>

Displaying items by tag: PPID Pekerjaan Umum & Penataan Ruang

TALAGA BIRU - Pembangunan infrastruktur yang lebih merata merupakan salah satu dari delapan progarm unggulan Pemerintahan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim.

Program ini menjadi tugas utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berupaya terus berusaha untuk mewujudkan hal tersebut.

Salah satunya adalah pembangunan saluran drainase yang dilaksanakan oleh Bidang Cipta Karya di Desa Pentadio Barat Kecamatan Talaga Biru Kabupaten Gorontalo, pada tahun 2019 lalu telah memberi manfaat kepada masyarakat.

Saluran ini telah memperlancar aliran air di desa ini, jalan pun terlihat lebih rapi. Hal tersebut disampaikan Supriadi Napu, Kepada Desa Pentadio Barat.

Menurutnya saluran drainase sepanjang 336 meter telah mengatasi banjir yang sering terjadi di musim penghujan tiba.

“Bantuan pembangunan saluran drainase ini sangat bermanfaat untuk kami yang tadinya tidak ada saluran, setiap kali hujan pasti banjir yang dapat merusak jalan dan luapan air tersebut sering masuk hingga ke rumah masyarakat,” kata Supriadi, Selasa (31/3/2020).

Kades Pentadio Barat ini menjelaskan, pembangunan saluran drainase yang menggunakan anggaran APBD tahun 2019 pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo itu, merupakan aspirasi masyarakat kecamatan Talaga Biru, khususnya masyarakat yang berada di dua desa yaitu desa Pentadio Barat dan  Pentadio Timur.

“Alhamdulillah aspirasi kami langsung diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Terima kasih Pak Rusli Habibie dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, karena setelah adanya saluran ini sudah tidak ada lagi banjir yang meresahkan masyarakat di dua desa,” Jelas Supriadi.

Selain itu Kades Pentadio Barat berharap kepada pemerintah Provinsi Gorontalo dapat meneruskan atau melanjutkan pembangunan saluran drainase di sebahagian wilayah tersebut.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BATUDAA PANTAI – Jalan perkampungan desa Desa Bongo, Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo yang mulus dan rapi membuat warga dan wisatawan bergembira, mereka menikmati infrastruktur yang memperlancar transportasi.

Jalan ini dibangun di Desa Bongo, sebuah desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara. Akses jalan ini telah memberi banyak kemudahan bagi wistawan dan juga warga yang tinggal di pesisir ini.

Jalan mulus ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang mengemban salah satu program unggulan, pembangunan infarstruktur yang lebih merata.

Pada tahun 2019 Dinas PUPR melalui Bidang Cipta Karya telah membangun jalan akses pariwisata sepanjang 789 meter dengan lebar 3 meter. Infrastruktur ini sangat menunjang geliat sektor pariwisata desa.

Bhatiar M Yunus, Kepala Desa Bongo mengatakan pembangunan jalan ini telah menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor parawisata, juga membantu nelayan yang mengakses pantai dan pasar.

“Pembangunan jalan ini sudah dinanti masyarakat,  alhamdulillah  Gubernur Gorontalo, Pak Rusli Habibie sudah meresponya dengan membangun jalan wisata ini,” kata Bahtiar Yunus, Minggu (29/3/2020).

Pembangunan jalan ini menggunakan timbunan pilihan kelas A dan dilapisi dengan Asphalt Concrete-Blinder Course (AC-BC). Ini akan mempercantik desa dan memudahkan wisatawan mengunjungi pantai Dulanga, masjid walima emas dan wombohe walima.

“Masyarakat dan Pemerintah Desa Bongo mengucapkan terima kasih, bukan hanya kami saja yang menikmati jalan ini akan tetapi seluruh wisatawan yang datang berkunjung,” ucap Bahtiar Yunus.

Bahtiar berharap kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat membangun infrastruktur lainnya seperti tambatan perahu dan tangggul penahan ombak sebagai pengaman rumah masyarakat.

“Untuk membantu nelayan, kami berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat membangun infrastruktur lainnya seperti pabrik es, tambatan perahu dan tanggul pengaman pantai, karena waktu musim ombak besar biasanya sampai 6 bulan lamanya,” ujar Bahtiar.

Pewarta: Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

PAGUAT – Sejak dibangun jalan aspal sepanjang 522 meter, masyarakat Desa Buhu Jaya Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato bergembira.

Jalan ini merupakan salah satu dari banyak program pembangunan insfrastuktur pada tahun 2019 yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo.

Jalan ini telah memberi dampak positif terhadap akses dan kemudahan transportasi masyarakat yang berada di Desa Buhu Jaya.

Kepala Desa Buhu Jaya, Ramlan Welinelo mengatakan  pembangunan jalan sentra perikanan sangat dinikmati masyarakat, kawasan permukiman lebih tertata dan teratur, pengangkutan hasil perikanan semakin ancar tanpa masalah.

Jalan yang memiliki panjang 522 meter dan lebar 4 meter ini telah meningkatkan perekonomian masyarakatnya yang bekerja sebagai nelayan.

“Alhamdulillah dengan adanya jalan ini masyarakat sudah bisa bernafas lega, pendapatan mereka juga naik. Karena saat ini mobil ikan sudah bisa masuk ke dalam untuk membeli ikan hasil tangkapan para nelayan,” kata Ramlan, Jumat (27/03/2020)

Kades Buhu jaya ini  menjelaskan jalan yang menggunakan konstruksi lapis permukaan penetrasi macadam (LAPEM) sudah lebih bagus dari sebelumnya yang sempit, berlubang dan hanya dapat dilalui oleh kenderaan roda dua.

“Kami bersyukur dan berterima kasih Kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, ini adalah jalan yang kami perjuangkan, alhamdulillah dibangun oleh pemerintah. Terima kasih Pak Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo” ucap Ramlan.

Ramlan berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan bantuan berupa pembangunan infrastruktur lainya seperti saluran drainase dan tanggul pemecah ombak.

Di tempat yang sama, Ardin Husain, seorang nelayan mengatakan sangat bersyukur dan menikmati mulusnya jalan ini.

”Saya sangat berterima kasih adanya pelebaran dan pengaspalan jalan ini, sebelumnya pembukaan jalan ini sempit,” ujar Ardin Husain.

 

Pewarta: Yudi - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

PATILANGGIO - Pembangunan infrastruktur jalan akses pertanian atau jalan usaha tani yang dibangun Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat terasa manfaatnya olehy para petani. Seperti yang terjadi di Desa Manawa Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato.

Jalan akses pertanian ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo pada tahun 2019. Para petani sudah tidak kesulitan mengolah ladangnya, demikian juga saat panen, mereka sudah terbebas mengakses untuk mengangkut hasil kebun mereka.

“Alhamdulillah, jalan usaha tani ini sangat membantu kami para petani,tidak ada lagi kesulitan untuk mengangkut hasil panen dari kebun ke rumah kami,” Kata Kasman Ibrahim, salah seorang petani Desa Manawa, Kamis (26/3/2020).

Jalan akses pertanian di Desa Manawa  memiliki panjang 585 meter dengan lebar 4 meter, dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2019.

Kasman Ibrahim menjelaskan sebelumnya mereka harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membayar para kuli pikul, sekarang sudah tidak lagi karena kendaraan pengangkut sudah bisa masuk ke kebun.

“Sekarang hasil panen langsung dimuat ke kendaraan, bisa mengangkut lebih banyak. Kalau dulu kami harus menyewa orang untuk mengangkut di depan jalan raya, bukan langsung di rumah. Ongkos yang kami keluarkan lumayan besar,” ujar Kasman Ibrahim.

Kepala Desa Manawa, Marlulu Djafar mengatakan pembangunan jalan akses pertanian tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang mereka sampaikan secara langsung kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pada tahun 2018.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Desa Manawa, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rusli Habibie yang mewujudkan aspirasi kami. Masyarakat sudah tidak mengalami kesulitan lagi, jalan usaha tani sudah dinikmati,” kata Marlulu Djafar.

Marlulu Djafar berharap tahun 2020 ini pembangunan jalan usaha tani tersebut dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya, sehingga akses bisa mencapai panjang 800 meter atau 1 kilometer.

“Jalan usaha tani ini baru hampir 600 meter saja yang dibangun, sudah sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat saya.  Kami berharap tahun ini jalan usaha tani tersebut dapat ditambah lagi panjangnya, hingga genap menjadi 800 meter atau 1000 meter,” papar Marlulu Djafar.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

GORONTALO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar apel Gorontalo Bergerak Cegah Corona di halaman kantor Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Jumat (20/3/2020).

Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto, yang menjadi pembina apel mengajak seluruh staf Dinas PUPR untuk bersatu padu mencegah penyebaran virus corona.

“Mari berkontribusi pada gerakan Gorontalo Bergerak Cegah Corona ini, yang pertama kita harus cegah virus corona di rumah, tempat kerja dan terakhir kita harus mengurangi kegiatan di kerumunan orang banyak,” Kata Handoyo Sugiharto saat apel.

Handoyo Sugiharto juga mengingatkan kepada seluruh staf Dinas PUPR untuk lebih waspada, karena virus yang dihadapi saat ini sangat berbahaya yang menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dokter.

“Kita melawan virus yang tidak terlihat dengan mata maka itu jangan merasa sudah bersih, terus jaga kebersihan dan kesehatan. Kita harus waspada dan berdoa agar terhindar dari virus yang meresahkan dunia,” kata jelas Handoyo Sugiharto.

Usai apel dilakukan penyemprotan disinfektan di gedung Dinas PUPR, setiap ruang kerja dan memeriksa suhu tubuh pegawai sebelum bekerja.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tanggul sungai yang rusak di Desa Buti Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo akan segera ditangani Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo.

Rusaknya tanggul ini kemukakan oleh anggotya DPRD Provinsi Gorontalo yang melakukan reses di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala  Bidang Bina Marga, Abdul Fandit Ahmad membenarkan adanya tanggul yang roboh tersebut. Ia juga menyebut pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab Bidang Bina Marga bukan dari Bidang Sumber Daya Air (SDA).

Abdul Fandit menjelaskan tanggul tersebut dikerjakan pada 2019 yang difungsikan untuk menjaga jalan dari abrasi air sungai dan sampai saat ini tanggul tersebut masih dalam pemeliharaan oleh pihak pelaksana.

“Tanggul tersebut roboh akibat arus sungai yang deras, kami sebelumnya juga sudah beberapa kali menyurat kepada pihak pelaksana (kontraktor) untuk ditindaklanjuti,” kata Abdul Fandit, Kamis (19/3/2020).

Abdul Fandit mengaku pihaknya segera menangani perbaikan tanggul tersebut agar kerusakan yang ditimbulkan tidak bertambah parah. Dinas PUPR Provinsi Gorontalo sebelumnya juga telah menawarkan untuk melakukan pemeliharaan terlebih dahulu, namun kontraktor mengatakan merekalah yang nantinya akan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Kami pernah menawarkan ke pelaksana untuk perbaikan tersebut kami yang akan tangani terlebih dahulu, akan tetapi pihak pelaksana mengatakan mereka yang akan melaksanakan pemeliharaan, namun sampai saat reses kemarin belum juga ada penanganan dari pihak pelaksana. Dalam pekan ini kami segera melakukan perbaikan tanggul,” jelas Abdul Fandit.

Abdul Fandit berharap masyarakat memberikan informasi ke Dinas PUPRterkait infrastruktur jalan maupun jembatan yang mengalami kerusakan untuk segera mendapat perbaikan.

“Saya berharap dukungan masyarakat untuk memberi informasi ke kami terkait infrastruktur yang mengalami kerusakan,” ujar Abdul Fandit.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

POPAYATAO – Bentangan panjang tanggul penahan ombak mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Molosipat Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato.

Hantaman ombak tidak lagi menggerus tanah, bahkan bagian belakang rumah mereka saat musim ombak. Seluruh warga desa bergembira menikmati kokohnya tanggul penahan ombak yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo pada tahun 2019.

Tanggul ini merupakan salah satu dari banyak program pembangunan infrastruktur yang lebih merata yang dibangun Pemerintah Provinsi Gorontalo  melalui 8 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

Agus Taidung, salah satu warga yang tinggal di bibir pantai Molosipat menjadi saksi pembangunan penahan ombak ini menuturkan jika infrastruktur sangat membantu keselamatan mereka dari ombak yang sewaktu-waktu datang mengancam keselamatan keluarga mereka.

“Alhamdulillah dengan adanya tanggul penahan ombak ini, kami merasa nyaman, rumah kami sudah tidak dimasuki air lagi dan kami sudah bisa tidur nyenyak,” kata Agus Taidung, Kamis (19/3/2020).

Pembangunan tanggul penahan ombak ini memiliki panjang 124 meter dan tinggi 2 meter ini merupakan tahap awal pembangunan yang dilaksanakan Dinas PUPR pada 2019. Proyek ini menggunakan anggaran APBD tahun 2019.

Daeng Mawagi, Sekretaris Desa Molosipat juga menuturkan pembangunan infrastruktur yang dinikmati warga desa  memang memberi manfaat yang nyata, rumah mereka aman dari hantaman ombak.

“Pemerintah Desa Molosipat berterima kasih kepada Gubernur Gorontalo, Bapak Rusli Habibie  yang telah memprogramkan tanggul penahan ombak ini. Alhamdulillah permukiman masyarakat nelayan yang awalnya sering terendam saat air pasang kini sudah tidak lagi,”  kata Daeng Mawagi.

Proyek ini masih memiliki lanjutan atau tahap dua pembangunan penahan ombak yang akan dilaksanakan tahun 2020 ini.

Pemerintah Desa Molosipat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk warganya, bahkan berencana akan menjadikan daerah tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami sangat bersyukur pembangunan tanggul ini ada tahap keduanya,  usulan kami 300 meter dan yang telah terbangun saat ini baru separuhnya. Desa semakin berkembang kebutuhan juga terus bertambah, oleh karena itu infrastruktur ini sangat kami perlukan,” ujar Daeng Mawagi.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

 

MANANGGU – Masyarakat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo bersyukur dan berterima kasih atas dibangunnya infrastruktur oleh Pemerintah Provinsi. Bencana banjir yang mengintai selama ini telah ditanggulangi dan pasokan air bagi para petani dapat dilayani dengan tepat.

Aripin, salah satu petani di Kecamatan Mananggu menilai pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo sangat bermanfaat bagi masyarakat petani

“Sebelum ada pembangunan infrastruktur para petani sangat khawatir jika musim hujan tiba, karena banjir pasti akan menggenangi lahan dan tanaman kami,” kata Aripin di lokasi saluran Daerah Irigasi (DI)  Tabulo Latula, Selasa (17/3/2020).

Dengan anggaran APBD tahun 2019, Dinas PUPR Provinsi Gorontalo telah melakukan beberapa pekerjaan terhadap DI Tabulo Latula, yang diantaranya rehab saluran sekunder, rehab pada sayap talang dan pemasangan bolder.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Mananggu, Noldy Talib mengatakan dengan adanya pembangunan serta perbaikan yang dilaksanakan Dinas PUPR, pasokan air untuk lahan pertanian milik masyarakat dapat terlayani dengan tepat.

“Alhamdulillah manfaatnya sangat luar biasa bagi masyarakat yang mayoritas petani, biasanya sebelum perbaikan saluran irigasi ini masyarakat kesulitan mendapatkan air, karena saluran ini telah bocor” Kata Noldy Talib.

Saluran irigasi yang telah dibangun dan diperbaiki Dinas PUPR tersebut dapat malayani areal pertanian yang berupa sawah dan kebun seluas 283 hektar, yang berada di Kecamatan Mananggu.

Kades Desa Mananggu berharap program Pemerintah Provinsi Gorontalo lainnya yang bermanfaat bagi petani yang barada di pelosok desa agar dapat terus disalurkan secara berkesinambungan.

“Pemerintah Desa Mananggu mengucapakan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Gorontalo yang telah memperhatikan masyarakat,  kami berharap kiranya pemerintah dapat meningkatkan lagi programnya. Pembangunan ini manfaatnya dirasakan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Noldy Talib.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Pada Juni ini tim appraisal turun ke lapangan untuk menilai lahan atau tanah milik masyarakat yang akan digunakan untuk pembangunan Islamic Center Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan Sultan Kalupe, Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo usai mendampingi anggota DPRD Provinsi Gorontalo daerah pemilihan Kota Gorontalo yang melakukan reses di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020)

“Kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai tahun 2014, dari tahap penyusunan dokumen FS, review FS, kemudian DED dan tahun 2020 ini proses Amdal. Setelah Amdal ini direncanakan pada Juni 2020 ini sudah masuk tahap appraisal atau perhitungan nilai terhadap lahan masyarakat,” kata Sultan Kalupe.

Pembangunan Islamic Center membutuhkan lahan seluas 13 hektar atau 58 bidang tanah yang ada di Kecamatan Kota Timur.

Sultan Kalupe menjelaskan untuk tahun 2020 ini, pihaknya akan membebaskan terlebih dahulu sekitar 5 hektar sebagai langkah awal untuk pembangunan fisik Masjid Islamic Center.

“Dari 58 persil, sudah ada 27 persil yang telah diindentifikasi dan sisanya akan kami usahakan tahun ini juga. Mudah-mudahan tahun ini kita targetkan lahan yang akan kita bebaskan awal itu 3-5 hektar dan sisanya akan usahakan pada 2021”  ucap Sultan Kalupe.

Sultan Kalupe menambahkan lokasi persawahan tersebut merupakan daerah yang sering terkena banjir, maka perencanaan pembangunan Islamic Center telah dibuat folder.

“Di belakang Islamic Center itu akan dibuat folder untuk pengendali banjir, karena daerah ini rawan banjir. Maka kita akan memperkecil dampak banjir yang sering terjadi akibat luapan Sungai Serdadu,” kata Sultan Kalupe.

Ia berharap pembebasan lahan serta pembangunan Islamic Center berjalan sesuai yang direncanakan dan mendapat dukungan masyarakat Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TIBAWA -  Pemerintah terus melalukan peningkatan pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat pelosok desa agar mereka dengan mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Pelayanan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo melalui Provincial Project Management Unit (PPMU) yang mengembangkan penyediaan Pir Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Pemukiman Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Marten Yusuf yang juga perwakilan PPMU menghadiri pengujian sarana yang dibangun oleh program Pamsimas III di Desa Botumoputi Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/03/2020)

“Kami telah mengujicobakan program Pamsimas III  di Desa Butumoputi Kecamatan Tibawa” tutur Marten Yusuf.

Marten Yusuf menjelaskan tujuan program Pamsimas III  adalah untuk mengaktifkan kembali bantuan program Pamsimas I, yang pernah di bangun pada tahun 2012.

“Fungsi pembangunan ini untuk memfungsikan kembali bangunan Pamsimas lama yang sudah tidak berfungsi, Pamsimas di desa botumoputi ini termasuk dalam program HKP Pamsimas III tahun 2019,” jelas Marten Yusuf.

Desa Botumoputi  memiliki 864 kepala Keluarga atau 2.713 jiwa, saat ini baru dusun Toyidito yang terlayani oleh 18 Sambungan Rumah (SR). Dusun ini memiliki 77 kepala keluarga dengan 230 jiwa.

Dengan terpasangnya sambungan air minum ke beberapa rumah penduduk dusun Toyidito, Marten Yusuf berharap sambungan ini dapat diteruskan ke seluruh rumah penduduk.

“Alhamdulillah sambungan air minumnya sudah bisa difungsikan kembali pada tahun 2020, semua berkat bantuan APBD Kabupten Gorontalo sebesar Rp200 juta dengan swadaya masyarakat Rp50 juta, totalnya 250 juta,” ujar Marten Yusuf.

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 14
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama