>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

JAKARTA – Kementerian Pariwisata Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan coaching clinic penyelenggaraan Calendar of Event (CoE) peningkatan kompetensi SDM kepariwisataan.

Dalam kegiatan ini sejumlah pembicara dihadirkan untuk membekali pengetahuan dan kemampuan peserta, mereka adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kurator Bidang Festival  dalam Tim CoE Denny Malik, Danny M. Noeranto seorang profesional  di bidang panggung, sounds, lighting/show director, Dewi Gontha Dirut Java Festival Production, Jamaludin Mahmood  dari International Commissaire UCI di bidang sport tourism dan Intan Ayundavira seorang Event Director JFC.

Dalam coaching clinic ini hadir Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo yang diwakili Sofyan J Puloo Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata.

“Kegiatan berlangsung selama 2 hari, Rabu dan Kamis (17-18/7/2019) di Sparks Luxe Hotel, Jakarta,” kata Sofyan Puloo, Senin (22/7/2019).

Tujuan dari pelaksanaan Coaching Clinic ini untuk mengangkat kualitas penyelenggaraan Calendar of Event (CoE) agar lebih profesional serta berstandar internasional.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya memastikan atraksi wisata indonesia dalam 100 Calendar of Event (CoE) yang telah ditetapkan setiap tahunnya sudah memiliki kualitas terbaik untuk ditawarkan kepada wisatawan.

“Setiap acara harus memiliki Creative Value seperti musik, koreografi, kreasi, pola lantai yang kreatif dan bertaraf nasional dan lebih baik lagi bertaraf internasional dan Commercial Value yang memiliki unsur cultural and economic value. Dan yang terakhir adalah CEO Value yaitu komitmen pemimpin daerah masing – masing,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menambahkan kesalahan fatal pada pembuatan acara hampir sebagian besar digunakan untuk kegiatan, akhirnya hanya cultural value yang didapat tetapi economic value tidak tercapai.

Jika kegiatan hanya dinikmati oleh penduduk lokal berarti bukan pariwisata karena pariwisata harus mendatangkan uang sebagai pendapatan daerah. Seharusnya yang dilakukan adalah pembiayaan dibagi  menjadi 50 persen untuk promosi dan 50 persen kegiatan.

“Jadi pra acara sudah dikeluarkan biaya 50 persen untuk promosi,” ujar Arief Yahya.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

MANADO – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo memamerkan sejumlah produk pada Pameran Produk Unggulan di Festival Pesona Bunaken, Manado Town Square, Sulawesi Utara.

Sejumlah produk seperti makanan ringan dan minuman khas Gorontalo , sulaman karawo, sulaman, upiya karanji, dan lainnya menjadi perhatian pengunjung selama pameran 4 hari, Rabu-Sabtu (17-20/7/2019)

“Diharapkan dengan keikutsertaan ini dapat memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan Gorontalo sekaligus memperkenalkan destinasi wisata,”  kata Nurlaela N. Musa, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan SDM Pariwisata. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli M Katili yang juga hadir dalam kegiatan ini mengatakan keikutsertaan Gorontalo pada pameran poduk unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kreatifitas produk  di pasar global, khususnya dalam era perdagangan bebas.

“Semoga bermanfaat bagi semua pihak terutama memberikan kontribusi bagi pengembangan daya saing industri pariwisata dan dapat meningkatkan perekonomian nasional,” ujar Rifli Katili.

Pameran unggulan ini merupakan rangkaian Festival Pesona Bunaken 2019, yang menjadi agenda pariwisata nasional tahunan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan PT Aira Mitra Media Jakarta.

Tujuan Festival Pesona Bunaken  ini adalah sarana promosi potensi dan peluang pariwisata, industri dan perdagangan dari berbagai daerah di Indonesia secara terintegrasi.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

BALI -  Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo mengikuti rapat koordinasi (rakor) sinergi pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata dan kegiatan dekonsentrasi tahun 2020.

Kepala Dinas Rifli M Katili dan Ivonela R Larekeng, Kepala Pengembangan Pemasaran Pariwisata Provinsi hadir dalam rakor yang digelar di Bali Dinasty Resort, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Kamis (18/7/2019).

Rapat dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, dihadiri para Asisten Deputi di lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata serta para Kepala Dinas Pariwisata Provinsi se-Indonesia.

“Tujuan rakor ini adalah untuk memaksimalkan implementasi strategi pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata dan sinkronisasi serta koordinasi kegiatan dekonsentrasi tahun 2020,” kata Rifli Katili.

”Rakor ini untuk mensinergikan kebijakan nasional, strategi dan program terkait Pengembangan destinasi pariwisata dan Pemasaran Pariwisata dalam melaksanakan kegiatan dekonsentrasi tahun 2020,” ujar Rizki Handayani.

 

Pewarta : Intan - Dinas Pariwisata

GORONTALO – Sebanyak 30 paket bantuan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo diserahkan kepada orang usia lanjut (Lansia) nonpotensial atau kurang mampu, Jumat (19/7/2019).

Penyerahan ini dilakukan oleh Sekretaris Komisi Daerah lanjut Usia (Komda Lansia) Yusuf Talib dan

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Yusnandar Karim di Kantor Desa Modelidu Kabupaten Gorontalo.

“Penyerahan bantuan bahan pangan untuk para lanjut usia nonpotensial  yang kebanyakan berada di pedesaan yang sekarang belum terjangkau oleh program pemerintah,” kata Yusnandar Karim dalam sambutanya mewakili Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo

Menurut Yusnandar Karim lansia dapat diberdayakan dan dapat berperan aktif dalam pembangunan dengan memperhatikan fungsi kreatif, pengetahuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman, usia dan kondisi fisik.

Sekretaris  Komda lansia Provinsi Gorontalo, Yusuf Talib menyampaikan Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelayanan kesejahteraan lanjut usia. Hal ini tercermin dalam penyerahan paket bantuan bahan pangan  ini, yang masing-masing  lansia mendapatkan beras 10 kg, Ikan kaleng, mie instan, gula pasir, dan teh.

“Semua orang berharap pada saatnya  nanti mendapatkan kesempatan menjadi lanjut usia yang bijaksana dan menikmati  masa senja dengan baik,’ujat Yusuf Talib.

Masyarakat  juga diminta berperan untuk membahagiakan para lanjut usia, karena bahagia adalah obat paling mujarab bagi lansia yang kondisi fisik dan pikiranya sudah menurun.

 

Pewarta : Yoan Talib - Dinas Sosial PP dan PA

SUWAWA – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menghadiri upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Senin (22/7/2019).

“Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa tahun ini merupakan momentum bagi seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap tugas dan fungsi yang diemban oleh Kejaksaan,” kata Wagub Idris Rahim saat diwawancarai usai upacara Hari Bhakti Adhyaksa.

Idris berharap, Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum, maupun sebagai pengacara negara serta Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), dapat terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemprov Gorontalo untuk mewujudkan visi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tiga fungsi Kejaksaan itu telah berjalan maksimal. Ke depan perlu adanya sinergitas dan koordinasi dengan semua pihak sehingga tugas dan fungsi Kejaksaan di bawah Kajati yang baru lebih baik lagi,” ujar Idris Rahim.

Sebelumnya Jaksa Agung dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Jaja Subagja, yang bertindak sebagai inspektur upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, menyampaikan perintah harian kepada seluruh jajaran Kejaksaan.

Jaksa Agung menginstruksikan seluruh jajaran Kejaksaan untuk meningkatkan profesionalitas, kemampuan perorangan dan satuan, memupuk solidaritas, mampu bekerja sama, berkoordinasi dan bersinergi, meningkatkan keberanian dan kejujuran, serta mengukuhkan jiwa korsa. Selain itu, insan Adhyaksa juga diminta mempersiapkan diri untuk mengabdi dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan, keunggulan, dan keutuhan negeri.

“Segenap insan Adhyaksa agar benar-benar mampu menjaga integritas dan disiplin diri dalam melaksanakan tugas kedinasan maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” ujar Kejati Gorontalo.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO –Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo menggelar pemantapan pelopor perdamaian daerah.

Pemantapan pelopor perdamaian daerah ini adalah melatih para relawan sosial di bidang perdamaian sosial untuk menjalankan fungsinya sebagai pencegah konflik, pendukung penghentian konflik dan pemulih konflik sosial.

“Peran pelopor perdamaian ini menciptakan suasana damai di lingkungan masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan pemantapan pelopor ini adalah tersedianya relawan perdamaian daerah yang terlatih. Juga meningkatkan peran masyarakat dalam penanganan konflik sosial,” kata Risjon Kujiman Sunge, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo.

Pemantapan ini berlangsung di hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Rabu-Jumat (17-19/7/2019) yang diikuti 35 orang peserta. Dalam kegiatan ini hadir Kepala Bidang Perlindungan Dan Jaminan Sosial Sularno Suhono, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nurlinda, Kasubdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Helmi DTR Mulya, dan Direktur Binmas Polda Gorontalo Kombes Sumarno.

Risjon Kujiman Sunge menambahkan, perdamaian sosial adalah salah satu cita –cita dan impian warga indonesia. Hidup berdampingan secara damai berdasarkan persaudaraan sejati, toleransi, saling menghormati dan menghargai, dan tidak diskriminatif adalah harapan setiap orang.

Berbagai konflik sosial yang terjadi di sejumlah daerah beberapa dekade terakhir tidak menyurutkan tekad pemerintah dan masyarakat untuk menjaga perdamaian. Pemerintah pusat, daerah dan masyarakat saling memperkuat.

Helmi DTR Mulya, mengungkapkan terdapat sejumlah pertimbangan pentingnya peran masyarakat dalam penanganan konflik sosial antara lain, sumber daya pemerintah sangat terbatas sehingga masalah tidak akan dapat terselesaikan hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, dampak konflik sosial kian besar dan meluas yang tidak diimbangi dengan sumber-sumber pembiayaan atau pembelanjaan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Masyarakat memiliki potensi dan sumber daya sangat besar dalam mendukung penanganan konflik sosial jika dimobilisasi dan di optimalkan perannya,” kata Helmi DTR Mulya.

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas Dinas Sosial PP dan PA.

GORONTALO -  Anes Djafar, pegawai Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo meninggal dunia saat menjalankan tugas di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Anes Djafar meninggal saat mengikuti pertemuan apresiasi pengawas benih tanaman yang diikuti oleh semua dinas pertanian seluruh Indonesia dari Selasa-Jumat (16- 19/7/2019).

Anes Djafar adalah pengawas benih pada Balai Pengawasan Perbenihan Dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Provinsi Gorontalo.

Jenazah Anes Djafar diberangkatkan dari Palangkaraya dengan pesawat Lion dan tiba di Gorontalo pada Jumat pukul 18.30 Wita yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Mulyadi D Mario di Bandar udara Djalaludin.

“Almarhum Anes Djafar adalah pegawai Dinas Pertanian yang berdedikasi, menjadi kebanggaan dinas. Meninggalnya Anes Djafar betul-betul membaut kami berduka cita,’ kata Mulyadi Mario, Sabtu (19/7/2019).

Keikutsertaan Anes Djafar ke pertemuan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta motivasi pengawas benih tanaman. Dalam pertemuan ini juga dijalin kesamaan persersi bagi pengawas benih tanaman di daerah.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

GORONTALO – Para pelaku usaha perajin sambal sagela  memberi kontribusi  yang nyata dalam dinamika perekonomian di Provinsi Gorontalo.

Dari para pelaku industri rumah tangga inilah ikan julung-julung tangkapan nelayan diserap setelah melalui proses pengasapan oleh pelaku usaha lainnya. Rantai produksi sambal sagela ini telah menghidupkan banyak warga di berbagai daerah pesisir.

Karena perannya dalam menghidupkan siklus produksi inilah para perajin sambal sagela memiliki sumbangan yang nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Para perajin produk ini sebagian besar adalah kaum ibu sehingga wanita memiliki peran besar pada peningkatan ekonomi.

Sambal sagela sebagai produk olahan rumahan telah menjadi komoditas yang diperhitungkan dalam menggerakkan ekonomi daerah. Di banyak gerai dan toko, sambal sagela selalu ditemukan dengan cita rasanya yang khas.

“Dinas Pangan Gorontalo dalam program konsumsi dan keamanan pangan terus berupaya memberdayakan para pelaku usaha kecil menengah dalam menjaga kualitas produk sambal sagela. Wisatawan yang datang ke daerah ini tidak susah mencari sambal sagela,” kata Sila Botutihe, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo seusai membuka rembuk pelaku ushaa sambal sagela di Kota Gorontalpo, Sabtu (20/7/2019).

Salah seorang pelaku usaha sambal sagela, Zahra khan berharap  ada gerai yang khusus menyajikan produk olahan ikan sagela dari semua pelaku usaha.

“Kalau ada gerai, perajin sambal sagela akan lebih fokus pada kualitas produk agar lebih bergaung di luar daerah,” ujar Zahra Khan.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

GORONTALO – Rembuk Pangan Lokal Sagela digelar Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dalam program konsumsi dan keamanan pangan.

Pertemuan ini bertempat di Bantayo Lami, aula kediaman mantan walikota alm Medi Botutihe, Sabtu (20/7/2019) yang dihadiri oleh para pelaku usaha kecil menengah di Gorontalo dan dinas terkait.

Kepala Dinas pangan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe mengapresiasi para pelaku usaha kecil menengah, khusus sambal sagela yang hadir dengan ragam variasi produknya.

“Dinas Pangan adalah intisusi yang bertanggung jawab pada ketahanan pangan di daerah. Kami mendorong inovasi ragam pangan berbasis sumberdaya hayati perikanan lokal seperti ikan julung-julung atau roa sebagai bahan baku sambal sagela,” kata Sila Botutihe yang didampingi Kepala Seksi Keamanan Pangan, Sabrawaty Razak.

Ragam produk pangan lokal ini harus bergizi dan aman, apalagi sambal sagela merupakan produk yang disukai masyarakat.  Sila Botutihe mengajak semua warga untuk menyukai produk olahan rumah tangga ini dan mengenalkan kepada masyarakat lain, termasuk yang berada di daerah lain.

"Mari kita viralkan slogan makan tak lengkap tanpa sagela," ujar Sila Botutihe.

Sila Botutihe akan memfasilitasi pengembangan produk sagela dengan membangun Gerai Sagela dan akan membentuk asosiasi pelaku usaha sambal sagela. Asosiasi ini sebagai mitra Dinas Pangan, Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo

“Cita rasa sambal sagela ini harus tetap dipertahankan, kualitas itu penting karena yang dicari konsumen adalah produk yang bermutu.,” kata Sila Botutihe.

Rembuk para pengelola usaha sambal sagela ini berlangsung meriah, mereka saling berbagi pendapat untuk meningkatkan kualitas produk, keamanan pangan, dan memperkuat jaringan pemasaran.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

PATILANGGIO  – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akan segera mengevaluasi harga bahan pangan Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) dari agen penyedia Brilink yang ditunjuk oleh pihak terkait.

Hal ini dilakukan setelah mendengar keluhan masyarakat di Kecamatan Pattilanggio Kabupaten Pohuwato, yang menilai harga bahan pangan yang diterima perbulan melalui agen yang ditunjuk terlalu mahal.

“Saya mau evaluasi ini pak kadis,” tegas Rusli dalam kegiatan bakti sosial NKRI Peduli ke 115 di Desa Dulomo Kecamatan Pattilanggio Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/7/2019).

Rusli mengungkapkan BPNTD yang semula berupa uang Rp100 ribu tiap bulan, diganti menjadi bahan pangan dengan nilai yang sama, karena ada masyarakat yang mempergunakan uang tersebut hanya untuk membeli hal-hal lain seperti pulsa, miras, togel, atau lainnya diluar bahan pangan.

” Ini dikhususkan untuk membantu bapak ibu saudara sekalian untuk bahan pangan, supaya tidak susah mencari beras,” jelas Rusli.

Iapun menyatakan jika  masyarakat tak perlu khawatir dengan keberlangsungan pasar murah yang akan berlangsung hingga akhir  masa pemerintahannya tahun 2022.

” Program ini tidak perlu dikhawatirkan, tidak perlu diragukan atau dianggap bohong. Karena (pasar murah) ini sudah ada sejak saya jadi gubernur, seperti ini,” jelas Rusli.

Pasar murah yang dilaksanakan juga merupakan perintah presiden untuk selalu membantu rakyat.

“Pak presiden perintahkan para gubernur, bupati, walikota harus dekat dengan rakyat, harus melayani rakyat,” katanya lagi.

Dalam bakti sosial kali ini bantuan BPNTD diberikan untuk 139 orang untuk masa tiga bulan dengan nilai total Rp41.700.000.

Pasar murah NKRI peduli menyediakan ikan tuna 1000 paket, beras 5000 kg, gula 1000 kg, minyak goreng 1000 kg, cabe rawit 500 kg, bawang merah 500 kg, bawang putih 500 kg, telur 1000 butir dengan harga. Seluruh paket sembako yang dibagi dalam berbagai ukuran hanya dihargai dengan sangat murah yaitu Rp5000.

Selain bahan makanan, baksos juga memberikan pelayanan kesehatan gratis.

 

Pewarta : Asriani - Humas

Halaman 1 dari 38
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo