>

PAGUYAMAN – Gubernur Gorontalo mengeluarkan ancaman keras bagi warganya yang masih nekat melakukan pembakaran lahan. Hak itu untuk menyikapi maraknya kebakaran lahan dan rumah ysng terjadi di musim kemarau saat ini.

“Kita sudah putuskan kalau ada petani atau masyarakat yang dengan sengaja membakar hutan dan ladang itu harus ditangkap dan diproses secara hukum,” tegas Rusli saat memberikan bantuan Baznas kepada seribu warga di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Rabu (18/9/2019).

Rusli menyebut akan menutup lahan perkebunan pelaku pembakaran serta tidak diizinkan menggarap selama 10 tahun. Pembakar lahan juga terancam tidak menerima bantuan pertanian berupa benih, pupuk dan alat mesin pertanian.

Aturan itu akan dipertegas melalui Peraturan Gubernur Gorontalo yang saat ini sedang dikaji oleh Biro Hukum. Aturan yang memperkuat larangan pembakaran lahan seperti UU. No. 32 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), UU no. 18 tahun 2004 tentang Perkebunan serta Permen Lingkungan Hidup no. 10 tahun 2010.

“Itu aturan ancamannya 10 tahun, dendanya tiga sampai 10 miliar Rupiah,” imbuhnya.

Musim kemarau yang melanda Gorontalo beberapa bulan terakhir sedikitnya menyebabkan 105. kebakaran Kebakaran terjadi di lahan, hutan dan rumah warga.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

PAGUYAMAN – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengharamkan bantuan uang dari Badan Amil Zakat (Baznas) dibelanjakan warga untuk tiga hal yakni membeli rokok, miras dan pulsa.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Rusli saat menyerahkan bantuan bagi seribu warga miskin di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Rabu (18/9/2019).

“Saya haramkan bantuan Baznas ini dibelanjakan rokok, miras dan pulsa. Uang ini harus dimanfaatkan untuk bahan makanan seperti beras, minyak goreng dan lain-lain,” tegas Rusli.

Ia tidak ingin bantuan senilai Rp100.000,- per orang itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Uang Baznas diharapkan bisa membantu kebutuhan pangan terlebih di musim kemarau panjang seperti saat ini.

“Apalagi kalau hanya untuk togel atau judi lain. Jadi sekali lagi nggak boleh dipakai untuk rokok, miras dan beli pulsa,” tandasnya.

Berbagai cara dilakukan Pemprov Gorontalo untuk membantu kebutuhan pangan warga saat Darurat Kekeringan. Selain santunan dari Baznas, ada juga bantuan air bersih dan gelaran pasar murah.

Ada delapan bahan pokok yakni beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih, cabe dan ikan tuna masing-masing setengah kg. Semuanya cukup ditebus dengan harga Rp60.000,-.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

PAGUYAMAN – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membantu kebutuhan pangan warga saat Darurat Kekeringan. Selain bantuan air bersih dan pasar murah, Pemprov menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gorontalo untuk membantu seribu warga di kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Rabu (18/9/2019).

“Di sini harusnya ada pasar murah, tetapi dari Dinas Sosial tidak sempat mengadakan satu hari di dua tempat. Jadi saya putuskan tadi saya hubungi Baznas, diganti dengan uang masing-masing 100 ribu Rupiah,” ucap Rusli saat memberi sambutan.

Bantuan uang 100 ribu Rupiah diharapkan bisa dibelanjakan untuk kebutuhan pangan. Terlebih saat ini sedang musim kemarau panjang. Pemkab Boalemo menjadi satu dari tiga kabupaten yang sudah menetapkan status Darurat Kekeringan.

Terkait dengan masalah kekeringan, Rusli mengingatkan warganya untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sekedar membakar sampah di halaman rumah. Dikhawatirkan api merambat ke tempat lain.

“Tidak boleh bakar-bakar sekarang. Ini baru saja terjadi ada warga yang bakar sampah apinya menjalar ke mana-mana, hampir membakar rumah-rumah di sekitarnya. Hampir juga toko istri saya terbakar,” imbuh mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Pagi sebelumnya, Gubernur Rusli bersama istri Idah Syahidah dan rombongan menggelar pasar murah di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Ada delapan  bahan  pokok yang dijual yakni beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter dan telur 10 butir. Ada juga bawang merah, bawang putih, cabe dan ikan tuna masing-masing setengah kg. Semuanya cukup ditebus dengan harga Rp60.000,-.

 

Pewarta: Ecyhin - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO – Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba mendorong seluruh stakeholder, baik Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten kota untuk aktif mengatasi ancaman stunting di Gorontalo.

Menurutnya, stunting ini merupakan ancaman karena menyangkut kualitas masyarakat.

“Kalau ini kita tidak tangani secara konprehensif, maka lambat laun kualitas maupun kompetensi masyarakat Indonesia itu bisa dipertanyakan. Bagaimana bisa membangun satu bangsa jika masyarakatnya tidak berkualitas.
Bisa-bisa kita masyarakat Indonesia menjadi pesuruh di negara kita sendiri, Itu ancamannya,” ungkap Sekda saat membuka acara sosialisasi, advokasi program dan NSPK dalam rangka pembinaan pencegahan stunting di Provinsi Gorontalo, di hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Rabu (18/9/2019).

Darda juga mengatakan dalam menangani stunting harus melihat aturan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), karena ada standar pelayanan mininum juga yang harus dicapai, sehingga kebijakan-kebijakan yang harus dikeluarkan nanti oleh pimpinan daerah baik itu gubernur, bupati walikota itu sama ketika menangani stunting.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole menyebutkan, saat ini angka stunting Provinsi Gorontalo menurun dari angka 34 persen ke angka 32 persen.

“Walaupun tidak secara signifikan turunnya, namun dalam tiga tahun terakhir ini Provinsi Gorontalo dianggap sebagai provinsi yang mampu menurunkan angka stunting. Untuk daerah yang paling tinggi angka stuntingnya di Gorontalo berada di Kabupaten Pohuwato, Gorut dan Boalemo,” ujarnya.

Misranda juga mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bukan hanya berusaha menurunkan stunting yang sudah ada, tapi bagaimana mencegah stunting sedini mungkin serta mengedukasi kabupaten kota untuk lebih menekankan angka stunting.

“Kami berusaha menjaga yang sehat tetap sehat, dan mencegah stanting sedini mungkin sehingga stunting yang sekarang ini tidak akan bertambah,” tandasnya.

Untuk pencegahan stunting, provinsi juga sudah ditunjang oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan, mereka sudah memprogramkan pemberian ikan untuk ibu hamil, karena ikan ini merupakan sumber gizi yang perlu diasup oleh ibu ibu yang sedang hamil.

 

Pewarta : Nova - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

RANDANGAN - Masalah lahan warga di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato dimediasi oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (18/9/2019). Mediasi berlangsung di Kantor Bupati Pohuwato dengan menghadirkan unsur Forkopimda kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Badan Pertanahan Pohuwato serta perwakilan warga.

Sejumlah warga menuntut pembayaran 14 bidang lahan yang terdampak pembangunan Bendung Randangan. Lahan tersebut sebelumnya disengketakan antara warga lokal dan warga transmigran yang belakangan menempati daerah tersebut.

“Ternyata dari 14 sertifikat ditemukan baru tiga sertifikat (yang benar-benar terdampak). Tiga ini masih nama warga transmigrasi. Ketika diperiksa lagi, dapat lagi 10 (sertifikat) tetapi tidak berada di wilayah genangan. Jadi ini yang tolong dipahami,” beber Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga.

Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai (BWS) selaku instansi teknis tidak bisa melakukan pembayaran mengingat status tanah yang belum jelas. Butuh pengecekan lebih jauh tentang siapa pemilik lahan, bukti kepemilikan serta letak lahan apakah benar-benar terdampak atau tidak.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta semua pihak untuk mendudukkan persoalan dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku. Gubernur menginstruksikan untuk membentuk tim terpadu yang akan bekerja sebelum tahun 2019 berakhir.

“Saya minta apa yang kita putuskan harus ada catatannya. Ditulis semua dan itu menjadi pegangan kita. Saya mohon tidak lewat dari tahun 2019 harus sudah terealisasi. Kalau memang mereka berhak kita bayar, kalau tidak ya jangan.

Ada tiga poin berita acara yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Semua pihak bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan 14 bidang tanah akibat pembangunan Bendung Randangan. Disepakati pembentukan tim terpadu dengan masa kerja hingga 31 Desember 2019.

Warga yang menuntut lahannya difasilitasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Fungsinya untuk mengumpulkan bukti sertifikat tanah, dokumentasi serta pendampingan hukum untuk menyelesaikan masalah lahan.

 

Pewarta: Ecyhin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BUNTULIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali menggelar pasar murah yang dipusatkan di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu (18/9/2019). Sebanyak 1.500 warga dihadirkan untuk menikmati berbagai kebutuhan pangan serba lima ribu Rupiah.

Selain Kecamatan Buntulia di Kabupaten Pohuwato, rencananya Pemprov menggelar acara serupa di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo sore hari nanti. Sehari sebelumnya pasar murah digelar di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

“Kemarin-kemarin sebelum Pileg dan Pilpres saya di bully, digunjing orang, katanya kegiatan semacam ini hanya digunakan untuk kampanye. Setelah itu tidak ada lagi. Hari ini saya buktikan insyaallah sampai 2022 pasar murah seperti ini akan terus saya laksanakan,” buka Rusli saat memberi sambutan.

Rusli menyebut pasar murah ke 123 kalinya digelar di masa kepemimpinannya itu untuk memberikan kemudahan akses pangan bagi warga. Terlebih saat ini sebagai besar daerah dilanda kemarau berkepanjangan yang membuat pemerintah provinsi mentapkan status Darurat Kekeringan.

“Apalagi sekarang musim kemarau seperti ini. Makanya hari ini saya datang bawa 1.500 paket sembako murah. Saya tahu di sini lumbung beras, tapi tetap saya bawa beras 10 ton untuk bapak/ibu sekalian,” imbuhnya.

Delapan bahan pokok dijual paket dengan harga yang sangat murah. Satu paket berisi beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter, telur 10 butir dan ikan setengah kg. Ada juga bawang merah, bawang putih dan cabe rawit masing masing setengah kilogram. Semuanya hanya ditebus dengan harga Rp60 ribu.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

BOTUMOITO – Tahlil dan Yasinan mengiringi malam ketujuh wafatnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Seperti yang digelar oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah di Kediaman pribadi Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Selasa (17/9/2019).

Doa bersama sengaja digelar di Boalemo karena Gubernur Rusli sedang berada di luar daerah untuk urusan dinas. Puluhan ibu-ibu pengajian dari Majelis Taklim Babussalam diundang yang dipimpin Ustadz Rahman, imam setempat.

“Alhamdulillah malam ini kami sempatkan untuk menggelar tahlil dan yasinan bersama memperingati malam ketujuh wafatnya pak BJ Habibie. Besok saya ada agenda di Boalemo dan Pohuwato jadi sekalian kita buat di sini acaranya,” ujar Rusli.

Tahlil dan yasinan juga digelar di Rumah Jabatan Gubernur. Sejak malam pertama hingga malam ketujuh doa bersama terus digelar. Sejumlah pemerintah daerah di Gorontalo juga menggelar acara serupa.

“Saya atasnama pemerintah, pribadi dan keluarga Habibie mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Gorontalo yang sudah mendoakan almarhum,” imbuhnya.

BJ Habibie yang memiliki ayah berdarah Gorontalo meninggalkan karya besar dengan mendirikan SMU Insan Cendekia tahun 1996. Sekolah yang kini bernama MAN Insan Cendekia itu menjadi salah satu sekolah unggulan nasional yang memadukan iptek dan imtak.

 

Pewarta: Isam - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendoakan mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie yang wafat Rabu pekan kemarin.

Atas nama pemerintah, pribadi dan keluarga besar Habibie, Rusli menilai bangsa Indonesia khususnya warga Gorontalo sangat tulus dan ihlas mendoakan BJ Habibie. Mulai saat saat almarhum sakit, wafat hingga  memasuki peringatan hari ketujuh.

“Saya membaca dan juga melihat pemerintah daerah menggelar zikir, doa dan lain-lain. Semoga amal baik bapak/ibu sekalian mendapatkan imbalan yang setimpal,” tutur Rusli, Selasa (17/9/2019).

Warga Gorontalo menyampaikan rasa duka dengan berbagai cara. Selain mengibarkan bendera setengah tiang, di masjid-masjid kampung menggelar shalat gaib berjamaah menindaklanjuti instruksi Wali Kota dan Bupati. Sekolah-sekolah, instansi pemerintahan dan swasta juga menggelar pengajian dan tahlilan di tempat masing-masing.

“Sekali lagi, saya atasnama pemerintah, pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Gorontalo yang telah mendoakan beliau,” imbuhnya.

Meskipun lahir di Pare Pare, BJ Habibie memiliki tempat istimewa di hati warga Gorontalo. Ayahnya Alwi Abdul Jalil Habibie merupakan putra asli Gorontalo. Orang-orang tua Gorontalo sejak dulu senang mendoakan anak-anaknya untuk menjadi penerus BJ Habibie.

Habibie meninggalkan salah satu karya besar dengan mendirikan SMU Insan Cendekia tahun 1996. Sekolah yang kini menjadi MAN Insan Cendekia itu menjadi salah satu sekolah unggulan nasional yang memadukan iptek dan imtaq.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO   - Menghadapi status Darurat Kekeringan di daerah, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengintensifkan pelaksanaan pasar murah yang rutin digilir di setiap kecamatan. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Selasa (17/9/2019).

“Masyarakat sekarang banyak kekeringan. Air tidak ada, bahan pangan yang dibeli tidak ada, uang untuk membeli tidak ada. Makanya saya datang di Kelurahan Tapa dan sekitarnya untuk memberikan pasar murah,” terang Rusli dengan Bahasa Gorontalo.

Selain di Kota Gorontalo, Gubernur Rusli dijadwalkan hari ini akan bertolak ke Boalemo dan Pohuwato untuk menggelar acara serupa. Diharapkan warga bisa terbantu dalam hal akses pangan dengan harga serba lima ribu Rupiah.

Tujuh bahan pokok dijual paket yakni beras lima kg, gula satu kg, minyak goreng satu liter, telur 10 butir. Ada bawang merah, bawang putih dan cabe rawit masing masing setengah kilogram. Semuanya hanya ditebus dengan harga Rp55.000.-

“Jadi semua sembako ini dijual pak gubernur serba lima ribu. Sembako ini disediakan 1.500 paket jadi semua insyaallah dapat. Tidak usah dorong-dorongan,” imbuhnya.

Gubernur Rusli menyebut pasar murah yang ke 122 kali digelar selama kepemimpinannya ini merupakan bagian dari perintah Presiden Jokowi.  Kepala daerah diminta hadir di tengah-tengah rakyat memberikan pelayanan yang terbaik.

Selain pelaksanaan pasar murah, Pemprov Gorontalo bekerjasama dengan pemerintah kabupaten terus menyalurkan distribusi air bersih ke 16 kecamatan yang terdampak. Data sementara menyebut ada 32.624 jiwa warga korban kekeringan.

 

Pewarta: Ecyhin - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO– Sejumlah mahasiswa asal Papua menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan proses perkuliahannya di Provinsi Gorontalo.

Komitmen itu menjadi salah satu poin pernyataan sikap yang dibacakan saat bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Selasa (17/9/2019).

Pertemuan yang dihadiri Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail, Danrem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw itu diawali dengan sarapan pagi bersama. Hadir juga Wakajati Gorontalo dan Kabinda Daeng Rosada.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemprov Gorontalo karena kami telah merasa menjadi bagian dari masyarakat Gorontalo. Kami tidak merasa asing dengan masyarakat Gorontalo yang selama ini telah memperlakukan kami dengan baik,” ucap Inus J. Mambrasar, perwakilan mahasiswa.

Poin kedua pernyataan sikap tersebut bahwa mereka akan fokus menyelesaikan studi di Gorontalo. Mereka bertekad tidak akan terpengaruh dengan provokasi oleh pihak-pihak tertentu yang justru hanya akan menghambat studinya.

“Yang ketiga kami bertekad akan terus mendukung kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta menghormati kebinekaan,” imbuhnya.
Poin keempat dari pernyataan sikap yakni memohon agar Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada mereka sehingga bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

“Kelima, demikian pernyataan sikap kami buat sebagai komitmen kami mahasiswa asal Papua selama menempuh pendidikan di Gorontalo,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai mahasiswa Papua sudah seperti rakyatnya sendiri. Rusli menyebut dengan istilah rakyat Gorontalo yang lahir di Papua. Ungkapan itu mengindikasikan sudah sepantasnya mahasiswa Papua dijamin keamanan dan kenyamanan selama menyelesaikan studi di Gorontalo.

“Bahkan dulu gubernur kalian Pak Lucas Enembe pernah kuliah di Gorontalo. Waktu itu masih IKIP, beliau sendiri yang cerita sama saya, jadi sudah sepatutnya kami di sini menjaga kalian. Sehingga marilah kita jaga kebinekaan kita ini, budaya yang berbeda-beda, bahasa, agama, tetapi kita harus selalu ingat kita dipersatukan oleh NKRI,” kata Rusli.

Gubernur Rusli meminta kepada mahasiswa asal Papua tidak segan menghubunginya jika ada keperluan mendesak atau sekedar ingin bersilahturahmi . Nomor handphone gubernur yang tertera di berbagai media terbuka untuk dihubungi kapan dan di mana saja.

 

Pewarta : Isham - Humas

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 38
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo