>

Displaying items by tag: PPID Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda & Olahraga

GORONTALO - Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Gorontalo secara umum sukses menerapkan belajar dalam jaringan (daring) dalam rangka mendukung pemerintah dalam pencegahan penularan virus corona (covid-19) di satuan pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan oleh para kepala sekolah SMA di Kota Gorontalo melalui video conference kepada Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Yosef Koton,  Rabu (1/4/2020).

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO - Para kepala sekolah SMK Boalemo yang tergabung dalam MKKS SMK Boalemo menyampaikan penerapan belajar dalam jaringan (daring) di sekolahnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo dan Kepala Bidang SMK, Rabu (1/4/2020).

Para kepala sekolah menjelaskan bahwa guru memberikan tugas menggunakan aplikasi front office 365 yang sudah diperkenalkan oleh LPMP Gorontalo juga melalui google class room, whatsapp serta group facebook messenger.

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

GORONTALO - Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo memastikan penyelenggaran tugas dan fungsi Aparat Sipil Negara (ASN) serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) melaksanakan tugasnya, Selasa (31/3/2020).

Kepala Dinas Dikbudpora, Yosef P Koton melalui video conference mengecek semua program tetap berjalan sesuai dengan rencana, di antaranya dengan mengecek para ASN tetap bekerja dari rumah.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO  – Di tengah kurang ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), salah satunya adalah masker, membuat SMK Negeri 1 Suwawa dan SMK Negeri 2 Gorontalo berupaya memproduksi masker untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Pembuatan masker ini dilaksanakan oleh guru tata busana yang dibantu oleh siswa di kedua sekolah ini. Produksi masker ini merupakan sumbangsih kepada pemerintah dalam membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Gorontalo.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) mulai menerapkan rapat dengan memanfaatkan telekonferensi bersama jajarannya di tengah ancaman wabah virus corona, Senin (23/3/2020).

Telekonferensi ini dilakukan di aula dinas yang dihadiri oleh Roni R Mamu, Plh Kepala Dinas Dikbudpora beserta seluruh kepala bidang teknis dalam rangka menyosialisasikan Surat Edaran Gubernur Gorontalo bagi satuan pendidikan menengah SMA/SMK di daerah ini.

Roni R Mamu saat memimpin rapat mengintruksikan kepada setiap sekolah agar mengindahkan Surat Edaran Gubernur Gorontalo tentang upaya pencegahan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, juga untuk mengecek kesiapan satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah atau belajar Online.

"Segera laksanakan langkah-langkah antisipatif sesuai Surat Edaran Gubernur sebagai upaya pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai Covid 19, kita lakukan pertemuan dengan fasilitas telekonferensi," kata Roni R Mamu.

Pertemuan berbasis elektronik secara langsung ini sekaligus menghindari pertemuan yang memungkinkan kontak langsung dengan peserta rapat.

"Pertemuan dengan fasilitas IT ini memungkinkan tetap bisa rapat tanpa harus berada dalam satu ruangan. Cara ini dilakukan hingga keadaan benar-benar kondusif untuk kita dapat kembali melakukan pertemuan tatap muka," tutup Roni R Mamu.

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

KWANDANG – Para penari danadana bergerak energetik mengikuti hentakan irama musik saat tim pendokumentasian mengambil foto dan video di Desa Bualemo Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (17/3/2020).

Penari ini terlihat sangat menikmati gerakannya meskipun sejumlah peralatan rekaman ada di depannya.

Pengambilan rekaman video dan foto ini merupakan program pendokumentasian adat dan tradisi daerah gorontalo yang dilakukan oleh Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.

Selain tarian danadana, tim pendokumentasian juga mengambil foto dan video kue Kolombengi, tari Linthe, Tidi (tari) lo Bituo dan baju adat Wolimomo.

Kepala Seksi Pembinaan Bahasa dan Tradisi Daerah, Affandi Lakoro menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk mendokumentasikan adat dan tradisi daerah gorontalo yang akan diusulkan pada Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan kebudayaan agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Kami berharap tradisi ini dapat ditetapkan secara nasional sebagai warisan budaya Indonesia dari Gorontalo, pendokumentasian merupakan syarat yang harus dilengkapi beserta dengan kajian akademiknya dari sebuah adat dan tradisi daerah yang diusulkan," kata Affandi Lakoro.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO -  Tim monitoring Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK melaporkan kegiatan pada hari ketiga berjalan lancar dan aman, Rabu (17/3/2020).

Berdasarkan laporan tim yang selalu turun ke sekolah-sekolah, pelaksanaan UNBK di Gorontalo terkendali, walau ada beberapa masalah teknis tapi berkat kemahiran para proktor dan teknisi UNBK semua dapat diatasi.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Ernawaty Panu, pemantauan dilakukan di beberapa SMK yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo.  Permasalahan yang dihadapi di lapangan adalah padamnya aliran listrik serta jaringan internet.

"Di SMK Negeri 1 Pulubala pada saat sesi terakhir aliran listrik padam, tapi kendala cepat teratasi setelah dikoordinasikan dengan teknisi PLN terdekat," kata Ernawaty.

Tim Help Desk, Hariyanto Noor,  menuturkan UNBK SMK secara keseluruhan aman dan lancar,  walaupun ada beberapa kendala teknis.

"Namanya juga bekerja dengan sistem jaringan pasti ada sedikit kendalanya namun semua bisa di atasi berkat kerjasama semua pemangku kepentingan, pihak sekolah, penyelenggara UN bersama tim HD UNBK provinsi dan kabupaten/kota, juga tim teknis PLN dan Telkom semua dapat diatasi," ujar Hariyanto Noor.

Hariyanto Noor  menambahkan UNBK hari ketiga dan keempat dilanjutkan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan akan dimaksimalkan pelaksanaanya agar tidak lagi menemui kendala yang berarti.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO - Sebanyak 32 peserta Finalis Nou Uti Kota Gorontalo berkunjung ke Museum Popa Eyato, Sabtu (15/3/2020).

Kunjungan ke Museum Popa Eyato ini telah menjadi agenda rutin bagi setiap peserta pemilihan nou uti Kota Gorontalo yang memasuki grand final untuk lebih mengenal tinggalan dan sejarah daerah Gorontalo.

Teuku M Gosyah Hamzah, salah satu finalis uti mengatakan dalam kunjungan kali ini mereka ingin mengasah pengetahuan tentang sejarah, khususnya sejarah perkembangan peradaban Gorontalo.

"Ini kerangka manusia asli atau palsu?" kata Gosyah menunjuk pada replika manusia purba Oluhuta yang terbaring.

Teuku M Gosyah Hamzah  dan juga yang lain memperhatkan dengan seksama setiap detail kerangka koleksi Museum ini. Petugas educator, Merry D C Arsyad menjelaskan kerangka ini adalah replika,tapi di buat sama persis sama dengan aslinya

“Kondisinya sama persis dengan aslinya saat melakukan penggalian,” jawab Merry DC Arsyad.

Sementara itu salah satu peserta nou dan uti perwakilan Polres Gorontalo, Rivaldi Habibie mengatakan pelayanna Museum Popa Eyato sangat ramah dan nyaman, sehingga ia dan juga finalis lainnya mendapat banyak informasi sejarah dan pengetahuan peradaban di Gorontalo.

 "Pelayanan di Museum Popa Eyato sangat baik, petugasnya pun ramah, selain itu juga kami mendapat pengetahuan sejarah atau peradaban Gorontalo," ucap Rivaldy.

Selain melihat koleksi benda benda, para finalis nou uti juga mendapat pengetahuan sejarah Gorontalo,mulai dari naskah asli Mee'raji sampai masuknya agama Islam pertama kali di daerah ini.

Kepala Seksi Pelayanan Teknis Museum, Syukriyanto Suleman,  menuturkan sangat senang dikunjungi putra dan putri terbaik Kota Gorontalo.

"Kami layani mereka dengan baik, apapun yang ingin mereka ketahui, akan dijelaskan oleh petugas edukator museum yang siap sedia memberikan pengarahan," ungkap Syukriyanto Suleman.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO -  Pusat Layanan Autis (PLA) Gorontalo akan merayakan Hari Autis Sedunia yang jatuh pada pada 2 April 2020. Persiapan sudah dilakukan dengan menggelar rapat yang dipimpin Koordinator PLA, Nita Devina Khilda di ruang rapat Jumat (13/3/2020).

Perayaan Hari Autis Sedunia ini mengambil tema warnai hari mereka dengan cinta. Dalam rapat ini dihadiri sejumlah ahli seperti psikolog, tenaga terapis, serta para orang tua klien PLA dan mendiskusikan teknis acara nantinya.

Rapat yang penuh diskusi hingga 2 jam ini menghasilkan keputusan pelibatan anak dan orang tua pada perayaan nanti.

Salah satu kesepakatan adalah peringatan hari autis sedunia dilaksanakan PLA akan diadakan pada Sabtu, 4 April 2020 di halaman Pusat Layanan Autis Provinsi Gorontalo.

Koordinator PLA, Nita Devina Khilda mengatakan peringatan HAS merupakan peringatan yang sangat ditunggup-tunggu oleh klien dan orang tua klien.

"PLA sebagai salah satu lembaga Pemerintah Provinsi Gorontalo yang menaungi dan memberikan terapi pada anak autis, kami ikut memeriahkan hari autis sedunia tahun ", kata Nita Devina Khilda.

Dalam peringatan HAS, peserta berasal dari internal PLA dan eksternal seperti sekolah , yayasan, dan komunitas peduli autis serta anak berkebutuhan khusus.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

ISIMU  – Tidak mau kalah dengan karya para disainer professional adibusana nasional, siswa SMA Negeri 1 Tibawa pun menggelar karya disain busana karawo.

Penampilan para disainer muda busana karawo ini menyajikan gaun yang elegan denagn warna yang lembut hingga penuh warna.

Busana karawo ini disuguhkan dalam peragaan busana (fashion show) yang ditampilan dalam ujian praktek Seni budaya di pelataran halaman sekolah, Sabtu (7/3/2-2020).

Sebagai karya tradisional masyarakat Gorontalo, sulaman karawo tetap memikat untuk dieksplorasi kaum milenial, mereka tidak hanya bermain denghan warna-warna dan bentuk, namun juga kombinasi keduanya dengan bahan kain yang beragam, inilah karya siwa SMAN 1 Tibawa.

“Karawo merupakan seni kerajinan tangan khas Gorontalo, kain ini  dijadikan objek penilaian dalam praktek tugas akhir mata pelajaran seni dan budaya,” kata Ahmad Sidor Umar, Kepala Sekolah SMAN 1 Tibawa.

Fashion show karawo ini memang unik, para siswa kelas XII harus menggunakan produk buatan busana karawo yang dirancang dan diproduksi oleh siswa itu sendiri, mereka yang mendesain, mereka pula yang menggunakannya pada catwalk.

Prosesi lenggak lenggok beriring musik membuat suasana semakin hangat, para siswa dengan percaya  diri menampilkan karyanya dan juga penampilannya. Para pendukung masing-masing desainer dan peraga pun riuh rendah.

Ahmad Sudir Umar tak bisa menutupi rasa bangganya atas karya siswa Kelas XII yang diampunya, adibusana yang ditampilkan pun merupakan karya orisinil hasil tangan siswa.

"Fashion show ini tidak hanya melahirkan sulaman karawo semata, tetapi para siswa sudah mempunyai rasa percaya diri dalam menampilkan kemampuan dan kemandirian yang mereka miliki, ini luar biasa," ucap Ahmad Sudir.

Rencana ke depan produk siswa ini akan dibenahi dan dikembangkan lagi untuk mendapat hasil akhir yang lebih halus dan bernilai tinggi.

Para siswa di sekolah tidak diajarkan untuk mengharga karya lokal seperti sulaman karawo, produk lainnya juga dapat diekplorasi untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kecakapan hidup.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama