>

MARISA- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar kemah bakti literasi tahun 2019 bertempat di Taman Pemuda Blok Plan Kantor Bupati Pohuwato, Rabu-Kamis (6-7/11/2019)

Kemah Bakti Literasi diikuti oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota yang masing masing mengirimkan utusan berjumlah 50 orang.

Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep P Koton, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menggaungkan, mempublikasikan dan meningkatkan aktifitas literasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Kami juga menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi dalam kegiatan literasi, serta menjaga dan melestarikan budaya literasi di Gorontalo. Silaturrahim dan berbagi pendapat antarpeserta Kemah Bakti Literasi akan menciptakan rasa persaudaraan dan kebersamaan antara pegiat literasi,” kata Yosep Koton, Rabu (6/11/2019).

Tema Kemah Bakti Literasi tahun ini adalah Stop Ocean Plastic Polution (bebaskan laut dari sampah plastik).

Kemah Bakti Literasi dibuka olehs staf ahli gubernur, Husen Hasni. Dalam sambutannya, Husen Hasni mengatakan berdasarkan riset terbaru minat baca masyarakat Indonesia saat ini berada di peringkat 16 dari 30 negara di dunia,

hal tersebut sesuai survey yang dilaksanakan Perpustakaan Pusat Nasional (Perpusnas) yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia secara keseluruhan adalah 52,9 persen. Sementara khusus Provinsi Gorontalo hanya 29,9 persen.

Bila minat baca masyarakat ini digabungkan dengan minat baca siswa,mahasiswa dan PNS maka angkanya 39,4 persen, angka ini masih rendah jika dibandingkan dengan minat baca nasional yang telah mencapai 52,9 persen.

“Berbagai inovasi dalam membudayakan gemar membaca terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Husen Hasni

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus.

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

PAGUYAMAN – Program Iqro Mopalaiyo Utilapulo (IMUT) digelar di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Selasa (29/10/2019).

Program ini merupakan upaya meningkatkan minat baca masyarakat, memberi pengetahuan dan meningkatkan semangat berinovasi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Peningkatan kapasitas masyarakat melalui membaca ini akan meningkatkan ketrampilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Buku adalah jendela dunia, diibaratkan sebuah rumah yang tanpa jendela kita tidak akan bisa melihat dan mengetahui apa yang terjadi diluar, budaya membaca ini juga sudah ada sejak zaman nabi yaitu iqro yang artinya bacalah. Jika kita ingin maju harus perbanyak membaca sehingga ketrampilan pengetahuan kita bisa bertambah,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Program IMUT merupakan program layanan untuk memperdayakan masyarakat dan juga bersifat inklusi sosial.

Kegiatan yang dihadiri oleh ibu rumah tangga, kelompok usaha rumah tangga dan narasumber Farida sebagai pembuat sambal goreng dari jantung pisang.

"Dengan sambal ini kita bisa hemat biaya, daging yang harganya berkisar Rp 120 000/kg ini sangat dirasakan oleh kita masyarakat golongan menengah kebawah, tapi dengan adanya sambal goreng sebagai pengganti daging ini kita bisa menghemat biaya jauh lebih murah dengan hanya bermodal sekitar Rp50 ribu bisa membuat 1 panstove sambal goreng, saya menjualnya dengan harga Rp150 ribu," jelas Farida.

 

Pewarta : Domy – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar uji kompotensi jabatan fungsional pustakawan tahun 2019 bertempat di aula SMK Negeri I Kota Gorontalo, Rabu (30/10/2019).

Sebanyak 50 orang pustakawan yang berasal dari kabupaten, kota serta provinsi ikut dalam uji kompetensi ini, sebelumnya mereka telah melalui tahap pendaftaran dan verifikasi berkas oleh panitia pusat dan berhak mengikuti ujian.

Tim penguji kompetensi pustawan dari Perpusnas adalah Hendra Setiawan dan Arifah Sismita, keduanya adalah Pustakawan Ahli Madya.

“Tujuan uji kompotensi jabatan fungsional ini merupakan salah satu proses pengangkatan ASN ke dalam jabatan fungsional melalui Inpasing serta untuk memfasilitasi pustakawan yang akan naik jabatan,” kata Hendra Setiawan.

Uji kompotensi jabatan fungsional pustakawan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi gorontalo, Yosep P Koton.

Yosep P Koton menyampaikan apresiasi kepada tim penguji Perpusnas yang telah memprioritaskan Provinsi Gorontalo dalam pelaksanaan uji kompotensi pustakawan ini.

“Pelaksanaan uji kompotensi pustakawan yang dilaksanakan mengacu pada Perka Perpusnas nomor 3 tahun 2019 tentang tata cara pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional pustakawan melalui penyesuaian/inpasing,’ kata Yosep P Koton.

Yosep P Koton menambahkan dalam rangka pemenuhan kebutuhan jabatan fungsional pustakawan perlu dilakukan pengangkatan pegawai negeri sipil ke dalam jabatan fungsional pustakawan melalui penyesuaian/inpasing pada instansi pusat dan instansi daerah.

“Kepada peserta diharapkan dapat mengikuti ujian ini dengan baik dan semoga lulus semuanya,’ tutup Yosep P Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di ruang rapat, Senin (28//10/2019).

Kegiantan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kearsipan bagi para pengelola yang berasal dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.

"Jika kita tidak menata arsio dengan baik, maka akan terjadi penumpukan dan bisa menjadi sampah, kita harus menciptakan sadar dan tertib arsip, dengan melalui JRA ini kita bisa menentukan Arsip yang bernilai sejarah, dan yang tidak bernilai akan kita musnahkan sesuai peraturan dan UUD yang berlaku agar kita terhindar dari berurusan dengan pihak berwajib," kata Yosef P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam sambutan pembukaan Bimtek.

Jadwal Retensi Arsip adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan atau retensi jenis arsip dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penataan jenis Arsip.

JRA menjadi pedoman oleh pengelola pada lembaga pencipta arsip di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusutan yang berupa penataan, penyelamatan dan pemusnahan arsip.

“Memelihara dan perawatan arsip dimaksudkan untuk melindungi, mengatasi, dan mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan arsip dan informasinya serta menjamin kelangsungan hidup arsip dari kemusnahan,” ujar Yosep Koton.

Dalm Bimtek ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menghadirkan narasumber Rudi ASaputra, Arsiparis Ahli Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan peserta yang berasal Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Domy  - Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tim Tarian sajojo Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berlaga di arena lomba pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Tentara Nasional Republik Indonesia di Provinsi Gorontalo.

Mereka menampilkan gerakan enerjiknya di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Kamis (24/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dinas, badan serta kantor di lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo dan jajaran TNI/Polri dan Persit dan Bhayangkari.

“Tujuan kegiatan ini, sesuai arahan Panglima TNI kepada seluruh pimpinan instansi baik di pusat dan di daerah untuk mempererat tali silaturrahim di antara sesama komponen anak bangsa, agar tercipta kedamaian dan peraatuan di antara kita demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Yosep Koton sangat mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada Aparat Sipil Negara dan pegawai Tidak Tetap yang telah berpartisipasi pada kegiatan lomba Tari Sajojo ini.

Yosep berharap dengan keikutsertaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada kegiatan ini untuk menggalakkan tali silaturrahim dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Pengawasan pengelolaan arsip sangat penting untuk menciptakan tertib arsip di lembaga kearsipan kabupaten maupun kota di Provinsi Gorontalo.

Tertib arsip ini dapat dirasakan saat dibutuhkan, dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya sehingga pelayanan ke masyarakat sangat cepat dan berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo pada rapat penyusunan laporan monitoring tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan kabupaten/kota, Rabu (9/10/2019).

Yosep Koton menjelaskan sejumlah peraturan seperti Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, turunannya Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 38 tahun 2015 tentang pedoman pengawasan Kearsipan.

Regulasi ini menegaskan penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengolahan arsip yang andal, perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kearsipan.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka penyelenggaraan kearsipan harus sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan. Untuk menjamin pencipta arsip baik di pusat maupun di daerah menyelenggarakan  kearsipan maka dilaksanakan pengawasan kearsipan.

“Pengawasan kearsipan merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai penyelenggaraan kearsipan nasional,” kata Yosep Koton.

Kegiatan yang menghadirkan tim monitoring TLHP Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo serta Kota Gorontalo ini dilaksanakan di hotel Grand Q selama 2 hari dengan narasumber Nurgamah dari ANRI.

 

Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILANGO -  Ada yang berbeda pada pelayanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Kali ini, untuk lebih menarik perhatian bagi siswa, Tim Perpusling menyodorkan hadiah kepada siswa siswi di 3 sekolah yang berani tampil menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.

“Dengan hadiah atau bingkisan sederhana yang kita berikan kepada para siswa ini, intinya kita dari Dinas Arpus Provinsi Gorontalo ingin lebih mendorong dan menumbuhkan minat baca anak-anak sekolah,” kata Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo pada pelaksanaan perpustakaan keliling di halaman Kantor Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/9/2019).

Syahrudin mengutarakan, pada awalnya Dinas Arpus setiap harinya melayani para pembaca di kantor saja. Namun pelayanan di kantor ini dinilai belum cukup, untuk itu Dinas Arpus melakukan pelayanan dengan cara penggunaan perpustakaan keliling.

“Memang untuk tahun ini target pembaca atau pemustaka yang harus kita capai adalah sebesar 21.000 pemustaka dan hingga akhir agustus baru sekitar 11 ribuan, sehingga itu kita menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah,”tutur Syahrudin Porindo.

Menurutnya, minat baca masyarakat di Provinsi Gorontalo baru 39 persen, masih dibawah rata-rata nasional yakni sebesar 52 persen. Salah satu program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yakni Perpusling menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat.

Jenis buku yang sering dibaca oleh para siswa pada layanan perpusling pada umumnya yang bergenre fiksi dan buku cerita. Untuk pelayanan di desa Dinas Arpus Provinsi Gorontalo membawa buku-buku yang disesuaikan dengan kondisi geografis, misalnya saja desa yang ada di pinggiran laut atau pantai maka buku yang ditawarkan adalah buku yang berisi tentang kelautan.

Pada pelaksanaan perpusling kali ini ada tiga sekolah yang telah dilayani yaitu SD N 6 Tilango, SDN 8 Tilango dan SD N 9 Tilango dengan total sekitar 90 siswa. Masing-masing sekolah juga turut mempersembahkan yel-yel untuk meramaikan kegiatan perpusling tersebut. Hadir pula pada perpusling tersebut, Camat Tilango Evy S. Neu, pengurus perpustakaan desa serta aparat kantor Kecamatan Tilango.

 

Pewarta : Boerhand - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO- Sebanyak 51 pengurus baru Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  Provinsi Gorontalo masa bakti 2019-2022 dikukuhkan oleh Ketua Umum IPI Pusat T Syamsul Bahri.

Pengukuhan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis (12/9/2019).

 "Hari ini anda sudah dikukuhkan sebagai Pengurus Daerah Provinsi Gorontalo dan selamat menjalankan tugas. Anda adalah sebagian dari puluhan ribu pengurus dari Sabang sampai Merauke yang bertugas untuk meningkatkan budaya minat baca di masyarakat Indonesia menjadi SDM lebih maju dan lebih baik sehingga bisa bersaing di tingkat internasional," kata Syamsul Bahri pada saat pengukuhan.

Syamsul Bahri mengingatkan tugas mulia pustakawan walau tidak digaji tetapi tetap semangat untuk mencerdaskan anak bangsa agar menjadi SDM yang berkualitas.

Dalam pengukuhan tersebut, Yosef P Koton Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan ucapan selamat kepada Hans Ruchban sebagai Ketua IPI Provinsi Gorontalo yang baru dan Erna Harmain sebagai Wakil Ketua.

 Yosef juga menyampaikan, pustakawan memiliki peran yang sangat penting sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata terhadap profesi ini.

“Profesi pustakawan sama dengan profesi dokter, dosen san sebagainya bila ditekuni dengan profesional manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat dan juga pustakawan itu sendiri. Dengan dikukuhnya pengurus ini, maka harus segera melakukan inovasi baru dengan program untuk meningkatkan budaya minat baca siswa, mahasiswa bahkan di masyarakat sehingga SDM kita menjadi lebih baik, dan kesejahteraannya dapat lebih meningkat,” papar Yosep Koton.

 

 Pewarta : Domy - Diarpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan sosialisasi pengembangan program revitalisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo, Kamis-Sabtu (12-14/9/2019).

Sosialisasi pengembangan revitalisasi perpustakaan ini dibuka oleh dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Opong Sumiyati, diikuti oleh 50 orang perwakilan dinas kearsipan dan perpustakaan dari provinsi dan kabupaten/kota.

“Mohon maaf kepada Kepala Dinas dan seluruh peserta atas ketidakhadiran Kepala Perpusnas karena dalam kegiatan ini karena sementara mengikuti Diklat Lemhanas,” kata Opong Sumiyati mengawali sambutan pembukaan.

Opong Sumiyati mengatakan kegiatan sosialisasi pengembangan program revitalisasi perpustakaan ini  dilaksanakan di hampir seluruh provinsi dan pada hari ini Provinsi Gorontalo beroleh kesempatan untuk dilaksanakannya kegiatan ini.

Opong Sumiyati menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi Informasi Komunikasi (TIK), meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mempererat peran dan fungsi perpustakaan agar tidak hanya sekedar tempat penyimpanan dan peminjaman buku.

“Fungsi perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Opong Sumiyati.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef Koton menambahkan sasaran program revitalisasi perpustakaan bukan hanya untuk anak sekolah tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan dan juga pelaku usaha mikro termasuk kelompok marginal.

“Kelompok marginal seperti penyandang disabilitas juga disasar dalam program revitalisasi perpustakaan ini,” kata Yosep Koton.

Semua sasaran ini dicakup sebagai upaya untuk pemberdayaan dan pengembangan perpustakaan sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM dan dapat  meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 50 orang pustawakan yang berasal dari provinsi, kabupaten dan kota Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Kesehatan (Poltekes), IAIN Sultan Amai dan Pustakawan SMA di Provinsi Gorontalo mengikuti sosialisasi sertifikasi pustakawan, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel Horison Nayumi, Kota Gorontalo.

Sosialisasi sertifikasi pustakawan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton.

“Tujuan sosialisasi sertifikasi pustakawan adalah upaya peningkatan kualitas pustakawan yang lebih profesional dan kompeten dalam pengelolaan perpustakaan serta diharapkan lebih memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pemustaka,” kata Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan.

Sebagai narsumber dalam sosialisasi ini adalah Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Opong Sumiyati.

“Kami berharap pustakawan menjadi ujung tombak dalam pengembangan perpustakaan di Provinsi Gorontalo. Ada 3 aspek yang menjadi standar seorang pustakawan yang berkualifikasi yaitu kualifikasi pendidikan, Kompetensi dan Sertifikasi,” kata Yosep Koton.

Yosep Koton  juga mengingatkan salah satu yang sangat penting bagi pustakawan adalah sertifikasi karena dengan sertifikasi menjadi bukti bila seorang pustakawan itu profesional dalam pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

“Tugas pustakawan ke depan adalah bagaimana menjadikan perpustakaan itu sebagai pusat belajar dan pengembangan ketrampilan serta keahlian masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan,” jelas Yosep Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo