>

GORONTALO - Dalam rangka mensukseskan Program Pertanian di Provinsi Gorontalo, perlu di perhatikan juga pengawasan pupuk dan pestisida. Hal ini diutarakan Darda Daraba, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo saat membuka acara Rapat Evaluasi Tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Provinsi Gorontalo, Kamis (12/12/2019).

Rapat Evaluasi yang dilaksanakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo ini  dihadiri berbagai pihak yang terlibat dalam pengawasan pupuk dan pestisida dari Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Biro lingkup Provinsi Gorontalo, tim KP3 kabupaten/kota, pimpinan perusahaan produsen pupuk Kaltim dan produsen Petro Kimia Gresik, para distributor pupuk serta PPNS Bidang Pertanian.

Darda Daraba memaparkan kelangkaan pupuk sering terjadi pada tingkat distributor maupun pengecer. Hal tersebut dapat mengakibatkan petani kesulitan mendapatkan pupuk, pada akhirnya produksi pertanian menurun. Untuk mengatasi hal ini perlu pengawasan pengadaan dan penyalurannya.

“Diperlukan instrumen pelaksanaan pengawasan, penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Setiap penyimpangan atau pelanggaran ketentuan harus ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Darda Daraba.

Darda Daraba menambahkan pengawasan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Mutu, Jumlah, Jenis, Harga, Waktu dan Tempat. Hal ini sudah ditegaskan dalam Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2011 tentang Perubahan atas Perpres nomor 77 2015 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan.

Darda Daraba mengingatkan ada 4 hal yang perlu diperhatikan saat ini yaitu, bagaimana pengadaan pupuk, bagaimana peredarannya, bagaimana cara penyimpanannya dan bagaiman peggunaannya.

“Ini semua perlu dievaluasi setiap saat,” ujar Darda Daraba yang juga Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Oman Moningka - Distan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian sasaran produksi nasional. Oleh sebab itu pupuk dan pestisida harus tersedia sesuai dengan prinsip 6 tepat yaitu tepat jenis, jumlah, tempat, mutu, waktu dan sasaran.

Untuk lebih memperketat pengawasan pupuk dan pestisida di Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melakukan Rapat Evaluasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida yang dilaksnakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis (12/12/2019).

Rapat evaluasi ini  dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba selaku Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Gorontalo.

“Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Tim KP3 dalam menjalankan fungsi dan tugasnya di wilayah masing-masing, yang mempunyai sasaran yang ingin dicapai yaitu mengevaluasi pemahaman dalam melakukan pengawasan pupuk dan pestisida,” kata Darda Daraba aat membuka rapat.

Darda Daraba juga mengungkapkan, untuk menciptakan 6 azas maka perlu pengawasan peredaran pupuk. Peran pengawasan dilakukan oleh kelompok kerja berbentuk Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida yang berada di Provinsi Gorontalo dan memerlukan koordinasi dan kerja sama yang baik sehingga efektif pelaksanaannya di lapangan.

Selain Sekretaris Daerah, hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Mulyadi D Mario, Asisten Bidang Intelejen Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Puji  Triasmoro, Kasubdit Tipitder Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Kompol Indra F Dalimuthe, Kepala Dinas Pertanian se-Kabupaten/Kota, produsen dan distributor pupuk serta PPNS Bidang Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario mengatakan selama produsen dan distributor maupun pihak yang mendistribusikan pupuk subsidi melakukan tugasnya dengan baik, tanpa adanya tindakan penyelewengan, maka para petani bisa mendapatkan manfaat pupuk subsidi dengan maksimal.

“Peran distributor yang sangat penting dalam kelancaran dan keamanan distribusi pupuk subsidi,” ujar Mulyadi Mario.

Ia mengharapkan distributor tidak melakukan penyelewengan pupuk subsidi seperti mengoplos pupuk atau mengganti karung kemasan pupuk subsidi menjadi karung ekonomis. Tindakan ini menyalahi hukum dan pelaku akan berhadapan dengan aparat penegak hukum untuk menerima hukuman yang berat.

 

Pewarta : Oman Moningka - Distan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mengembangkan potensi produk pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Hal ini dilakukan karena sektor pertanian merupakan unggulan yang memberikan kontribusi peningkatan perekonomian yang signifikan.

Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 38,01 persen dengan struktur lapangan pekerjaan utama masyarakat di sektor pertanian yang mencapai 32,23 persen. Dua fator inilah yang menjadikan sektor pertanian menjadai salah satu program prioritas daerah ini.

Untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo menggelar Temu Aplikasi Teknologi dan Seminar Nasional dengan tema akselerasi inovasi pertanian era industri 4.0 mendukung kawasan pertanian sejahtera (Sapira) yang dirangkaikan dengan peluncuran taman sains pertanian BPTP Gorontalo.

Kegiatan yang dilaksnakan di Ballroom Hotel Damhil, Kamis (14/11/2019) yang dibuka Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, mewakili Gubernur Gorontalo.

Dalam simar ini juga dihadiri Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusluhtan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Riza Fakhrizal sekaligus Penanggung Jawab Upsus di Provinsi Gorontalo, Ketua Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), Kadis Pertanian Bone Bolango, Wakil Rektor Universitas Ichsan Gorontalo serta Dekan Pertanian Universitas Gorontalo dan penyuluh pertanian kabupaten/kota.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo menaruh perhatian yang besar terhadap peningkatan produktivitas dan produksi pertanian di antaranya geliat ekspor komoditas unggulan dan komoditas olahan pertanian memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, ini dibuktikan dengan realisasi ekspor jagung pada tahun 2018 mencapai 109.800 ton atau memberikan kontribusi sebesar 30 persen terhadap ekspor jagung nasional, demikian pula komoditi olahan tepung kelapa mencapai 12.600 ton dan tetes tebu sebanyak 12.005,309 ton ke negara tujuan asia dan eropa pada tahun 2018,” kata Mulyadi D Mario.

Kurun waktu 5 tahun program pemerintah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi komoditi unggulan antara lain produksi padi pada tahun 2018 mencapai 354.036 ton atau meningkat 42,4 persen dari tahun 2012 yang hanya sebesar 245.786 ton, produksi jagung pada tahun 2018 mencapai 1.554.751 ton atau meningkat sangat signifikan 140 persen dari tahun 2012 hanya sebanyak 644.754 ton.

Mulyadi menambahkan, gambaran peningkatan produksi tanaman pangan ini berbanding lurus dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) selama Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo atau mengalami kenaikan signifikan, yang pada tahun pada tahun 2011 masih berkisar diangka 91 persen di tahun 2018 mencapai 107,28 persen, dan yang menarik menurut laporan BPS capaian NTP Provinsi Gorontalo merupakan kedua terbesar dikawasan timur indonesia dan lebih tinggi dibandingkan provinsi tetangga Sulut.

 

Pewarta : Oman Moningka - Distan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG - Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba melakukan peluncuran Program BEKERJA atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera tahun 2019 di sela-sela pelepasan ekspor komoditas pertanian tetes tebu dan tepug kelapa Ke Filiphina dan Ke Inggris, Kamis (24/10/2019).

BEKERJA merupakan program untuk mengentaskan kemiskinan berbasis pertanian. Program merupakan inovasi untuk percepatan pengurangan angka kemiskinan khususnya di pedesaan yang didominasi masyarakat atau rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian.

Program BEKERJA di Provinsi Gorontalo dialokasikan di 191 desa di 6 kabupaten/kota dengan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) penerima sebanyak 16.028 RTM atau seluruh RTM yang masuk dalam database basis data terpadu (BDT) nasional.

Total anggaran program BEKERJA mencapai Rp46.Miliar dengan rincian setiap RTM memperoleh 50 ekor ayam umur 4 minggu, pakan 150 Kg dan bantuan dana tunai untuk pembangunan kandang sebesar Rp500 ribu langsung ke rekening kepala keluarga.

“Program ini merupakan solusi permanen untuk mengubah kondisi rumah tangga petani miskin menjadi rumah tangga petani sejahtera dalam waktu yang sangat singkat, yakni kurang dari satu tahun,’ kata Darda Daraba.

Program BEKERJA dapat meningkatkan semangat beternak masyarakat untuk membantu mencukupi kebutuhan biaya sekolah dan kebutuhan lainnya dan merupakan harapan baru keluarga yang masih di bawah garis kemiskinan sebagai sumber penghasilan. 

Alokasi dan jumlah bantuan BEKERJA adalah jumlah ayam sebanyak 801.400 ekor, jumlah pakan 2.404.200 Kg serta bantuan pembuatan kandang sejumlah Rp8 miliar.

Realisasi sampai Oktober yang sudah tersalurkan di Pohuwato  adalah 1.711 RTM, Boalemo 4.816 RTM serta Gorontalo Utara 2.191 RTM.

Pada akhir tahun ini semua alokasi program BEKERJA dapat terealisasi sehingga sasaran program sebagai solusi dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan dapat terwujud. Program ini dapat memberikan dorongan dan semangat dalam memacu pembangunan pertanian

 

Pewarta : Oman PPID - Distan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

ANGREK - Langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan inovasi yang mendorong swasta melakukan ekspor komoditas pertanian mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian.

Apresiasi ini disampaikan pada saat pelepasan ekspor pertanian, tetes tebu (molases) dengan tujuan Filipina dan tepung kelapa tujuan Inggris di Pelabuhan Anggrek, Gorontalo Utara, Kamis  (24/10/2019).

Menteri Pertanian yang diwakili Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, Sriyanto, mengatakan, permintaan tetes tebu dari Gorontalo untuk pasar Asia Tenggara mengalami peningkatan.

Kementerian Pertanian menghargai dan mendukung Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam melakukan ekspor tetes tebu dan tepung kelapa ke mancanegara.

“Tetes tebu Gorontalo laris manis, makanya volume ekspornya meningkat,” kata Sriyanto saat pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Gorontalo melalui Pelabuhan Anggrek, Gorontalo Utara.

Sriyanto menjelaskan pihaknya mengawal produksi tetes tebu (cane molasses) dan tepung kelapa menjadi produk sektor perkebunan asal Gorontalo untuk keperluan ekspor ke mancanegara.

Pelepasan ekspor ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba didampingi Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D. Mario, Asisten III Gorontalo Utara, Yosfin Dangkua dan Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Dari data sistem otomasi Karantina Pertanian, IQFAST mencatat tren ekspor tetes tebu meningkat dua kali lipat atau sebesar 128 persen.

Ini dibuktikan dengan jumlah volume ekspor pada periode Januari hingga Oktober 2019 tercatat 27,4 ribu ton atau senilai Rp46,1 miliar tujuan Vietnam dan Filipina. Sedangkan pada periode 2018 kata Sriyanto, sebanyak 12 ribu ton atau setara dengan Rp26,9 miliar, diekspor ke Vietnam.

 

Pewarta : Oman PPID - Distan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

KWANDANG - Gorontalo berhasil mengapalkan komoditas strategis pertanian berupa tetes tebu dan tepung kelapa ke Inggris dan Filipina.

Kapal yang bermuatan 25 ton tepung kelapa dan 16 ribu ton tetes tebu dilepas Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, di Pelabuhan Kwandang Gorontalo Utara, Kamis (24/10/2019).

Tepung kelapa dikirim ke negara tujuan Inggris dan tetes tebu ke Filipina. Komoditas perkebunan salah satu sektor unggulan Gorontalo yang memberikan kontribusi peningkatan perekonomian melalui kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 38,01 persen.

Hasil perkebunan utama adalah kelapa dan tebu, menurut data BPS, Angka Tetap 2018, potensi luas areal Tanaman Kelapa seluas 68.959 ha dengan produksi pada tahun 2018 mencapai 55.803 ton. Sedangkan Potensi areal tanaman tebu seluas 989 Ha dengan produksi gula 44.663 ton.

“Pengembangan tanaman kelapa di Gorontalo, diupayakan dengan intensifikasi, peremajaan dan integrasi kelapa dengan tanaman jagung. Sedangkan tebu diusahakan melalui pola kerjasama HGU dan KSO,” kata Darda Daraba.

Darda Daraba yang mewakili Gubernur Gorontalo menjelaskan realisasi ekspor pada tahun 2018, jagung dengan tujuan Filipina sebanyak 109.800 ton dengan frekwensi 24 kali, tetes tebu tujuan Vietnam sebanyak 12.005,309 ton dengan frekwensi 1 kali, serta bungkil kelapa dengan tujuan India sebanyak 12.600 ton dengan frekuensi 2 kali.

“Alhamdulillah Hari ini kami melakukan lagi pelepasan ekspor produk pertanian unggulan yakni tetes tebu oleh PT PG Gorontalo tujuan Filipina sebanyak 16 ribu ton dengan nilai Rp26 miliar dan tepung kelapa oleh PT Trijaya Tangguh tujuan Inggris sebanyak 25 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp490 Juta,” tutur Darda Daraba.

Dalam pelepasan ekspor ini dihadiri Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, Sriyanto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Gorontalo Utara Yosfin Dangkua dan Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian, Sriyanto,  dalam sambutannya mengharapkan para pengusaha yang bergerak di produk olahan tepung kelapa memperhatikan kesejahteraan petani di Gorontalo. Semakin tinggi volume dan frekuensi ekspor, pengusaha memberi kesempatan para petani untuk menikmati keuntungan yang adil.

“Jangan membeli komoditas pertanian dengan harga yang terlalu rendah, agar petani Gorontalo benar-benar merasakan dampak yang besar atau dapat menikmati keuntungan dari meningkatnya ekspor komoditas pertanian,” ujar Sriyanto.

Sriyanto menambahkan tren ekspor tetes tebu meningkat, selain jumlah maupun volume pengirimannya, negara tujuan ekspor tetes tebu juga bertambah. Tetes tebu merupakan hasil samping pabrik gula yang sudah tidak dapat dikristalkan lagi. Meskipun merupakan limbah pabrik gula, namun tetes tebu mempunyai manfaat sebagai bahan baku (molasses) di negara tujuan.

 

Pewarta : Oman Moningka - Distan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka meningkatkan kemampuan wirausaha mahasiswa, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Negeri Manado.

Pendatanganan MOU yang dilaksanakan di   Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2019).

Dalam perjanjian tersebut Dinas Pertanian dan Universitas Negeri Manado sepakat untuk mengadakan kerja sama peningkatan kemampuan mahasiswa dalam beriwirausaha pada UKM binaan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario mengungkapkan, ruang lingkup kerja sama dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Kami mengapresiasi kepercayaan dari Universitas Negeri Manado dalam melakukan kerja sama ini, dan Dinas Pertanian siap memberikan fasilitas berupa tempat UKM. Pembelajaran dapat diambil dari pengetahuan dan pengalaman manajemen pelaku usaha seperti pemasaran, keuangan, sumber daya manusia serta proses produksi,” kata Mulyadi Mario.

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado, Nova CH Mamuaya mengatakan sangat tertarik bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo karena melihat aspek keberhasilan program pertanian di daerah ini, baik yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Universitas Manado mengharapkan kerja sama ini akan terus berlangsung setiap tahunnya, karena peningkatan kemampuan mahasiswa  dalam berwirausaha dapat lebih baik dengan melihat keberhasilan Dinas Pertanian dalam mengelola para pelaku UKM di Provinsi Gorontalo”, kata Nova Mamuaya.

 

Pewarta : Oman  Moningka - Distan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO –   Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) dan rapat koordinasi (Rakor) Aparat Sipil Negara di lingkup Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Jumat-Sabtu, (18-19/10/2019) di Hotel Grand Whiz Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan ini digelar untuk menjalankan refomasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, sehingga diperlukan ASN yang berkompeten dan mampu menyelenggarakan pelayanan yang baik ke masyarakat.

Sasaran rakor dan bimtek ini untuk peningkatan kapasitas ASN melalui memacu kinerja operasional tugas pemerintahan. Kualitas sumber daya ASN yang tinggi akan bermuara pada lahirnya komitmen yang kuat dalam penyelesaian tugas sesuai tanggung jawab dan fungsinya masing-masing.

Bimtek dan rakor ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Husen Hasni dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Eselon III dan IV, staf dan pegawai tidak tetap lingkup Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Hadir juga Agustina Dorisma Dolonseda, Auditor Kepegawaian Muda BKN XI Regional Manado dan Arifin Padido, Kepala Bidang Akuntansi Badan Keuangan Provinsi Gorontalo.

“Bimtek dan Rakor ini sangat diperlukan ASN sebagai pelayan masyarakat di Provinsi Gorontalo, oleh karena itu diharapkan pelaksanaan kegiatan ini ada output Peningkatan akuntabilitas kinerja ASN serta pengembangan SDM dalam mensukseskan program Pertanian di Provinsi Gorontalo sesuai visi dan misi Gubernur Gorontalo,” kata Husen Hasni.

Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario mengungkapkan dari tahun 2014, Dinas Pertanian sudah melaksanakan kegiatan ini sampai tahun ini dan terus diselenggarakan setiap tahunnya.

“Peningkatan kemampuan dan profesionalisme ASN dan PTT di lingkup Dinas Pertanian dilakukan secara terencana, terarah dan berkesinambungan, dan seluruh anggaran kegiatan ini bersumber pada DPA APBD Dinas Pertanian,” ujar Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bersama anggota legisslatif Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan  DPRD Prov Gorontalo melakukan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring dan evalusi program bantuan peternakan dari pemerintah provinsi yang dialokasikan di Kabupaten Gorontalo.  

Kepala Dinas Pertanian melalui Kepala Seksi Produksi Peternakan Abdul Rahman turut mendampingi Komisi II dan langsung mengarahkan ke Kelompok Ternak Gemilang Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat dan Kelompok Mangenangan Desa Reksonegoro Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Minggu (6/10/2019).

Dalam kunjungan ini Komisi II mengapresiasi perkembangan ternak pada 2 kelompok petani tersebut.

"Program peternakan ini diharapkan tepat sasaran, selalu ada pembinaan, dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Espin Tulie.

Espin Tulie  menilai kemarau panjang yang mendera selama berbulan-bulan selama ini tidak menyurutkan semangat para peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam rangka mensukseskan pembangunan pertanian di Povinsi Gorontalo diperlukan program yang menyentuh kepada masyarakat petani yang ada di kabuapetan/kota. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk itu Dinas pertanian Provinsi Gorontalo melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) bidang pertanian tahun 2019. 

Monev ini dilakukan di seluruh kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo pada Selasa-Kamis  (24-26/9/2019), diawali dari kunjungan lapangan ke kabupaten Boalemo, berlanjut ke Pohuwato, kemudian Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan berakhir di Kota Gorontalo

“Tujuan kegiatan ini untuk memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan mengenai pelaksanaan program Dinas pertanian periode 2019 khsususnya fisik dilapangan apakah sesuai dengan pemanfaataannya,” kata Mulyadi mario, Kepala Dinas Pertanian.

Dalam Kegiatan ini  lebih fokus ke pengembangan prasarana dan sarana air mendukung subsektor tanaman pangan mencakup irigasi air tanah, irigasi air permukaan embung dan dam parit.

Kegiatan penyaluran benih baik tanaman pangan maupun hortikultura, penyaluran bibit ternak, pembangunan fasilitasi pascapanen baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Monitoring dan evaluasi terintegrasi ini dapat menyimpulkan secara utuh, berhasil tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten kota

“Untuk mencapai keberhasilan, saya mengharapkan kepada kelompok tani dan peternak dapat memanfaatkan program pertanian ini dengan sebaik-baiknya agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo