>

Displaying items by tag: PPID Kearsipan & Perpustakaan

Sabtu, 07 September 2019 20:00

ANRI Selesaikan Audit Kearsipan Gorontalo

GORONTALO – Tim audit Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membacakan risalah hasil audit kearsipan sekaligus penandatangan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo di ruang kerja Kepala Dinas, Jumat (6/9/2019).

Tim audit yang diwakili oleh Nurgamah,  Arsiparis Madya dan Dian Karina Lestari, Pranata telah melakukan audir arsip dengan mengambil sampel di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Biro Pemerintahan.

Audit kearsipan eksternal pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini menggunakan metode pengisian formulir, wawancara dan pengamatan langsung oleh tim audit ANRI.

“Aspek yang diaudit adalah ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, aspek pembinaan kearsipan, pengolahan arsip inaktif dengan retensi sekurang-kurangnya 10 tahun, pengelolaan arsip statis, aspek sumber daya manusia kearsipan, aspek organisasi kearsipan, aspek pra sarana dan sarana kearsipan dan pendanaan,” kata Nurgamah.

Pada akhir pelaksanaan audit kearsipan eksternal ini menghasilkan risalah sementara hasil audit dan telah ditanda tangani oleh Ketua tim audit Nurgamah serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Yosef P Koton,  yang dihadiri oleh Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga, fungsional kearsipan, pengawas dan pelaksana pada bidang kearsipan.

"Risalah ini nantinya akan dibawa dan dirapatkan kembali oleh para deputi di ANRI dan akan menghasilkan nilai," jelas Nurgamah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton mengharapkan nilai yang didapatkan lebih tinggi dari tahun lalu, dari kriteria cukup menjadi kriteria baik karena semua tugas dan fungsi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sudah dijalankan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071), Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286), dan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2019 tentang Pengawasan Kearsipan, Arsip Nasional Republik Indonesia telah melaksanakan audit kearsipan terhadap Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan dari tanggal 3-6 September 2019.

 

Pewarta :  Domy - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar pengawasan kearsipan eksternal di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo selama 4 hari, Selasa-Jumat (3-6/9/2019).

Tim pengawasan kearsipan nasional ini adalah Nurgamah, Arsiparis Madya dan Dian Karina Lestari, Pranata Arsip. Mereka diterima oleh Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan selaku Plh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

 “Selamat datang kepada tim pengawas eksternal ANRI Nurgamah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, permohonan maaf dari Keplaa Dinas atas ketidakhadiran beliau karena sementara berada di luar daerah menghadiri kegiatan Perpusnas,” kata Syahrudin Porindo, Selasa (3/9/2019).

Kepada Plh Kepala Dinas Nurgamah menyampaikan bahwa audit kearsipan adalah proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen objektif dan profesional berdasarkan standar kearsipan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisien dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

“Audit eksternal adalah audit kearsipan yang dilaksanakan oleh tim pengawas kearsipan eksternal atas penyelenggaraan kearsipan pada pencipta arsip dan lembaga kearsipan,” kata Nurgamah.

Nurgama menjelaskan dasar pelaksanaan pengawasan kearsipan eksternal adalah Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peratiran Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, keputusan Kepala ANRI nomor 53 tahun 2018 tentang instrumen audit kearsipan, peraturan ANRI nomor 6 tahun 2019 tentang pengawasan kearsipan.

Nurgama juga menjelaskan ada 8 item yang diaudit oleh tim dari ANRI, yaitu ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan bidang kearsipan dalam penetapan kebijakan kearsipan, program kearsipan, pengelolaan arsip inaktif dengan retensi sekurang kurangnya 10 tahun, penyusutan arsip, pengelolaan arsip statis, SDM kearsipan, kelembagaan dan prasarana dan sarana.

Pengawasan  kearsipan eksternal di dinas ini dihadiri oleh seluruh panitia persiapan audit eksternal yang diketuai oleh Arsiparis Ahli Madya Rosnawaty Ishak dan pejabat Arsiparis serta pejabat administrator, pengawas, pelaksana dan PTT serta PKL.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memusnahkan dokumen non-arsip 269 berkas, Jumat (30/8/3019).

Ratusan berkas non-arsip tersebut berasal dari Bidang Sekertariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  sebanyak 113 berkas, Bidang Kearsipan sebanyak 130 berkas dan Bidang Perpustakaan sebanyak 21 berkas.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Yosep P Koton, mengatakan tujuan dari pemusnahan berkas non-arsip adalah untuk tertib penataan arsip dan menghindari adanya penumpukan dokumen non-arsip yang tidak perlu di Ogranisasi Perangkat Daerah.

Kadis juga menjelaskan behwa dokumen non-arsip yang dimusnahkan ini hanya berupa undangan yang tidak ada kaitannya dengan tupoksi OPD dan tidak termasuk dalam Jadwal Retensi Arsip (JRA ).

Dalam kegiatan pemusnahan berkas non-0arsip Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan didampingi oleh para pejabat fungsional arsiparis, sekertaris dinas, pejabat administrator dan pengawas.

Pemusnahan berkas non arsip dilakukan secara total dengan menggunakan mesin pencacah arsip sehingga baik fisik dan informasi arsip musnah dan tidak dikenali lagi.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memusnahkan berkas non-arsip 269 berkas, Jumat (30/8/3019).

Ratusan berkas non-arsip tersebut berasal dari bidang sekertariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  sebanyak 113 berkas, bidang kearsipan sebanyak 130 berkas dan bidang perpustakaan sebanyak 21 berkas.

“Tujuan pemusnahan ini agar efisien dan efektif kerja serta penyelamatan informasi dari pihak yang tidak berhak,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Yosep Koton  juga menjelaskan kriteria pemusnahan ini adalah tidak memiliki nilai guna, telah habis retensi dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan jadwal retensi arsip, tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang, tidak berkaitan dengan penyelesaian proses hukum.

Pemusnahan berkas non-arsip berlangsung di aula dinas disaksikan oleh Yosep Koton didampingi Rosnawaty Ishak Arsiparis Ahli Madya, Trisye Mooduto Arsiparis Ahli Muda, Sekretaris Dinas Fauzi Makruf,  Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga, Kepala Bidang Perpustakaan Syahrudin Porindo serta pejabat pengawas kearsipan masing masing Sukri Ngabito dan Feri Hulukati.

Adapun pemusnahan berkas non-arsip dilakukan secara total dengan memasukkan berkas ke dalam mesin pencacah arsip sehingga fisik dan informasi arsip musnah dan tidak dapat dikenali lagi.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo harus melakukan evaluasi Analisis Jabatan ( Anjab ) dan Analisis Beban Kerja (ABK) di instansi masing-masing.

Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menerima kunjungan Tim Anjab dan ABK yang terdiri dari Badan Kepegawaian Daerah, Badan Keuangan, Biro Hukum dan Inspektorat bertempat di ruang sekretaris dinas, Kamis (29/8/2019).

Tim yang diketuai oleh Ismail Djafar diterima oleh Sekertaris Fauzi Makruf didampingi Kepala Sub-bagian Umum dan Kepegawaian, Yudha Pratidina Pakaya.

“Kami menyambut baik kedatangan Tim Anjab dan ABK dalam rangka melihat langsung posisi jabatan dan beban kerja yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Organisasi dan tata kerja dari suatu lembaga itu sangat dinamis sesuai dengan tantangan dan tuntutan zaman, oleh karena itu setiap perangkat daerah baik di pusat maupun di daerah perlu melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja,” kata Fauzi Makruf.

Dalam kunjunga ini Ismail Djafar menyampaikan bahwa tujuan dari kedatanagn mereka adalah ingin melihat langsung bagaimana Anjab dan ABK di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

“Apakah sudah sesuai jumlah kebutuhan ASN dan PTT atau tidak untuk ditindaklanjuti. Kami berharap setiap pejabat administrator dan pengawas yang hadir dalam kunjungan ini bisa memotret dan memetakan kebutuhan sumber daya manusia melalui evaluasi Anjab dan ABK,” kata Ismail Djafar.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang didampingi Kepala Bidang Perpustakaan menerima kunjungan pimpinan perguruan tinggi Universitas Terbuka, Rabu (21/8/2019) di ruang kerja.

Kunjungan pimpinan Universitas Terbuka ini adalah sebagai silaturrahim juga  menyerahkan 25 judul buku 70 eksemplar yang nantinya bisa diperuntukkan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa, para siswa dan masyarakat untuk menambah wawasan pengetahuan di perpustakaan ini.

Kadis arpusda Yosep P. Koton menyampaikan banyak

“Ini adalah bentuk kepercayaan dan penghargaan Pimpinan Universitas Terbuka terhadap Perpustakaan Daerah. Upaya ini juga sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Kunjungan ini juga sebagai titik awal menguatkan jejaring  dua lembaga pemerintah ini dalam mencerdaskan bangsa melalui dunia literasi. Ke depan lembaga ini akan mengembangkan berbagai kerjasama untuk meningkatkan minat baca, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Syahrudin Porindo, Kepala Bidang Perpustakaan  menambahkan bantuan buku ini akan digunakan untuk lebih meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan, menambah koleksi yang dibutuhkan masyarakat, dan menjadi referensi masyarakat dalam menambah pengetahuan.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO -  Prestasi dunia literasi di Provinsi Gorontalo mendapat perhatian secara nasional setelah Perpustakaan Desa Mawar Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato berhasil menjadi Juara Harapan 2 se-Indonesia.

Lomba perpustakaan desa nasional  ini dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional yang digelar Rabu-Sabtu (14-17/8/2019) bertempat di Hotel Aryaduta Jakarta.

“Lomba perpustakaan desa tingkat nasional yang diikuti  perwakilan perpustakaan desa provinsi Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Gorontalo,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Sabtu (17/8/2019).

Atas keberhasilan sebagai Juara Harapan 2 Pengelola Perpustakaan Desa Mawar mendapat hadiah uang tunai Rp15 juta dari Perpustakaan Nasional.

“Selamat atas perjuangan dan kerja keras Pengelola Perpustakaan Desa Mawar Kecamatan Patilanggio sehingga berhasil menjadi Juara Harapan 2,”ujar Yosep Koton.

Yosep menambahkan bahwa keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya semua berkat kerja keras kerja sama dan kekompakan akan berbuah baik.

 

Pewarta : Suleman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

 

GOPONTALO - Perpustakaan Bersahabat SMK Negeri I Limboto Kabupaten Gorontalo berhasil sebagai juara 4 (harapan) nasional dengan nilai 768,54.

Perpustakaan ini berhasil memperoleh hadiah pada final lomba perpustakaan terbaik tingkat nasional yang dilaksanakan pada Rabu-Sabtu (14-17/8/2019) di Hotel Aryaduta Jakarta.

Lomba yang diikuti 15 finalis dari 25.728 perpustakaan sekolah di seluruh indonesia tersebut berlangsung cukup menegangkan.

“Yang membuat ketegangan adalah di saat pengumuman hasil kejuaraan sebab ke-15 provinsi dalam pemaparan dan tanya jawab dengan dewan juri semuanya bagus dan mendapat apresiasi dari penonton sehingga masing masing berusaha bisa menang dan masuk 10 besar,” kata Susri, Pengelola Perpustakaan, Sabtu (17/8/2019).

Susri besyukur atas keberhasilan ini karena semua ini diraih atas kerja keras dari semua pihak,  SMK Negeri I Limboto, Pemerintah Kabupaten Gorontalo maupun Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Susri merasa bangga karena dengan keberhasilan ini telah mengangkat Provinsi Gorontalo di tingkat nasional.

“Terima kasih Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang telah memberikan pendampingan sehingga dapat berprestasi di tingkat nasional,” ujar Susri.

Sementara itu Yosep P. Koton menyampaikan selamat dan sukses kepada Perpustakaan Bersahabat SMK Negeri I Limboto atas prestasi yang diraih menjadi finalis ke-4 lomba perpustakaan SMA/ MA tingkat nasional dan berhasil membawa pulang uang Rp10 juta.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menerima mahasiswa magang Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Selasa (13/8/2019).

Mahasiswa magang Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai ini berjumlah 13 orang dengan dosen pembimbing Salman Alade, diterima oleh Kepala Dinas Yosep Koton dan Sekretaris Dinas Fauzi Makruf.

Salman Alade menjelaskan tujuan magang ini di samping program dari fakultas juga untuk melatih kemampuan mahasiswa di bidang manajemen yang sesungguhnya.

“Kami mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada para peserta magang di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan,” kata Yosep Koton

Kepada peserta  yosep menyampaikan tugas pokok dan fungsi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo adalah  dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.

“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan masih kekurangan SDM terutama dalam mengolah data baik di bidang kearsipan maupun bidang perpustakaan, dengan hadirnya mahasiswa magang selama 2 bulan ke depan akan dapat membantu dalam pengolahan data, di samping itu akan membantu mahasiswa magang tentang manajemen.

Yosep berharap mahasiswa peserta magang bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Ke-13 orang ini nantinya akan didistribusi ke masing-masing bidang dan sekretariat dan akan ada mentornya.

Sekreatris Dinas Fauzi makruf menyampaikan peserta magang akan dibagi kelompok yang beranggota 5 orang di bidang arsip dengan mentornya Reyni Mohamad selanjutnya 5 orang di bidang perpustakaan dengan mentornya Erna Harmain dan 3 orang disekertariat dengan mentornya Yudaya Pratidina Pakaya.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – “Sebuah arsip jangan dianggap sepele sebab jika kita salah dalam pengelolaan arsip bisa berurusan dengan hukum, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kita bisa dijerat hukuman penjara  5 tahun dan denda Rp500 juta,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Pernyataan Yosep Koton ini disampaikan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Persuratan dan Arsip di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Minggu (4/8/2019)  bertempat di hotel Dumhil Kota Gorontalo.

Pengelolaan arsip sebagai dokumen negara harus mengikuti prosedur baku sesuai perundang-undangan.

“Kita harus mengelola arsip dengan cara yang benar dan teratur sesuai dengan Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan Peraruran Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dalam proses pengelolaan kearsipan agar kita terhindar dari jeratan hokum,” papar Yosep Koton.

Yosep Koton berharap kepada Bawaslu kabupaten/kota dan provinsi dalam pengelolaan kearsipan berpedoman pada Undang-Undang yang berlaku agar terhindar dari jeratan hukum.

 

Pewarta : Domy - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama