>

MARISA - Warga Desa Teratai dan Bulangita Kabupaten Pohuwato mengikuti pemulihan psikologis korban bencana banjir.

Warga 2 desa ini pernah mengungsi selama sepekan akibat rumah dan ladang mereka terendam banjir pada Juli 2019. Banjir saat itu sangat parah hingga mereka terpaksa meninggalkan harta benda ke tempat yang lebih aman.

Sebagian harta benda di rumah juga hanyut, tanaman tak bisa dipanen. Mereka bertahan hidup di tempat pengungsian yang jauh dari kenyamanan.

Pemulihan psikologis korban banjir ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Pohuwato, Johny Nento. Dalam sambutannya, Johny Nento minta masyarakat bekerjasama menjaga lingkungan, menanam pohon di kawasan yang gundul dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Menjaga lingkungan dengan menanam pohon sangat penting, masyarakat harus memperhatikan ini,: kata Johny Nento, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo saat memberi sambutan pada pembukaan pemulihan korban bencana mengharap warga korban bencana banjir bisa pulih kondisi kehidupanya dan bisa melaksanakan kegiatan seperti sediakala.

“Bencana itu peristiwa alam yang biasanya berulang dalam kurun waktu tertentu, oleh karena itu saya berharap masyarakat waspada dan cermat terhadap kondisi lingkungan masing-masing, siapkan tas ransel untuk selamat yang berisi dokumen penting seperti ijazah, surat tanah dan surat berharga lsinya, beserta obat-obatan, makanan dan minuman siap saji yang bisa bertahan 3 hari,” kata Sumarwoto.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Petugas membantu masyarakat agar aman dan memfasilitasi kehidupan di pengungsian.

“Mari kita jaga alam, alam akan jaga kita. Salam tangguh,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO – sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memberi materi pada Workshop Pengkajian Kebutuhan PascaBencana (Jitupasna) yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Gorontalo Utara di Training Center Hotel Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (3/10/2019).

Dalam Paparanya Sumarwoto menjelaskan kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam penanggulangan bencana yakni memberikan layanan informasi bencana kepada masyarakat, layanan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Kami juga memberikan bantuan evakuasi dan pertolongan korban bencana dan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemulihan korban bencana baik fisik maupun non fisik,” kata Sumarwoto.

Lebih jauh dijelaskan 5 hal lingkup pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yakni mulai dari sektor pemukiman, infrastruktur dan sosial,  ekonomi produktif dan multisektor.

Penangananan Bencana harus melibatkan multisektor dan sampai tingkat pemerintahan terbawah di desa atau kelurahan.

Kegiatan Jitupasna membutuhkan bantuan dan keterlibatan dinas teknis untuk menghitung dampak kerugian yang diakibatkan oleh bencana.

Diakhir penyampaiannya, Sumarwoto mengharapkan seluruh stakeholder untuk aktif berperan serta dalam upaya penanggulangan bencana.

“Partisipasi aktif dalam penanggulangan kebencanaan insyaallah bernilai ibadah, salam tangguh, salam kemanusiaan,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Badan Pennaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar apel kendaraan dinas roda dua, Jumat (27/9/2019).

Apel ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapsiagaan dan menunjang operasional pelaksanaan tugas sehari-hari staf BPBD, agar lebih cepat dan lebih efisien. Dalam apel ini juga ditekankan bagi pemegang kendaraan wajib menjaga, merawat  dan mengkondisikan agar bersih dan siap digunakan setiap saat.

Apel kendaraan ini dilaksanakan secara rutin tiap tahun 2 kali, ini dimaksudkan untuk mengecek kondisi kendaraan baik fisik maupun surat-suratnyanya, kendaraan dinas harus sehat dan siap pakai serta aman untuk dikendarai.

“Kendaraan tidak boleh dipakai untuk ke tempat-tempat yang tidak selayaknya seperti warung penjual minuman keras, tempat judi dan tempat-tempat prostitusi,” kata Sumarwoto, Keplaa BPBD Provinsi Gorontalo.

Sumarwoto memerintahkan kepada Sekretaris BPBD untuk mengatur kembali distribusi kendaraan agar tepat sasaran.

“Tolong disiapkan 1 unit motor trail yang paling baik siap pakai kapan saja untuk disediakan di kantor yang bisa dipakai siapa saja dalam keadaan darurat, dan 1 kendaraan motor biasa untuk keperluan pengurusan surat-surat dan keperluan umum lainya,” ujar Sumarwoto.

Hasil pengecekan didapat beberapan kendaraan yang tidak ada battery, klakson tidak bunyi, lampu sein mati, dan STNK hilang, serta kendaraan kotor.

Atas temui ini Sumarwoto memerintahkan Kepala Sub-bagian Umum untuk mengurus perbaikan dan perawatan motor dengan biaya kantor dan pemegang mencuci/membersihkan motornya masing-masing.

“Atas nama lembaga, kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang kendaraan motor yang sudah merawat dan memanfaatkan dengan baik,” kata Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Tim Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dipimpin oleh Letjend TNI (Purn) Yusuf Kartanegara melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Kunjungan rombongan yang dilakukan pada Kamis (19/9/2019) ini diterima oleh Sumarwoto, Kepala (BPBD) Provinsi Gorontalo.

“Tugas dan fungsi BPBD dalam penanggulangan bencana yang mulai dari fase prabencana yang menekankan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, kemudian fase kedua penanganan darurat dan fase ketiga melakukan layanan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto juga melaporkan sumberdaya yang dimiliki baik SDM, peralatan, logistik dan anggaran. Juga dijelaskan jenis bencana yang sering terjadi di Gorontalo.

Ketua Tim Wantimpres, Letjend TNI Yusuf Kartanegara menjelaskan tugas Wantimpres adalah diminta atau tidak untuk memberi pertimbangan kepada presiden terkait masalah ekonomi, Hankam dan permasalahan pembangunan pada umumnya.

“Wantimpres turun ke OPD yang terkait dan saat ini BPBD yang menjadi sasaran kunjungan kerja, dengan tujuan mendapatkan masukan permasalahan yang terkait dengan upaya pencegahan, mitigasi dan penanganan darurat serta pemulihan dan hubungan kerja koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Letjend TNI Yusuf Kartanegara.

Sumarwoto menjelaskan bahwa kordinasi dengan BNPB selama ini tidak ada masalah, kendala utama adalah minimnya anggaran.

“Kami mengusulkan agar BNPB memprogramkan dana Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan mitigasi pencegahan bencana,” ujar Sumarwoto.

Dalam kunjungan ini kedua instansi ini saling menyerahkan cenderamata dari Wantimpres ke BPBD dan sebaliknya dari BPBD untuk Wantimpres.

 

Pewarta : iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  atas nama Pemerintah Provinsi menyerahkan bantuan korban bencana kebakaran di Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Minggu (15/9/2019).

Bantuan ini berupa family kids 4 paket, kids ware 2 paket, perlengkapan sekolah 2 paket, selimut  4 lembar, tikar 4 lembar,  sandang 4 paket,  tenda gulung (terpal) 4 lembar.

“Pemerintah Provinsi merasa prihatin atas musibah kebakaran ini, data menunjukkan bahwa di Kota Gorontalo ini kejadian yang ke 25 di tahun 2019,” kata SUmarwoto.

Data BPBD Provinsi Gorontalo menunjukkan  90 persen  kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik, oleh karena itu Sumarwoto meminta masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah maupun gedung perkantoran.

“Hindari colokan yang tumpang tindih dan penggunaan kabel yang tidak standart,” pinta Sumarwoto.

Sumarwoto berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang tengah dilanda musibah, korban diminta bersabar dan segera bangkit dari suasana bersedih agar bisa segera pulih kembali aktifitas sehari-hari.

“Bagi masyarakat sekitar harap kejadian seperti ini dijadikan pelajaran berharga dan bisa mengdindari musibah kebakaran,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Kamis, 05 September 2019 23:57

Auditor ANRI Kunjungi Kantor BPBD

GORONTALO - Tim Audit Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) didampingi tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang dipimpin Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Tim ini diterima oleh Sekretaris Badan di ruang rapat. Dalam kunjungannya Tim ANRI dipimpin Nurgamah menyampaikan bahwa audit kearsipan merupakan proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen objektif dan profesional berdasarkan standar kearsipan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisien dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

Dalam kunjungan ini Tim ANRI meninjau langsung ke tempat penyimpanan arsip BPBD.

Sekretaris BPBD, Agus Maliki menyampaikan bahwa untuk penyempurnaan pengelolaan arsip di BPBD perlu pengelolaan yang maksimal terutama dari pengelola perlu ditingkatkan pemahaman tentang kearsipan.

“Melihat kompetensi pengelolala arsip BPBD ini perlu peningkatan kualitas, paling tidak kami akan ikutkan Diklat atau Bimtek pengelolaan arsip agar mereka bisa mengelola dengan baik, sehingga bisa meraih pengelola berkualitas arsiparis,” kata Agus Maliki, Kamis (5/9/2019).

Agus Maliki juga menjelaskan perlunya penyiapan infrastruktur arsip seperti box arsip, untuk pengadaan center data arsip. Meningkatkan pengelolaan arsip ini adalah keharusan karena merupakan kewajiban setiap OPD dalam menjaga amanah terkait dengan dokumen negara yang perlu dilindungi dan dijaga.

“Perlu ada penanganan mulai dari pengelolaan sampai pada pemilahan data arsip bahkan kami sampai pada akuisisi, di dalam akuisisi ini kami bisa melihat mana arsip dinamis dan mana arsip statis,” papar Agus Maliki.

Di dalam arsip dinamis  dapat terlihat arsip yang sangat fundamental dan arsip biasa sehingga perlu mengacu pada Jadwal Retensi Arsip (JRA).

BPBD sudah memiliki JRA sehingga dapat melakukan pengelolaan arsip itu sesuai ketentuan yang ada.

Jika arsip OPD tertata baik maka akan melancarkan kegiatan di kantor, memudahkan untuk melaksankan tupoksi yang ada berikutnya, agenda kegiatan terdokumentasi yang suatu saat akan menjadi nilai sejarah bagi OPD.

 

 Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto mewakili Gubernur Gorontalo menghadiri pembukaan latihan bersama penanggulangan bencana alam di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone.

Latihan bersama ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan aparat dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Provinsi Gorontalo.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi atas inisiatif Pangdam XIII/Merdeka yang memprakarsai latihan bersama  penanggulangan bencana Alam, khususnya kebakaran hutan,” kata Sumarwoto, Rabu (4/9/2019).

Dengan latihan bersama ini, SUmarwoto yakin aparat akan terlatih dan terampil, memiliki kemampuan bekerjasama dan chemistry yang baik, sehingga akan memudahkan dan memaksimalkan peran sertanya ketika ada bencana sesungguhnya.

“Sudah tergambar siapa berbuat apa dan apa tanggung jawabnya masing-masing. Ini penting sekali, karena saat tertimpa bencana biasanya akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa, saling mengharapkan dan bahkan saling menyalahkan,” papar Sumarwoto.

Sumarwoto mengungkap pesan Gubernur Gorontalo bahwa Pemerintah Provinsi memberi dukungan penuh upaya latihan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

Ke depan akan dilakukan evaluasi dan perbaiki system latihan ini agar terus mendapatkan kemajuan sehingga aparat penanggulangan bencana benar-benar terlatih dan terampil.

Dalam kegiatan ini juga digelar pameran peralatan evakuasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini juga dihadiri Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang berlangsung kompak dan sesuai dengan rencana.

Sumarwoto berharap latihan bersama ini berhasil membangun kebersamaan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Semoga Gorontalo terhindar dari bencana.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  bersama Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Nurhadi Rahim meninjau Lokasi Kebakaran hutan dan Lahan di Kecamatan Monano dan Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (30/8/2019).

Hutan dan Lahan yang terbakar cukup luas sekitar 6 Ha, Sebagian besar sudah bisa diatasi, namun siang tadi muncul lagi di 3 lokasi titik api baru, disinyalir ada kesengajaan dari masyarakat yang akan membuka lahan baru. Api merambat sangat cepat karena cuaca sangat panas dan tiupan angin cukup kencang.

“Kami berharap aparat desa menyadarkan masyarakat untuk tidak membuka lahan baru dengan cara membakar hutan, ini akan merusak lingkungan dan ekosistem,” kata Sumarwoto.

Kepala BPBD Gorontalo Utara Nurhadi Rahim juga menyesalkan tindakan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar hutan, risikonya sangat besar, bisa jadi api merambah sampai ke pemukiman warga.

Untuk mengatasi kebakaran ini BPBD Provinsi dan Kab Gorontalo Utara bejerjasama dengan TNI/Polri dan Pemadam kebakaran bahu-membahu untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di Monano dan Sumalata Timur.

“Kuncinya ada di Pemerintah Desa dan masyarakat itu sendiri, kalau masyarakat menyadari risikonya dan saling mengingatkan, insyaallah kebakaran hutan bisa diatasi,” jelas Sumarwoto.

Sumarwoto juga memaparkan tim penilai kerugian yang dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Isnandar saat ini sedang menilai dampak kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan ini.

 

Pewarta : Iwandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  membuka rapat evaluasi program bidang kesekretariatan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.

Dalam Sambutanya Sumarwoto menegaskan bahwa evaluasi itu merupakan salah satu siklus manajemen yang sangat penting, dengan evaluasi maka akan terlihat faktor-faktor yang menghambat dan juga diketahui pula hal yang mendukung keberhasilan kegiatan.

“Selama ini kita kurang melakukan evaluasi bahkan terkesan enggan untuk dievaluasi, entah khawatir ditemukan kesalahan dan ketidaksempurnaan, padahal justru dengan evaluasi maka akan terlihat kekurangan dan akan dijadikan koreksi perbaikan di masa datang,” kata Sumarwoto, Kamis (29/8/2019).

Sumarwoto berharap kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan cermat, staf dan PTT diminta mencermati, agar memiliki kemampuan yang lengkap sehingga bisa ditempatkan di mana saja untuk membantu memaksimalkan pelayanan dan pengabdian.

Kepada para esselon 3 dan 4 Sumarwoto meminta proses evaluasi yang cermat dan jujur sehingga tahun depan ada peningatan prestasi kerja.

“Selamat melaksanakan rapat evaluasi semoga diperoleh hasih yang maksimal untuk meningkatkan kinerja BPBD Provinsi Gorontalo, salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta: Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekolah merupakan lingkungan yang memiliki waktu lama dipadati orang, mulai pukul 07.00 - 16.30 Wita, selama itu pula siswa dan guru berada dalam satu ruang.

Jika terjadi bencana alam seperti gempa atau lainnya kemungkinan timbulnya jumlah korban yang sangat banyak. Untuk itu sekolah harus dapat mengakses informasi pengurangan risiko bencana.

Hal ini disampaikan oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang menjadi narasumber dalam kegiatan workshop pelatihan simulasi Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) di SMKN 5 Kota Gorontalo, Selasa (27/8/2019).

“Pentingnya warga sekolah mendapat informasi pengurangan risiko bencana,” kata Sumarwoto.

Kegiatan ini sangat strategis untuk pengurangan risiko bencana, yang perlu disiapkan oleh sekolah adalah pembentukan gugus tugas penanggulangan bencana di sekolah yang anggotanya guru dan siswa serta relawan dari masyarakat sekitar.

“Yang kedua membuat jalur-jalur evakuasi di lingkungan sekolah, ke arah mana warga sekolah akan dievakuasi. Yang ketiga struktur bangunan diperkuat sesuai standar. Yang ke empat lakukan latihan dan simulasi secara berkala. Dengan latihan maka warga sekolah akan tahu prosedur evakuasi dan penyelamatan,” jelas Sumarwoto.

Pada akhir pemaparan Sumarwoto berharap dukungan DPRD Provinsi Gorontalo dan institusi terkait seperti TNI/POLRI, PMI pemerintah setempat untuk bersama-sama melakukan mitigasi.

“BPBD Provinsi Gorontalo siap mendukung kegiatan Sekolah Madrasah Aman Bencana. Salam Tangguh. Salam Kemanusiaan,” pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo