Print this page
Kamis, 15 Agustus 2019 15:12

12.300 Ha Hutan Dan Lahan Kritis Akan Direhabilitasi

Oleh
Beri rating
(0 suara)

LIMBOTO - Pemerintah  Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar rapat koordinasi dan pembinaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Rabu (14/8/2019) di Hotel Limboto Indah, Kabupaten Gorontalo.

Narasumber yang hadir pada acara tersebut terdiri dari Inspektur Wilayah IV Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kepala KPPN Gorontalo.

Sejumlah peserta hadir dalam kegiatan ini, mereka adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala BPDASHL Bone Bolango, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Rehabilitasi, Para Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan se-Provinsi Gorontalo, Para Kepala UPT KLHK, Ketua Forum DAS serta para penyedia/kontraktor RHL.

Dalam sambutan Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka menyampaikan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan,mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga memiliki daya dukung, produktif dan memiliki peranann dalam mendukung sistem penyangga kehidupan.

“Kami mengharapkan kepada jajaran kehutanan, BPDASHL, KPH, KSDA, Taman Nasional, khususnya para penyedia agar selalu berkoordinasi dan berkomunikasi terus-menerus untuk suksesnya Program RHL di Provinsi Gorontalo,” kata Fayzal Lamakaraka.

Fayzal Lamkaraka menjelaskan areal kawasan hutan yang menjadi lokasi RHL sebagian sudah ada masyarakat sebagai penggarap lahan. Oleh karena perlu pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia meminta kepada para pimpinan perusahaan penyedia harus sering datang ke lokasi jangan hanya petugas-petugas bawahan, agar memahami kondisi sosial sehingga lebih proaktif dan antisipatif. Selain itu juga  kepada jajaran kehutanan, khususnya BPDASHL agar selalu berkomunikasi dengan para  pengelola kawasan hutan, KPH, KSDA dan TN agar bersama-sama dalam menyukseskan RHL.

Dalam rakor ini Balai PDASHL Bone Bolango menargetkan luas areal penanaman 12.300 Ha dengan sasaran lokasi RHL adalah kawasan hutan yang Kritis.

"Tujuan Rakor ini agar para pelaksana bisa melakukan pekerjaan sesuai rencana dan pedoman kegiatan dengan mengacu pada ketentuan di dalam kontrak,  saat ini pekerjaan sedang dalam proses pembuatan persemaian dan pembibitan" ungkap Kepala BPDASHL Bone Bolango , M Tahir.

Jenis tanaman yang ditanam di RHL terdiri jenis kayu-kayuan dan Tanaman MPTS yang menghasilkan buah dan tanaman ini nantinya merupakan Aset di KPH untuk selanjutnya dapat di kelola bersama masyarakat.

Pola ini diyakini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui Skema Perhutanan Sosial atau Kerjasama.

Pada Rapat tersebut hadir juga Inspektur Wilayah IV KLHK, M Yunus yang telah melakukan pendampingan RHL.

Kepala KPPN Gorontalo hadir sebagai narasumber menjelaskan langkah antisipasi pengajuan pencairan dana menjelang akhir tahun ke KPPN. KKPN akan memproses berdasarkan kelengkapan administrasi yang diajukan berdasarkan ketentuan yang ada dan berharap para penyedia tidak dirugikan.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Baca 230 kali