Print this page
Jumat, 13 Desember 2019 23:35

Gerakan Tanam Cabe Bantu Ekonomi Keluarga

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah didampingi Kadis Pangan Sutrisno  saat berada di kebun cabe pada launching gertam cabe di Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/12/2019). (Foto : Haris-Humas) Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah didampingi Kadis Pangan Sutrisno  saat berada di kebun cabe pada launching gertam cabe di Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/12/2019). (Foto : Haris-Humas)

LIMBOTO  – Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah memotivasi ibu rumah tangga (IRT) untuk menanaman cabe dan sayur mayur guna membantu ekonomi keluarga.

Motivasi ini disampaikan Idah saat melaunching gerakan tanam (gertam) cabe di Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/12/2019).

“Ayo, kita membantu ekonomi keluarga. Kita sebagai Ibu rumah tangga bisa berkontribusi untuk menyedekahkan penghasilan kita untuk keluarga agar sejahtera,”  kata Idah Syahidah.

Menurut Idah Syahidah gerakan tanam cabe dan sayuran lainnya dalam program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) memiliki tiga fungsi yang harus diterapkan dalam keluarga.

Ketiga fungsi tersebut yaitu KRPL untuk peningkatan gizi keluarga, peningkatan ekonomi keluarga, dan peningkatan ketahanan pangan keluarga.

Anggota DPR RI Komisi VIII ini meminta agar ibu rumah tangga bisa memanfaatkan program pemerintah.

“Apa artinya program pemerintah kalau masyarakat tidak mempergunakannya dengan baik. Pemerintah ingin masyarakatnya sejahtera, masyarakatnya giat memanfaatkan program pemerintah,” urai Idah Syahidah.

Idah berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan program pemerintah sebaik-baiknya agar terjadi peningkatan kesejahteraan.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno menjelaskan latar belakang adanya gerakan tanam cabe karena begitu tingginya lonjakan harga cabe, sementara setiap rumah tangga mengkonsumsi cabe sehingga memicu terjadinya inflasi.

Sutrisno berpendapat harga cabe yang tinggi bisa disiasati dengan pemanfaatan pekarangan.

 “Kita bisa mensiasati jika harga cabe tinggi. Masing-masing keluarga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabe, ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga,” urai Sutrisno.

Sutrisno menyebutkan tahun ini Dispan membagikan 10 ribu bibit cabe. Empat ribu bibit merupakan swadaya ASN Dinas Pangan yang melakukan pembibitan di kantor melalui kerja bakti setiap hari Jumat. Sementara enam ribu bibit merupakan bantuan pemerintah melalui program gertam cabe.

Di lokasi kegiatan, Dispan membagikan 1000 bibit cabe untuk Kabupaten Gorontalo dan juga 100 polibag kepada KRPL Hunggaluwa sebagai KRPL terbaik I tahun 2019.

Selain gertam cabe, di lokasi yang sama Dispan juga menyelenggarakan pasar murah untuk beberapa bahan pokok dengan harga distributor.

 

Pewarta : Anie/Haris - Humas

Baca 250 kali