>

Displaying items by tag: PPID Kearsipan & Perpustakaan

Kamis, 11 Jun 2020 01:37

Dinas Arpus Gelar Lomba Perpustakaan

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar penilaian lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan dan Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas se-Provinsi Gorontalo, Selasa (9/6/2020).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 07 Jun 2020 14:25

Lahan Tidur Jadi Hamparan Kebun Produktif

 

LIMBOTO – Pekarangan tidur yang hanya ditumbuhi semak dan rumput menjadi cerita masa lalu, kini lahan ini dipenuhi sayuran dan tanamna hortikultura lainnya.

Lahan ini berada di Desa Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri 1 Hunggaluwa.

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar video conference internal menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Gorontalo nomor: 800/BKD/III/682/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang perpanjangan penyesuaian sistem kerja pegawai dan pembatasan bepergian keluar daerah dan atau kegiatan mudik bagi pegawai.

Pembatasan bepergian ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Perpustakaan merupakan tempat belajar, mencari dan mengembangkan informasi. Perpustakaan juga sebagai lembaga pendidikan dan juga sebagai sarana edukasi yang dikelola dengan baik.

Di dalam perpustakaan berisi kumpulan buku, cetak maupun buku digital yang dapat diakses dengan jaringan komputer. Secara tradisional perpustakaan adalah koleksi buku dan majalah.

Seiring perkembangan kemajuan teknologi, perpustakaan diartikan sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, baik informasi yang disimpan dalam gedung perpustakaan atau tidak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh kepala SMK Negeri I Kota Gorontalo, Ruslan S Payu, saat membuka sosialisasi literasi sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan penataan arsip keluarga, Senin (9/3/2020) di aula sekolah.

Ruslan Payu menyampaikan sosialisasi ini adalah bentuk kerja sama antara SMK Negeri I Kota Gorontalo dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

“Kami selaku Kepala SMK Negeri I Kota Gorontalo mengapresiasi kegiatan ini terutama siswa yang telah memanfaatkan perpustakaan untuk proses belajar dan menambah pengetahuan. Kami berharap kepada siswa agar dapat mengikuti sosialisasi ini dengan serius,” kata Ruslan Payu.

Dalam sosialisasi ini menghadirkan pemateri Rahma Katili, Pustakawan Ahli Madya yang menyampaikan arti pentingnya perpustakaan yang membantu siswa dalam proses belajar.

Di dalam perpustakaan ada banyak buku buku yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan para guru, di samping itu di perpustakaan terdapat berbagai macam nuku yang bisa dibaca oleh masyarakat yang ingin berwirausaha untuk meningkatkan taraf hidup.

Sementara Mohamad Gandi Hiola Pustakawan Muda menambahkan perpustakaan sebagai fungsi pendidikan dan informasi  juga perpustakaan berfungsi rekreatif, yang artinya perpustakaan berisikan berbagai sumber informasi hiburan seperti cerita rakyat, puisi dan lain sebagainya sehingga masyarakat bisa menikmati rekreasi kultural dengan membaca.

Dedi Abdul dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak Lapas Anak Kementrian Hukum dan HAM menyampaikan lembaga pendidikan, khusus anak ini diresmikan sebagai komitmen pemerintah atas pemberlakuan sistem peradilan anak nomor 11 tahun 2012.

“Undang Undang ini mengedepankan keadilan restoratif dan proses diversi yang dimaksudkan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan yang kerap menimbulkan stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sehingga diharapkan mereka dapat  kembali ke lingkungan sosialnya secara wajar,” kata Dedi Abdul.

Dedi Abdul juga menyampaikan anak yang mendapat pembinaan khusus di dalam Lapas Anak mereka yang telah berumur 14-18 tahun, sedangkan yang di bawah umur 14 tahun dikembalikan kepada orang tuanya.

“Kasus yang menonjol saat ini di lapas anak adalah kasus penganiyayaan dan minuman keras sementara dalam proses peradilan, saya berharap agar adik menjaga keamanan terutama di lingkungan sekolah, jauhi hal yang bisa berakibat hokum,” ucap Dedi Abdul.

 

Pewarta : Suleman - PPID Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi literasi sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan penataan arsip keluarga, Rabu (4/3/2020) di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo.

Sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Bdang Perpustakaan, Syahrudin Porindo yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI dan dihadiri Kepala Perpustakaan Sekolah.

Syahrudin Porindo dalam sambutannya mengatakan literasi sangat penting bagi siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Literasi adalah kemampuan yang diperlukan seseorang atau komunitas untuk ambil bagian dalam semua aktifitas atau kegiatan yang berkaitan dengan teks dan wacana.

“Literasi merupakan kemampuan individu dalam mengelola dan memahami informasi ketika melakukan kegiatan membaca, berbicara,  menyimak dan menulis. Dapat disimpulkan literasi secara sederhana diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis dalam konteks akademik siswa,” kata Syahrudin Porindo.

Syahrudin Porindo  menjabarkan literasi mempunyai arti kemampuan memperoleh informasi dan menggunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi siswa.

Selain Syahrudin Porindo,  pemateri pada sosialisasi ini lainnya adalah para pustakawan dan arsiparis. Mereka adalah Rahma Katili Pustakawan Ahli Madya, Mohamad Gandi Hiola  Pustakawan Muda, Rosnawaty Ishak Arsiparis Ahli Madya, dan Masita Kiay Demak Arsiparis Ahli Madya.

Pustakawan Ahli Madya, Rahma Katili menyampaikan dalam dunia pendidikan sekarang ini peran perpustakaan sangat besar bagi siswa,  perpustakaan bukan saja mengoleksi dan menyajikan buku mata pelajaran tetapi buku lain seperti pariwisata, kuliner, wirausaha dan lainnya, yang  semua bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan siswa.

Mohamad Gandi Hiola menambahkan melalui membaca siswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat meningkatkan penghasilan. Sementara Rosnawaty Ishak Arsiparis Ahli Madya menyampaikan materi tentang Arsip keluarga.

“Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat,” kata Rosnawaty Ishak.

Arsip merupakan bukti otentik dari setiap peristiwa yang terjadi terekam dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi,  arsip merupakan warisan dari generasi ke generasi yang perlu dirawat dan dipelihara dari berbagai faktor yang dapat merusak, baik fisik maupun informasi yang terkandung di dalam arsip.

 

Pewarta : Suleman Abas - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memperolah penghargaan sebagai dinas perpustakaan yang memiliki kinerja dekonsentrasi terbaik II di Indonesia tahun 2019 di depan para kepala dinas serta kepala bidang perpustakaan seluruh Indonesia.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo pada rapat koordinasi bidang perpustakaan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Basional Republik Indonesia pada Selasa (25/2/2020) di Hotel Bidakara Jakarta Pusat yang dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah sebagai wakil pemerintah pusat untuk mengelola pendanaan sesuai perundangan. Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang nomor 33 tahun 2004.

Dari Gorontalo yang hadir dalam pertemuan ini adalah Kepala Kearsipan dan Perpustakaan, Sul A Moito, bersama Kepala Bidang Perpustakaan Syahrudin Porindo.

Penghargaan kepada dinas perpustakaan oleh Kepala Perpustakaan Nasional ini merupakan prestasi yang membanggakan dalam pengelolaan kegiatan di Bidang Perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional, Mohammad Syarif Bando mengatakan ada 2 indikator penilaian atas penghargaan tersebut. Kedua indikator tersebut adalah tidak ada temuan saat pemeriksaan penilaian Inspektorat pusat dan secara administratif dikelola dengan baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Kami berharap semoga di tahun mendatang pengelolaan dana dekonsentrasi dapat dikelola dengan tertib sesuai jabatan tata kelola keuangan yang baik, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun secara jabatan pungkasnya,” kata Mohammad Syarif Bando.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Sul Moito mengatakan rasa bangga atas apresiasi Perpustakaan Nasional atas hasil kerja yang dilakukan dinasnya.

“Kami berusaha menyinergikan antara kepentingan perpustakaan pusat dengan daerah, ini semua dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sul Moito.

 

Pewarta: PPK Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

JAKARTA -  Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) perpustakaan yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional, Selasa (25/2/2020) di Hotel Bidakara Jakarta Pusat.

Rakornas ini diikuti oleh dinas kearsipan dan perpustakaan seluruh Indonesia serta bidang perpustakaan.

Dalam sambutannya Tito Karnavian mengintruksikan kepala daerah, gubernur maupun bupati/walikota agar memberikan perhatian serius terhadap akses bahan bacaan kepada masyarakat sehingga mereka yang mayoritas berdomisili di daerah polosok dan terpencil memiliki kesempatan memperolehnya layanan sesuai kebutuhan.

“Kepala daerah harus sadar dan berupaya untuk menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, semakin mudah aksesnya dan banyak bahan bacaan tersedia maka akan membuka inovasi yang bisa dihasilkan oleh masyarakat dalam mengembangkan ide dan gagasan sehingga mampu menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat,” kata Tito Karnavian.

Tito Karnavian berpesan Rakornas ini sangat penting untuk menentukan arah dan keberhasilan negara dan bangsa indonesia, bukan sekedar kegiatan rutinitas belaka yang tujuannya hanya sekedar melaksanakan tugas tanpa menghasilkan perubahan perpustakaan di Indonesia. Rakor ini jjga sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman literasi di masyarakat.

Rakornas ini diikuti Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Sul A Moito dan Kepala Bidang Perpustakaan Syahrudin Porindo.

“Tema yang diangkat pada Rakornas ini adalah inovasi dan kreativitas pustakawan dalam penguatan budaya literasi untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia maju,” kata Sul A Moito.

Kepala Perpustakaan Nasional, Mohammad Syarif Bando dalam paparannya menjelaskan bahwa Indonesia bukan bangsa dengan budaya baca rendah, namun disebabkan belum cukupnya akses yang memadai, sehingga jangan terjebak oleh opini internasional terkait minat baca masyarakat.

Dalam pertemuan ini juga Kepala Perpustakaan menjelaskan kriteria penghargaan kepada dinas perpustakaan yang meliputi 2 indikator penilaian, penghargaan diberikan berdasarkan hasil penilaian oleh Inspektorat pusat salah satu indikatornya adalah tidak adanya temuan saat pemeriksaan dan secara administratif dikelola dengan baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Kami berharap tahun depan pengelolaan dana dekonsentrasi dapat dilakukan tertib sesuai jabatan tata kelola keuangan yang baik, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun secara jabatan,” ujar Mohammad Syarif Bando.

Dalam rakornas ini Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional yang diterima oleh Syahrudin Porindo.

 

Pewarta: PPIT Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo akhirnya bisa tersenyum lega dengan terbitnya SK kontrak baru untuk tahun 2020.

Para tenaga honorer ini kembali bekerja melakukan pelayanan kepada masyarakat, mereka telah menerima surat keputusan kontrak kerja baru.

“Sebelumnya telah kita tahu bahwa akan ada honorer yang dirumahkan, saya dan Ibu Yudya Pratidina Pakaya Kasubag UMPEG berusaha semaksimal mungkin agar seluruh PTT bisa bekerja lagi tanpa ada yang dirumahkan. Kita harus bersyukur dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada bapak gubernur atas perjuangan beliau agar seluruh honorer  akan direkrut kembali tanpa ada yang dirumahkan,” kata Fauzi Maruf, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provnsi Gorontalo, Rabu (19/2/2020).

Dalam penandatangan SK honorer, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Sul A Moito menyampaikan beberapa hal penting yang harus dipahami oleh PTT ini.

“PTT harus disiplin dan mampu mengembangkan kerja sama, bekerja prosefional penh tanggung jawab. ini sangat penting  dan menjadi penilaian,” ujar Sul A Moito.

Sul A Moito juga mewanti-wanti agar staf dinas bijak dalam menggunakan media sosial karena biasnya  bisa berakibat fatal jika lalai dalam menggunakannya.

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan di ruang kepala dinas ini dihadiri 18 orang PTT.

 

Pewarta : Domy - Diarpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Rabu, 05 Februari 2020 18:58

Dinas Arpus Gelar Rakor Sinkronisasi Program

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi program kearsipan dan perpustakaan dinas arpus kabupaten/kota bertempat di ruang Diorama Mopoo Piyohe Lipuntho, Rabu (5/1/2020).

Rakor sinkronisasi program ini diikuti kepala dinas Arpus, kepala bidang kearsipan, kepala bidang perpustakaan, serta kepala sub-bagian perencanaan kabupaten/kota.

Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Sul A Moito menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk menyelaraskan program antara provinsi dan kabupaten/kota agar tidak tumpang tindih dan yang utama adalah program ini bermanfaat bagi masyarakat.

Rakor dibuka oleh Sekertaris Daerah yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Penelitain dan pembangunan Daerah (Bapppeda), Budiyanto Sidiki.

Budiyanto Sidiki menyampaikan pembangunan di bidang kearsipan dan perpustakaan merupakan salah satu pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) melalui program dari berbagai stakeholder yang menggeluti kearsipan dan perpustakaan, di tingkat provinsi, kabupaten/kota yang memiliki peranan sesuai dengan tugas dan fungsi kewenangan yang dimiliki sebagai lembaga yang menangani kearsipan dan perpustakaan.

Di samping itu pencapaian tugas pokok dan fungsi kearsipan dan perpustakaan juga memiliki keterkaitan dengan program nasional lainnya berdasarkan RPJMN, yakni terkait dengan nawacita revolusi mental dimana peningkatan sumber daya manusia dapat dicapai melalui program kegiatan kearsipan dan perpustakaan dari berbagai stakeholder.

“Dalam menumbuhkembangkan kearsipan dan perpustakaan perlu dilakukan secara sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota serta lembaga teknis dan stakeholder lainnya termasuk perguruan tinggi dan SMK/SMA/MA , sehingga penyelenggaraan kearsipan dan perpustakaan dapat terkelola dengan baik,” ujar Budiyanto Sidiki.

 

Pewarta : Suleman Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Imut atau iqro mo po layi'o u tilapulo yang bermakna membaca dapat meningkatkan kesejahteraan pada Selasa (4/1/2020).

Pada program Iqro mopolaiyo utilapulo ini juga dilakukan pembekalan persiapan lombo perpustakaan desa/kelurahan dan sekolah di tingkat Kabupaten Pohuwato, serta penyerahan sertifikat akreditasi perpustakaan sekolah.

“Program IMUT yang dilaksanakan pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo merupakan program layanan yang bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat di desa Suka Makmur Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato,” kata Sul A Moito, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Sul A Moito sangat mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato atas capaian yang telah dilakukan selama ini.

“Kami mengharapkan agar tetap bersinergi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota untuk menampakan perpustakaan ini sebagai pusat pendidikan khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sul Moito.

Sul A Moito juga menjelaskan bahwa buku adalah gudang ilmu yang sangat penting untuk warga masyarakat. Tidak ada kata rugi saat membaca buku,” kata Sul A Moito.

Di zaman modern seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satu contohnya adalah kehadiran aplikasi Google, aplikasi ini adalah tempatnya ribuan informasi yang bisa diakses masyarakat, tetapi tidak seakurat dan selengkap yang ada di buku dan tidak membutuhkan biaya apapun, sehingga di situlah peran perpustakaan untuk mengimbangi zaman modern yang sudah sangat maju ini.

“Kita harus menjadikan perpustakaan ini menjadi tempat referensi unuk masyarakat dengan berbagai kegiatan dan program, salah satunya adalah inklusi sosial ini yang disebut Iqro Mopolaiyo Utilapulo (IMUT). Dengan program ini masyarakat berlomba-lomba untuk membaca mencari infomasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Sul Moito.

 

Pewarta : Domy - Diarpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama