>

LIMBOTO – Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah dokter spesialis di aula Kantor RS Ainun, Jumat (24/01/2020).

Perjanjian kerjasama ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, Plt Kepala Dinas Kesehatan Miranda Nalole dan Direktur RS Ainun dr Yana Yanti Suleman.

Para dokter spesialis yang melakukan perjanjian kerja sama tersebut terdiri dari spesialis bedah, bedah mulut, penyakit dalam, radiologi, anak, obsgin, patologi klinik, mata, anastesi, orthopedy, jantung, rehabilitasi medik,dan spesialis jiwa.

Sekda Darda dalam arahan dan pembinaannya mengatakan perjanjian kerjasama ini dilakukan untuk menyatukan manajemen rumah sakit dan tenaga medis. Selain itu menurutnya, di tahun 2020 ini pelayanan prima di sektor kesehatan bisa terus ditingkatkan.

“Sesuai arahan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, seluruh pihak diimbau untuk bisa meningkatkan efisiensi,efektifitas, produktifitas dan pelayanan medis dalam arti seluas-“ luasnya,” harap Darda.

Lebih lanjut Darda menyebut, terkait jasa pembayaran untuk tenaga medis disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Baik yang diatur dalam undang-undang, juga yang diatur lewat peraturan menteri kesehatan.

Senada dengan sekdaprov, direktur RS Ainun menjelaskan perjanjian kerjasama ini sebagai bentuk kesepakatan kemitraan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat di RS Ainun. Selain itu juga untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dan pengembangan tenaga kesehatan.

 “Ruang lingkup perjanjian ini meliputi pemberian jasa pelayanan medis rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat di RS Ainun sesuai dengan bidang keahlian,” jelas dr. Yana.

Untuk diketahui, RS Ainun memiliki 32 dokter umum, dua dokter gigi dan 18 dokter spesialis.

 

Pewarta : Gina/Noprety – Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah mengajak pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk turut menjadi donatur sedekah Jumat Barokah dengan menyumbangkan makanan gratis.

Ajakan ini disampaikan pada peluncuran Wadah Tempat Makan Gratis di depan Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Jumat (24/1/2020).

“Ini namanya tempat  makan gratis setiap hari jumat, siapapun boleh mengisi, siapapun boleh mengambil. Sedekah Jumat barokah ini sudah saya lakukan sejak tahun 2008. Tapi sebelumnya saya donatur tunggal, hari ini teman-teman pimpinan OPD saya ajak dan atas inisiatif diri sendiri dengan dana pribadi, mereka mau jadi donator juga,” kata Idah Syahidah.

Idah Syahidah  menambahkan selain di depan masjid Baiturrahim ini, ia juga membuka wadah makanan gratis di Pondok Dahsyat yang berlokasi di Kelurahan Sipatana.

Selain itu pula, Idah Syahidah turut menjadi donatur di RS Aloei Saboe yang menyediakan makanan gratis setiap Jumat untuk keluarga dan pasien.

“Sedekah tidak selalu tentang uang, sebungkus nasi pun mungkin tidak berarti untuk kita, tapi sangat berarti bagi orang yang membutuhkan,” ujar Idah Syahidah.

Sementara itu Sekretaris daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba atas nama Pemprov Gorontalo mengungkapkan kekagumannya dan apresiasi kepada Idah Syahidah yang sudah sangat lama melaksanakan sedekah nasi gratis ini. Menurutnya sudah seharusnya Pemprov Gorontalo turun tangan membantu menjadi donatur.

“Ini luar biasa bisa membantu orang-orang di sekitar, kami meluncurkan sedekah Jumat barokah ini untuk memberikan wadah supaya bisa mempermudah masyarakat mengetahuinya, baik itu teman-teman kaum dhuafa, anak yatim, faqir miskin maupun untuk donator sebagai penyumbang.  Tidak ada syarat khusus terkait menu dan jumlah yang disumbangkan, berapapun sumbangan akan diterima,” tutur Darda Daraba.

Selain mengenalkan wadah tempat makan gratis Jumat barokah, Idah Syahidah dan Darda serta Kepala Dinas Sosial Risjon Sunge turut membagikan makanan gratis kepada 750 kaum dhuafa dan 250 anak yatim yang turut hadir dalam acara tersebut. Ada pula bantuan uang masing-masing Rp100 ribu dari Baznas Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Ecin/Ani/Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Isu tentang penularan virus corona di Indonesia diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Terlebih, Gorontalo menjadi daerah yang bertetangga dengan Manado, Sualwesi Utara pintu masuk wisatawan asal Tiongkok.

“Kita berhati-hati, apalagi kalo ditetapkan Pak Menteri (Kesehatan) itu berbahaya. Saya sudah bicarakan dengan Kadis Kesehatan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan,” ucap Rusli usai membuka Rakor Bidang ke-PU-an Regional Wilayah Suluttenggo di Manado, Sulut, Jumat (24/1/2020).

Gubernur dua periode itu meminta warga untuk tetap tenang. Ia meyakini pemerintah pusat, provinsi dan daerah punya cara agar virus corona tidak menyebar dan meluas.

“Ini kan masih isu, kita lihat nanti perkembangannya seperti apa. Mudah mudahan bisa segera diatasi,” sambungnya.

Kota Manado di Sulawesi Utara diketahui menjadi salah satu tujuan utama turis asal Tiongkok. Tahun 2019 wisatawan asal negeri Tirai Bambu itu meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Jumat, 24 Januari 2020 14:00

Sekda Minta Inspektorat Kawal APBD

GORONTALO – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba meminta Inspektorat  mengawal APBD dengan baik. Ia pun telah mencanangkan indikator yang harus dilaksanakan oleh Inspektorat .

“ Jadi cara mindsetnya,  periksa baik-baik  tapi dalam konteks memperbaiki. Kawal APBD itu  dengan baik. Masuk, sampaikan bahwa ini kurang bagus, perbaiki.  Jangan diberita acarakan dulu, perbaiki, kecuali yang sudah tidak bisa diperbaiki, itu berita acarakan, kembalikan,” jelas Darda saat melakukan pembinaan pada kegiatan penandatanganan perjanjian kinerja untuk tahun 2020 dan pakta integritas di lingkungan Inspektorat Provinsi Gorontalo di ruang aula Inspektorat, Jumat (24/1/2020).

Sekda  mengarahkan agar mencari solusi yang terbaik agar  tidak terjadi temuan.

“  Jangan sampai ada temuan. Kalau sampai ada temuan akan saya panggil, kenapa sampai ada temuan. Harusnya itu yang pertama saya panggil, berarti itu kita tidak deteksi,”  urai sekda.

Darda berjanji untuk memperbanyak jumlah fungsional  auditor  dan idealnya berada di setiap OPD.

Sesuai laporan dari Inspektur Provinsi Gorontalo  Sukril Gobel,  di Inspektorat  Provinsi Gorontalo saat ini terdapat  fungsional auditor  madya sebanyak  11 orang,  auditor muda 19 orang, auditor pertama 21 orang, auditor kepegawaian 1 orang,  P2UPD  madya  2 orang,  P2UPD  muda  9, P2UPD pertama  8 orang.

Penandatanganan perjanjian kinerja untuk tahun 2020 dan pakta integritas dilakukan oleh 4 irban dan sekretaris Inspektorat.

 

Pewarta : Anie/Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Pemerintah Provinsi Gorontalo megusulkan ke pemerintah pusat untuk membentuk Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Gorontalo. Selama ini, Gorontalo masih bergabung dengan BPJN XV Sulawesi Utara untuk pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pekerjaan infrastruktur jalan nasional di daerah.

“Kita sudah proses. Insyaallah kita harapkan tahun 2020 ini akan keluar keputusan dari Pak Menteri PU untuk Balai Jalan Gorontalo,” ungap Rusli usai membuka Rakor Bidang ke-PU-an Regional Wilayah Suluttenggo di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/1/2020).

Rusli menyebut syarat untuk menjadi balai mandiri salah satunya harus memiliki infrastruktur jalan nasional sepanjang 1.000 kilometer. Syarat yang sudah terpenuhi di tahun 2019 lalu.

Pada rakor bidang ke-PU-an tersebut, Rusli menekankan tentang perlunya standar harga regional. Ia mencontohkan harga aspal antara Gorontalo dan Sulawesi Utara berbeda meski spesifikasinya sama. Dikhawatirkan harga yang rendah akan berpengatuh pada kualitas pekerjaan.

“Termasuk juga untuk penentuan pemenang proyek. Saran saya tidak fokus pada harga yang rendah, tapi ada komponen lain yang harus perhatikan. Apalagi kalo harga oenawarannya sudah di bawah 30 persen, itu pasti kualitasnya rendah,” pungkasnya.

 

Pewarta: Isam - Humas

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Guna membahas dan mencari jalan keluar tentang berbagai masalah ke-PU-an, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau sebutan lain se Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) menggelar Rapat Koordinasi, Jumat (14/1/2020). Rakor yang dibuka Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu berlangsung di Hotel Peninsula, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Rapat tersebut membahas tentang standar harga bidang bina marga, bidang pemukiman dan sarana prasarana wilayah (Kimpraswil), cipta karya serta tukar pengalaman antara daerah. Standarisasi dinilai penting sebab harga material ke-PU-an di tiap daerah berbeda-beda meski dengan spesifikasi yang sama.

“Harga aspal 1 ton di Gorontalo Rp1,4 juta sementara di Manado Rp1,6 juta. Ini sangat berbahaya, spesifikasinya sama tapi harganya berbeda,” ucap Gubernur Rusli.

Gubernur Rusli meminta hasil rakor ini bisa melahirkan kesepakatan soal harga secara regional. Kesepakatan akan menjadi standar pada setiap pengadaan barang dan jasa ke-PU-an di daerah tahun 2020.

“Saya mau ini jadi standar tahun 2020. Kalau perlu harganya kita revisi,” imbuhnya.

Hal lain yang perlu disinkronkan yakni konektivitas infrastruktur berdasarkan kewenangan masing-masing. Penting bagi Rusli untuk saling mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Ini juga yang menjadi arahan Bapak Presiden Jokowi. Jangan pusat bikin jalan nasional, jalan provinsi tidak diapa-apain. Jalan kabupaten tidak ada. Jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota harus konek terutama ke sentra-sentra produksi,” tegasnya.

Selain dihadiri oleh Dinas PUPR provinsi dan kabupaten/kota se Gorontalo, rakor dihadiri oleh Dinas PU Sulawesi Utara, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulteng serta sejumlah anggota komisi III DPRD Provinsi Gorontalo.

Hadir juga Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia (AABI), Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo dan Balai Wilayah Sungai Wilayah Sulut. Ada juga Satker PJN, Satker P2JN, Balai Prasarana Permukiman serta Satker Penyedia Perumahan.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Konser Patriotik mewarnai peringatan ke-78 Hari Patriotik 23 Januari di Monumen Tilongolo Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Kamis (23/1/2020).

Konser yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Komunitas Pekerja Panggung dan Seni Pertunjukan (Kompak) Gorontalo berlangsung meriah.

Konser Patriotik diisi dengan penampilan para musisi Gorontalo yang membawakan lagu-lagu perjuangan. Turut ambil bagian para siswa SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo yang menyuguhkan kesenian daerah Gorontalo seperti tanggomo, wungguli, tarian, dan pembacaan puisi.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian peringatan Hari Patriotik 23 Januari berjalan lancar dan sukses. Bahkan tahun ini kita bisa mencatatkan rekor MURI untuk pembentangan bendera Merah Putih terpanjang berkat kerja sama dengan teman-teman KNPI dan Kompak,” kata Asisten Administrasi Umum Provinsi Gorontalo Iswanta.

Iswanta menuturkan, Konser Patriotik merupakan penyemangat bagi seluruh masyarakat Gorontalo khususnya generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Menurutnya, semangat para pahlawan harus menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengisi pembangunan dengan berkarya, berinovasi, dan berkreasi untuk kemajuan daerah dan bangsa.

“Perjuangan Nani Wartabone dan para pejuang lainnya harus menjadi cambuk dan pemicu bagi kita untuk membangun Gorontalo yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Pada Konser Patriotik itu Asisten Administrasi Umum mewakili Gubernur Gorontalo didampingi jajaran pengurus KNPI Provinsi Gorontalo dan Kompak, menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk rekor merentangkan Bendera Merah Putih terpanjang. Bendera Merah Putih yang direntangkan oleh 2.301 siswa SMA/SMK se Provinsi Gorontalo memiliki panjang 2.301 meter dan lebar tiga meter. Pembentangan dimulai di depan Universitas Negeri Gorontalo dan berakhir di depan Kantor Pos Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dalam rangka peringatan ke-78 Hari Partriotik 23 Januari, Gerakan Pramuka Gorontalo menggelar upacara senja yang dipimpin oleh Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Daerah Gorontalo, Idah Syahidah, Kamis, (23/1/2020), di halaman pondok dahsyat, Kel. Sipatana, Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya Idah menyampaikan hari ini merupakan hari yang istimewa. Untuknya mari sama-sama merenungkan dan meneladani nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan, yang diwariskan para pahlawan. Jasa pahlawan adalah sumber inspirasi dan kekuatan bagi generasi bangsa, khususnya adik adik pramuka.

“Seperti tadi yang dikatakan pak Gubernur, sejarah pak Nani pahlawan kita, beliau berjuang tanpa pamrih. Sejak tahun 42 Gorontalo sudah merdeka. Ini kenapa kita sebagai generasi muda, generasi penerus bangsa harus terus memupuk sikap perjuangan dam pantang menyerah,” kata Idah.

Pada zaman sekarang ini, Idah menambahkan arus informasi mengalir secara deras tanpa bisa dibendung dan membawa pengaruh luar biasa pada sendi-sendi kehidupan bangsa. Harus diakui bahwa tantangan-tantangan semakin lama tidaklah semakin ringan, akan tetapi justru berkembang menjadi semakin beragam dan sulit.

“Untuknya kenapa saya tekankan kepada adik-adikku amanatkan dasar negara kita, pancasila. Hapalkan pancasila, bahkan kalau perlu sampai ke butir-butirnya arti dari lambang burung garuda. Zaman sekarang telah banyak pengaruh radikalisme Yang merusak ideologi pancasila. Jangan sampai hal itu terjadi,” tandas anggota DPR RI ini

Selain anggota pramuka Gorontalo, upacara ini juga diikuti oleh masyarakat karang taruna setempat. Selain upacara bendera, lintas juang bersepeda oleh anak anak pramuka yang mengambil start dari halaman kantor Kwarda Andalas, finish di halaman pondok dahsyat Kel. Sipatana, menjadi rangkaian dari peringatan HUT Patriotik 23 januari.

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai menggenjot pelaksanaan pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk tahun 2020. Hal ini dapat dilihat dari dilaksanakannya Workshop Pengadaan Barang/Jasa pemerintah untuk peningkatan kapasitas pelaku pengadaan di provinsi, kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo, Kamis, (23/1/2020) di Ballroom Hotel Damhil, UNG.

Workshop tersebut di hadiri langsung oleh Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto. Dalam sambutannya Roni mengungkapkan Pemprov Gorontalo mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup signifikan untuk tata kelola PBJ. Contohnya tahun 2019 yang lalu,  progres PBJ mengalami kemajuan dan percepatan hingga 50% di pertengahan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 15-20%.

“Saya yakin di Gorontalo banyak produk-produk lokal yang bisa dibeli dan itu bisa kita tuang dalam katalog lokal. Kami dari LKPP siap mendampingi jika Gorontalo mengeluarkan katalog lokal,” kata Roni

Roni menambahkan sangat penting dalam pengadaan adalah strategi kontraknya, sehingga tidak akan terjebak dalam prose-proses hukum.  Pengadaan harus tepat dari sisi kualitasnya,  kemudian waktunya, jangan sampe tidak tepat waktu.  Setelah itu tepat lokasinya, sehingga uang itu tidak terbuang sia-sia dan terakhir adalah biayanya.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie selaku tuan rumah menyampaikan, terimakasih kepada ketua LKPP pusat yang bersedia hadir dan menjadi keynote speaker dalam workshop ini.  Kehadiran ketua LKPP ke Gorontalo tak lain adalah usaha gubernur dan tim yang beberapa waktu lalu, berkunjung ke kantor LKPP di Jakarta.

 “Pak Roni pakarnya sehingga kami sengaja mengajak beliau untuk hadir hari ini mengikuti workshop. Di Jakarta kami telah banyak berdiskusi tentang regulasi, aturan dan lain lain terkait pengadaan barang dan jasa baik itu lelang, tender, swakelola dan lain sebagainya,” kata Rusli.

Rusli menambahkan yang di alami sekarang bahwa aturan barang jasa kebanyakan yang satu baru tahap sosialisasi dan belum sempat dilaksanakan, aturan yang baru turun lagi. Sehingga kadang-kadang membingungkan.
Begitupula dalam menentukan pemenang lelang atau tender yang kadang-kadang mengalami kesulitan, termasuk juga berbagai macam masalah yang harus di laporkan atau istilahnya sanggah hasil lelang.

“Contohnya menentukan pemenang, tidak hanya distandarkan pada harga yang murah tetapi disitu tertera harga lelang yang wajar. Nah harga lelang yang wajar itu yang seperti apa? Dan siapa yang menentukan mempertahankan argumentasi tentang harga yang wajar?  Nanti tolong dijelaskan oleh para pemateri. Biar kami Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa bersinergi kesepemahaman,” tutur Rusli.

Berdasarkan progres tayang umum dan data dari Biro Pengadaan Provinsi Gorontalo, bulan desember 2019 telah dilakukan pelaksanaan tender dini sebanyak 25 paket dengan anggaran 38,143 miliyar. Sementara untuk penginputan SIRUP sudah selesai bulan november 2019 dengan total jumlah paket 7.735 dengan anggaran 958,7 miliyar. Tender 95 paket dengan anggaran 95,903 miliyar,  non tender 4.765 paket dengan anggaran 162,123 miliyar, serta swakelola 1.990 paket dengan anggaran 570,635 miliyar.

Hadir dalam workshop tersebut Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Direktur Advokasi LKPP RI Aris Supriyanto sebagai pemateri. Sementara untuk peserta berjumlah 350 orang yang terdiri dari pelaku usaha barang dan jasa kontruksi, konsultan dan jasa lainnya.  Pimpinan OPD selaku PA/KPA,  serta UKBJ se Kabupaten Kota.

 

Pewarta : Echin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pemecahan rekor MURI dengan pembentangan kain merah putih sepanjang 2301 meter x 3 meter pada Peringatan Hari Patriotik, 23 Januari 2020 tidak luput dari peran siswa SMA/SMK.

Mereka dengan sabar dan penuh semangat berdiri dan berpanas-panasan sepanjang jalan Nani Wartabone demi memaknai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone bersama masyarakat Gorontalo mengusir para penjajah dari Bumi indonesia.

Ribuan siswa SMA/SMK ini adalah perwakilan sekolah SMA Negeri 1 Gorontalo, SMA Negeri 2 Gorontalo, SMA Negeri 3 Gorontalo, SMA Negeri 4 Gorontalo, SMA Negeri 5 Gorontalo dan SMA Negeri 7 Prasetya Gorontalo.

Sedangkan dari sekolah kejuruan mereka berasal SMK Negeri 1 Gorontalo, SMK Negeri 2 Gorontalo, SMK Negeri 3 Gorontalo, SMK Negeri 4 Gorontalo, SMK Negeri 5 Gorontalo dan SMK Negeri 1 Bulango Selatan.

 “Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi sekolah yang telah mengirimkan para siswa untuk membentangkan kain merah putih sepanjang sehingga bisa memecahkan rekor MURI,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Kamis (23/1/2020).

Yosef Koton juga berharap kegiatan yang diikuti ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi sehingga dapat membentuk karakter para siswa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 86
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama