>

GORONTALO - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Gorontalo dan Sekolah Menengah Pertama (SMA) Negeri 1 Limboto menggelar ramah tamah pisah sambut kepala sekolah baru dan kepala sekolah lama, Kamis (23/1/2020).

Kepala sekolah SMK Negeri Gorontalo , Yakob Gue yang baru dilantik menggantikan Risman Husain, yang dilantik menjadi Kepala sekolah SMK Negeri 4 Gorontalo.

Sedangkan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Limboto yang baru adalah Abdul Wahab Pahrun menggantikan Herman Yusuf yang dilantik menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tilango. Acara pisah sambut ini dihadiri Yosef Koton , Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora), pengawas, serta bidang pembinaan SMK/SMA.

Dalam sambutan Yosef Koton menjelaskan kepala sekolah adalah tugas tambahan yang diberikan kepada guru, sebagai  jabatan manajerial,  rotasi dan pergantian kepala sekolah adalah sebuah keniscayaan untuk regenerasi dan pemerataan kualitas sekolah.

“Kepala sekolah harus dapat memberdayakan sumber daya yang ada di sekolah baik SDM guru, siswa, komite maupun anggaran dan sarana/prasarana untuk pencapaian visi dan misi sekolah,” kata Yosef Koton.

Untuk meningkatkan kualitas SDM yang cerdas unggul dan berkarakter, sesuai visi Gubernur Gorontalo yang menjadikan Provinsi Gorontalo maju, unggul dan sejahtera.

Pada kegiatan ini Yosef Koton melakukan pemantauan lingkungan sekolah serta kesiapan sekolah dalam menghadapi ujian dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Banyak satuan pendidikan (sekolah) di wilayah Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato yang belum memiliki sertifikat tanah, hal menjadi bahasan dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Rabu (22/1/2020).

Dalam rapat yang berlangsung di aula kantor Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Boalemo ini terungkap fakta bahwa di Kabupaten Pohuwato dari 20 sekolah SMA/SMK/SLB hanya 2 sekolah yang bersertifikat sedangkan 18 sekolah lainnya tanahnya tidak  bersertifikat  atau masih dalam proses pengurusan.

“Untuk Kabupaten Boalemo dari jumlah 23 sekolah SMA/SMK/SLB hanya 6 sekolah  yang memiliki sertifikat tanah sedangkan 17 sekolah lainnya tidak memiliki sertifikat atau dalam proses pengurusan, kebanyakan satuan pendidikan hanya memiliki surat hibah tanah,” ujar Yosef Koton, Kepala Dinas Dikbudpora.

Yosef Koton berharap Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Boalemo dapat saling berkolaborasi membantu Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelesaikan masalah ini, karena rata-rata satuan pendidikan yang belum memiliki sertifikat tanah adalah sekolah yang dibangun sebelum pengalihan kewenangan pendidikan menengah dari pemerintah kabupaten ke Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Masalah sertifikat tanah satuan pendidikan sangat penting dan mendesak serta dapat menghalangi pemberian bantuan pembangunan dan perawatan sekolah dari pemerintah pusat. Ini berdampak  pada kecilnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat ke Gorontalo.

Pertemuan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie di kedua daerah ini. Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo memanfaatkan untuk menggelar rapat untuk membahas proses pengadaan sertifikat lahan.

“Setelah pemaparan dan pembahasan rencana dan target kegiatan di tahun 2020, kami langsung membahas satuan pendidikan yang sampai dengan saat ini belum memiliki sertifikat tanah bersama pemerintah setempat,” kata Yosef P Koton. 

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

TILAMUTA - Pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang memadai adalah hal yang wajib disediakan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 26 tahun 2016.

Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat yang mengurusi persekolahan, telah menganggarkan dana bantuan pemenuhan sarana dan prasarana di satuan pendidikan.

Untuk melihat dan memvalidasi data sekolah penerima bantuan sarana dan prasarana ini, Kepala Dinas Dikbudpora Yosef P Koton, bersama Bidang Pembinaan SMA dan SMK mengunjungi sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Boalemo.

“Kepada sekolah penerima bantuan SMA/SMK di kabupaten Boalemo agar segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan agar penyaluran bantuan tidak terkendala dan manfaatnya segera dapat dirasakan oleh para siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas,” kata Yosef Koton.

Saat mengunjungi SMK Negeri 1 Boalemo, Yosef Koton dikenalkan dengan aplikasi sistem informasi sekolah berbasis Teknologi Informasi.

Kepala sekolah SMKN 1 Boalemo, Aziz Djakatara menjelaskan salah satu yang dikembangkan adalah absensi dan kehadiran siswa berbasis aplikasi digital.

“Lewat aplikasi itu kehadiran atau ketidakhadiran siswa akan masuk ke handphone (ponsel) orang tua masing-masing. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi siswa masuk di pelajaran tertentu. Setiap hari guru mata pelajaran harus menginput siswa yang masuk kelas,” kata Aziz Djakatara.

Yosef Koton sangat mengapresiasi aplikasi ini sebagai upaya pengembangan sekolah, sebab sekolah SMK di Provinsi Gorontalo diharus memiliki 1 produk unggulan yang akan menjadi branding sekolah.

“Contohnya SMK negeri 1 Tilamuta produk unggulan yang menjadi branding adalah teknologi informasi,” ujar Yosef Koton.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 21 Januari 2020 18:50

MKKS SMK Kabupaten Gorontalo Susun Soal USBN

LIMBOTO - Menghadapi Ujian Sekolah Berstansar Nasional (USBN) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gorontalo menyelenggarakan penyusunan soal USBN bertempat di SMKN 1 Limboto, selasa (21/1/2020).

Para Guru mata pelajaran perwakilan setiap SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten Gorontalo hadir dalam penyusunan soal ini.

“Untuk menghasilkan soal yang bermutu, dalam penyusunan dilakukan tahapan seperti penyusunan kisi-kisi, penulisan, review dan revisi, perakitan soal, uji coba soal, menganalisis, dan menguji coba soal. kisi-kisi soal pun sesuai dengan ketetapan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yakni sebuah lembaga independen yang dibentuk pemerintah,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan kepemudaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo saat membuka kegiatan ini.

Yosef Koton menyampaikan point penting di antaranya kualitas soal yang baik menjadi salah satu indikator peningkatan mutu pendidikan di Gorontalo, juga bagi tim penyusun soal USBN MKKS SMK Kabupaten Gorontalo agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“penyusunan soal ini merupakan rangkaian kegiatan nasional. Kerahasiaan naskah soal sangat diharapkan dan dipertanggung jawabkan oleh guru yang telah ditunjuk dan terpilih untuk menyusun naskah soal ini,” jelas Yosef Koton.

Dalam membuat soal ini berdasarkan kriteria High Order Thinking Skill (HOTS), soalnya yang ditanyakan  bukan  berdasarkan hafalan tetapi berdasarkan analisis berpikir untuk memecahkan masalah sehingga siswa terbiasa berfikir kritis menghadapi persoalan nyata dalam hidupnya dan dapat membuat terobosan baru sebagai solusi pemecahan masalah  yang dihadapinya.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Laboratorium sekolah Universitas Negeri Gorontalo, SMK Tridharma melepas 80 orang siswa kelas XI mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), Selasa (21/1/2020).

Sekolah kejuruan ini memiliki program unggulan keahlian di bidang kesehatan sehingga para siswa PKL diarahkan pada lembaga kesehatan atau rumah sakit di Provinsi Gorontalo.

Penglepasan siswa ini ditandai dengan penyematan tanda peserta PKL oleh Yosef Koton, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemuadaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo kepada puluhan peserta dengan keahlian Asisten Keperawatan dan Farmasi Komunitas dan Klinis.

Selama PKL siswa ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan ilmu serta kompetensi. Mereka ditempatkan di rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi Gorontalo diantaranya RS Aloei Saboe, RS Multazam, RS Otanaha, RS Islam di Kota Gorontalo, RS Ainun Habibie di Limboto, Kabupaten Gorontalo, RS Tani dan Nelayan di Tilamuta Kabupaten Boalemo dan RS Bumi Panua di Marisa Kabupaten Pohuwato.

“Kami menghimbau agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya sehingga ilmu yang didapatkan bisa diterapkan dengan baik ketika sudah berada di dunia kerja nyata nanti,” kata Yosef Koton.

Yosef Koton juga berharap setelah pelaksanaan kegiatan ini ada umpan balik dari lembaga tempat pelaksanaan PKL ke perbaikan materi ajar di sekolah, sehingga kompetensi alumni yang dihasilkan betul-betul sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Kepada para guru kami juga meminta untuk memutakhirkan penguasaan materi ajar dan juga metode mengajarnya yang disesuaikan dengan bakat dan minat para siswa. Siswa harus lebih banyak aktif di kelas dari para guru yang bertugas memandu dan memfasilitasi,” jelas Yosef Koton.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sebanyak 466 orang siswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Negeri 3 Gorontalo dilepas di aula oleh Yosef P Koton, Kepala Dinas pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Senin (20/1/2020).

Ratusan siswa ini telah mendapat pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi praktikum masing-masing.

“Proses pemantapan keterampilan, peningkatan kemampuan siswa SMK Negeri 3 Gorontalo dalam memasuki dunia kerja adalah hal yang sangat diperlukan setiap siswa setelah mereka menamatkan pendidikan di sekolah menengah kejuruan,” kata Yosef Koton.

Kegiatan PKL ini dilaksanakan selama 4 bulan dibagi di 166 dunia usaha/industri yang tersebar di 5 daerah tingkat II Provinsi Gorontalo yang menjadi tempat PKL.

“Kami berharap seluruh siswa peserta PKL dapat melaksanakan sebaik-baiknya serta mematuhi norma kerja dengan menjaga nama baik keluarga dan almamater SMKN 3 Gorontalo . Para siswa harus memiliki disiplin kerja serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan pelaku usaha, tunjukkan bahwa kalian mampu melaksanakan dengan tuntas  setiap tugas yang diberikan,” ujar Yosef koton.

Sebanyak 11 kompetensi keahlian yang mengikuti PKL ini, bidang Teknik Geomatika, Desain Permodelan dan Informasi bangunan, Bisnis Konstruksi dan Properti, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video,Teknik Pengelasan, Teknik Permesinan, Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan dan Rekayasa Perangkat Lunak.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Para pejabat harus mendapatkan outcome setiap program kegiatan yang dilaksanakan, bukan hanya outputnya saja. Pesan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton pada apel pagi dan penandatangan perjanjian kinerja pejabat di lingkungan Dinas Dikbudpora, Senin (20/1/2020).

Program dan anggaran Dinas Dikbudpora yang mencapai Rp270,748 miliar harus dapat memberi outcome yang besar dalam rangka merealisasikan  visi dan misi  Gubernur Gorontalo untuk mewujudkan masyarakat  yang maju, unggul dan sejahtera.

Yosef P Koton mencontohkan program pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) pada satuan pendidikan ini harus dapat meningkatkan prestasi di satuan pendidikan tersebut.

Outcomenya tidak hanya menghasilkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) saja tetapi juga indikator pendidikan lainnya.

 “Kami ingin setiap pejabat mampu menganalisis setiap kegiatan yang dilaksanakan baik permasalahan maupun mencari solusinya dan segera mengeksekusi tugas-tugas  yang perintahkan,” kata Yosef P Koton

Yosef P Koton akan menilai penerapan nilai karakter dalam  budaya kerja Dinas Dikbudpora dan 11 budaya malu yang nilainya berkisar dari 1-100 karena hingga saat ini kami belum mengetahui kompetensi dari masing-masing pegawai ,” ujar Yosef P Koton.

Penandatangan perjanjian kinerja dan apel pagi di lingkungan Dinas Dikbudpora dihadiri seluruh pejabat pengawas, pejabat administrator, para pengawas fungsional, pelaksana dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang diawali pengecekan absensi pada masing-masing bidang.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Era revolusi industri 4.0 yang berlangsung saat ini para pelaku pendidikan dituntut penguasaan bahasa asing. Guru sebagai pencetak generasi milenial harus bersaing ketat, untuk itu guru yang menjadi garda terdepan harus memiliki kompetensi kemampuan bahasa asing yang baik.

Hal ini seperti yang diharapkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makariem yang menegaskan Bahasa Inggris harus dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar, sehingga Indonesia bisa bersaing di masa depan.

Untuk meningkatkan kompetensi inilah SMK Negeri 1 Gorontalo menggelar English Club Programme yang dilaksanakan di aula sekolah yang diikuti oleh seluruh guru sekolah ini.

“English Club Programme ini bertujuan mengantisipasi program terbaru revolusi pendidikan di mana Bahasa Inggris menjadi prasyarat utama dari kompetensi guru,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga saat membuka kegiatan, Jumat (24/1/2019).

Yosef Koton menambahkan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini yang akan menjadikan para guru memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris.

“Kegiatan ini merupakan inovasi penting dalam mengoptimalkan performa guru di masa kini," ujar Yosef Koton.

Untuk itu para guru harus melakukan terobosan inovasi baru dalam proses belajar-mengajar sehingga dapat mentransfer pengetahuan, ketrampilan dan karakter kepada para siswa.

Yosef Koton  meminta program ini harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga menjadi program unggulan SMK Negeri 1 Gorontalo yang akan dijual di tingkat nasional sehingga menjadi destinasi wisata tempat studi banding dari sekolah  di luar Provinsi Gorontalo.

"Kalau perlu akhir kegiatan ini di buat sebuah ujian dan akan diberikan sertifikat kelulusan yang diterbitkan oleh Dinas Dikbudpora,” kata Yosef Koton.

Strategi pelaksanaan kegiatan adalah pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang ditekankan pada keterampilan berbicara dan waktu pertemuan seminggu sekali pada setiap Jumat pukul 13.00-15.00 Wita dengan periode 25 kali pertemuan atau 5 bulan dalam satu paket program.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Rapat pembahasan Peraturan Gubernur tentang percepatan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Gorontalo digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) di aula dinas, Jum’at (17/1/2020).

Rapat ini dihadiri Kepala Dinas Dikbudpora Yosef Koton, Koordinator Pengawas, Bidang Pembinaan SMK, serta tim penyusun rancangan Peraturan Gubernur tentang percepatan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2020.

“Dengan adanya Pergub tentang revitalisasi SMK diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya output SMK di Goontalo agar lebih siap kerja dan mampu bersaing di dunia luar sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2019,” kata Yosef Koton.

Setelah diadakan perbaikan dan penyempurnaan terhadap rancangan Pergub ini, akan segera diusulkan untuk ditandatangani oleh Gubernur Gorontalo melalui Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Mengawali pelaksanaan kegiatan tahun 2020 Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dikbudpora) melaksanakan rapat pembahasan program kerja tahun 2020 dengan Seluruh pejabat administrator, pengawas, bendahara dan Satker APBN, Jumat  (17/1/2020). 

Pembahasan diawali pemaparan program kegiatan oleh setiap pejabat pengawas dan administrator di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, Yosef Koton.

Sul A Moito  menjelaskan dengan anggaran APBD mencapai  Rp270.748.309.246 dan APBN mencapai  Rp6.970.031.000, Dikbudpora mengharapkan setiap kegiatan yang sudah diprogramkan dapat disiapkan semaksimal mungkin agar penyerapan dan realisasi anggaran menjadi optimal,” kata Yosef Koton.

Untuk dana sharing bersama pemerintah pusat Yosef Koton mengingatkan agar terus dikonsultasikan dengan badan keuangan, Dana Alokasi Khusus (DAK) segera disiapkan sehingga pada saat juknis pelaksanaan DAK turun.

“Strategi yang akan kita laksanakan saat ini adalah menyiapkan  segala sesuatu sebelum kegiatan dimulai, kalau perlu untuk program kegiatan tahun 2021 sudah bisa disiapkan saat ini, mumpung bulan Januari dan Februari ini masih agak luang,” kata Yosef Koton.

Salah satu yang menjadi perhatian Yosef Koton yakni aset yang ada di dinas dan persekolahan agar dibuatkan alih media (arsip ke digital) dan diarsipkan di dinas juga di bagian arsip dinas Arsip dan perpustakaan Provinsi Gorontalo sehingga jika sewaktu-waktu aset itu bermasalah alih media ini akan dijadikan bukti pengganti.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama