>
Rabu, 12 Oktober 2016 08:05

Gubernur Gorontalo Siap Naikkan Honor Penyuluh KB

Oleh
Beri rating
(0 suara)

Gorontalo, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, mengaku prihatin dan siap menaikkan honor para penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) di daerah yang baru mencapai Rp150 ribu per bulan.

"Tahun 2017, saya berkomitmen menaikkan honor mereka," ujarnya dalam sambutan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Gorontalo ke-23 di kabupaten Gorontalo Utara, Selasa.

Hal yang sama, katanya, sudah berhasil diterapkan pada honor guru tidak tetap yang sudah mencapai Rp1 juta per bulan, sedangkan peran PLKB juga tak kalah pentingnya dalam menyukseskan program pengendalian kependudukan di daerah ini.

Selain upaya pemberian "punishment" dan "reward" dalam menyukseskan program keluarga berencana, maka ketetapan pada zaman dulu juga penting yakni aparatur sipil negara maupun TNI/Polri hanya dibolehkan memiliki dua anak, selebihnya seluruh pembiayaan ditanggung sendiri.

"Tindakan "punishment" seperti itu layak diberlakukan agar program KB berjalan optimal dan tidak setengah-setengah," katanya.

Begitu pun mereka yang berhasil melaksanakan program KB, dua anak cukup agar bisa membangun keluarga berkualitas, sehat, berkarakter dan sejahtera, maka harus diberikan penghargaan atas dukungan dan kesuksesan tersebut dalam upaya pengendalian kependudukan.

Rusli menargetkan kenaikan honor para PLKB pada tahun 2017 sebagai upaya mendukung peran mereka sebagai petugas lapangan yang mampu menjadi komunikator yang baik terhadap pelaksanan program pengendalian kependudukan di daerah ini.

"Kebutuhan air bersih, perumahan dan lapangan pekerjaan yang semakin sulit termasuk di Gorontalo, menuntut peran seluruh masyarakat khususnya PLKB agar secara intensif melakukan penyuluhan program KB kepada masyarakat, untuk mengendalikan pertambahan penduduk," ujarnya.

Selain itu, seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan juga perlu mengawasi agar tidak ada penerbitan izin nikah untuk usia di bawah 21 tahun, serta pengawasan terhadap penyalah gunaan alat kontrasepsi, seperti kondom.

Peringatan Harganas tingkat Provinsi Gorontalo ke-23 tersebut, dihadiri Kepala BKKBN RI, dr Surya Candra Surapaty, ketua Yayasan Anugerah Kencana Buana (RACANA) Pusat, Profesor Haryono Suyono, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah. (Susanti Sako - Antara News Gorontalo)

Baca 46370 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama