>

GORONTALO – Kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Provinsi Gorontalo terus meningkat seiring dengan perkembangan layanan dan beragam inovasi yang dilakukan pengelolanya.

Kenyamanan dan mudahnya mengakses menjadi faktor peningkatan kunjungan ini, demikian juga koleksi buku yang tersedia.

Namun demikian pengelola tidak tinggal diam untuk meningkatkan layanan kepada pengunjung. Semua lini perpustakaan, terutama Seksi Layanan dituntut lebih inovatif dalam memberi pelayanan.

“Layanan perpustakaan daerah sangat baik, karyawannya dalam melayani pengunjung ramah dan koleksi bukunya sesuai kebutuhan saya,” kata Wilinda A Datau, mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi di kota Gorontalo saat berkunjung di Perpustakaan Daerah, Jumat (19/7/2019).

Wilinda A Datau yang datang bersama temannya secara teratur mengunjungi perpustakaan daerah, sejumlah buku dilahapnya untuk menambah pengetahuan dan membantu mengerjakan tugas-tugas kemahsiswaannya.

“Kami berharap perpustakaan daerah menyediakan buku Sejarah Peradaban Islam di Kota Konstantinopel, Muhamad Alfatih yang berkaitan dengan sejarah Islam di kota itu,” ujar Wilinda A Datau.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO – Dedikasi dan layanan pengelola telah menjadikan perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Limboto Kabupaten Gorontalo masuk dalam jajaran 15 besar nasional.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep Koton saat menerima kunjungan Susri Sipasi, guru SMK Negeri I Limboto sebagai pegiat literasi di sekolah ini.

Susri Sipasi melaporkan prestasi bergengsi yang diraih sekolahnya. Terpilihnya perpustakaan SMKN 1 Limboto telah membawa nama Provinsi Gorontalo di dunia literasi Indonesia.

“Kami mengapresiasi atas prestasi SMKN 1 Limboto, kunjungan ibu Susri Sipasi ke dinas untuk menyampaikan prestasi ini dan menguatkan silaturahmi untuk mendukung dunia literasi Gorontalo,” kata Yosep Koton, jumat (19/7/2019).

Kompetisi perpustakaan tingkat nasional ini masih terus berlanjut, Yosep Koton berharap Perpustakaan SMKN 1 Limboto menyiapkan diri untuk menerima kunjungan tim penilai.

“Tim penilai lomba perpustakaan tingkat nasional tiba Senin 22 Juli dan malaksanakan kunjungan ke SMK I Limboto pada Selasa, 23 juli 2019. Mereka melihat langsung perpustakaan, peralatan, buku serta pengelolanya, kami berharap bisa masuk 10 besar bahkan kalau bisa menjadi juara,” ujar Yosep Koton.

Yosep Koton berharap, sebagai pegiat literasi di Perpustakaan Provinsi Gorontalo, akses layanan harus lebih mudah agar dapat melayani pengunjung lebih baik. Tingkat pelayanan pengelola perpustakaan juga menjadi factor menentu para pegiat literasi merasa nyaman.

Sementara itu Susri Sipasi menyampaikan layanan perpustakaan keliling yang diadakan di SMKN 1 Limboto sangat membantu dan memfasilitasi keinginan siswa untuk menambah wawasan. Koleksi buku yang belum ada di perpustakaan sekolah mereka dapatkan di perpustakaan mobil keliling.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TILONG KABILA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan kearsipan tahap 2 di Kabupaten Bone Bolango.

Tim monitoring ini diketuai oleh Rosnawaty Ishak, Arsiparis Madya dengan anggota Masita Kiyai Demak, dan Fery Hulukati.

Kegiatan Monev berlangsung selama 4 hari mulai Rabu-Sabtu (17-20/7/2019) dan diterima oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bone Bolango, Syamsia Melu, di ruang kerjanya.

Rosnawaty Ishak menyampaikan tujuan Monev ini untuk melihat langsung penyelenggaraan kearsipan apakah sudah berjalan sesuai dengan UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan peraturan kepala Arsip Nasional

“Pengawasan ini dilaksanakan berjenjang mulai dari Arsip Nasional melaksanakan pengawasan kearsipan di pemerintah pusat dan daerah sementara pemerintah provinsi melaksanakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan yang dilakukan oleh OPD di lingkungan provinsi dan kabupaten/kota,” kata Rosnawaty Ishak, Kamis (18/7/2019).

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Erna Harmain membuka kegiatan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan desa se-Kabupaten Boalemo di Green Q Kota Gorontalo, Kamis (11/7-2019).

Bimbinagn teknis ini dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boalemo.

Dalam sambutannya, Erna Harmain menyampaikan perpustakaan adalah pusat sumber ilmu pengetahuan manusia yang direkam dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk media komunikasi, baik tulisan, cetakan, rekaman ataupun elektronik.

“Pengelolaan perpustakaan dapat dijadikan salah satu informasi penting dan memberikan gambaran yang nyata, karena pada umumnya pengelolaan perpustakaan masih belum sesuai yang diharapkan,”kata Erna Harmain.

Pada bimbingan teknis peserta diberikan materi tentang cara mengelola, menata dan memelihara bahan pustaka yang baik dan benar. dengan pengelolaan yang baik, perpustakaan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi masyarakat. Ketersediaan koleksi buku atau lainnya juga menjadi daya tarik.

Bimbingan teknis ini diikuto oleh 50 orang pengelola perpustakaan desa di selurih Kabupaten Boalemo. Selama 2 hari, mereka dilatih bagaimana mengelola perpustakaan yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO – Malam final pemilihan Duta Bahasa Privinsi Gorontalo dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Yosep P Koton, Sabtu (6/7/2019).

Pemilihan duta bahasa yang dilaksanakan di Bele Li Mbui Kota Gorontalo ini diikuti oleh 10 pasang fnalis dari berbagai instansi, kampus, dan lainnya.

Dalam sambutannya Yosep Koton yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo mengatakan kaum muda yang nantinya terpilih sebagai duta bahasa harus mampu bersaing di tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional agar nama Indonesia, khususnya Gorontalo kita bisa dikenal.

"Jangan lupakan bahasa nasional kita, Bahasa Indonesia mskipun kita bisa berbahasa asing, jga lestarikan bahasa daerah kita” kata Yosep Koton,

Pemilihan Duta Bahasa ini dilaksanakan untuk memilih pemuda yang memiliki kemahiran dalam berbahasa indonesia, bahasa asing dan bahasa daerah, peduli pada budaya dan kearifan lokal dengan bertujuan mendukung gerakan literasi nasional.

Yosef menambahkan angka budaya minat baca di Provinsi Gorontalo hanya 29 persen, masih jauh dari angka rata-rata nasional di angka 50 persen. Sehingga tugas Duta Bahasa dapat bersinergi dengan Duta Baca dan berperan dalam meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat agar angka minat baca bias naik signifikan.

Dalam pemilihan ini, Dewan Juri yang terdiri dari Sukardi Gau Kepala Kantor Bahasa, Basri Amin akademisi dan budayawan Mansur Dali memilih Cinda Amaliyah Rahman dan Zulkifli Walangadi sebagai Duta Bahasa Provinsi Gorontalo. Keduanya akan mewakili daerah ini ke tingkat nasional.

 

 Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Tim monitoring dan evaluasi Kearsipan menindaklanjuti hasil pengawasan penyelenggaraan kearsipan di Provinsi Gorontalo.

Tim ini diketuai Arsiparis Madya, Rosnawaty Ishak, dengan anggota Masita K Demak dan Feri Hulukati didampingi Nurgama Arsiparis Madya dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah selesai.

Selama melakukan monitoring dan evaluasi yang dimulai Selasa hingga Jumat (2-5/72019) memperoleh respon yang baik dari Dinas Kearsipan Kabupaten dan Kota, hal ini disebabkan penyelenggaraan kearsipan terutama pada pemerintah daerah masih banyak membutuhkan bimbingan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep Koton menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kearsipan Kabupaten dan Kota yang telah menerima tim pengawasan kearsipan dalam memberikan masukan dan tata cara penyelenggaraan kearsipan.

“Tata cara penyelenggaraan kearsipan harus sesuai kaidah perundang-undangan yang berlaku,” kata Yosep Koton, Sabtu (6/7/2019).

Yosep  Koton juga menyampaikan terima kasih kepada Arsiparis Madya dari ANRI, Nurgama yang telah melakukan pendampingan monitoring dan evaluasi selama di daerah-daerah untuk menyempurakan tata cara kearsiapn.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar seminar pengawasan penyelenggaraan kearsipan.

Kegiatan yang mulai berlangsung para Rabu (3/7/2019) ini akan menyinggahi beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.  Seminar diawali dari Dinas Kearsipan Kabupaten Boalemo.

Nurgama, staf ANRI dalam roadmap kegiatan ini dalam tugas disertai sejumlah pejabat Bidang Kearsipan Provinsi, pejabat administrator, arsiparis serta pengawas.

“Pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini berjenjang mulai ANRI melaksanakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan di pemerintah pusat dan pemerintah daerah sementara pemerintah daerah provinsi melaksanakan hal yang sama di OPD lingkungan provinsi dan oleh pemerintah kabupaten/kota,” kata Nurgama, Jumat (5/7/2019).

Demikian juga pejabat kearsipan kabupaten/kota memiliki tanggung jawab pengawasan penyelenggaraan kearsipan terhadap OPD di lingkungannya.

Nurgama mengatakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini agar berjalan sesuai kaidah kearsipan yang berlaku, yang merujuk pada Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tentang kearsipan dan peraturan peraturan kepala ANRI.

“Pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan akan tetapi mencari penyebab mengapa penyelenggaraan kearsipan tidak berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nurgama.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan penelitian arsip BP7 Sulawesi Utara di Gorontalo untuk diusulkan musnah ke Arsip Nasional Republik Indonesia.

Kegiatan ini dibawah pengawasan Kepala Dinas Yosep P Koton bersama Kepala Bidang Arsip, Arsiparis dan jajarannya.

Yosep Koton menyampaikan arsip BP7 Sulawesi Utara di Gorontalo yang arsipnya sudah tidak bernilai akan diusul musnah ke arsip nasional. Dalam usul musnah arsip tersebut terlebih dahulu dibentuk panitia sesuai peraturan Kepala ANRI Nomor 37 Tahun 2016 tentang penyusutan arsip.

Yosep menjelaskan, dalam aturan ini pada Bab III pasal 7 dikatakan bahwa (1) Pemusnahan arsip menjadi tanggung jawab pimpinan pencipta arsip. (2) Pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan terhadap arsip : a. Tidak memiliki nilai guna,  b. Telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, c. Tidak ada peraturan perundang undangan yang melarang dan d. Tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.

 Sementara dalam pasal 8 prosedur pemusnahan arsip berlaku ketentuan (1) Pembentukan panitia penilai arsip (2) Penyeleksian arsip (3) Pembuatan daftar arsip usul musnah oleh arsiparis di unit kearsipan (4) Penilaian oleh panitia penilai arsip (5) Permintaan persetujuan dari pimpinan arsip (6) Penetapan arsip yang akan dimusnahkan dan (7) Pelaksanaan pemusnahan.

“Sementara di pasal 9 disebutkan ayat 1 pelaksanaan kegiatan pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 dilakukan sesuai dengan prosedur pemusnahan arsip,” ujar Yosep Koton.

Lebih lanjut Yosep Koton menyatakan pada ayat 2 ketentuan mengenai teknik pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan kepala ANRI.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Sebanyak 30 perpustakaan sekolah, perguruan tinggi dan desa di Provinsi Gorontalo selesai diakreditasi oleh tim Perpustakaan Nasional

Akreditasi perpustakaan yang berlangsung 2 hari dan melayani 30 perpustakaan ini menjadi tantangan berat bagi semua pihak, karena harus mengoptimalkan waktu untuk menilai semua perpustakaan.

“Proses ini menguras energi dari semua pihak, Tim Assesor maupun pendamping yang bekerja mulai pagi hingga malam karena terbatasnya waktu yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional,” kata Yosep P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Kamis (27/6/2019).

Yosep Koton menyampaikan terima kasih kepada Tim Akreditasi yang telah bekerja maksimal tanpa mengenal lelah menyelesaikan tugas ini dan kepada pendamping yang telah membantu tim dari Jakarta sehingga berjalan lancar.

“Saya selaku pimpinan dan seluruh staf berharap hasil akreditasi ini akan meningkatkan kualitas perpustakaan di Provinsi Gorontalo,” ujar Yosep Koton.

Ketua Tim Akreditasi Perpustakaan, Agus Rifai juga manyampaikan terima kasih atas pelayanan dan bantuan dari pimpinan dan jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang telah membantu sehingga waktu yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional terlaksana dengan baik.

“Semoga apa yang menjadi harapan Kepala Dinas dan jajarannya terwujud,” kata Agus Rifai.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan sosialisasi program pendidikan dan pelatihan kepustakawanan tahun 2019 bertempat di Hotel Amaris, Kota Gorontalo.

Sosialisasi pendidikan dan pelatihan kepustakawanan ini diikuti 33 orang peserta dari perwakilan  Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, kabupaten dan kota, badan pendidikan dan pelatihan, dinas pendidikan, dari Kantor Wilayah Kementrian Agama, serta perwakilan perguruan tinggi.

“Tujuannya kegiatan ini adalah tersosialisasinya kurikulum bahan ajar dan pedoman Diklat serta meningkatkan kualitas penyelenggara Diklat kepustakawanan,” kata Supriana, ketua tim sosialisasi, Rabu (26/6/2019).

Supriana menjelaskan pada sosialisasi ini sejumlah narasumber didatangkan, mereka berasal dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Pusdiklat Perpusnas, Bidang Program dan Evaluasi Perpusnas, Sub Bidang Program dan Kurikulum Perpusnas, Pustakawan Perpusnas dan Widyaiswara Perpusnas.

Selain Supriana sebagai ketua, tim sosialisasi juga diperkuat anggota Nelmi Armita, Fery Adi Wibowo, Nurlaila  dan Nariman.

Supriana memaparkan pendidikan untuk pembinaan dan pengembangan dalam kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum Provinsi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten dan Kota yang ada di Gorontalo dengan organisasi profesi atau dengan lembaga pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep Koton dalam sambutan menyampaikan sumber daya manusia adalah salah satu penentu dalam penyelenggaraan kegiatan pengelolaan perpustakaan.  Tanpa didukung oleh SDM yang handal perpustakaan akan mengalami ketertinggalan.

“Untuk meningkatkan SDM tersebut perlu dilaksanakan Diklat bagi tenaga perpustakaan dan pustakawan agar dalam pengelolaannya akan lebih baik,” kaat Yosep Koton.

Yosep Koton mengungkap berdasarkan survei yang dilakukan di masyarakat tingkat kegemaran membaca masih berkisar 29,9  persen sementara di kalangan pelajar dan mahasiswa berada di kisaran 49,9 persen masih dibawah standar nasional di atas 60 persen.

Untuk meningkatkan kegemaran membaca ini berbagai cara dilaksanakan perpustakaan, di antaranya dengan mobil perpustakaan keliling mendatangi masyarakat serta sekolah dan komunitas lainnya.

“Dalam keberadaban negara maju peran perpustakaan sangat berarti, berbagai inovasi muncul dari pemustaka untuk kemajuan negaranya, oleh karenanya saya berharap ilmu yang didapat dalam sosialisasi ini akan bermanfaat dalam memajukan pengolola perpustakaan serta menjadi penyemangat pustakawan dalam peningkatan minat membaca,” ujar Yosep Koton.

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 4 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo