>
Kamis, 18 Juli 2019 17:46

34 Ton Wood Pellet Diekspor ke Korea Selatan

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin melepas ekspor 34 ton wood pellet dari Pelabuhan Anggrek. (Foto: Salman-Humas). Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin melepas ekspor 34 ton wood pellet dari Pelabuhan Anggrek. (Foto: Salman-Humas).

KWANDANG – Sebanyak 34 ton wood pellet diekspor ke Korea Selatan melalui pelabuhan Anggrek di Kwandang, Kabupaten Goronatlo Utara, Kamis (18/7/2019).

Wood pellet  adalah bahan bakar dari limbah kayu yag dihancurkan menjadi serbuk halus, yang dipadatkan dengan mesin press sehingga berbentuk seperti pellet. Wood Pellet berfungsi sebagai energi alternatif ramah lingkungan dengan kadar Karbondioksida yang rendah sehingga menghasilkan pembakaran yang sempurna.

Ekspor wood pellet produksi PT Mitra Cipta Permata itu dilepas oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Wood pellet menjadi komoditi yang dilirik oleh negara lain sebagai pengganti bahan bakar batu bara. Selain harganya relatif lebih murah, wood pellet lebih ramah lingkungan. Dengan produk wood pellet senilai 125 USD per kilogram mampu menghasil keuntungan ekonomi lebih kurang Rp59 miliar.

Hal yang membanggakan dari ekspor kali ini sudah dilakukan langsung dari Gorontalo. Biasanya, ekspor komoditi pertanian lokal di ekspor dari Surabaya dan Jakarta. Akibatnya tidak saja menambah ongkos produksi, tapi juga tidak menaikkan nilai ekspor Gorontalo.

“Alhamdulillah saya sangat senang, karena ini yang diharapkan oleh pak Presiden bahwa hampir semua ekspor kita bahannya dari Gorontalo. Contohnya kemarin jagung, kelapa, kuah kelapa, tempurungnya. Itu semua produk lokal yang dibeli dari petani dan di ekspor,” kaat Rusli Habibie.

Balai Karantina Pertanian Kelas II, Bea Cukai, PT Pelni, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah berkomitmen untuk ekspor komoditas lokal langsung ke luar negeri. Tema besar yang diusung yakni Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa (Agrogemilang).

 “Kemarin kita juga mengekspor sapu lidi ke Australia, nilainya hampir Rp10 miliar. Ini yang diharapkan, jadi jangan membuat pengusaha tidak betah di Indonesia. Termasuk mempersulit izin dan lain sebagainya,” ujar Rusli Habibie yang mantan Bupati Gorontalo Utara.

Sementara itu, Deputi General Manager PT Mitra Cipta Permata, Haidir Nur menjelaskan bahwa ekspor kali ini yang pertama mereka lakukan. Ia berharap dengan terbukanya peluang ekspor ini bisa menambah kapasitas produksi ke depan.

 “Memang pada saat ini pabrik kita belum maksimal. Kapasitas kita baru 5 ton per hari. Untuk ke depannya jika sudah rutin kita akan menambah kapasitas mesin,” jelasnya.

Pihaknya menyebut permintaan wood pellet dari luar negeri cukup besar yakni 80 juta kilogram per tahun. Salah satu upaya untuk bersaing harga dengan negara eksportir lain seperti Vietnam, pihaknya menjaga kualitas barang melalui sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council).

Pewarta: Isam - Humas

Baca 104 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo