>

Displaying items by tag: PPID Kearsipan & Perpustakaan

GORONTALO – Malam final pemilihan Duta Bahasa Privinsi Gorontalo dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Yosep P Koton, Sabtu (6/7/2019).

Pemilihan duta bahasa yang dilaksanakan di Bele Li Mbui Kota Gorontalo ini diikuti oleh 10 pasang fnalis dari berbagai instansi, kampus, dan lainnya.

Dalam sambutannya Yosep Koton yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo mengatakan kaum muda yang nantinya terpilih sebagai duta bahasa harus mampu bersaing di tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional agar nama Indonesia, khususnya Gorontalo kita bisa dikenal.

"Jangan lupakan bahasa nasional kita, Bahasa Indonesia mskipun kita bisa berbahasa asing, jga lestarikan bahasa daerah kita” kata Yosep Koton,

Pemilihan Duta Bahasa ini dilaksanakan untuk memilih pemuda yang memiliki kemahiran dalam berbahasa indonesia, bahasa asing dan bahasa daerah, peduli pada budaya dan kearifan lokal dengan bertujuan mendukung gerakan literasi nasional.

Yosef menambahkan angka budaya minat baca di Provinsi Gorontalo hanya 29 persen, masih jauh dari angka rata-rata nasional di angka 50 persen. Sehingga tugas Duta Bahasa dapat bersinergi dengan Duta Baca dan berperan dalam meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat agar angka minat baca bias naik signifikan.

Dalam pemilihan ini, Dewan Juri yang terdiri dari Sukardi Gau Kepala Kantor Bahasa, Basri Amin akademisi dan budayawan Mansur Dali memilih Cinda Amaliyah Rahman dan Zulkifli Walangadi sebagai Duta Bahasa Provinsi Gorontalo. Keduanya akan mewakili daerah ini ke tingkat nasional.

 

 Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Tim monitoring dan evaluasi Kearsipan menindaklanjuti hasil pengawasan penyelenggaraan kearsipan di Provinsi Gorontalo.

Tim ini diketuai Arsiparis Madya, Rosnawaty Ishak, dengan anggota Masita K Demak dan Feri Hulukati didampingi Nurgama Arsiparis Madya dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah selesai.

Selama melakukan monitoring dan evaluasi yang dimulai Selasa hingga Jumat (2-5/72019) memperoleh respon yang baik dari Dinas Kearsipan Kabupaten dan Kota, hal ini disebabkan penyelenggaraan kearsipan terutama pada pemerintah daerah masih banyak membutuhkan bimbingan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep Koton menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kearsipan Kabupaten dan Kota yang telah menerima tim pengawasan kearsipan dalam memberikan masukan dan tata cara penyelenggaraan kearsipan.

“Tata cara penyelenggaraan kearsipan harus sesuai kaidah perundang-undangan yang berlaku,” kata Yosep Koton, Sabtu (6/7/2019).

Yosep  Koton juga menyampaikan terima kasih kepada Arsiparis Madya dari ANRI, Nurgama yang telah melakukan pendampingan monitoring dan evaluasi selama di daerah-daerah untuk menyempurakan tata cara kearsiapn.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar seminar pengawasan penyelenggaraan kearsipan.

Kegiatan yang mulai berlangsung para Rabu (3/7/2019) ini akan menyinggahi beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.  Seminar diawali dari Dinas Kearsipan Kabupaten Boalemo.

Nurgama, staf ANRI dalam roadmap kegiatan ini dalam tugas disertai sejumlah pejabat Bidang Kearsipan Provinsi, pejabat administrator, arsiparis serta pengawas.

“Pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini berjenjang mulai ANRI melaksanakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan di pemerintah pusat dan pemerintah daerah sementara pemerintah daerah provinsi melaksanakan hal yang sama di OPD lingkungan provinsi dan oleh pemerintah kabupaten/kota,” kata Nurgama, Jumat (5/7/2019).

Demikian juga pejabat kearsipan kabupaten/kota memiliki tanggung jawab pengawasan penyelenggaraan kearsipan terhadap OPD di lingkungannya.

Nurgama mengatakan pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini agar berjalan sesuai kaidah kearsipan yang berlaku, yang merujuk pada Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tentang kearsipan dan peraturan peraturan kepala ANRI.

“Pengawasan penyelenggaraan kearsipan ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan akan tetapi mencari penyebab mengapa penyelenggaraan kearsipan tidak berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nurgama.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan penelitian arsip BP7 Sulawesi Utara di Gorontalo untuk diusulkan musnah ke Arsip Nasional Republik Indonesia.

Kegiatan ini dibawah pengawasan Kepala Dinas Yosep P Koton bersama Kepala Bidang Arsip, Arsiparis dan jajarannya.

Yosep Koton menyampaikan arsip BP7 Sulawesi Utara di Gorontalo yang arsipnya sudah tidak bernilai akan diusul musnah ke arsip nasional. Dalam usul musnah arsip tersebut terlebih dahulu dibentuk panitia sesuai peraturan Kepala ANRI Nomor 37 Tahun 2016 tentang penyusutan arsip.

Yosep menjelaskan, dalam aturan ini pada Bab III pasal 7 dikatakan bahwa (1) Pemusnahan arsip menjadi tanggung jawab pimpinan pencipta arsip. (2) Pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan terhadap arsip : a. Tidak memiliki nilai guna,  b. Telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, c. Tidak ada peraturan perundang undangan yang melarang dan d. Tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.

 Sementara dalam pasal 8 prosedur pemusnahan arsip berlaku ketentuan (1) Pembentukan panitia penilai arsip (2) Penyeleksian arsip (3) Pembuatan daftar arsip usul musnah oleh arsiparis di unit kearsipan (4) Penilaian oleh panitia penilai arsip (5) Permintaan persetujuan dari pimpinan arsip (6) Penetapan arsip yang akan dimusnahkan dan (7) Pelaksanaan pemusnahan.

“Sementara di pasal 9 disebutkan ayat 1 pelaksanaan kegiatan pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 dilakukan sesuai dengan prosedur pemusnahan arsip,” ujar Yosep Koton.

Lebih lanjut Yosep Koton menyatakan pada ayat 2 ketentuan mengenai teknik pemusnahan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan kepala ANRI.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Sebanyak 30 perpustakaan sekolah, perguruan tinggi dan desa di Provinsi Gorontalo selesai diakreditasi oleh tim Perpustakaan Nasional

Akreditasi perpustakaan yang berlangsung 2 hari dan melayani 30 perpustakaan ini menjadi tantangan berat bagi semua pihak, karena harus mengoptimalkan waktu untuk menilai semua perpustakaan.

“Proses ini menguras energi dari semua pihak, Tim Assesor maupun pendamping yang bekerja mulai pagi hingga malam karena terbatasnya waktu yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional,” kata Yosep P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Kamis (27/6/2019).

Yosep Koton menyampaikan terima kasih kepada Tim Akreditasi yang telah bekerja maksimal tanpa mengenal lelah menyelesaikan tugas ini dan kepada pendamping yang telah membantu tim dari Jakarta sehingga berjalan lancar.

“Saya selaku pimpinan dan seluruh staf berharap hasil akreditasi ini akan meningkatkan kualitas perpustakaan di Provinsi Gorontalo,” ujar Yosep Koton.

Ketua Tim Akreditasi Perpustakaan, Agus Rifai juga manyampaikan terima kasih atas pelayanan dan bantuan dari pimpinan dan jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo yang telah membantu sehingga waktu yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional terlaksana dengan baik.

“Semoga apa yang menjadi harapan Kepala Dinas dan jajarannya terwujud,” kata Agus Rifai.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan sosialisasi program pendidikan dan pelatihan kepustakawanan tahun 2019 bertempat di Hotel Amaris, Kota Gorontalo.

Sosialisasi pendidikan dan pelatihan kepustakawanan ini diikuti 33 orang peserta dari perwakilan  Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, kabupaten dan kota, badan pendidikan dan pelatihan, dinas pendidikan, dari Kantor Wilayah Kementrian Agama, serta perwakilan perguruan tinggi.

“Tujuannya kegiatan ini adalah tersosialisasinya kurikulum bahan ajar dan pedoman Diklat serta meningkatkan kualitas penyelenggara Diklat kepustakawanan,” kata Supriana, ketua tim sosialisasi, Rabu (26/6/2019).

Supriana menjelaskan pada sosialisasi ini sejumlah narasumber didatangkan, mereka berasal dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Pusdiklat Perpusnas, Bidang Program dan Evaluasi Perpusnas, Sub Bidang Program dan Kurikulum Perpusnas, Pustakawan Perpusnas dan Widyaiswara Perpusnas.

Selain Supriana sebagai ketua, tim sosialisasi juga diperkuat anggota Nelmi Armita, Fery Adi Wibowo, Nurlaila  dan Nariman.

Supriana memaparkan pendidikan untuk pembinaan dan pengembangan dalam kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum Provinsi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten dan Kota yang ada di Gorontalo dengan organisasi profesi atau dengan lembaga pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep Koton dalam sambutan menyampaikan sumber daya manusia adalah salah satu penentu dalam penyelenggaraan kegiatan pengelolaan perpustakaan.  Tanpa didukung oleh SDM yang handal perpustakaan akan mengalami ketertinggalan.

“Untuk meningkatkan SDM tersebut perlu dilaksanakan Diklat bagi tenaga perpustakaan dan pustakawan agar dalam pengelolaannya akan lebih baik,” kaat Yosep Koton.

Yosep Koton mengungkap berdasarkan survei yang dilakukan di masyarakat tingkat kegemaran membaca masih berkisar 29,9  persen sementara di kalangan pelajar dan mahasiswa berada di kisaran 49,9 persen masih dibawah standar nasional di atas 60 persen.

Untuk meningkatkan kegemaran membaca ini berbagai cara dilaksanakan perpustakaan, di antaranya dengan mobil perpustakaan keliling mendatangi masyarakat serta sekolah dan komunitas lainnya.

“Dalam keberadaban negara maju peran perpustakaan sangat berarti, berbagai inovasi muncul dari pemustaka untuk kemajuan negaranya, oleh karenanya saya berharap ilmu yang didapat dalam sosialisasi ini akan bermanfaat dalam memajukan pengolola perpustakaan serta menjadi penyemangat pustakawan dalam peningkatan minat membaca,” ujar Yosep Koton.

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melakukan pendampingan Tim Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional tahun 2019 di Provinsi Gorontalo.

Tim yang diketuai oleh Agus Rifai,  beranggotakan  6 orang yang dibagi menjadi 3 tim akan bekerja selama 2 hari Selasa-Rabu (25-26/6/2019).

Tim akreditasi ini melakukan pendampingan ke sejumlah perpustakaan sekolah yang akan diakreditasi, pepustakaan SD, SMP, SMA/SMK/MA, Perguruan tinggi dan perpustakaan desa yang semuanya berjumlah 30 buah.

“Tim akreditasi perpustakaan selama melaksanakan akreditasi dibantu oleh staf dinas untuk kelancarannya akreditasi,” kata Yosep P Koton, Kepala  Dinas Kearsipan Dan perpustakaan Daerah, Selasa (25/6/2019).

Yosep P Koton menjelaskan pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan akreditasi, termasuk melakukan pendampingan yang dibutuhkan.

“Jumlah yang kami usulkan untuk di akreditasi sebanyak 40 perpustakaan sementara yang disetujui sebanyak 30,” ujar Yosep Koton.

Ketua rombongan akreditasi perpustakaan, Agus Rifai, menyampaikan tujuan dari akreditasi ini untuk menaikkan akreditas Perpustakaan Provinsi Gorontalo ke jenjang yang lebih baik disamping itu kegiatan ini sudah menjadi program dari Perpustakaan Nasional.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Perpustakaan sangat penting bagi masyarakat Gorontalo, sebagai pusat dan wadah informasi juga sebagai penunjang untuk meningkatkan kulitas sumber daya manusia.

Hal ini disampaikan oleh Erna Harmain, Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo ada dialog interaktif siaran TVRI Gorontalo.

Erna Harmain menjelaskan angka persentase minat baca masyarakat di Provinsi Gorontalo mencapai 30 persen, angka ini menunjukkan minat baca masih masyarakat sangat rendah.

Beragam program dan cara akan dijadikan alat untuk meningkatkan  minat baca masyarakat, ini menjadi tantangan bagi Dinas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

“Kami bertekat untuk meningkatkan minat baca masyarakat, setidaknya menyamai angka minat baca nasional yang mencapai 60 persen. Di sinilah peran perpustakaan sangat penting dan dibutuhkan,” kata Erna Harmain.

Tekat ini diperkuat dengan Peraturan Daerah tentang bulan literasi melalui Peraturan Gubernur nomer 22 tahun 2017 yang dilaksanakan setiap bulan September.

Dalam dialog inteaktif ini Abdul Karim Tudje, Kepala Bidang Kearsipan dan Rosnawaty Ishak, sebagai fungsional di bidang kearsipan menjelaskan peran kearsipan di masyarakat.

Mereka memaparkan contoh arsip masyarakat seperti sertifikat tanah, akta lahir dan indentitas lainnya disimpan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, masyarakat tidak perlu takut karena surat yang telah disimpan bisa diambil kembali.

 

Pewarta : Domy – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG - Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi  Gorontalo menggelar pelayanan perpustakaan keliling di SMA Negeri 3 Kecamatan Atingola Kabupaten Gorontalo Utara.

Kedatangan perpustakaan keliling ini bertepatan dengan pelaksanaan Festival Gebyar Ketupat yang dipusatkan di daerah ini.

Ada yang menarik dari layanan ini, nuansa ketupat mewarnai perpustakaan keliling yang dilayani oleh sebuah mobil yang membawa banyak buku untuk dibaca siswa dan guru secara gratis.

“kami sengaja membawa mobil perpustakaan keliling ini untuk menyemarakkan kegiatan Festival Gebyar Ketupat di Atinggola,” kata Yosef P Koton, Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi  Gorontalo, Rabu (12/6/2019).

Kedatangan perpustakaan keliling ini disambut meriah para siswa, apalagi di sekitar mobil digantungi ketupat siap santap. Siswa atau guru yang menikmati sajian buku-buku bermutut dari perpustakaan ini juga dapat menikmati ketupat ini.

“Kami berterima kasih atas hadirnya mobil pelayanan perpustakaan dari provinsi yang membantu siswa dan pengajar dalam proses belajar mengajar,” kata kepala SMA 3 Gorontalo Utara.

Usai menamatkan bahan bacaannya, para siswa diminta mempresentasikan hasil membacanya kepada petugas. Siswa yang mampu mempresentasikan diberikan cenderamata.

 

Pewarta : Suleman – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
Selasa, 11 Jun 2019 19:06

Dinas Arpus Ajak Warga Lapas Gemar Membaca

GORONTALO – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo untuk mengenalkan layanan perpustakaan keliling.

Kunjungan perpustakaan keliling ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca pada warga binaan lembaga pemasyarakatan.

Bersamaan dengan pengenalan perpustakaan keliling ini juga dilakukan sosialisasi minat baca pada warga binaan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton dan warga binaan yang di dampingi oleh I Putu Sukohartawan, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Gorontalo.

Sosialisasi yang bertempat  di ruang Perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo.

"Dengan membaca kita bisa melihat dunia luar yang penuh warna. Walaupun dengan keadaan fisik kita yang berada di penjara tapi dengan membaca kita bisa merasakan kebebasan,” kata Yosef  Koton, Selasa (11/6/2019).

Kegiatan perpustakaan keliling dan sosialisasi minat baca dihadiri oleh 43 warga binaan. Warga binaan menyambut gembira dan berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali saja, dan setiap buku-buku harus diperbaharui agar mereka tidak merasa bosan dengan judul yang sama setiap berkunjung ke Lapas ini.

 

Pewarta : Domy – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama