>

Displaying items by tag: PPID Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda & Olahraga

GORONTALO - Rapat koordinasi teknis pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK tahun anggaran 2020 digelar di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Inspektorat dan Badan Keuangan Provinsi Gorontalo serta 13 sekolah pengelola Dana Alokasi Khusus Fisik SMK tahun 2020 sebagai tahap awal dan langkah antisipatif untuk menyamakan pemahaman, persepsi tentang tahapan pelaksanaan DAK Fisik.

Dana DAK yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan yang dilimpahkan ke daerah menjadi dana perimbangan harus dikelola sebaik mungkin sehingga dapat meminimalisir temuan auditor internal maupun eksternal yang sewaktu-waktu dapat mengaudit pengelolaan DAK.

Sekretaris Dinas yang juga Plh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) dengan tegas menyampaikan bahwa kepala sekolah dan panitia pembangunan agar menaati petunjuk teknis atau aturan lainnya serta mengutamakan kualitas pekerjaan.

"Pelaksanaan DAK harus sesuai dengan juknis, harus jelas peruntukan dan jelas hasil," kata Roni Mamu.

Di samping itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Ernawaty Panu, menambahkan agar sekolah penerima dapat melengkapi semua dokumen berupa administrasi fisik dan keuangan, ini dilakukan karena pengelolaan DAK Fisik di daerah meliputi persiapan teknis, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan hingga evaluasi.


Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Teater mini Museum Popa Eyato menyuguhkan rangkaian lawatan sejarah peradaban kepada para siswa MA Muhammadiyah Isimu Kabupaten Gorontalo, Rabu (11/3/2020).

Sajian ini merupakan layanan museum kebanggan masyarakat kepada para siswa dalam memahami informasi sejarah Gorontalo dari masa awal hingga deklarasi terbentuknya Provinsi Gorontalo.

Para siswa hanyut dalam alur-alur cerita yang menguatkan gambaran Gorontalo masa lalu dan memiliki peran penting dalam perjuangan nasional, memerdekan Bangsa Indonesia.

Sajian ini disuguhkan setelah mereka melihat koleksi benda bersejarah, para siswa diarahkan ke ruang teater untuk menonton sajian film dokumenter kisah perjuangan pahlawan Nasional Nani Wartabone, dari mulai perjuangan melawan kolonialisme di Gorontalo pada masa prakemerdekaan, dengan mendirikan Jong Gorontalo di Surabaya pada tahun 1923. Nani Wartabone waktu itu juga sebagai sekretaris panitia kemerdekaan.

Sajian teater ini juga menyuguhkan perjuangan masyarakat Gorontalo yang dipimpin Nani Wartabone dalam merebut kekuasaan dari tangan Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 23 Januari 1942. Peristiwa ini ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih sebagai bukti kemerdekaan rakyat Gorontalo. Adegan demi adegan menjadi perhatian para siswa MA Muhammadiyah.

Menurut Yusri, salah seorang guru pendamping MA Muhamadiyah Isimu, para siswa sangat senang dan menikmati kunjungan di Museum Popa Eyato, apalagi bisa menonton film dokumenter kemerdekaan dalam teater mini.

“Kami mengajak siswa, khususnya kelas XI MA Muhammadiyah Isimu ini adalah melakukan penelitian sekaligus memberikan tugas kepada mereka,” kata Yusri.

Yusri menjabarkan, sebelum diberi tugas, siswa mengkonservasi terlebih dahulu, sehingga selepas dari Museum mereka menyusun karya ilmiah terkait sejarah.

Operator audio visual museum Popa Eyato, Taufik Kadullah turut menjelaskan sebelum memasuki ruang koleksi para siswa harus mematuhi aturan museum, tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman, tidak melewati garis yang sudah ada, tidak menyentuh koleksi, dan menggunakan kamera harus tanpa lampu kilat.

 

Pewarta : PPID Dikbudpota

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Benda cagar budaya yang berada di kabupaten/kota harus didaftarkan agar pengelolaan dan pelestariannya terjamin. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk melakukan pendaftaran sebagai salah satu proses yang harus dilakukan sebelum dibuatkan penetapannya.

Untuk mencetak staf yang memiliki kemampuan ini, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo melalui Seksi Sejarah dan Cagar Budaya melaksanakan bimbingan teknis Pendaftaran cagar budaya.

Kegiatan ini  berlangsung dari Senin-Selasa (9-10/3/2020) di Hotel Eljie Kota Gorontalo dan diikuti oleh Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Kebudayaan.

Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, pendaftaran cagar budaya sudah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Pendaftaran cagar budaya ini harus berjalan secara baik dibutuhkan peran aktif pegawai Pemerintah Provinsi  Gorontalo bersama kabupaten/kota. Pendaftaran cagar budaya ini harus tepat dan berkesinambungan.

Penyiapan petugas yang mampu melakukan pendaftaran cagar budaya ini sesuai dengan amanat dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2010.

Bimbingan teknis dibuka oleh Sekertaris Dikbudpora, Roni R Mamu. Dalam sambutannya Roni R Mamu berharap mengatakan bimtek ini dapat memberikan pengetahuan kepada para pelaku pencatat dan pendaftar cagar budaya yang ada di Gorontalo. Mereka dituntut mampu melakukan identifikasi, pencatatan dan pengusulan cagar budaya dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

"Saya berharap ke depan setiap kabupaten/kota sudah memiliki Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang diharapkan dapat mencatat, menganalisis cagar budaya di wilayahnya," ungkap Roni R Mamu.

Para peserta mendapat pembekalan berupa materi terkait benda cagar budaya oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo, Zakaria Kasimin.

“Bimtek pendaftaran cagar budaya perlu dilaksanakan setiap tahun mengingat setiap tahunnya ada rolling jabatan di setiap SKPD, sehingga proses pengusulan pendafataran cagar budaya tetap berjalan di masing-masing kabupaten/kota,” kata Zakaria Kasimin.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Sebanyak 57 siswa SMK Negeri Model Gorontalo kembali berkunjung ke Museum Popa Eyato, Kota Gorontalo, Senin (9/3/2020), namun mereka berasal dari kelas yang berbeda dari rombongan siswa sebelumnya.

Para siswa ini mendapat tugas penelitian diberikan guru yang harus dicari di museum kebanggan masyarakat Gorontalo ini.

"Ada tugas penelitian untuk 2 jurusan untuk mata pelajaran sejarah. Setiap jurusan dibagi menjadi 5 kelompok," kata Nurhayati Djambula, pendamping SMK Negeri Model Gorontalo.

Yang menarik perhatian para siswa ini ialah perlengkapan perkawinan adat Gorontalo, mulai pakaian adat, puade, ilamahu dan koi lo bulainditi yang berada di atas rumah panggung museum Popa Eyato.\

Para siswa sangat menikmati koleksi budaya di museum ini. Secara detail mereka mencatat, meminta keterangan dan menuliskannya pada buku masing-masing.

Kunjungan para siswa ini menguatkan pengetahuan kebudayaan dan sejarah, termasuk prosesiadat pernikahan tradisional.

"Motivasi siswa datang ke museum ini karena mereka ingin melihat langsung barang-barang bersejarah atau semacam penemuan benda zaman dahulu kala, kalau di bangku sekolah mereka  hanya mendapatkan secara teori, nah di sini mereka bisa melihat  langsung barang-barang bersejarah tersebut," ujar salah seorang guru SMK Negeri Model Gorontalo.

Kepala Seksi Layanan Teknis Museum Popa Eyato, Syukriyanto Suleman, mengatakan museum terbuka untuk para siswa, menimbah ilmu sejarahnya, khususnya sejarah Gorontalo dan peninggalan benda pada zaman dahulu dan berharap ke depannya museum ini tidak hanya di kenal oleh siswa, tapi juga di kenal oleh masyarakat.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Pengembangan program revitalisasi SMK yang salah satu sasarannya adalah kerjasama SMK dengan dunia usaha dan industri.

Untuk itu Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo melakukan penandatangan MOU bersama PT Sumber Alfaria Trijaya dan PT Panasonic, Sabtu (7/3/2020).
Penyelenggaraan pendidikan Ritel Bagi Siswa SMK Se-Provinsi Gorontalo serta penyelarasan kurikulum SMK dengan dunia usaha dan Industri, dimaksudkan agar pembelajaran yang didapatkan oleh siswa di sekolah sudah selaras dengan peaktikum di dunia usaha dan industri.
Sebagai perusahaan yang hadir di tengah masyarakat, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan, salah satunya melalui program pendidikan ritel bagi SMK yang memiliki jurusan bisnis atau manajemen pemasaran. Perusahaan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa.
Sementara itu kerjasama bersama PT Panasonic Manufacturing Indonesia terkait peningkatan mutu Sumber Daya Manusia SMK melalui Praktik Kerja Lapangan, Magang Industri, dan Program Latih Kerja Industri.
Praktik Kerja Industri maupun pada saat Magang Industri ini merupakan amanat Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang pengembangan Revitalisasi SMK
Kepala Dinas Dikbudpora Yosef P Koton berharap MOU ini merupakan upaya peningkatan keterserapan lulusan SMK pada dunia usaha maupun Industri untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Gorontalo, khususnya lulusan SMK.
"Selama ini kurikulum pendidikan SMK masih kurang spesifik. Sehingga perusahaan masih harus memberikan pelatihan lagi bagi lulusan SMK. Padahal lulusan SMK seharusnya merupakan tenaga kerja yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan," ujar Yosef Koton.
Kepala Seksi Kurikulum SMK Linda Gani, menuturkan program ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.
“Di satu sisi kami mendapatkan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif, di sisi lain Alfamart dan Panasonic mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan". Ujar Linda.
 
Pewarta: PPID Dikbudpora
 
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BULANGO UTARA – Sejumlah persiapan dilakukan pemerintah untuk menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020. Salah satu yang dilakukan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo dengan menyerahkan sejumlah komputer untuk satuan pendidikan SMA/SMK.

Penyerahan komputer secara simbolis dilakukan Yosef Koton, Kepala Dinas Dikbudpora kepada Kepala SMK Kesehatan Bulango Utara, Rivai Engahu, Jumat (6/3/2020).

Menurut  Yosef Koton, sebanyak 500 komputer dan 40 server yang diserahkan kepada satuan pendidikan SMA/SMK untuk menghadapi UNBK ini.

Penyerahan komputer ini tindak lanjut dari evaluasi dan persetujuan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie yang menilai masih minimnya fasilitas komputer di persekolahan menjelang UNBK, dan sering disampaikan oleh sekolah ketika Gubernur berkunjung ke sekolah SMA/SMK.

Kepala Seksi  Sarana dan Prasarana SMK, Suhardiman Amir, menjelaskan komputer dan server yang diserahkan hanya bagi satuan pendidikan yang kekurangan komputer dan server serta untuk mengganti unit yang mengalami rusak berat.

“Diharapkan satuan pendidikan SMA/SMK penerima bantuan komputer dapat melaksanakan UNBK dengan lancar dan dapat menjaga fasilitas unit komputer serta server ini agar tidak mudah rusak dan pada tahun 2021 dapat digunakan untuk keperluan ujian sekolah berbasis computer,” kata Suhardiman Amir.

Selain itu Suhardiman Amirjuga berharap digunakan untuk uji kompetensi minimum dan survei karakter sebagai pengganti ujian nasional. Peralatan ini juga dapat digunakan siswa untuk pembelajaran teknologi informasi komputer dan jaringan.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Sabtu, 07 Maret 2020 14:34

LPMP Kenalkan Aplikasi Form Office 365

BULANGO SELATAN – Untuk menaikkan kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) bersama Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) mengenalkan aplikasi form Office 365 kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora).

Pengenalan form Office 365 disajikan tim PTP LPMP kepada Kepala Dinas Dikbudpora, Yosef Koton, Jumat (6/3/2020).

Dalam pertemuan ini dihadiri Tim Tim Penjamin Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), Kepala Bidang SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMK dan Kepala Seksi PTK SMA di ruangan kepala dinas.

Kepala LPMP, Amin M Nusi memaparkan program hasil pemetaan mutu pendidikan, supervisi mutu pendidikan berbasis aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) yang diharapkan menghasilkan raport mutu di satuan pendidikan yang lebih baik.

Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran dari LPMP menjelaskan aplikasi form Office 365 yang saat ini akan diaplikasikan LPMP sangat bermanfaat untuk guru dan stakeholder pendidikan, di mana beberapa fitur dalam aplikasi ini dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran.

"Selama ini kurangnya perhatian kepala satuan pendidikan SMA/SMK dan SLB terhadap pengisian raport mutu pendidikan menyebabkan raport mutu pendidikan di Gorontalo rendah. Sehingga perlu pendampingan semua stakeholder pendidikan terutama pengawas pada satuan pendidikan," kata Amin Nusi.

Amin Nusi juga menjelaskan aplikasi form Office 365 dapat pula digunakan untuk penyusunan bahan ajar dengan menggunakan fitur yang ada, menganalisis hasil penilaian pembelajaran peserta didik, serta membuat perangkat pembelajaran secara dalam jaringan (online).

"Ke depan antara LPMP dan Dikbudpora Provinsi Gorontalo harus lebih bersinergi lagi dengan pertemuan yang intens dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini terutama kualitas fungsional pengawas pendidikan, guru dan anak didik," kata Yosef P Koton.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Suasana lingkungan UPTD Museum Popa Eyato terlihat lebih segar dan asri dari pada sebelumnya, tidak terlihat sampah atau rumput liar.

Ini adalah hasil gerakan Jumat bersih yang dilaksanakan seluruh pegawai museum. Jumat bersih merupakan program bersih-bersih lingkungan museum yang digelar pada pagi hari, para pegawai bersepakat mengisi kegiatan dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Gerakan Jumat Bersih ini digagas oleh Kepala Kantor Museum Popa Eyato melalui Kepala Sub-Bagian Tata Usaha, Suharto Nasaru.

“Gerakan Jumat Bersih kami lakukan agar Museum Popa Eyato selalu bersih di saat ada kunjungan, selain bersih-bersih kami juga menanam bibit pohon yang bisa menghiasi halaman museum Popa Eyato,” kata Suharto Nasaru.

Suharto Nasaru  menjelaskan gerakan Jumat bersih ini juga memiliki nilai dan karakter positif yang bisa dikembangkan, mengemabngkan kerja sama, gotong royong dan peduli lingkungan. Lingkungan yang bersih akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum.

Kepala Museum Popa Eyato, Fitri Ahmad juga menambahkan Jumat bersih ini diharapkan berjalan terus, gerakan ini dapat memupuk kepedulian dan meningkatkan kebersihan lingkungan.

“Menumbuhkan kesadaran untuk hidup kebersihan harus selalu dibiasakan, upaya ini akan menjadikan Museum Popa Eyato semakin diminati pengunjung. Untuk itu perlu ditumbuhkan komitmen dan kerjasama," ucap Fitri Ahmad.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SURABAYA -  Rasio jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dibandingkan transfer pusat membuat ruang fiskal menjadi lebih besar. Sehingga daerah bisa membuat program yang lebih beragam untuk kesejahteraan rakyat.

Pendapat ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian rapat koordinasi teknis rencana pembangunan nasional (Kortekrenbangnas) regional 1 di Hotel Sangrilla, Kota Surabaya, Senin-Jumat (2-6/3/2020).

Rakor ini digelar oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bertujuan untuk melaksanakan sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat dan daerah demi optimalnya pencapaian target pembangunan nasional.

“Sinkroninasi perlu dilakukan karena setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing, kebutuhan yang berbeda, pusat juga memiliki strategi nasional yang garis besarnya ada di RPJMN yang dibelah dalam RKP tahunan untuk mencapai target akhir di RPJMN,” kata Tito Karnavian.

Dalam pertemuan ini Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora), Yosef P Koton bersama kepala bidang  teknis serta kepala sub-bagian perencanaan pada pembahasan desk mengusulkan program kebudayaan merujuk pada pembangunan fisik taman budaya di Gorontalo, karena museum dinilai masih kurang memungkingkan untuk dijadikan tempat pertunjukan seni.

Pada desk pemuda dan olahraga diusulkan pembangunan gedung kepemudaan serta gedung Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO), hal ini merujuk pada Provinsi Gorontalo yang sukses melahirkan banyak atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan Asia dan menjadi andalan Indonesia saat event internasional.

Tim Dikbudpora juga mengusulkan di bidang pendidikan pembangunan unit sekolah baru, RKB, peralatan praktek, asrama siswa, gedung laboratorium, gedung perpustakaan, pengadaan tanah, peningkatan SDM guru, Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah (Diklat Cakep), perluasan tanah sekolah dan sejumlah usulan lainnya.

"Program yang sudah diusulkan ini akan dikonkretkan lagi pada saat musrenbangnas dan pada saat pembahasan DAK yang rencananya dilaksanakan pada bulan April. Khusus untuk pembangunan fisik persyaratannya adalah harus sudah punya sertifikat tanah dan DED,” kata Yosef Koton.

 

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sejumlah siswa dan guru SMK Negeri Model Gorontalo terpesona dengan replica kerangka Manusia Oluhuta atau manusia purba dari Desa Oluhuta Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango yang berumur 650 tahun.

Kerangka ini berada di ruang pamer Museum Popa Eyato. Pengunjung museum ini mendapat penjelasan menarik tentang dunai arkeologi oleh Merry Dwi C Arsyad, seorang arkeolog yang bertugas di UPTD Museum Popa Eyato.

“Para siswa mendapatkan materi pengetahuan peninggalan benda terdahulu, seperti replika kerangka manusia purba ini, replika ini mirip aslinya seperti saat penggalian atau ekskavasi,” Kata Sri Endang Ursilu, salah seorang guru pendamping, Kamis (5/3/2020).

Selain replica kerangka manusia Olohuta, di ruang pamer museum ini juga terdapat banyak koleksi tematik benda-benda peninggalan masa lalu yang layak diketahui siswa. Mereka bisa mengetahui bentuknya secara nyata, bahkan pada era sekarang sudah tidak digunakan lagi seiring perkembangan peradaban.

Kunjungan SMK Negeri Model Gorontalo ke Museum Popa Eyato merupakan kunjungan pertamanya ke museum yang ada di Provinsi Gorontalo ini.

Sebelum ke ruang pamer, para siswa disuguhi dengan relief  peradaban Gorontalo dari Merry Dwi C Arsyad dari zaman prasejarah hingga menjadi provinsi.

Setelah mendapatkan penjelasan Relif, seluruh siswa memasuki ke ruang koleksi untuk melihat seluruh koleksi Museum Popa Eyato. Informasi yang diadapat di ruangan ini merupakan pengetahuan benda bersejarah di Gorontalo.

Dalam ruang koleksi ini para siswa disuguhi benda dan foto masa penjajahan,lukisan, pakaian adat serta bendera pertama yang dikibarkan sejak berdirinya provinsi Gorontalo setelah berpisah dari Provinsi Sulawesi Utara.

Pewarta : PPID Dikbudpora

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama