>

GORONTALO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo segera membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Selasa (15/10/2019).

Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi dan koordinasi permasalahan dan kendala di lapangan terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Dari bencana kebakaran yang beberapa kali terjadi di Gorontalo inilah Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupaka isu yang hangat dibicarakan sampai tingkat nasional yang terjadi setiap tahun di musim kemarau, penyebab terjadinya Karhutla 99 persen adalah ulah masayarakat,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi akibat kesengajaan maupun factor alam menyebabkan banyak kerugian seperti musnahnya keanekaragaman hayati dan plasma nuftah, mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar dan gangguan asap yang menggangu kesehatan dan jalur tansportasi.

Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang hadir membuka rakor ini mengungkapkan Provinsi Gorontalo yang memiliki kawasan hutan seluas 12.215,44 km persegi sangat berpotensi terjadinya Karhutla .

“Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk itu peran para pihak mulai dari tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dan meningkatkan koordinas, integrasi, sinkronisasi dan sinergi,” kata Sutan Rusdi.

Sutan Rusdi juga menjelaskan, usaha melalui keterpaduan lintas sektor dalam hal kebijakan, hukum dan pendanaan juga merupakan hal yang sangat penting.

Hadir sebagai pembicara dalam Rakor tersebut dari Korem 133/Nani Wartabone, Letkol (Kav) Ronny Tobigo, Kasie Ops Korem 133/NWB.

“Kami berharap Rakor pembentukan brigade ini akan terus berlanjut ke pembentukan Brigade Karhutla di Provinsi Gorontalo,” ujar  Letkol (Kav) Ronny Tobigo.

Sementara itu, Mujiastuti dari  Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan meningkatnya jumlah titik api/ hot spot tahun 2019 ini diharapkan mendorong pemrrintah daerah membentuk Brigade/Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sampai ke tingkat wilayah, sehingga memudahkan penanganan.

“Dibutuhkan upaya pencegahan Karhutla dengan melibatkan semua pihak, baik Pemerintah, TNI/Polri, Pemangku Kepentingan dan utamanya masyarakat dalam mensosialisasikan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Mujiastuti.

Dalam Rakor ini hadir  perwakilan Polda, Bappeda, Biro Hukum Organisasi, Dinas Pertanian, UPTD KPH Dinas LHK, Balai Gakum LHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah III, Manggala Agni Daops Bitung, BPDASHL Bone Bolango, BPKH Wil XV, Taman Nasional, BKSDA Sulut, Basarnas, BPBD se Provinsi Gorontalo, dan Pemegang izin penggunaan kawasan hutan serta Japesda dan Burung Indonesia.

Yang mencuat dalam pembahasan dalam Rakor Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan ini adalah pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah petani yang mempersiapkan lahan untuk ditanami.

Petani yang selesai memanen melakukan pembakaran pada residu hasil memanen, untuk itu peserta Rakor mengharapkan parsitipasi Dinas Pertanian untuk melakukan penyuluhan pencegahan terjadinya karhutla. Hal senada juga disampaikan Kepala KPH Wilayah Kabupaten Gorontalo dan Perwakilan pemegang izin penggunaan kawasan hutan di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TALAGA – Berada di puncak musim kemarau, sebanyak 35 hotspot kebakaran hutan dan lahan dengan luas 25 hektar terpantau di Provinsi Gorontalo.

Salah satu kebakaran terjadi di Desa Modelidu Kecamatan Talaga Kabupaten Gorontalo yang menghanguskan 1 ha kawasan hutan. Diduga api yang merambat berasal dari Desa Longalo dan Ulapato.

“Kami sudah menurunkan Tim Karhutla untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di kawasan hutan di Desa Modelidu Kecamatan Talaga,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Senin (16/9/2019).

Bersama masyarakat, Tim Karhutla yang terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, KPH Wilayah VI dan Babinsa Wilayah Talaga, bahu-membahu mengatasi kebakaran ini. Mereka menggunakan sumber daya yang ada melakukan penyekatan api agar tidak menjalar lebih luas.

“Lokasi kebakaran jauh dari sumber air, masyarakat dan pemerintah desa sangat membantu untuk melakukan pemadaman api,” jelas Faizal Lamakaraka.

Di Lokasi kebakaran, Kepala KPH Wilayah VI Djimlan, meminta masyarakat yang bermukim dan memiliki kebun di sekitar hutan agar bersama menjaga  dan tidak membakar di areal kebun, musim kemarau saat ini sangat panjang disertai angin kencang, sehingga api sekecil apapun bisa dengan cepat merembet dan membesar di kawasan tersebut.

“Kami berharap semua unsur, pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya tanggap dan waspada setiap melihat asap atau titik api,” kata Djimlan.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

TELAGA – Dua kelompok tani berbangga hati saat produk gula semut mereka untuk pertama kalinya dijual ke Negeri Kincir Angin, Belanda.

Ekspor perdana ini dilakukan melalui Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9/2019) yang dihadiri Asisten Ekonomi Dan Pembangunan, Sukri Botutihe, Staf Ahli Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai PengelolaPemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XV Gorontalo, Kepala Bapppeda, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Bone Bolango, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala KPH Se-Provinsi Gorontalo, Sekcam Telaga dan Sekcam Telaga Biru, Kades Dulamayo Selatan dan Kades Tonala, Kelompok Tani Hutan "Huyula" Desa Dulamayo Selatan, dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo" Desa Tonala.

Uji coba ekspor melalui CV Manembo Aren untuk pengiriman uji coba perdana ini diminta sebanyak 500 kg. Setelah itu akan ditingkatkan kuantitasnya sesuai kemampuan petani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka dalam sambutannya mengatakan ekspor perdana gula semut ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah dan masyarakat petani. Komoditas petani dipinggir hutan ini sudah mampu menembus pasar internasional hingga ke Belanda.

“Ekspor ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo, kelompok Tani Hutan "Huyula" dan Kelompok Tani Hutan "Puncak Waolo", karena hasil olahan mereka yang bersumber dari Hasil Hutan Bukan Kayu ini telah dipasarkan sampai ke dunia internasional yakni ke Belanda,” kata Fayzal Lamakaraka.

Ekspor gula semut ini menjadi multiplier effect yang akan menggerakkan roda ekonomi daerah, warga yang terlibat akan menerima keuntungan dari kegiatan produksi gula semut dan akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui seluruh UPTD KPH se-Provinsi Gorontalo dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo selalu mendukung kegiatan ini dengan melaksanakan pengembangan areal perhutanan sosial sesuai dengan Program dari Pusat KLHK,” papar Fayzal Lamakaraka.

Untuk melaksanakan penanaman aren di lahan-lahan yang dikelola masyarakat, yang penyediaan bibitnya adalah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungan dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango di Gorontalo.

Ketersediaan bahan baku pembuatan gula semut ini akan selalu ada sehingga permintaan pasar luar negeri akan terus dilayani para petani ini.

Pengiriman perdana gula semut ini difasilitasi oleh pembeli  CV Manembo Aren.

Gula semut merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi oleh Kelompok Tani Hutan “Huyula” Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Kelompok Tani Hutan “Puncak Waolo” Kecamatan Telaga Biru,  Binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Pasar gula semut ini juga akan memasok kebutuhan PT Lotte Mart Indonesia yang difasilitasi oleh Mr Florian (dari TLFF) mulai bulan Oktober 2019, Pihak Lotte menginginkan pengiriman per bulan 2,5 ton. Produksi Gula Semut Binaan KPH VI Gorontalo ini sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Selasa, 03 September 2019 23:29

Gorontalo Ekspor Perdana Gula Semut Ke Belanda

GORONTALO – Untuk pertama kalinya Provinsi Gorontalo melakukan ekspor perdana komoditas gula semut ke Negeri Belanda dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9/2019).

Pengiriman perdana gula semut ini difasilitasi oleh pembeli  CV Manembo Aren.

Di Gorontalo, produksi gula semut merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi oleh Kelompok Tani Hutan “Huyula” Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Kelompok Tani Hutan “Puncak Waolo” Kecamatan Telaga Biru,  Binaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

“Kami mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup dan ketunanan Provinsi Gorontalo yang mampu berinovasi memaksimalkan pemanfaatan potensi aren dengan memberikan sentuhan teknologi sederhana pada kelompok  tani hutan, sehingga dengan memanfaatkan nira aren, tidak saja dapat dibuat gula aren batok, namun dapat menghasilkan gula semut yang saat ini sudah mulai banyak diminati , karena bermanfaat untuk kesehatan dan memberikan nilai harga yang meningkat 100 persen dibanding dengan harga gula aren batok,” kata Sutan Rusdi, Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo.

Ia juga menghimbau kepada pemangku kepentingan untuk mendukung program ini yang merupakan program ekonomi produktif yang sejalan dengan program unggulan Gubernur dan Nawa Cita Presiden.  Untuk mendorong pengembangan penanaman aren pada lahan kurang produktif beserta sarana prasarana pengolahan.

Di daerah ini memiliki luas kawasan hutan 824.668 ha yang tersebar pada kabupaten dan Kota, di hutan memiliki potensi sumber daya alam berupa pohon aren yang tumbuh secara alami, baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan yang jumlahnya 163.300 rumpun, sehingga potensi ini dimanfaatakan oleh masyarakat sekitar hutan untuk diolah menjadi gula aren batok secara turun temurun.

“Sejak tahun 2015 sampai saat ini melalui UPTD KPH Wilayah VI Gorontalo memberikan inovasi teknologi sederhana mengolah nira aren menjadi gula semut atau yang sering dikenal dipasaran dengan Palm Sugar,” Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hingga saat ini yang mulai memanfaatkan gula semut produksi KTH “Huyula” dan KTH “PuncakWaolo” adalah CV Manembo Aren, PT Lotte Mart Indonesia, Café “Temu” BSD – Tangerang Selatan,5 Factory Cokelat – Jakarta.

“Saat ini ada permintaan ke Belanda melalui Direktur CV Manembo Aren, Mr Hanz untuk pengiriman uji coba perdana diminta untuk mengirim sebanyak 500 kg (1/2 ton),” ujar Fayzal Lamakaraka.

Selanjutnya berdasarkan informasi PT Lotte Mart Indonesia yang difasilitasi oleh Mr Florian (dari TLFF) mulai bulan Oktober 2019, Pihak Lotte menginginkan pengiriman per bulan 2,5 ton.

Produksi Gula Semut Binaan KPH VI Gorontalo ini sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

Selain Sutan Rusdi, dalam launching ini hadir juga  staf ahli Ekonomi Dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Kepala BPKH Wilayah XV Gorontalo, Kepala Bapppeda, Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan, Kepala BPDAS HL Bone Bolango, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala KPH Se-Provinsi Gorontalo, Sekcam Telaga dan Sekcam Telaga Biru, Kepala Desa Dulamayo Selatan dan Kades Tonala, serta 2 kelompok tani di Gorontalo.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

LIMBOTO - Pemerintah  Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar rapat koordinasi dan pembinaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Rabu (14/8/2019) di Hotel Limboto Indah, Kabupaten Gorontalo.

Narasumber yang hadir pada acara tersebut terdiri dari Inspektur Wilayah IV Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kepala KPPN Gorontalo.

Sejumlah peserta hadir dalam kegiatan ini, mereka adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala BPDASHL Bone Bolango, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Rehabilitasi, Para Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan se-Provinsi Gorontalo, Para Kepala UPT KLHK, Ketua Forum DAS serta para penyedia/kontraktor RHL.

Dalam sambutan Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka menyampaikan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan,mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga memiliki daya dukung, produktif dan memiliki peranann dalam mendukung sistem penyangga kehidupan.

“Kami mengharapkan kepada jajaran kehutanan, BPDASHL, KPH, KSDA, Taman Nasional, khususnya para penyedia agar selalu berkoordinasi dan berkomunikasi terus-menerus untuk suksesnya Program RHL di Provinsi Gorontalo,” kata Fayzal Lamakaraka.

Fayzal Lamkaraka menjelaskan areal kawasan hutan yang menjadi lokasi RHL sebagian sudah ada masyarakat sebagai penggarap lahan. Oleh karena perlu pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia meminta kepada para pimpinan perusahaan penyedia harus sering datang ke lokasi jangan hanya petugas-petugas bawahan, agar memahami kondisi sosial sehingga lebih proaktif dan antisipatif. Selain itu juga  kepada jajaran kehutanan, khususnya BPDASHL agar selalu berkomunikasi dengan para  pengelola kawasan hutan, KPH, KSDA dan TN agar bersama-sama dalam menyukseskan RHL.

Dalam rakor ini Balai PDASHL Bone Bolango menargetkan luas areal penanaman 12.300 Ha dengan sasaran lokasi RHL adalah kawasan hutan yang Kritis.

"Tujuan Rakor ini agar para pelaksana bisa melakukan pekerjaan sesuai rencana dan pedoman kegiatan dengan mengacu pada ketentuan di dalam kontrak,  saat ini pekerjaan sedang dalam proses pembuatan persemaian dan pembibitan" ungkap Kepala BPDASHL Bone Bolango , M Tahir.

Jenis tanaman yang ditanam di RHL terdiri jenis kayu-kayuan dan Tanaman MPTS yang menghasilkan buah dan tanaman ini nantinya merupakan Aset di KPH untuk selanjutnya dapat di kelola bersama masyarakat.

Pola ini diyakini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui Skema Perhutanan Sosial atau Kerjasama.

Pada Rapat tersebut hadir juga Inspektur Wilayah IV KLHK, M Yunus yang telah melakukan pendampingan RHL.

Kepala KPPN Gorontalo hadir sebagai narasumber menjelaskan langkah antisipasi pengajuan pencairan dana menjelang akhir tahun ke KPPN. KKPN akan memproses berdasarkan kelengkapan administrasi yang diajukan berdasarkan ketentuan yang ada dan berharap para penyedia tidak dirugikan.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Kamis, 15 Agustus 2019 14:56

DLHK Sponsori Aksi Pramuka Bersih Sampah

GORONTALO –  “Pramuka Bersih Negeri“ menjadi tema Bakti Masyarakat pada peringatan Hari Pramuka yang ke-58 yang digelar di Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo pada Rabu (14/8/2019).

Kegiatan bakti sosial memungut sampah ini dilakukan oleh anggota Pramuka yang berasal dari sekolah SMA, SMK, MA dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan pungut sampah ini dilakukan di 2 lokasi, di Terminal 42 Andalas dan di komplek Pasar Bulota Kecamatan Sipatana. Aksi bersih sampah ini  disponsori oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Yusni Trisyah Pakaya, Ketua Bank Sampah Pos Daya Tinelo Lipu’u dan juga  sebagai Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Gorontalo mengharapkan agar masyarakat sadar bahwa sampah saat ini bukan menjadi masalah akan tetapi dengan sampah bisa memenuhi kebutuhan.

“Sampah sekarang ini bernilai dan berharga jika dipilah dan dijual ke bank sampah yang ada di Gorontalo. Harga sampah plastik gelas Aqua Rp3000/Kg dan botol plastik Rp7 ribu/kg,” kata Yusni Trisyah Pakaya.

Yusni Trisyah Pakaya menjabarkan dengan adanya harga jual sampah ini diharapkan akan berkurangnya volume sampah yang berserakan, teutama sampah plastik yang sulit diurai dalam tanah dan lingkungan.

Bank sampah mendorong masyarakat untuk memburu sampah agar bisa ditukar dengan uang.

Camat Sipatana  Kota Gorontalo,  Sofyan Butolo memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarda Gorontalo dan sangat mengharapkan agar kegiatan yang dilaksanakan oleh Pramuka Gorontalo ini akan menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Kecamatan Sipatana khususnya dan masyarakat Provinsi Gorontalo pada umumnya

Jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan ini adalah sebanyak 25 kantong, dan 2 tumpukan besar yang dimuat mobil Dinas LH Kota Gorontalo.

Sementara Sampah plastik yang terkumpul langsung di beli oleh bank sampah  Pos Daya Tinelo Lipu’u.

Dalam aksi bersih lingkungan ini hadir Abdul Alim Katili , Kepala Bidang  THPK Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Yusdin Danial Kapala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) bekerja sama dengan Korem 133/Nani Wartabone menggelar sosialisasi Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) Hutan Manunggal.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang masyarakat yang berasal dari Kelurahan Dembe I, Tenilo, Pilolodaa  Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo dan dari Desa Lopo dan Buhudaa Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo.

Hoerudin, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Rehabilitasi, Andi Amirudin Kepala Seksi Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi dan Kapten Budiman anggota Korem 133/Nani Wartabone menjadi nasumber kegiatan yang berlangsung di balai Desa Buhudaa Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo ini.

Dalam paparannya, Hoerudin menyampaikan Program RHL ini mendapat dukungan pembiayaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus 2019 seluas 600 Ha.

“Tujuan RHL adalah untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan daya dukung dan produktivitas hutan dan lahan ,sehingga fungsi ekologi, sosial, maupun fungsi ekonomi dapat tercapai secara optimal. Sosialisasi ini berlangsung pada Selasa lalu,” kata Hoerdin, Kamis (15/8/2019)

Manfaat yang  ingin dicapai pada kegiatan RHL ini adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar hutan, pendapatan masyarakat meningkat, fungsi lindung tercapai secara optimal, dan menciptakan kondisi lingkungan lestari, sehingga terbebas dari bahaya banjir dan kekeringan.

“Kami mengimbau mayarakat yang terlibat RHL agar bekerja dengan tulus ikhlas dan penuh kesungguhan serta mengikuti ketentuan teknis yang dianjurkan,” ujar Hoerudin.

Kepala Seksi Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi, Andi Amirudin secara khusus memaparkan tahapan pelaksanaan pekerjaan serta teknis pekerjan lainnya di tingkat tapak.

Sementara Kapten Budiman dalam penyampaiannya lebih menekankan pada pentingnya kesatuan dan persatuan, jiwa kebersamaan serta meneladani nilai- nilai perjuangan para pendahulu seperti pahlawan nasional, Nani Wartabone.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

 

GORONTALO – Bertempat di Balai Desa Motinelo Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo dilaksanakan Sosialisasi Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL) Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo yang bekerja sama dengan Polda Gorontalo ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari masyarakat kelurahan Dembe I Kota Barat Kota Gorontalo, Tabongo Timur dan  Motinelo Kecamatah Tabongo serta Desa Ambara Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo.

“Tujuan sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Selasa lalu adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).  Masyarakat harus tahu, mau dan mampu melaksanakan RHL secara baik, serta terampil dalam mengelola dan memanfaatkan lahan miliknya masing-masing secara optimal, produktif  dan lestari,” kata Hoerudin, Kepala Bidang Penegan Hukum dan Rehabilitasi yang didampingi Andi Amirudin, Kepala Seksi Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi, Kamis (15/8/2019).

Menurut Hoerudin, program  RHL ini bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus seluas 600 Ha. Kegiatan RHL  dibutuhkan dalam upaya perbaikan wilayah DAS dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Program RHL diharapkan akan memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan daya dukung dan produktivitas hutan dan lahan, sehingga fungsi ekologi, sosial, ekonomi dapat tercapai secara optimal.

“Harapan yang ingin dicapai pada kegiatan RHL adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar hutan, pendapatan masyarakat meningkat, fungsi lindung tercapai secara optimal dan kondisi lingkungan lebih lestari, terbebas dari bahaya banjir  dan kekeringan,” ungkap Hoerudin.

Kepala Seksi Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi, Andi Amirudin secara khusus memaparkan secara detail terkait tahapan RHL dan penjelasan teknis pekerjan lainnya di tingkat tapak.

Sedangkan narasumber kepolisian menghimbau masyarakat yang terlibat langsung pada RHL  agar menciptakan suasana aman serta tertib dalam melaksanakan pekerjaan, masing–masing kelompok kerja agar menjaga kekompakan serta junjung tinggi kerukunan serta menjaga diri agar tidak terjadi pelanggaran hukum.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah  Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar  koordinasi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, Rabu (7/8/2019).

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat dinas dengan menghadirkan Yogi Wulan Puspitasari, Kepala Seksi Pengaduan Lingkungan Hidup, Dodi Kurniawan, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi dan Fayzal  Lamakaraka Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Hasil dari koordinasi ini adalah kesepakatan yang mengatur  bahwa setiap dinas yang membidangi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota agar membuat kotak  pengaduan, memiliki sertfikat Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) untuk  menangani pencemaran lingkungan.

“Balai Pengamanan  dan Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi  akan  mensuport dalan penanganan kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan  melakukan koordinas secara berkala terkait permasalahan  di bidang kehutanan dan lingkungan hidup,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada rapat koordinasi ini Fayzal lamakaraka menyampaikan  terima kasih atas kedatangan Kepala Balai Gakum Wilayah Makasar bersama staf dan Ditjen Gakum  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK  di Gorontalo.

Kedatangan ini dalam rangka koordinasi Penegakan urusan Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang diharapkan perlu komunikasi serta  juga penguatan terhadap Sumber Daya Manusia.

Dalam rapat koordinasi ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo , Para Kepala UPT  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Para Kepala UPTD  KPH se-Provinsi Gorontalo dan Para Kepala Bidang  Lingkup Dinas LHK serta Jagawana pada Bidang Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Dinas LHK.

“Dalam rapat koordinasi, banyak dialog  terkait upaya dalam penyelesaian masalah  yang terjadi saat ini seperti perambahan kawasan hutan,  tambak di kawasan hutan , Ilegal Mining , Ilegal Loging yang perlu dicarikan solusi sesuai tahapan Peraturan Perundang–undangan yang berlaku,” papar Fayzal Lamakaraka.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - Dinas LHK

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Berlokasi di obyek wisata Tangga 2000, Kota Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan sejumlah kelompok masyarakat membersihkan sampah dan menggelar kampanye stop polusi pantai dari sampahplastik. Kegiatan ini berlabel “Yuk Bersih-Bersih Pantai”.

Yuk Bersih-Bersih Pantai ini menggandeng Rumah Literasi dan Sekretariat Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Gorontalo.

Dipilihnya Tangga 2000 ini untuk mendekatkan kemasyarakat sehingga pesan moril sadar sampah lebih tersampaikan dan akan mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dari sampah plastik. Jenis sampah ini diketahui sangat sulit diurai oleh tanah.

Yuk Bersih-Bersih Pantai dihadiri Budiyanto Sidiki Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Pimpinan Rumah Literasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan masyarakat sekitar lokasi pantai Tangga 2000.

Budiyanto Sidiki dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Rumah Literasi sebagai sponsor pelaksanaan kampanye pengurangan dan penanganan sampah plastik pada kehidupan sehari-hari.

“Setiap hari masyarakat Gorontalo berpeluang memproduksi 1 juta sampah plastik, marilah kita membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik dan berusaha memilah sampah tersebut mulai dari diri sendiri, keluarga dan kelingkungan yang lebih luas” kata Budiyanto, Minggu (4/8/2019).

 “Gerakan dan kampanye pengurangan dan penanganan sampah, khususnya plastik di wilayah pesisir dilakukan secara massif, terus menerus  dan terpadu serta komprehensif, dengan melibatkan berbagai stakeholders baik pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat,” kata Nasruddin, Kepala Bidang Pengkajian dan Penataan Lingkungan.

Nasruddin menyebut sejumlah pengelola usaha harus dilibatkan, misalnya Alfamart, Indomart, mall, Karsa Utama, Qmart, perhotelan, pengelola rumah makan, restoran, salon dan lain-lain sehingga akan memberikan hasil yang lebih maksimal.

“Setiap saat kita menghasilkan sampah plastik karena benda ini sangat dekat dengan aktifitas kita, plastik ada ditempat kerja, di tempat tinggal, di kendaraan, dan bahkan ada di gengaman. Tahun 2018 jumlah Sampah plastik yang dihasilkan di Provinsi Gorontalo sekitar 68,59 ton/hari atau 25.031,3 ton/tahun” tutur Nasruddin.

Sementara itu Ustad  Aan, Pimpinan Rumah Literasi dalam kampanye Stop Polusi Pantai dari Sampah Plastik menyampaikan bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga mari kita menjaga lingkungan dengan membiasakan diri dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga sampah tersebut tidak akan menimbulkan bencana di muka bumi.

“Gorontalo dengan masyarakat mayoritas beragama Islam yang dikenal dengan kebersihannya seharusnya lebih menjaga lingkungan dari sampah,” tutur Ustad Aan.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini dilaksanakan sepanjang pantai Lokasi Wisata Tangga 2000 kota Gorontalo selama kurun waktu 4 jam dan berhasil mengumpulkan sampah sekitar 4 ton yang turut melibatkan petugas kebersihan DLH Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Yenni Rahmawaty – Dinas LHK

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 1 dari 2
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo