>
Rabu, 08 Juli 2020 22:56

Produk Gula Aren Dulamayo Perlu Pemasaran Yang Baik

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Gorontalo A meninjau produksi gula semut di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/7/2020) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Gorontalo A meninjau produksi gula semut di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/7/2020)

TALAGA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Gorontalo mendorong pengemabngan pemasaran produk gula semut yang produksi oleh warga Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Talaga.

Anggota DPRD ini juga meminta minimarket dapat menampung dan memasarkan produk lokal ini. Pemasaran dapat dilakukan dengan menyediakan pojok UMKM.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Hasan mengatakan UMKM gula semut ini perlu dibuat kemasan sachet. Agar bisa dipasarkan di minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.

“Produksi olahan gula aren di desa ini hasil binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. Produk UMKM ini memiliki daya saing bahkan bisa menembus pasar ekspor,” kata Fadli Hasan usai meninjau proses produksi gula aren menjadi gula semut di Dulamayo Selatan, Rabu (8/7/2020).

Ia mengatakan, produksi gula semut dari desa ini mencapai 2 ton perbulan dengan kemasan yang sudah bagus. Sehingga dibutuhkan konsistensi mengelola produk gula semut. Apalagi bahan baku pohon aren banyak tersedia.

 “Mudah-mudahan DPRD Provinsi melihat dan memetakan pasar-pasar yang ada,” ungkap Fadli

Fadli Hasan juga berharap gula semut ini bisa masuk di industi perhotelan. Begitupun acara-acara yang diselenggarakan Pemda Provinsi maupun kabupaten/kota turut memakai gula semut. Pemasaran seperti ini menurut Fadli akan meningkatkan pendapatan petani.

 “Yang kedua kesadaran tentang pemanis organik. karena kita tahu bersama pembunuh terbesar di negeri ini adalah diabetes yang dihasilkan dari gula pasir. Kami berharap dengan adanya gula semut ini hidup yang lebih sehat,” ucapnya.

Fadli Hasan meminta Pemerintah Provinsi, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari pemasaran yang lebih baik. Fadli mengingatkan jangan sampai produksinya melimpah tapi pasarnya tidak ada. Hal ini yang membuat petani putus asa.

 

Pewarta : Hengki – Set DPRD

Baca 483 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama