>
Selasa, 26 April 2016 08:17

Bupati Gorontalo Utara Canangkan Kota Maritim

Oleh
Beri rating
(0 suara)

Gorontalo, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin canangkan daerah itu sebagai "Kota Maritim", karena dinilai memiliki sumber daya kelautan yang besar, Senin.

 

Pencanangan kota maritim sebagai optimalisasi potensi kelautan dan perikanan di wilayah yang memiliki panjang pantai mencapai 317 kilometer dan potensi perikanan tangkap mencapai 142 ton/tahun.

 

Hal itu diungkapkan bupati pada seminar nasional kemaritiman yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, serta menghadirkan para panelis dari kalangan perguruan tinggi, Direktur PT PAL Indonesia dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

Bupati menegaskan, Kabupaten Gorontalo Utara sebagai kota maritim dinilainya layak mengingat tidak hanya potensi sumber daya alam yang tersedia, namun luas lautnya sangat mendukung optimalisasi pengelolaan kemaritiman di wilayah ini.

 

Ditunjang dengan adanya pelabuhan Anggrek untuk aktivitas ekspor impor dan dua pelabuhan pendaratan ikan yaitu pelabuhan Kwandang dan Gentuma.

 

Menurutnya, data tahun 2015 menunjukkan produksi perikanan di kabupaten ini masih terbesar di Provinsi Gorontalo yaitu mencapai 47 persen dari suplai/tahun.

 

Bahkan total produksi perikanan budidaya, dikatakannya mencapai 22,99 persen khususnya produksi rumput laut yang menjadi penyumbang terbesar, sehingga akan terus dikembangkan.

 

Selain itu kata Indra, 52 pulau yang dimiliki, 2 diantaranya berpenghuni yaitu pulau Dudepo dan Saronde, serta 3 lainnya yaitu pulau Saronde, Bugisa dan Mohinggito yang sedang dikerjasamakan pengelolaannya sebagai destinasi baru wisata, diyakini meneguhkan Gorontalo Utara sebagai salah satu Kota Maritim di Indonesia.

 

Bupati berharap pascapencanangan tersebut, fokus pengelolaan potensi kemaritiman di daerah ini akan semakin konsisten, termasuk mendorong para pelaku usaha perikanan serta nelayan lokal untuk meningkatkan produksinya.

 

Kendala utama yang dihadapi minimnya sarana dan prasarana dimiliki nelayan tangkap dan budidaya di daerah ini, sehingga pemerintah daerah terus mendorong peningkatan tersebut termasuk berupaya menambah fasilitas kapal ikan bermesin 30 Gross Ton (GT).

 

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Brahmantya Satyamurti Poerwadi yang hadir sebagai salah satu pembicara pada seminar tersebut mengatakan, pemerintah daerah harus mampu mengutamakan kearifan lokal.

 

Sebab kondisi daerah hanya diketahui oleh orang lokal, sehingga kegiatan produktif tersebut diharapkan tidak menjadi ajang seremonial saja.

 

"Optimalkan pengelolaan potensi kemaritiman yang dimiliki, sebab dampaknya tidak hanya memberi dukungan penuh terhadap program Nawa Cita atau kemaritiman yang digagas Presiden Joko Widodo, namun akan bermuara pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujar Brahmantya. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

 

Baca 941 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama