>

Displaying items by tag: PPID Pangan

BOLIYOHUTO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melaksanakan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sejak tahun 2016 hingga sekarang, program ini berperan menyangga saat harga jatuhb pada masa panen raya dan menstabilkan harga pangan pada saat paceklik.

Sehingga program ini telah menjadi instrumen pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu dan mekanisme berkelanjutan pada situasi pasokan melimpah  dan kurang atau sebagai stabilisator dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.

Untuk memastikan beroperasinya program bantuan pemerintah melalui Dinas Pangan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) dalam merevitalisasi dan pengadaan Rice Milling Unit (RMU) atau gilingan padi, Kepala Dinas Pangan, Sutrisno melakukan monitoring evaluasi ke penerima program Poktan Mulyo di Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, Poktan Rimbun Permai Desa Bina Jaya Kecamatan Tolanggohula, Poktan Toyidito Desa Toyidito Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

“Dari hasil monev ini semua sudah memenuhi target yang diharapkan, walaupun masih ada perlengkapan alat RMU pendukungnya lainnya yang perlu ditambahkan dalam pengoperasiannya,” kata Sutrisno, Selasa (22/10/2019).

Mnegatasi masalah ini, Sutrisno meminta segera ditindaklanjuti ke penanggung jawab agar mesin RMU ini segera beroperasi untuk Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat di desa.

“Saya sudah kroscek lagi apa sudah beroperasi,” ujar Sutrisno.

Ketua Poktan Desa Bina Jaya, Roi berterima kasih atas bantuan RMU melalui Dinas Pangan ini, ia bertsama anggotanya akan memanfaatkan sesuai aturan yang ditetapkan.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama  beras dan dapat memenuhi target yang diharapkan,” ujar Roi.

Dalam monitoring evaluasi Ini Sutrisno disertai Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamudin selaku penanggung jawab kegiatan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

MARISA  -  Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato menggelar Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini juga dirangkaiakn dengan pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Pohuawto.

Bupati Pohuwato, Syarief Mbuinga  yang membuka kegiatan ini menegaskan momentum hari pangan sedunia ini adalah memerangi kemiskinan, kelaparan dan kerawanan pangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para petani, nelayan, peternak, sebagai pejuang pangan yang dengan gigih bekerja untuk ketersediaan pangan di kabupaten Pohuwato," kata Syarief Mbuingga, Kamis (17/10/2019).

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno sebagai narasumber dalam pertemuan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato menjelaskan kemandirian pangan dimulai dari rumah tangga, sebagian besar rumah tangga belum memanfaatkan pekarangannya sehingga kebutuhan setiap harinya masih dibeli di pasar.

“Halaman atau kebun sekitar rumah dapat kita manfaatkan dengan menanam cabe, sayur-sayuran hijau dan tumbuhan lainnya untuk kebutuhan konsumsi di rumah. Ini mengacu pada konsep Beragam Bergizi seimbang dan Aman (B2SA). Kalau bisa menanam kenapa membeli, mowali mopomulo longgola motali,” kata Sutrisno.

Hari Pangan Sedunia ke-39 ini digelar beberapa  kegiatan seperti gelar pangan B2SA oleh para pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang tergabung dalam Asosiasi Industri (ASRI) dan Kelompok binaan taman membaca Dinas Perpustakaan Kabupaten Pohuwato di ruang pola Kantor Bupati Pohuwato.

Sebelumnya Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pohuwato, Reflin Basir dalam laporannya menuturkan kegiatan ini terselenggara untuk memperkuat ketahanan pangan daerah khususnya di Kabupaten Pohuwato

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Pohuwato, Vonce Mawicere,  Kepala  subdrive Bulog Gorontalo, Munafrin Samsudin, Kepala Badan stastistik Pohuwato Suparno,  Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Zakiya Beserewan, konsultan penyusun Food Security And Vunerability Atlas (FSVA) Rusthamrin Akuba dan jajaran dinas pangan Kabupten Pohuwato.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo memperingati hari pangan sedunia yang ke-39.

Kegiatan ini diisi dengan seminar sehari Regional Pan Expo dengan tema optimalisasi pangan lokal menuju ketahanan pangan daerah bertempat Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (16/10/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo , Sutrisno  mengapresiasi seminar yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG.

"Di tangan generasi muda, para mahasiswa, kemajuan pangan lokal di Gorontalo menjadi penanda kemajuan bangsa," kata Sutrisno.

Pangan local, seperti ubi jalar, sagu, dan jagung merupakan aneka pangan khas Gorontalo yang perlu dioptimalkan melalui ketersediaan, produksi dan pemanfatannya serta sebagai pangan alternatif yang di harapkan dapat menjadi sumber pangan mendukung ketahanan pangan.

Sutrisno mengajak mahasiswa untuk menginformasikan masyarakat untuk mengonsumsi dan  memanfaatkan sumber daya pangan, khususnya pangan lokal daerah yang selama ini mulai dilupakan masyarakat.

Sebelum seminar, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kampanye gemar konsumsi pangan lokal oleh Kepala Dinas Pangan, Sutrisno dan dan Dekan Fakultas Pertanian UNG,  Zainudin Antuli yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Gorontalo, Yudi Noviandi, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas pangan Provinsi Gorontalo, Zakiya Beserewan, mahasiswa Fakultas Pertanian dan sejumlah siswa SMA dan SMK Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan terus melakukan pemberdayaan dan dan pengembangan usaha masyarakat di kabupaten/kota.

Komitmen ini menjadi bafasan utama pada rapat koordinasi (Rakor) program ketersediaan dan kerawanan pangan yang berlangung di Hotel New Rahmat Inn, Selasa (7/10/2019).

Rakor ini bertujuan untuk menggiatkan dan memberikan motivasi sekaligus mengevaluasi  pengelolaan bantuan yang diberikan Dinas Pangan pada kelompok kelompok Kawasan Pangan Mandiri  dan Kios Akses Pangan di 5 kabupaten/ kota.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan terdapat 36 unit kios akses pangan masyarakat yang tersebar di desa-desa yang termasuk dalam rawan pangan. Kelompok kios akses pangan ini diberdayakan dengan bantuan  natura berupa  beras, minyak goreng, telur dan gula pasir sebagai bahan pangan masyarakat yang jauh jangkauannya ke pasar di desa.

Program kios akses pangan masyarakat dan kawasan mandiri pangan ini sudah berhasil berkembang, hanya 1 kios akses pangan tertunda dalam pengoperasiannya karena pengelolanya dalam keadaan sakit.

“Secara keseluruhan kios ini berjalan baik dan masyarakat sudah mendapatkan manfaatnya,” kata Sutrisno, didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings.

Sutrisno menjelaskan bantuan modal awal hanya Rp2,5 juta ini udah berkembang menjadi Rp3,5 juta, ada kenaikan cash flow (pergerakan uang masuk) dan kios akses pangan  ini menyediakan pangan yang murah dan bermutu bagi masyarakat.

"Tahun 2020  program kios akses pangan masyarakat akan kita tingkatkan dari jumlah 36 unit menjadi 50 unit kios," jelas Sutrino.

Sebelumnya Kepala Seksi Kerawanan Pangan, Berni Salindeho dalam laporan panitia menyampaikan kegiatan bertujuan memberikan informasi hasil evaluasi perkembangan bantuan kawasan mandiri pangan, kios akses pangan dan kerawanan pangan.

Berni Salindeho juga memaparkan rakor ini sebagai sarana mengevaluasi analisis ketersediaan pangan, kawasan mandiri pangan dan kios akses pangan di Dinas Pangan kabupaten/kota.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Dinas Pangan kabupaten/kota, kepala- kepala desa  yang di daerahnya mendapatkan bantuan program ini, pemilik kios akses pangan masyarakat dan ketua kelompok kawasan mandiri pangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Untuk menggairahkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya pengusaha yang mengolah ikan roa/sagela, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar temu kemitraan Umkm para pelaku usaha Ikan Roa/sagela.

Pertemuan ini berlangsung di ajang Gorontalo Culinary Expo kompleks rumah jabatan gubernur, Minggu (6/10/2019).

"Produk sagela sudah bermutu, berdaya saing dan mempunyai nilai tinggi, promosi pangan lokal dari sagela ini perlu kita tingkatkan di era digital dengan menguatkan kelembagan UMKM seperti promosi, pemasaran, perizinan dan regulasi rencana bisnis," kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan, Provinsi Gorontalo.

Di hadapan Peserta temu kemitraan Sagela ini Sutrisno menjamin Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui dinas yang dipimpinnya mendukung terus kegiatan promosi produk sagela melalui berbagai kegiatan.

Sutrisno juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi dan mengembangkan  kreasi produk sagela. Saat ini UMKM dibawah binaan Dinas Pangan sudah  memiliki produk sagela dalam 15 varian rasa.

Dinas pangan juga menerbitkan regulasi melalui Peraturan Gububernur  (Pergub) untuk mewajibkan di setiap kegiatan, rapat, hotel, rumah makan wajib untuk menyajikan kuliner pangan lokal Sagela dan tahun depan akan akan dibangun galeri sagela, di tempat ini akan ada sagelamart sekaligus produk pangan lokal lainnya.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan mengungkapkan ikan sagela yang awalnya hanya sekedar kuliner kampung yang tidak asing bagi setiap rumah tangga, kini ikan yang di olah dengan cara diasapi tersebut menjadi produk unggulan Gorontalo dalam mendorong pengembangan UMKM.

Hadir pada temu kemitraan pangan lokal sagela ini  Perwakilan Hotel Grand Q Purwanto Gunawan,  perwakilan dari Bank Indonesia Sugito Prabowo, Fasilitator NSLIC Gorontalo Dewi Jayanti Biahimo.

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ayo cicipi pangan lokal Gorontalo yang khas dan gratis di stand pameran arena Gorontalo Karnaval Karawo, Kota Gorontalo.

Pameran makanan ini merupakan dukungan Dinas Pangan untuk mengenalkan produk makanan yang menjadi salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keikutsertaan Dinas Pangan ini untuk menyukseskan dan mengenalkan pangan lokal ciri khas Gorontalo. Beragam kue dan sajian makanan pangan  lokal ini dibagi secara gratis ke pengunjung di stand pameran, Sabtu (5/10/2019).

Sutrisno, Kapala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo mengatakan program gelar pangan sangat bermanfaat untuk pengunjung, mereka dapat mengetahui cara mengolah pangan lokal dengan berbagai macam varian produk seperti kue tradisional dan sajian makanan lainnya.

“Olahan pangan lokal memiliki nilai tambah ekonomi yang umumnya diciptakan oleh kaum perempuan. Penambahan nilai ini dapat meningkatkan nilai jual yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengingatkan, menu pangan lokal harus memperhatikan kandungan nilai gizi yang seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan selaku penanggung jawab pameran Gelar Pangan  menuturkan di stand ini juga akan dijual berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik salah satunya pangan lokal dari sagu Diniyohu yang akan disajikan gratis kepada pengunjung di stand gelar pangan..

“Silakan berkunjung ke arena pameran, kami juga menyediakan berbagai macam produk sagela dan aneka pangan organik” ujar Zakiya Beserewan.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sepanjang tahun 2019 program Dinas Pangan berjalan baik, memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya program prioritas ketahanan pangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Pengembangan Usaha Pangan Rakyat (PUPM).

Program KRPL ini bahkan sudah memiliki 75 kelompok dan PUPM sebanyak 12 kelompok di Provinsi Gorontalo. Selain itu Sutrisno juga melaporkan program lumbung pangan.

Laporan ini disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo yang didampingi Sekretaris Dinas, Niveta Dj paramata kepada Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) dalam rangka konsultasi dan penyampaian hasil pelaksanaan program tahun 2019, serta rencana pelaksanaan program tahun 2020.

“Alhamdulillah di tahun 2019 ini Provinsi Gorontalo termasuk salah satu dari 10 provinsi yang mendapatkan alokasi bantuan pemerintah Program Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), yakni 1 paket alat penepung jagung, yang saat ini sementara dikerjakan di IPB Bogor, diperkirakan alat akan dikirim pada akhir Oktober, pada November industri pengolahan tepung jagung yang berlokasi di Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru ini sudah dapat dioperasikan,” kata Sutrisno, (Rabu (2/10/2019).

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi menyambut baik dan mengarahkan program tahun 2020, ia menyampaikan di tahun 2020 untuk KRPL nama akan berganti menjadi Obor Pangan Lestari (Opal) dan tidak hanya fokus pada Kelompok Wanita Tani (KWT), tapi juga dapat memberdayakan pemuda tani sehingga ketahanan pangan akan lebih maju dan berdampak secara langsung bagi peningkatan ekonomi keluarga.

Agung Hendriadi meminta pemerintah daerah mendukung penganggaran program Dinas Pangan sehingga saling bersinergis dengan dana APBN untuk program ketahanan pangan masyarakat, pangan merupakan urusan wajib dan menjadi hak azasi manusia. Pemerintah berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan.

Sebelumnya, Sutrisno yang didampingi Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Baserewan selaku PPK program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat juga telah berkunjung ke IPB Bogor.

Mereka melakukan monitoring proses pembuatan alat penepung jagung untuk PIPL Provinsi Gorontalo, alat ini akan mendapatkan sertifikat uji kelayakan dari IPB Bogor, diharapkan dapat beroperasi baik dan memberikan manfaat bagi IKM pengolah jagung.

Kelompok tani Hasrat yang menerima program PIPL ini akan menjadi satu-satunya supplier tepung jagung di Provinsi Gorontalo dengan kapasitas produksi 1 ton per hari.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo merupakan intitusi yang berperan dalam pengawasan dan keamanan pangan segar di masyarakat, termasuk yang dikonsumsi siswa di sekolah.

Sekolah sebagai garda terdepan yang harus melindungi anak dari jajanan makanan berbahaya,sudah menjadi rahasia umum selama ini siswa siswa gemar menyantap jajanan di sekolah.

Hal ini disampaikan oleh, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan, di depan 800 siswa yang mengikuti Kemah Bakti Karakter Kebangsaan di Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Gorontalo yang dilaksanakan di kawasan perkantoran Kabupaten Gorontalo Utara, pekan lalu.

Zakiya Beserewan juga menyampaikan pemenuhan gizi jajanan makanan harus diperhatikan, jangan cuma asal  kenyang, tapi harus memenuhi kriteria pemenuhan mutu dan gizi, urusan pangan tidak boleh diabaikan.

“Tumbuh kembang anak yang baik adalah saat mereka mengkonsumsi jajanan atau makanan yang aman, bermutu dan bergizi, tidak mengandung mikroba, bahan kimia, dan layak konsumsi,” kata Zakiya Beserewan.

Sementara itu pelaksana harian  Ketua Kwarda, Susanto Liputo mengapresiasi kegiatan edukasi keamanan pangan bagi peserta perkemahan yang dilaksanakan oleh Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

“Peran guru di sekolah untuk mengawasi kantin harus rutin dilakukan, juga melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan mengawasi jajanan, kebersihan lingkungan serta memberikan pelatihan pengelola kantin,” kata Susanto Liputo.

Penyuluhan kemanan pangan ini juga dihadiri jajaran Dinas  Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Utara dan sejumlah pengurus Gerakan Pramuka di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melakukan evaluasi percepatan realisasi anggaran program  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 yang telah digelontorkan ke kabupaten/kota. Besaran dana ini sesuai dengan proposal program kegiatan masing masing.

Evalausi percepatan realisasi anggaran program ini berlangsung di aula Dinas Pangan, Selasa (17/9/2019).

“Serapan anggaran sudah cukup tinggi, di atas 65 persen dan kegiatan  program seperti  Kawasan Rumah Pangan Lestari, Lumbung Pangan Masyarakat, Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat itu sudah berjalan sesuai perencanaan,” kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Sutrisno menjelaskan ke depan pelaksanaan evaluasi ini akan memberi ruang kepada setiap kabupaten dan kota untuk memaparkan kinerjanya, termasuk yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatannya.

"Bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk kolaborasi anggaran kabupaten dan kota," ujar Sutrisno.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan mengatakan melalui rakor ini akan tercipta kesamaan persepsi dan langkah dinas pangan kabupaten/kota dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam rakor ini Sekretaris Dinas Pangan Provinsi,  Niveta Dj Paramata mendampingi, Kepala Bidang Distribusi dan Kerawanan Pangan, Dharmawati Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Moch Ridwan Nadjamuddin, Kepala-kepala Seksi di Dinas Pangan dan kepala bidang, kepala seksi kabupaten/kota.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Untuk meringankan beban masyarakat di beberapa daerah di Provinsi Gorontalo yang terkena dampak kekeringan Dinas Pangan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Akan menggelar Bazar atau Pasar murah khususnya beras.

Bazar Pangan ini difokuskan pada masyarakat yang berada di kawasan kekeringan, terutama di pesisir Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolanggo.

"Kami fokus membantu masyarakat yang rawan pangan dengan kondisi kekeringan seperti sekarang ini,  terutama daerah yang mengalami gagal panen jagung dan padi sawah, ini sangat berdampak pada pendapatan masyarakat yang rawan akses pangan, daya beli terbatas," kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, pada rapat koordinasi dengan Bulog Selasa (17/9/2019).

Sutrisno menjelaskan bazar yang akan dilaksanakan ini terutama menyediakan bahan pangan utama seperti beras medium dengan harga Rp8100/kg, komoditas ini disubsidi dari pengemasan, transportasi dari gudang bulog sampai diantar ke desa-desa pelosok untuk di jual kemasyarakat dengan harga yang murah.

“Intinya Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan mudah dan murah walau kekeringan melanda desa dan peisisr,” ujar Sutrisno.

Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo, Munafri Syamsudin menuturkan mengapreasiasi dan mendukung kegiatan bazar pangan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan  menjual beras murah jenis medium ke masyarakat di desa-desa terdampak kekeringan.

“Kami siap dengan jumlah stok beras medium yang akan dibutuhkan sesuai  permintaan yang diajukan oleh Dinas Pangan,” kata Munafri Syamsudin.

Daerah yang menjadi sasaran penjualan beras bazar ini mencakup dearah pesisir dan desa-desa terpencil yang terkena dampak kekeringan di Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam Rapat koordiansi ini Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawati Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Kepala Seksi kerawanan Pangan, Berni Salindeho dan Kepala Seksi Cadangan Pangan, juga staf Bulog Sub Drive Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama