Print this page
Kamis, 17 Oktober 2019 19:27

Rusli Habibie Minta Kabupaten/Kota Anggarkan Pasar Murah

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie foto bersama dengan warga di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo di sela-sela pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli, Kamis (17/10/2019).  (Foto Salman-Humas). Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie foto bersama dengan warga di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo di sela-sela pelaksanaan Bakti Sosial NKRI Peduli, Kamis (17/10/2019).  (Foto Salman-Humas).

BATUDAA – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk menganggarkan pasar murah bagi rakyat. Program yang sudah dilaksanakan pemerintah provinsi sebanyak 133 kali sejak tahun 2013 lalu.

“Perintah Presiden Joko Widodo negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya melalui pasar murah ini. Harusnya pemerintah kabupaten dan kota juga ikut menganggarkan supaya bisa saling bersinergi,” kata Rusli Habibie saat menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (17/10/2019).

Rusli Habibie menyebut program kerakyatan semacam ini butuh kemauan politik yang kuat. Ia mencontohkan anggaran di Kabupaten Gorontalo sebesar Rp1,6 Trilun yang “hanya” mengurusi 19 kecamatan.

“Bandingkan dengan Provinsi Gorontalo yang anggaran Rp2 Triliun tapi bisa membuat acara semacam ini di lima kabupaten dan satu kota. Jadi ini tergantung kepedulian pimpinan (untuk menganggarkan),” papar Rusli Habibie.

Seperti pelaksanaan pasar murah sebelum-sebelumnya, pemprov melalui Dinas Kumperindag menjual tujuh bahan pokok seperti beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir.

Ada juga bawang merah, bawang putih dan cabai masing-masing setengah kg. Semuanya dijual paket Rp55 ribu atau serba lima ribu.

Dilaksanakan juga penyerahan bantuan benih jagung untuk warga Kecamatan Batudaa senilai Rp37,5 juta. Total bantuan benih jagung untuk Kabupaten Gorontalo sebanyak .6.300 kg untuk lahan seluas 420 hektare senilai Rp315 juta.

 

Pewarta: Isam - Humas

Baca 298 kali