menjadi sumber air yang terus lestari dan hijau.

Puncak Pencanangan GNPDAS di Marisa ditandai dengan Penanaman Bibit Pohon Produktif oleh Bupati Pohuwato, Wakil Bupati, Sekda Pohuwato dan Forkompinda Kabupaten Pohuwato. Akhir kegiatan Bupati Syarif Berfoto bersama Seluruh Pejabat, ASN, siswa dan Masyarakat Pohuwato dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kepala KPH Wilayah III, Khaeruddin menjelaskan GNPDAS pertama kali dicanangkan pada tahun 2018, merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

“GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS,” kata Khaeruddin.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - DLHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

MARISA - Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tahun 2019 yang bertema Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati Pohuwato, Jumat (13/12/2019).

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango, Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan (UPTD DLHK) Provinsi Gorontalo yang meliputi Kesatuan Pengelolaan Hutan  (KPH) I, II dan II dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

GNPDAS tingkat Kabupaten Pohuwato dicanangkan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, yang dihadiri Forkompinda, Wakil Bupati Amin Haras, Sekda Djoni Nento, pimpinan OPD, BPDASHL Bone Bolango, Kepala KPH I, II dan III, camat, kepala SMU, Forum DAS Randangan, LSM dan masyarakat.

Pencanangan ini diawali dengan senam GNPDAS yang diikuti Bupati Pohuwato dan seluruh pejabat bersama siswa serta masyarakat yang dilanjutkan dengan penyerahan bibit produktif kepada masyarakat dan LSM sebanyak 30 ribu pohon yang terdiri dari durian, mangga, manggis dan rambutan.

Dalam laporannya, Kepala KPH Wilayah III Khaeruddin menjelaskan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) pertama kali dicanangkan pada tahun 2018, merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

“GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS,” kata Khaeruddin.

Indikator sebuah DAS yang sehat ialah tersedianya air dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk berbagai keperluan, terjaganya kesuburan tanah dan produktifitas lahan, serta berkurangnya bencana-bencana hidrologis seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan.

Khaeruddin menjelaskan, semua ini adalah prasyarat untuk masyarakat yang sejahtera. Oleh karenanya bila DAS sehat, maka masyarakat yang hidup di DAS tersebut akan sejahtera.

 

Pewarta : Nurmulianto Nahasru - DLHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan dan bimbingan pembentukan karakter yang diikuti belasan peserta selama 2 hari, Rabu-Kamis (11-12/12/2019).

Peserta kegiatan ini terdiri dari pejabat administrasi, pengawas dan pelaksana di Dinas LHK Provinsi Gorontalo.

Pelatihan Capacity and Character Building (CCB) ini mengusung tema Implementasi Neuro-Linguistic Programming Dalam Membangun Budaya Layanan Prima dengan fasilitator Ronal Hutagalung yang merupakan trainer nasional dan penulis buku.

“Tujuan diselenggarakan Capacity and Character Building ini untuk mengembangkan kapasitas dan pembentukan karakter bagi Aparat Sipil Negara (ASN) yang kesehariannya bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sesama aparat,” kata Abdul Alim Katili, yang mewakili Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo.

Dalam pelatihan ini Fayzal Lamakaraka mengharapkan ASN ini akan memiliki wawasan dan pengalaman dalam menghadapi tekanan, pilihan-pilihan sulit, tantangan dan sesuatu yang baru dalam melaksanakan tugas untuk memberikan pelayanan prima.

Pada sesi awal Ronal Hutagalung menjelaskan bahwa CCB adalah training motivasi berbasis pada pembentukan karakter, pengembangan jati diri dan kualitas diri dengan tujuan untuk membentuk personal-personal dalam team work yang lebih berkarakter, melalui kekuatan fisik tubuh, mental, emosional dan pengembangan kekuatan spiritual dan motivasi.

“Kami memberikan peserta materi yang berkesinambungan dan berpadu satu sehingga peserta dapat memahami secara utuh proses pembentukan manusia berkarakter positif sebagai sumber daya manusia yang sensitif terhadap nilai integritas, loyalitas, etis serta moralitas yang diharapkan oleh diri pribadi, keluarga, instansi dan lingkungannya,” kata Ronal Hutagalung.

Pada sesi lain, keakraban peserta dikembangkan dan dikemas dalam gala dinner yang dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Fayzal Lamakaraka.

“Kami mengapresiasi kegiatan Capacity and Character Building yang dilaksanakan ini, materinya sangat baik dan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja, konsentrasi bekerja dan melatih berfikir kreatif,” kata Fayzal Lamakaraka.

Faysal Lamakaraka juga mengharapkan di 2020 nanti ASN Dinas LHK akan fokus pada pekerjaan, peningkatan kemampuan, dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan lingkungan kerja menjadi rumah kita yang kedua, rekan kerja adalah keluarga yang saling mendukung, membantu untuk tujuan Dinas LHK yang lebih baik dan Gorontalo Maju,” papar Fayzal Lamakaraka.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo akan mengadakan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) berlokasi di Halaman Museum Purbakala Popa Eyato.


GNPDAS ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

GNPDAS ini juga merupakan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa penanganan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat.

“Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan,’ kata Fayzal lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Rabu (11/12/2019).

GNPDAS pertama kali dicanangkan pada tahun 2018, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat. Gerakan ini merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas, yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS. .

GNPDAS tahun ini mengusung tema “Pulihkan Lahan, Membangun Masa Depan”. Untuk tahun ini akan dilaksanakan pada 17 Desember 2019 yang dapat diikuti semua elemen masyarakat.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - DLHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo segera membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Selasa (15/10/2019).

Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi dan koordinasi permasalahan dan kendala di lapangan terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Dari bencana kebakaran yang beberapa kali terjadi di Gorontalo inilah Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupaka isu yang hangat dibicarakan sampai tingkat nasional yang terjadi setiap tahun di musim kemarau, penyebab terjadinya Karhutla 99 persen adalah ulah masayarakat,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi akibat kesengajaan maupun factor alam menyebabkan banyak kerugian seperti musnahnya keanekaragaman hayati dan plasma nuftah, mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar dan gangguan asap yang menggangu kesehatan dan jalur tansportasi.

Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang hadir membuka rakor ini mengungkapkan Provinsi Gorontalo yang memiliki kawasan hutan seluas 12.215,44 km persegi sangat berpotensi terjadinya Karhutla .

“Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk itu peran para pihak mulai dari tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dan meningkatkan koordinas, integrasi, sinkronisasi dan sinergi,” kata Sutan Rusdi.

Sutan Rusdi juga menjelaskan, usaha melalui keterpaduan lintas sektor dalam hal kebijakan, hukum dan pendanaan juga merupakan hal yang sangat penting.

Hadir sebagai pembicara dalam Rakor tersebut dari Korem 133/Nani Wartabone, Letkol (Kav) Ronny Tobigo, Kasie Ops Korem 133/NWB.

“Kami berharap Rakor pembentukan brigade ini akan terus berlanjut ke pembentukan Brigade Karhutla di Provinsi Gorontalo,” ujar  Letkol (Kav) Ronny Tobigo.

Sementara itu, Mujiastuti dari  Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan meningkatnya jumlah titik api/ hot spot tahun 2019 ini diharapkan mendorong pemrrintah daerah membentuk Brigade/Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sampai ke tingkat wilayah, sehingga memudahkan penanganan.

“Dibutuhkan upaya pencegahan Karhutla dengan melibatkan semua pihak, baik Pemerintah, TNI/Polri, Pemangku Kepentingan dan utamanya masyarakat dalam mensosialisasikan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Mujiastuti.

Dalam Rakor ini hadir  perwakilan Polda, Bappeda, Biro Hukum Organisasi, Dinas Pertanian, UPTD KPH Dinas LHK, Balai Gakum LHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah III, Manggala Agni Daops Bitung, BPDASHL Bone Bolango, BPKH Wil XV, Taman Nasional, BKSDA Sulut, Basarnas, BPBD se Provinsi Gorontalo, dan Pemegang izin penggunaan kawasan hutan serta Japesda dan Burung Indonesia.

Yang mencuat dalam pembahasan dalam Rakor Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan ini adalah pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah petani yang mempersiapkan lahan untuk ditanami.

Petani yang selesai memanen melakukan pembakaran pada residu hasil memanen, untuk itu peserta Rakor mengharapkan parsitipasi Dinas Pertanian untuk melakukan penyuluhan pencegahan terjadinya karhutla. Hal senada juga disampaikan Kepala KPH Wilayah Kabupaten Gorontalo dan Perwakilan pemegang izin penggunaan kawasan hutan di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TALAGA – Berada di puncak musim kemarau, sebanyak 35 hotspot kebakaran hutan dan lahan dengan luas 25 hektar terpantau di Provinsi Gorontalo.

Salah satu kebakaran terjadi di Desa Modelidu Kecamatan Talaga Kabupaten Gorontalo yang menghanguskan 1 ha kawasan hutan. Diduga api yang merambat berasal dari Desa Longalo dan Ulapato.

“Kami sudah menurunkan Tim Karhutla untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan di Desa Modelidu Kecamatan Talaga,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Senin (16/9/2019).

Bersama masyarakat, Tim Karhutla yang terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, KPH Wilayah VI dan Babinsa Wilayah Talaga, bahu-membahu mengatasi kebakaran ini. Mereka menggunakan sumber daya yang ada melakukan penyekatan api agar tidak menjalar lebih luas.

“Lokasi kebakaran jauh dari sumber air, masyarakat dan pemerintah desa sangat membantu untuk melakukan pemadaman api,” jelas Faizal Lamakaraka.

Di Lokasi kebakaran, Kepala KPH Wilayah VI Djimlan, meminta masyarakat yang bermukim dan memiliki kebun di sekitar hutan agar bersama menjaga  dan tidak membakar di areal kebun, musim kemarau saat ini sangat panjang disertai angin kencang, sehingga api sekecil apapun bisa dengan cepat merembet dan membesar di kawasan tersebut.

“Kami berharap semua unsur, pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya tanggap dan waspada setiap melihat asap atau titik api,” kata Djimlan.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TELAGA – Dua kelompok tani berbangga hati saat produk gula semut mereka untuk pertama kalinya dijual ke Negeri Kincir Angin, Belanda.

Ekspor perdana ini dilakukan melalui Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9/2019) yang dihadiri Asisten Ekonomi Dan Pembangunan, Sukri Botutihe, Staf Ahli Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai PengelolaPemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XV Gorontalo, Kepala Bapppeda, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Bone Bolango, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala KPH Se-Provinsi Gorontalo, Sekcam Telaga dan Sekcam Telaga Biru, Kades Dulamayo Selatan dan Kades Tonala, Kelompok Tani Hutan "Huyula" Desa Dulamayo Selatan, dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo" Desa Tonala.

Uji coba ekspor melalui CV Manembo Aren untuk pengiriman uji coba perdana ini diminta sebanyak 500 kg. Setelah itu akan ditingkatkan kuantitasnya sesuai kemampuan petani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka dalam sambutannya mengatakan ekspor perdana gula semut ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah dan masyarakat petani. Komoditas petani dipinggir hutan ini sudah mampu menembus pasar internasional hingga ke Belanda.

“Ekspor ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo, kelompok Tani Hutan "Huyula" dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo", karena hasil olahan mereka yang bersumber dari Hasil Hutan Bukan Kayu ini telah dipasarkan sampai ke dunia internasional yakni ke Belanda,” kata Fayzal Lamakaraka.

Ekspor gula semut ini menjadi multiplier effect yang akan menggerakkan roda ekonomi daerah, warga yang terlibat akan menerima keuntungan dari kegiatan produksi gula semut dan akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui seluruh UPTD KPH se-Provinsi Gorontalo dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo selalu mendukung kegiatan ini dengan melaksanakan pengembangan areal perhutanan sosial sesuai dengan Program dari Pusat KLHK,” papar Fayzal Lamakaraka.

Untuk melaksanakan penanaman aren di lahan-lahan yang dikelola masyarakat, yang penyediaan bibitnya adalah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungan dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango di Gorontalo.

Ketersediaan bahan baku pembuatan gula semut ini akan selalu ada sehingga permintaan pasar luar negeri akan terus dilayani para petani ini.

Pengiriman perdana gula semut ini difasilitasi oleh pembeli  CV Manembo Aren.

Gula semut merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi oleh Kelompok Tani Hutan “Huyula” Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Kelompok Tani Hutan “Puncak Waolo” Kecamatan Telaga Biru,  Binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Pasar gula semut ini juga akan memasok kebutuhan PT Lotte Mart Indonesia yang difasilitasi oleh Mr Florian (dari TLFF) mulai bulan Oktober 2019, Pihak Lotte menginginkan pengiriman per bulan 2,5 ton. Produksi Gula Semut Binaan KPH VI Gorontalo ini sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Selasa, 03 September 2019 23:29

Gorontalo Ekspor Perdana Gula Semut Ke Belanda

GORONTALO – Untuk pertama kalinya Provinsi Gorontalo melakukan ekspor perdana komoditas gula semut ke Negeri Belanda dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9/2019).

Pengiriman perdana gula semut ini difasilitasi oleh pembeli  CV Manembo Aren.

Di Gorontalo, produksi gula semut merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi oleh Kelompok Tani Hutan “Huyula” Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Kelompok Tani Hutan “Puncak Waolo” Kecamatan Telaga Biru,  Binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

“Kami mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan ketunanan Provinsi Gorontalo yang mampu berinovasi memaksimalkan pemanfaatan potensi aren dengan memberikan sentuhan teknologi sederhana pada kelompok  tani hutan, sehingga dengan memanfaatkan nira aren, tidak saja dapat dibuat gula aren batok, namun dapat menghasilkan gula semut yang saat ini sudah mulai banyak diminati , karena bermanfaat untuk kesehatan dan memberikan nilai harga yang meningkat 100 persen dibanding dengan harga gula aren batok,” kata Sutan Rusdi, Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo.

Ia juga menghimbau kepada pemangku kepentingan untuk mendukung program ini yang merupakan program ekonomi produktif yang sejalan dengan program unggulan Gubernur dan Nawa Cita Presiden.  Untuk mendorong pengembangan penanaman aren pada lahan kurang produktif beserta sarana prasarana pengolahan.

Di daerah ini memiliki luas kawasan hutan 824.668 ha yang tersebar pada kabupaten dan Kota, di hutan memiliki potensi sumber daya alam berupa pohon aren yang tumbuh secara alami, baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan yang jumlahnya 163.300 rumpun, sehingga potensi ini dimanfaatakan oleh masyarakat sekitar hutan untuk diolah menjadi gula aren batok secara turun temurun.

“Sejak tahun 2015 sampai saat ini melalui UPTD KPH Wilayah VI Gorontalo memberikan inovasi teknologi sederhana mengolah nira aren menjadi gula semut atau yang sering dikenal dipasaran dengan Palm Sugar,” Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hingga saat ini yang mulai memanfaatkan gula semut produksi KTH “Huyula” dan KTH “PuncakWaolo” adalah CV Manembo Aren, PT Lotte Mart Indonesia, Café “Temu” BSD – Tangerang Selatan,5 Factory Cokelat – Jakarta.

“Saat ini ada permintaan ke Belanda melalui Direktur CV Manembo Aren, Mr Hanz untuk pengiriman uji coba perdana diminta untuk mengirim sebanyak 500 kg (1/2 ton),” ujar Fayzal Lamakaraka.

Selanjutnya berdasarkan informasi PT Lotte Mart Indonesia yang difasilitasi oleh Mr Florian (dari TLFF) mulai bulan Oktober 2019, Pihak Lotte menginginkan pengiriman per bulan 2,5 ton.

Produksi Gula Semut Binaan KPH VI Gorontalo ini sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

Selain Sutan Rusdi, dalam launching ini hadir juga  staf ahli Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Kepala BPKH Wilayah XV Gorontalo, Kepala Bapppeda, Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan, Kepala BPDAS HL Bone Bolango, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala KPH Se-Provinsi Gorontalo, Sekcam Telaga dan Sekcam Telaga Biru, Kepala Desa Dulamayo Selatan dan Kades Tonala, serta 2 kelompok tani di Gorontalo.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 3
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama